APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Sasaeng Is Me

Sasaeng Is Me

Daniel, seorang pewaris takhta kekayaan, kembali ke Korea untuk mencari adik kandungnya yang telah lama lenyap. Setibanya di sana, ia mendapati kenyataan pahit bahwa adiknya telah meninggal secara tidak wajar dalam sebuah acara jumpa penggemar dua tahun silam. Curiga ada yang tidak beres, Daniel memulai penyelidikan mandiri. Pencariannya menuntunnya pada Rachel, seorang putri konglomerat. Bersama Rachel, konspirasi kelam yang melibatkan sang idola serta keluarga Rachel mulai terkuak. Daniel pun bersiap menuntut balas.
Bab
Bagikan

Bab 2

“Bagaimana pekerjaan kamu di Korea? Apa semuanya baik – baik saja?” tanya James lewat sambungan telepon dengan Daniel.

“Baik Ayah. Semuanya masih belum tahu siapa aku sebenarnya juga kok,” jawab Daniel.

“Kenapa harus di sembunyikan terus? Kamu tinggal bilang saja kalau kamu itu anak ayah. Mereka pasti langsung memberikan ruangan ayah padamu.”

Daniel tersenyum, “Tidak ayah, aku tak mau menggunakan nama ayah hanya untuk kesenangan semacam itu. Aku ingin bisa sampai ke ruangan itu dengan kemampuanku sendiri.”

“Ya, terserah padamu lah. Yang penting kamu harus jaga diri ya. Jangan sampai kamu nanti di perlakukan yang tidak baik karena keputusanmu itu,” ujar sang ayah.

“Ayah tenang saja.” Daniel mengakhiri obrolan mereka dan segera menutup sambungan telepon.

**

Daniel kini mulai memasuki kantornya dan melihat dengan teliti setiap sudut tempat tersebut, beserta dengan para karyawan. Seperti biasa, dia akan membuat catatan khusus tentang apa saja yang terjadi dalam kantor dan siapa saja yang dia temui selama bekerja di sana seperti pegawai lainnya. Daniel tahu, waktunya untuk menyamar sebagai seorang pegawai biasa sudah tak akan lama lagi. Mengingat bagaimana ayahnya terus mendesak untuk sesegera mungkin dia memengambil alih seluruh perusahaan.

Begitu pemuda itu duduk di kursinya dan hendak menyalakan komputer, pemuda itu di kejutkan dengan suara keras yang terdengar dari ruang rapat di ujung lorong ruangannya. Ruang rapat yang berbentuk mirip seperti akuarim dengan kaca bening yang mengelilingi tempat itu sepertinya tak tertutup rapat. Hingga dia yang berada agak jauh pun bisa mendengar suara sang manager baru menyalak keras pada rekan kerjanya.

Daniel mengernyit dan mendekati Hyunsik, “ada apa?” tanya Daniel dengan suara berbisik.

Matanya terus mengarah pada ruangan itu, sementara Hyunsik yang juga mendengar hal yang sama memilih bungkam dan memberikan kode pada Daniel untuk tetap diam dan tak ikut campur.

Bahkan, setelah rekan kerjanya itu selesai dimarahi dan kembali ke meja kerjanya dengan wajah pucat, Hyunsik terlihat tak peduli dan seolah tak ingin menatapnya ataupun bertanya. Dia juga segera menahan tangan Daniel, saat tahu pemuda itu ingin mendekati rekan mereka.

Hingga Daniel akhirnya memilih untuk menurut dan diam memperhatikan, sekaligus menerka apa yang terjadi barusan.

“Kemasi barangmu dan keluar dari tempat ini sekarang!” teriak manager baru itu kemudian di hadapan rekan kerja Daniel.

Hal ini jelas mengejutkan untuk Daniel, mengingat bagaimana semalam mereka masih bersantai, mengobrol bahkan mabuk bersama hingga menjelang dini hari. Tapi pagi ini justru berubah drastis. Dan raut wajah manager yang terlihat begitu merah penuh dengan kemarahan. Rasanya banyak sekali pertanyaan dalam benak Daniel. Kebingungan yang muncul sejak beberapa waktu lalu, saat manager baru itu mendadak datang ke tempat ini dan menggantikan manager sebelumnya yang di katakan mengundurkan diri dari perusahaan, untuk alasan pribadi.

Belum selesai keterkejutan Daniel, dia sudah melihat si rekan kerja berkemas dalam diam dan dengan cepat meninggalkan ruangan mereka tanpa berpamitan sama sekali. Sementara Hyunsik, lagi – lagi pemuda itu hanya diam. Namun ada satu hal yang di lohat oleh Daniel, yaitu tangan Hyunsik yang mengepal kuat. Seperti menahan sesuatu yang entah apa itu.

**

“Sebaiknya kau jangan terlalu ikut campur Hyuk Jae. Kalau kau tak mau ikut tersingkir seperti Jae jin,” kata Hyunsik saat mereka berdua berada di rooftop dan meminum kopi berdua.

“Apa maksudmu? Memangnya apa yang di lakukan oleh Jae jin sampai dia bisa di perlakukan tidak adil seperti itu?” tanya Daniel.

“Kau tak perlu tahu. Cukup kau bekerja saja dengan benar dan diam. Tak perlu banyak bicara atau menyelidiki sesuatu yang bukan urusanmu.” Hyunsik terdengar serius dengan ucapannya dan berbalik menatap Daniel, “dengar… semua orang di kantor ini sangat menyukai kinerjamu, karaktermu, dan semua sifat baik darimu. Termasuk aku. Jadi aku mohon, ikuti kata – kataku ini tanpa banyak bertanya. Aku mengatakan ini semua, karena aku peduli padamu…” tegas Hyunsik.

Pemuda itu lalu pergi dari hadapan Daniel dan kembali meninggalkan banyak pertanyaan tak terjawab dalam benak pemuda tersebut. Kecurigaannya bahwa ada hal yang tak baik dalam perusahaan ini pun semakin kuat. Hal ini di dukung dengan kebungkaman dari banyak pegawai saat menyangkut tentang para eksekutif. Daniel sendiri beberapa kali menemukan kejanggalan dalam laporan perusahaan yang harus dia kerjakan. Meski dia akhirnya tetap diam. Namun dengan kejadian ini, yang langsung dia lihat dengan mata kepalanya sendiri. Membuat Daniel yakin, untuk menyelidiki kasus ini jauh lebih dalam lagi.

Dan itu, harus di lakukan secepat mungkin.

Maka Daniel segera menghubungi David, untuk memberikannya tugas tambahan.

Yaitu untuk menyelidiki perusahaannya sendiri. Incaran Daniel sekarang ada tiga tempat. Yaitu ruangan keamanan, tempat kamera pengawas berada. Ruangan para eksekutif, dan ruangan para sekretaris. Karena dia yakin, mereka menyembunyikan sesuatu disana.

**

---Restaurant Jepang, Gangnam – Gu, Seoul---

“Kalau kau membawakan makan siang seperti ini. kenapa kita harus bertemu di restaurant sayang?” tanya Daniel yang terkejut setelah melihat sebuah kotak bekal terbuka di hadapannya.

Tepat setelah dia duduk di ruangan khusus dalam sebuah restaurant Jepang yang berada di dekat daerah kantornya.

“Karena aku ingin makan makanan Jepang. Tapi aku juga ingin kau mencicipi masakanku,” ujar Rachel dengan senyum manis yang terukir jelas di wajahnya.

Suaranya begitu lucu dan terdengar sangat imut hingga Daniel selalu tersenyum dan tertawa setiap kali mendengarnya.

“Ini masakanmu?” tanya Daniel tak percaya.

“Iya! Kau pikir, siapa yang bisa menyiapkan ini di rumah?” jawab Rachel.

Daniel sekali lagi tersenyum, “aku hanya tak menyangka kalau tuan putri cantikku ini ternyata pandai memasak. Aku pikir, kau enggan memasak karena sering sendirian di rumah.”

Mendengar ucapan Daniel, wajah Rachel langsung berubah sendu. Membuat Daniel terdiam dan merasa sedikit bersalah. Dia takut jika ucapannya menyinggung perasaan Rachel.

“A..pa, aku salah bicara sayang? Maaf jika kata – kataku menyinggung perasaanmu,” tukas Daniel sembari meraih tangan Rachel dan mengusap punggung tangan gadis itu lembut.

Rachel yang bisa melihat rasa bersalah di mata kekasihnya segera tersenyum, menggelengkan kepalanya dan menunduk.

“Aku tak marah padamu sayang. Hanya saja--” Rachel kemudian membalas tatapan mata Daniel dan ikut memegang tangan kekasihnya itu, “aku hanya teringat kejadian pagi ini. Ibu dan Ayah lagi – lagi pergi untuk pekerjaannya tanpa berpamitan dulu padaku. Dan mereka juga hanya memberikan pesan singkat tentang uang saku dan sebagainya. Tak pernah sekalipun mereka menanyakan kabar atau bagaimana hari ku selama ini…” keluh Rachel.

Daniel terenyuh mendengar keluhan sang kekasih.

“Mereka bekerja sekeras itu juga untukmu sayang. Untuk kebahagiaanmu. Jadi cobalah untuk mengerti perasaan mereka juga. Dan lagi…” Daniel mengutas senyum lebarnya di hadapan Rachel, “ada aku disini. Bersamamu, dan akan selalu menemanimu kapanpun kau membutuhkannya.” Daniel kemudian mengusap kepala Rachel dengan penuh kasih sayang.

Hati Rachel menghangat mendapatkan perlakuan sebaik itu dari Daniel. Dalam hatinya merasa sangat senang karena mendapatkan semua yang dia inginkan. Meski tanpa ada kehadiran kedua orangtuanya dengan penuh setiap hari.

“Terima kasih sayang… aku sangat beruntung bisa memilikimu, disini…” ujar Rachel yang kembali di balas dengan sentuhan sayang oleh Daniel.

“Oh ya sayang. Aku rasa aku harus meminta maaf padamu,” kata Daniel kemudian.

Rachel kini mengernyit, “minta maaf? Untuk apa?” tanya Rachel pada Daniel.

“Karena…” Daniel terlihat agak ragu untuk membuka rahasianya, namun dia harus melakukan ini. setidaknya karena dia tak ingin membohongi Rachel lebih jauh lagi. Hingga membuat rasa cintanya pada gadis itu tak berguna, jika kebohongan terus ada di antara keduanya.

“Kenapa sayang? Katakan saja padaku. Ada apa?” Rachel mulai mendesak.

“Aku belum bisa mengatakannya sekarang. Tapi aku minta, apapun nanti yang terjadi, jangan pernah marah atau meninggalkan aku, ya…?” mohon Daniel yang semakin membuat Rachel curiga.

“Kau… selingkuh dariku?” tanya Rachel tiba – tiba.

Daniel menggeleng, “Tidak sayang. Tak mungkin aku menduakanmu. Kau tahu bagaimana aku sangat mencintaimu selama ini,” ujarnya.

“Lalu ada apa sayang? Kenapa kau tak bisa mengatakannya padaku? Memangnya, apa yang akan terjadi pada kita nanti?” tanya Rachel lagi.

“Bukan kita. Tapi aku. Dan aku harap, ini bisa membuatmu bahagia,” tegas Daniel akhirnya.

Dia tak ingin membuka rencananya di hadapan Rachel dan membuka identitasnya terlebih dahulu di depan kekasihnya. Karena baginya, tindakan dan rencananya saat ini jauh lebih penting demi kepentingan perusahaannya. Dan prinsip Daniel, bahwa semakin sedikit orang yang tahu rencananya akan semakin bagus, harus selalu dia pegang sampai akhir.

Daniel hanya bisa berharap, agar Rachel tak membencinya saat tahu bahwa dia menutupi identitas aslinya selama ini.

“Berjanjilah padaku. Bahwa kau akan mengerti dan memaafkanku,” pinta Daniel.

Rachel awalnya sangat ragu, banyak hal buruk yang bersliweran di kepalanya setelah mendengar perkataan Daniel. Tapi melihat bagaimana mata teduh itu menatapnya seraya memohon, juga mendengar bagaimana ketakutan Daniel akan kehilangan dirinya. Juga rasa penasaran yang begitu besar, akhirnya membuat Rachel menganggukan kepala. Menyetujui permintaan Daniel, setidaknya sampai gadis itu tahu pasti apa yang sedang terjadi nanti.

**

David masih sibuk mengumpulkan data, sekaligus membuat laporan yang nantinya akan di serahkan langsung pada Daniel. Dia mendapatkan banyak informasi penting, setelah merekrut banyak mata – mata khusus yang di masukkan ke dalam masing – masing divisi di dalam perusahaan Daniel. Dari sana pula, David akhirnya menemukan banyak kejanggalan dan kecurangan di dalam perusahaan itu.

David juga menemukan alasan apa yang membuat beberapa pegawai di berhentikan secara sepihak oleh perusahaan. Dan mengapa banyak di antara mereka di minta untuk tutup mulut. Hal ini karena para pegawai tersebut, yang tadinya menjadi salah satu kunci dari banyak penggelapan dana sekaligus praktik nepotisme di dalam perusahaan yang akhirnya mulai keluar dari lingkaran para eksekutif setelah menyadari, bahwa hidup mereka terancam setiap saat sejak terlibat dengan para eksekutif. Di tambah lagi, keluarga mereka juga yang selalu di awasi selama 24 jam penuh sebagai sandera. Agar mereka tidak berani melaporkan kejahatan ini.

Namun ada satu hal lainnya yang membuat mereka di anggap sangat kejam, bahkan oleh orang seperti David. Karena setiap pegawai yang akhirnya keluar dari lingkaran tersebut dan memilih keluar juga dari perusahaan, dia akan tewas secara misterius dan keluarga yang di tinggalkan pula, akan di buat hidupnya menjadi tak layak. Ini adalah bentuk hukuman yang di berikan oleh pihak eksekutif yang terlibat dalam kejahatan ini, untuk menutupi kejahatan mereka.

David kini mulai mengumpulkan nama – nama pegawai yang terlibat dalam kejahatan ini. posisi mereka, dan berapa lama mereka terlibat di dalamnya. Dan Hyunsik, menjadi salah satu dari mereka.

**

“Maaf, aku butuh ekstra kimchi dan tambahan acar lobak juga.” Salah satu pelanggan di kedai ayam goreng di pinggir jalan itu meminta.

Hyun ji yang bertugas menjaga kedai malam ini segera mengambilkan masing – masing satu kotak kimchi dan acar lobak sesuai pesanan, lalu memasukkannya ke dalam kantong plastik sebelum di berikan pada pembeli dan menerima pembayaran juga setelahnya.

“Terima kasih… silahkan datang kembali…” kata Hyunji kemudian.

“Kau bekerja keras hari ini, Hyunji.” Si pemilik kedai, yang merupakan sepasang lansia itu tersenyum melihat bagaimana Hyun ji bergerak dengan sangat cepat untuk melayani para pembeli.

Mereka merasa sangat bersyukur karena Hyunji mau bekerja di kedai ini membantu mereka, meski upah yang di berikan oleh kedua lansia itu rasanya masih sangat kecil di bandingkan pekerjaan yang di lakukan Hyun Ji setiap malamnya.

“Aku hanya mengerjakan tugasku, Nek. Kalian lebih baik pulang saja. Ayam goreng kita hanya tingga 6 ekor lagi, sebentar lagi pasti habis. Dan setelah ini, aku yang akan menutup kedainya,” kata Hyunji memberi masukan.

Si kakek pemilik kedai itu tertawa mendengar ucapan Hyunji.

“Ini sudah sangat larut. Kalau nenekmu, ada aku yang bisa menjaganya saat pulang nanti. Tapi kau kan pasti pulang sendirian, kami justru lebih khawatir padamu, Nak,” ujar si kakek.

“Aku akan baik – baik saja Kek.”

“Ya sudah, begini saja!” nenek itu kemudian mengambil jalan tengah dari perdebatan ini. Dia mengambil kantung plastic dan wadah untuk ayam goreng, lalu memasukkan semua ayam goreng yang tersisa. Sekaligus dengan acar lobak juga kimchi yang ada.

Si nenek kemudian memberikan kantung plastik berisi ayam gorengnya pada Hyunji.

“Nek. Ini untuk apa?” tanya Hyunji.

“Ini bonus untukmu. Kau sudah bekerja keras hari ini. Dan karena ini juga sudah larut, lebih baik kau bawa ayam – ayam ini pulang. Kau bisa menggorengnya nanti di rumah dan memberikannya pada adik – adikmu.” Nenek itu mengulurkan kantung itu pada Hyunji.

“Tapi Nek…” Hyunji merasa tak enak hati untuk menerima pemberian mereka.

“Kenapa? Kau tidak suka dengan ayam goreng kami?” tanya si nenek lagi.

“T-tidak Nek. Aku tidak bermaksud begitu. Hanya saja, ini terlalu banyak, nek. Lagipula kita masih bisa menjual beberapa lagi. Waktunya masih ada kok,” kata Hyunji lagi.

“Sudahlah Hyunji. Terima saja dan segera pulang, agar kami bisa menutup kedai dan pulang lebih cepat. Kami tak pernah memberikanmu gaji yang layak. Jadi setidaknya, bawalah ini untukmu dan adik – adikmu disana…” tukas si kakek.

Hyunji menatap keduanya dengan pandangan yang sulit di artikan. Dia merasa sangat terberkati karena bisa mengenal kedua pasang lansia yang kini sudah di anggap seperti kakek dan neneknya sendiri. Dan gadis itu kemudian memeluk si nenek sebelum akhirnya menerima pemberian mereka dan pulang ke rumahnya.

***

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Beta Romeo and His Rogue
9.0
Demi menemukan sang kakak, Rena Schaaci nekat menyusup ke Pack The Lightcrown Claws sebagai rogue. Kehilangan seluruh keluarganya memaksa Rena bertahan hidup dengan menjadi pelayan dapur. Takdir mempertemukannya dengan Romeo Riley, sang Beta berdarah dingin yang bertekad menghabisi seluruh rogue. Namun, segalanya berubah rumit saat Romeo menyadari buruannya adalah mate-nya sendiri. Di tengah luka, Rena memilih menghapus memorinya, memicu takdir cinta yang tragis.
Sampul Novel Dunia Lain Di Balik Pintu
8.7
Astrid Ratchett, siswi antisosial korban perundungan, sangat menyukai novel fantasi karya Richard Mcgrory. Hidupnya berubah saat ia menemukan pintu misterius di balik lemari yang membawanya ke dunia fiksi tersebut. Di sana, Astrid menjelma menjadi gadis cantik berkedudukan tinggi. Kejutan besar menantinya ketika ia bertemu mendiang sahabatnya yang telah menjadi pangeran. Kini, ia harus melawan ancaman keluarga jahat demi menyelamatkan dunia itu sekaligus menguak rahasia di baliknya.
Sampul Novel Gigolo
8.2
Demi menghidupi kedua adiknya setelah kematian orang tua, Frans, seorang mahasiswa kedokteran yang pintar, terpaksa putus kuliah. Ia sempat menjadi penyanyi sebelum akhirnya Mamih Mega merekrutnya sebagai pria penghibur. Kehidupan barunya yang penuh petualangan bersama banyak wanita mempertemukannya dengan Fira, gadis yang menyewa jasanya demi melepas kesucian. Hubungan mereka menumbuhkan cinta, namun takdir menjadi rumit saat Frans justru menikahi wanita lain bernama Anjani.
Sampul Novel Pedang Naga Siluman
9.5
Dibesarkan secara sederhana oleh Mbah Wiguna, Satya Wiguna tumbuh menjadi pemuda tangguh nan bersahaja. Bersama para sahabatnya, ia melakukan perjalanan lintas waktu ke masa lalu untuk menumpas kebatilan. Ketika kekuatannya berada di titik tertinggi, entitas alam gaib mengangkatnya sebagai panglima perang. Membawa kekuatan dahsyat Pedang Naga Siluman, Satya memikul tugas krusial demi menjaga dimensi moksa dan bumi dari ancaman invasi besar Raja Iblis yang haus kekuasaan.
Sampul Novel Pengabdian dan Cinta
9.7
Dua polisi tangguh, Ardi dan Bara, berjuang keras merubuhkan sindikat mafia yang kebal hukum. Namun, misi mereka gagal total setelah Bara tertembak dalam aksi pengintaian. Di tengah situasi kacau itu, Ardi menemukan kenyataan pahit bahwa gembong kriminal yang mereka incar, Arkana, adalah ayah kandungnya. Kini, ia terjebak di antara ikatan darah dan kewajibannya sebagai aparat. Demi hukum dan pengabdian, Ardi akhirnya terpaksa melepaskan tembakan fatal.
Sampul Novel Rhododendron
9.3
Demi misi rahasia di desa terpencil, seorang gadis mafia nekat membangun keluarga palsu agar dapat membaur dengan warga setempat. Namun, penyamaran yang ia rancang dengan rapi mulai terancam saat beberapa pendatang baru mencurigai identitas aslinya. Di tengah situasi yang kian genting dan berbahaya, ia harus berjuang menyelesaikan tugasnya sekaligus melindungi rahasia gelapnya agar tidak terhindar dari ancaman orang-orang di sekitar.