APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Satu Jantung Dua Hati

Satu Jantung Dua Hati

Nahas, Salwa kecelakaan dua hari menjelang pernikahan. Demi lari dari masa lalunya, Salma pun menyamar menjadi kembaran indetiknya itu untuk menikahi Farhan. Begitu kebohongan ini terungkap, amarah Farhan tak terbendung. Salma lalu meminta waktu tiga bulan sebelum ia pergi. Namun, kebersamaan mereka justru menumbuhkan rasa cinta. Akankah Farhan bisa menerima kehadiran Salma seutuhnya?
Bab
Bagikan

Bab 2

Tiba-tiba suara handphone Salwa berdering satu panggilan masuk dari nomor yang tidak dia kenal salwa pun mengangkat telepon itu.

"Assalamualaikum maaf ini siapa?" Tanya Salwa via telpon.

"Aku Salma sekarang ada di taman dekat rumah aku mohon izinkan aku bertemu sama kamu "jawab Salma pada saudara kembarnya Salwa.

Seketika Salwa pun terkejut karena akhirnya salma menghubungi dirinya setelah sekian lama menghilang bahkan tidak ada satupun keluarga yang tahu tentang keberadaan saudara kembar yaitu.

Salwa pun langsung bergegas pergi ke taman yang memang tidak jauh dari rumahnya dia berharap yang menelponnya itu adalah saudara kembarnya Salma karena Salwa begitu sangat merindukannya meskipun memang kedua orang tua mereka sudah tidak menerima lagi Salwa dalam keluarga akan tetapi sebagai saudara kandung sawah begitu sangat menyayangi adiknya tersebut.

"Salma" ucap Salwa dengan mata berbinar dan langsung memeluk Salma dengan erat.

"Salwa terima kasih kamu masih mau menganggapku sebagai saudara dan kamu masih mau menemui aku" jawab Salma menatap senyum saudara kembarnya.

"Aku tidak pernah membencimu selama ini Salma aku bahkan mengawetkan keadaan kamu aku takut ada sesuatu yang menimpa kamu setahun ini "ucap Salwa sembari menggenggam tangan Salma.

Senyum indah di wajah Salwa begitu sangat terlihat, dia begitu sangat bahagia karena airnya bisa bertemu dengan Salma yang sudah pergi dari rumah hampir 1 tahun.

"Wajah kamu kenapa Salma?" Tanya Salwa yang pandangannya terfokus pada memar di wajah Salma.

"Aku sering dipukuli oleh Leon ayah dan ibu memang benar dia bukan pria baik-baik tapi aku yang selalu bersikeras untuk bersama dan menikah dengannya tapi akhirnya aku bisa bebas dari dia dan kabur aku berharap bisa mendapat tempat persembunyian yang aman "papar Salma mencoba menceritakan tentang apa yang dia alami selama ini.

Salwa langsung memeluk Salma dengan erat dia tidak menyangka bahwa saudara kembarnya itu mengalami hal yang sangat buruk bahkan lebih buruk dari apa yang dia bayangkan selama ini. Padahal dia berharap bahwa Salma bisa bersama pria yang dia cintai bahkan hidupnya akan bahagia namun pada kenyataannya cinta tanpa restu dari kedua orang tua ternyata tidaklah mudah akan ada banyak kesulitan di dalamnya bahkan mungkin malah petaka jika kita terus memaksakan kehendak kita sendiri.

"Ya sudah sekarang kamu ikut aku pulang ibu sama ayah pasti sangat senang karena akhirnya kamu pulang ke rumah setelah hampir 1 tahun pergi entah ke mana "ucap sawah menggenggam tangan Salma.

"Tidak Salwa aku hanya akan tetap menemui kamu tapi tidak dengan ibu dan juga ayah Karena aku tahu mereka masih sangat membenci aku meskipun memang aku adalah anak kandung mereka "jawab Salma dengan mata berbinar.

"Ayolah Salma kita harus bisa berkumpul menjadi keluarga yang bahagia sama seperti dulu saat kita masih kecil sebentar lagi aku akan menikah dengan mas Farhan pria yang begitu sangat aku cintai aku harap kamu bisa hadir dalam pernikahanku nanti "papar Salwa dengan senyum bahagia.

"Akhirnya kamu menikah juga dengan mas Farhan pria yang selalu kamu ceritakan sama aku meskipun dia tidak tahu bahwa kamu memiliki saudara kembar tapi aku harap kamu bisa hidup bahagia jauh lebih dari apa yang aku alami dengan Leon "jawab Salma menatap Salwa.

"Lalu Kamu akan tinggal di mana dan bagaimana kalau Leon mencari kamu?" Tanya Salwa khawatir.

"Dia tidak tahu tempat tinggalku lagi pula aku sudah memutuskan semua jejak sehingga tidak mudah dia mencariku di sini aku akan mencari penginapan yang memang tidak jauh dari rumah sehingga aku bisa melihat kamu menikah dengan pria yang menjadi pilihan kamu "jawab Salma sembari tersenyum pada saudara kembarnya itu.

"Aku mau besok ketemu kamu lagin karena aku masih sangat merindukan kamu "ucap Salwa.

"Nanti setelah aku mendapatkan penginapan di daerah sini aku akan beri tahu kamu tapi aku mohon jangan beritahu ibu dan ayah bahwa kita sudah bertemu karena cukup melihat mereka dari kejauhan hidupku sudah bahagia "jawab Salma kembali memeluk Salwa.

Akhirnya Salma dan Salwa pun berpisah Dia memutuskan untuk mencari tempat tinggal sendiri meskipun memang dia tidak bisa tinggal kembali bersama kedua orang tuanya dan saudara kembalinya akan tetapi karena dia tetap bahagia karena akhirnya keluarganya baik-baik saja terlebih, saudara kembarnya Salwa akan melangsungkan pernikahan.

***

"Salma sayang" panggil Leon dengan manis. Pria itu memang terkadang aneh dia bisa memperlakukan sama dengan begitu sangat keras namun dia juga bisa bersikap lembut seperti pria romantis lainnya.

Leon mencari keberadaan calon istrinya tersebut di sekitar hotel namun ternyata dia tidak menemukannya dia pun mencoba menghubungi Salma namun nomor yang sudah tidak aktif.

"Salmaaaaa!!! Ternyata kamu coba kabur dari aku"

"Lihat saja aku pasti menemukanmu lagi" gumam Leon mengepal kedua tangannya dengan penuh amarah.

***

"Salwa Kamu dari mana aja sih pengantin yang mau menikah itu tidak boleh pergi kemana-mana dulu harus dipinggir karena bisa terjadi sesuatu yang tidak dia inginkan nanti" ucap Bu Mayang pada putrinya tersebut.

"Sawah hanya ke taman kok Bu sebentar mencari udah ada segar lagi pula itu kan hanya mitos pengantin dulu zaman sekarang kan sudah modern Bu banyak kok pengantin yang pada jalan-jalan sebelum pernikahannya "jawab Salwa dengan senyuman.

"Tapi tetap saja ibu tidak akan izinkan kamu pergi dari rumah karena sebentar lagi pernikahan kamu dengan Farhan akan tiba "ucap kembali sang ibu.

Salwa berpikir akan sulit rasanya meminta izin kepada ibunya untuk menemui Salma besok karena dia tahu pasti sang ibu tidak akan mengizinkan Salwa untuk keluar karena sebentar lagi acara pernikahan mereka.

Semua tetap ingin mengetahui keberadaan adiknya dan memastikan bahwa Salma baik-baik saja, terlebih ketika dia tahu Salma mengalami kekerasan fisik dan dia sendiri tidak bisa melaporkan kejadian itu kepada pihak polisi karena selama ini memang Salma tidak memiliki bukti apapun atas kejahatan yang telah dibuat oleh pacarnya tersebut.

Salwa pun akhirnya meminta izin untuk masuk ke dalam kamar sambil memikirkan bagaimana caranya untuk bisa keluar rumah menemui Salma tanpa ibu dan ayahnya tahu.

Selama ini Salwa adalah Putri kesayangan dari kedua orang tuanya karena, semenjak Salma memutuskan pergi dari rumah tidak ada lagi anak yang bisa mereka didik dengan baik selain Salwa sehingga perhatian sepenuhnya diberikan untuk Salwa.

"Sepertinya aku harus kabur lewat jendela karena ibu dan ayah besok pasti sibuk mengurus pernikahanku dengan mas Farhan dan aku akan kembali sebelum ibu dan ayah sadar bahwa aku tidak ada di kamar aku harus bisa bertemu dengan Salma" gumam Salwa sembari menatap ke arah jendela.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dimanjakan oleh Suami Misterius
9.7
Demi merebut warisan sang ibu, Erina terpaksa menikahi programmer sederhana berparas tampan. Namun, misteri masa lalu perlahan terungkap usai tiga tahun berlalu sejak ia kehilangan dua bayi kembarnya. Meski tak pernah berhubungan dengan pria lain, Erina mendadak hamil lagi dan mendapati anak-anaknya ternyata masih hidup. Siapa sebenarnya sosok sang suami? Mengapa pria yang dianggap miskin itu sangat serupa dengan miliarder terkenal di televisi?
Sampul Novel DINIKAHI KONGLOMERAT
9.3
Lamaran Ashraf, sang pewaris takhta kekayaan, membawa badai dalam hidup Sinta. Ia dituduh memakai guna-guna melalui teror gelap, sementara sepupunya terus menghina latar belakang sosialnya yang miskin. Di tengah tangis sang ibu yang meratapi nasib mereka, Sinta memilih tetap teguh berdiri. Berbekal keyakinan bahwa kehormatan sejati bersumber dari Tuhan, bukan materi, ia melangkah maju demi meraih restu tulus ibunya.
Sampul Novel Jalan Jodoh Sang Koki
8.1
Max, seorang juru masak terkenal, terpaksa melarikan diri setelah dituduh membunuh perdana menteri lewat hidangannya. Di tengah pelarian, jiwanya merasuk ke raga seorang wanita korban tenggelam. Dalam wujud baru ini, Max justru terpikat pada Wulan, sahabat Nadia. Saat berhasil pulang ke tubuh aslinya, Max bertekad kuat untuk melamar Wulan. Namun, perjuangan meyakinkan sang pujaan hati ternyata sangat sulit. Mampukah koki ini memenangkan cinta sejatinya?
Sampul Novel Kakak Iparku, Pengagum Rahasiaku
8.1
Niat seorang istri memberi kejutan intim untuk suaminya di asrama proyek konstruksi berubah menjadi situasi menegangkan. Setelah melepas pakaian dan bersembunyi di lemari, bukan suaminya yang datang, melainkan tiga rekan kerjanya. Ketiga pria itu justru terangsang oleh pakaian dalam yang tertinggal dan melampiaskannya pada bibi koki di sana. Menyaksikan adegan panas tersebut, sang istri ikut terangsang hingga tanpa sadar mendesah. Seketika, pandangan ketiga pria itu langsung tertuju ke arah lemarinya.
Sampul Novel Nafkah dua puluh ribu darisuamiku
8.4
Kehidupan rumah tangga yang tampak sempurna dengan suami mapan dan bergelimang harta ternyata menyimpan kepedihan mendalam. Di balik fasilitas serbakecukupan yang tersedia, seorang istri justru harus berjuang sendiri demi bertahan hidup tanpa nafkah yang layak. Kemewahan yang kasat mata tidak menjamin kebahagiaannya. Ini adalah kisah tentang keteguhan hati dan perjuangan seorang wanita dalam menemukan kemandirian di tengah dinginnya pernikahan yang semu.
Sampul Novel Penyesalan Abang dan Calon Suami
8.8
Setelah dikhianati hingga bangkrut oleh abang dan tunangannya demi sang sahabat, Rose mendapatkan kesempatan kedua dengan kembali ke masa tiga tahun lalu. Menyadari ketidakadilan mereka yang diam-diam memberikan proyeknya kepada orang lain, Rose memilih menyerah dan pergi ke luar negeri, yang justru dirayakan oleh keduanya. Namun, penyesalan terdalam menghampiri mereka saat Rose kembali tiga tahun kemudian sebagai istri dari presdir Grup Arkava di sebuah acara tender besar.