APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Satu Laki-Laki Empat Istri

Satu Laki-Laki Empat Istri

Kehidupan pernikahan Rendra tidaklah sederhana. Kresna, Tessa, Kanti, dan Wanda dituntut memiliki keikhlasan luar biasa untuk bersanding sebagai para istri yang berbagi satu suami. Di balik keharmonisan yang tampak di luar, benarkah tidak ada kecemburuan yang membara di antara mereka? Ketenangan rumah tangga ini sebenarnya menyimpan rahasia besar yang belum terungkap. Sebuah drama romansa dewasa yang mengupas tuntas pengabdian, cinta, dan misteri hati.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Tessa-Tessa, Sayang." Rendra mengejar langkah Tessa. Jalan cewek itu sudah seperti orang dikejar tukang kredit saja, cepat banget.

"Apa, sih, Mas?" sergah Tessa seraya menarik tangan. Rendra berhasil meraih, dan mencekal tangannya.

Tentu langkah Rendra lebih lebar dari Tessa. Tingginya saja lebih tinggi Rendra. Jelas tinggi kakinya lebih tinggi Rendra.

"Sayang, mau kemana, sih? Mau naik bis apa? Sampe jalannya cepat banget." Rendra menatap Tessa yang masih cemberut.

"Naek bajai. Puas?" jawab Tessa agak sinis. Ia masih tunjukkan wajah cemburu.

Fixs, cemburu, karena wajahnya memang bisa dibilang begitu. Rendra bisa membacanya. Pernikahan mereka sudah hampir dua tahun, sudah Rendra tahu bagaimana sikap dari istri-istrinya. Termasuk saat cemburu. Lagian cewekkan kalau cemburu nggak bisa disembunyikan. Ya, kan?

Rendra pun genggam tangan Tessa dengan lembut. Tatapan yang dia gunakan sama seperti saat menatap Kresna tadi. Ya, tatapan mesra.

Tessa tidak bisa menahan diri, saat ditatap seperti itu. Rendra bukan natap kaya tatapan pappy eyes gitu. Tatapannya itu seperti melelehkan, menatap tepat di kedua bola mata.

"Sayang," desahnya lembut sekali. "Cemburu, ya? Maafin Mas, ya. Mas nggak tahu ada kamu sama Kanti tadi pagi."

"Jadi, makin dempet aja, gitu? Kenapa nggak sekalian masukin di sana aja? Nggak usah raba-raba doang!"

"Duh, marah, ya? Masa sih Mas raba-raba, nggak deh perasaan. Mas cuma--"

"Ciuman panas, sampe otak aku ngebul tahu!" tukas Tessa mulai menunjukkan sikap cemburu. Nah kan ketahuan, deh. Gagal maning dia mau sembunyi dari rasa cemburu.

"Nah, kan bener toh kamu cemburu?" Logat Rendra diubah kaya orang jawa. Maklum, dia kan keturunan Surabaya-London. So, gitu deh kalau logat jawanya sudah keluar.

"Ih, siapa bilang?"

"Mas tahu, Mas tahu isi hati kamu, isi rumah kamu, isi di balik baju kamu juga."

"Ngeres!"

"Sapuin."

Tessa diam. Ingin rasanya dia nyemplungin muka ke got saja. Eh, kok got jijik amat. Intinya Tessa amat malu. Kenapa? Karena dia memang tidak pernah bisa menyembunyikan rasa cemburu di hadapan suaminya ini.

"Sudahlah, kalau cemburu bilang aja. Cemburu bagian mana? Ciuman atau sempaknya?" tanya Rendra seraya menahan kekehan.

Dahi Tessa sontak mengkerut. "Kok sempak, sih? Istri cemburu malah bahas sempak."

"Ya, kan tadi Kresna bahas sempak. Ya, siapa tahu kamu juga kepo masalah itu," jelas Rendra tenang.

"Apaan, sih? Aku tahu, kok." Tessa menyedekapkan tangan.

"Kamu belum pernah nyuci gimana bisa tahu?"

"Udah ah, Mas! Kok bahas ini, sih. Nggak lucu!"

"Ya, kamu sih cemburu segala. Mas bakal berusaha adil. Kamu ingat janji Mas itu, kan?" Rendra menarik dua tangan Tessa, mengalungkan di leher.

Lagi dan lagi Tessa hanya bisa terpaku menatap dua netra berkornea abu itu.

"Sayang." Rendra mengelus bawah mata Tessa. Ia kecup lembut bibirnya perlahan.

"Jangan cemburu, ya?" pinta Rendra halus setelah mengecup mesra. "Mas, bakal berusaha adil sama kalian berempat. Kamu mau apa? Ciuman kaya Wanda juga?"

Tessa menggeleng dengan bibir manyun.

"Terus mau apa, hm? Lihat sempak Mas?"

"Mas!" pekik Tessa yang sukses pertanyaan Rendra itu membuat Tessa tersenyum.

"Kasih tahu aja, Mas! Dia itu kepo tuh sebenarnya!" Suara Kresna membuat dua insan yang tengah bermesraan itu menatap bersamaan ke arahnya.

Kresna berjalan santai menuju sofa di samping Rendra. Rendra berhasil menahan Tessa tepat di ruang tengah. Makanya, mereka bisa dilihat Kresna saat dia akan duduk, menikmati tontonan di ruang tengah.

"Eh, Kakak." Tessa terperanjat. Dia yang memang perasa, lekas menarik tangan yang mengalung di leher Rendra. Takut jika Kresna pun merasakan cemburu.

Sementara, Rendra pun perlahan melepaskan tangan di pinggang Tessa. Ia ikut menatap Kresna yang dengan antengnya kini makan singkong keju. Entah dari mana wanita itu mendapatkannya. Yang jelas bukan maling, sih.

"Kakak ...," lirih Tessa. "Kakak kok bisa ada di sini, sih?"

"Apaan sih kamu, Sa? Ini kan rumah Kakak. Ya jelas Kakak gentayangan di sini," celetuk Kresna. Mulut istri Rendra satu ini emang agak gesrek kali ya. Masa diri sendiri dikatain gentayangan.

"Kamu hantu? Bilangnya kok gentanyan?" sela Rendra mengeryitkan dahi.

"Ya, Ena gentayangan di hati Mas. Masa nggak sadar." Kresna jahil menaik turunkan alis, setelahnya kembali makan singkong.

"Awas aja kamu! Lihat nanti malam!"

Tessa melirik Rendra. Dia tahu pria itu menahan senyum. Disenggolnya lengan Rendra pelan. "Kenapa nunggu malem? Sekarang aja!" serunya santai.

"Nggak." Rendra melirik Tessa dengan mata nakal. "Sekarang, Mas punya urusan sama kamu."

"Nah, iya tuh. Si Tessa bilang pengen tahu sempak Mas. Katanya, dia curiga sempak Mas itu yang bunga-bunga kaya yang ada si sopi."

"Sopi siapa?" Tessa kembali cemberut mendengar akhir kalimat Kresna.

"Astaghfirullah!" Refleks Kresna memukul dahi. "Tessa Sayang, itu tu merek tempat belanja. Yang iklannya sering nongol di TV itu. Bosen Kakak liat tu iklan. Kamu masa nggak tahu."

"Udah dari pada cemburu mending cari tahu, ya nggak Mas?" Kresna kembali memberi kode ke Rendra.

Suaminya itu paham sekali dengan maksud Kresna. Satu hal tentang Kresna, dia tidak mau hubungan suaminya dengan istri-istrinya memburuk. Kresna selalu ingin semua di rumah tangga mereka damai.

Kresna, sosok yang legowo dengan apa yang terjadi. Itu yang Rendra tahu dari wanita berhijab syar'i itu. Satu-satunya istri Rendra yang selalu menutupi tubuh dengan gamis lebar di segala situasi, kecuali kamar dan kamar mandi, ya? Masa di kamar mandi pake gamis. Ya kali kunti.

"Okey. Aku bakal kasih tahu supaya kamu nggak cemburu. Ayo!" Rendra menarik tangan Tessa.

"Eeh, Mas!" Tessa tidak bisa menolak, dan pasrah saja di tarik Rendra ke arah pintu utama.

"Sukses, Sa! Nanti minta kosmetik terbaru juga sama Mas Rendra, aku minta," teriak Kresna sembari tersenyum.

Sesaat Rendra menoleh ke belakang, ia tersenyum manis ke arah Kresna seraya mengedipkan mata.

"Dasar Bule Playboy," kekeh Kresna, lalu kembali memakan singkong keju di pangkuan.

°°°

Bukan spesialis romcom, tapi semoga suka, ya. Komentar yuk, gimana menurut sahabat readers kisah ini?

Makasih :-)

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel I Love You Om
9.4
Tania kembali dari Malaysia setelah sepuluh tahun demi menemukan Rian, cinta pertamanya. Namun, Rian yang ditemuinya kini terasa asing dan tak ingat masa lalu mereka. Di tengah kebingungan, Tania bertemu paman Rian bernama Bian, yang menyimpan luka masa lalu yang kelam. Lambat laun, terungkap bahwa sosok Rian yang dicarinya adalah Bian yang menyamar. Rahasia besar ini pun mulai mengancam kehidupan mereka yang penuh dengan misteri.
Sampul Novel I Win You
8.3
Vanilla tiada henti memikat Nick lewat aksi provokatif yang memicu ketegangan hebat di antara mereka. Walau Nick sudah mengingatkan bahaya dari permainan ini, Vanilla malah kian berani menantang hasratnya. Di tengah situasi yang kian memanas, Nick berjuang keras menjaga pertahanannya agar tidak lepas kendali. Namun, godaan nakal Vanilla yang penuh kemenangan membuat dinamika hubungan dewasa yang membara ini semakin sulit untuk diprediksi.
Sampul Novel KEKASIH SEMENTARA
9.6
Demi menghadapi Tuah yang akan datang bersama tunangannya di reuni sekolah, Nania, seorang manajer jenama jam tangan, terpaksa mencari kekasih sewaan. Ia pun memilih asistennya yang pemalu, Adris, untuk berpura-pura menjadi pasangannya. Walau Maya meragukan pilihan tersebut karena sifat Adris yang pendiam, Nania percaya ada pesona lain dalam diri sang asisten. Di sisi lain, Adris berharap romansa palsu ini berubah sungguhan, meski Aaron memegang rahasia besar tentang jati diri Adris yang sebenarnya.
Sampul Novel Senja Berkawan Derita
8.7
Sejak lahir, Senja Kumala dibenci ibunya akibat sebuah tragedi pilu. Nasib buruk berlanjut saat dewasa, di mana ia terjebak pernikahan sebagai istri kedua yang hanya dimanfaatkan untuk melahirkan anak. Di tengah siksaan batin itu, Senja bertemu seorang pria dingin yang skeptis terhadap cinta. Kehangatan Senja perlahan meluluhkan hati pria tersebut hingga cinta tumbuh di antara mereka. Namun, sebuah rahasia besar kini terungkap dan mengancam untuk menghancurkan hubungan mereka.
Sampul Novel Terjebak Malam Panas dengan Billionaire
8.2
Hans berniat menguasai kekayaan Alina lewat skandal palsu. Di hari jadi mereka, ia memberi Alina obat bius lalu meninggalkannya di hotel. Tanpa diduga, kunci kamar Alina tertukar dengan milik miliarder tampan, Dariel Kyle. Insiden itu menjebak keduanya dalam malam intim yang tak terencana. Pasca-kejadian tersebut, Dariel bertekad mengejar cinta Alina. Namun, bayang-bayang kelicikan Hans masih mengancam masa depan hubungan mereka.
Sampul Novel The Devil's Gift
9.8
Saat menyelesaikan konflik di Philadelphia, bos mafia Italia yang kejam, Cerano Acheron, bertemu Raveena Hesper. Lama terperangkap di rumah bordil, Raveena memberanikan diri bersujud di depan sang 'iblis' demi bebas. Ia menyerahkan jiwa dan raganya sebagai imbalan agar Cerano meratakan tempat terkutuk itu. Terkesan oleh nyali Raveena yang siap mati, Cerano menyetujui kesepakatan tersebut. Kini, Raveena selamanya terikat dalam pelukan sang Underboss yang sangat berbahaya.