APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Sang Pendekar Naga Iblis

Sang Pendekar Naga Iblis

Pasca-kehancuran dunianya akibat ulah Dewa Naga, Sakya sang Naga Iblis bertekad merebut gelar Dewa Pedang di Dunia Mortal untuk membalas dendam. Sayangnya, perjalanan lintas dimensi membuat kondisi fisiknya melemah drastis hingga sangat rapuh. Di tengah keterbatasan tubuh yang tak lagi prima, mampukah ia bangkit menjadi pendekar pedang terkuat? Simak perjuangan epik Sakya dalam menuntaskan dendam membara sekaligus membuktikan takdirnya sebagai penguasa pedang sejati.
Bab
Bagikan

Bab 2

Saat sadar kembali, rasa sakit di tubuhnya sudah tidak sesakit sebelumnya bahkan bisa dikatakan mulai hilang. Dia tidak tahu apa yang dilakukan ayah Kirani ini, tapi Sakya Kumara sangat berterima kasih padanya.

Matanya mulai bisa melihat lebih jelas, hanya saja memang tubuhnya yang masih lemah untuk bergerak membuatnya hanya bisa tidur diam saja.

Sakya Kumara masih mencoba mengingat-ingat masa lalunya. tapi tidakk ada bayangan sama sekali yang membantunya untuk mengingat sipa dirinya selain namanya yang hanya dia kenal. Selebihnya dia tidak tahu sama sekali.

Tampak oleh Sakya Kumara seorang gadis cantik yang tersenyum padanya. Gadis remaja yang sangat cantik ini sedang menatap dirinya. Baru kali ini dia melihat sesuatu yang membuat hatinya terasa nyaman sekali.

"Perasaan apa ini? Kenapa senyuman gadis ini sangat menenangkan hatinya?"

“Kamu sudah sadar? Siapa namamu? Aku Kirani Isvara,” katanya memperkenalkan diri.

“Aku Sakya Kumara,” jawab pemuda ini.

“Kamu sepertinya bukan berasal dari desa sekitar sini ya? Karena tidak mungkin ada warga desa lain yang bisa terdampar di persawahan terpencil seperti ini," ujar Kirani.

“Aku sepertinya berasal dari tempat yang jauh dari sini ya... Aku ada di mana?" tanya Sakya Kumara.

“Aku menemukanmu saat mengantar makanan untuk ayah di sawah," jelas Lastri.

“Sawah? Apa itu sawah?”tanya Sakya Kumara, yang pikirannya baru saja menemukan kata baru yang sama sekali tidak dikenalnya.

“Hihihi ... aku lupa kamu bukan berasal dari desa ini,” tawa gadis ini sambil memperlihatkan gigi putih kecilnya yang rapi.

Deg ...!

Hati Sakya Kumara berdegub kencang saat mendengar tawa Kirani yang terdengar sangat merdu olehnya.

“Tapi masa pemuda kota tidak mengetahui apa itu sawah sih?” tanya Kirani lagi.

“Aku juga tidak tahu kenapa aku lupa sama sekali tentang diriku selain namaku yang masih kuingat! Bahkan mungkin sekarang aku tidak akan mengenali diriku sendiri jika bisa melihatnya," ujar Sakya Kumara.

Kirani terdiam sejenak dan tiba-tiba tertawa lagi dengan suara tertawa khasnya yang tanpa malu-malu, membuat Sakya Kumara seakan menemukan gadis impiannya dan jatuh hati kepada gadis penolongnya ini.

“Kamu sedang bergurau atau memang otakmu mungkin sudah rusak, Sakya Kumara,” kata Kirani yang benar-benar bingung dengan pemuda yang ditolongnya ini.

Kirani kemudian pergi meninggalkan kamar sejenak. Saat kembali lagi, gadis ini membawa sesuatu yang disodorkan kepada Sakya Kumara. Benda yang bentuknya bulat ini tampaknya berfungsi layaknya matanya karena apa terlihat oleh matanya terlihat juga jika menggunakan benda ini yang sepertinya menyimpan semua yang terlihat olehnya di dalam benda ini. Benda ini bernama cermin, dan keberadaan benda ini di dunia tempatnya terdampar ini masih menjadi misteri baginya karena baru pertama kali Sakya Kumara melihat benda ini.

“Ini lihat wajahmu sendiri ... sama diri sendiri kok lupa ... aneh sekali kamu," kata Kirani sambil menyodorkan cermin di depan wajah Sakya Kumara.

Betapa terkejutnya Sakya Kumara saat melihat wajahnya sendiri.

Tampak olehnya pemuda remaja yang tampan tapi wajahnya sama sekali asing baginya.

“Kenapa dengan wajahku? Kemana wajahku yang asli?” teriaknya dalam hati. Entah kenapa, Sakya Kumara merasakan kalau yang tampak di benda ajaib ini bukanlah dirinya yang sebenarnya.

“Bagaimana? Sudah puas mengagumi wajahmu sendiri?” tanya Kirani menggodanya.

Gadis ini jarang menemui orang lain selain ayahnya sendiri. Alasannya juga masih menjadi misteri dan belum jelas. Kenapa hanya mereka berdua yang tinggal di tempat terpencil yang dikellingi hutan, dan memiliki persawahan yang luas. Tapi tidak ada satupun warga desa yang tinggal di dekat mereka berdua. Hanya satu rumah saja yang terlihat di sepanjang hutan ini, yaitu rumah tempat Sakya berada saat ini dan terbaring lemah tidak berdaya.

Sakya Kumara tidak menjawab gurauan Kirani. Kejadian yang menimpanya membuatnya sulit berpikir jernih saat ini. Hatinya sangat kesal dan marah karena sekuat apapun dia berusaha mengingat apa yang sebenarnya terjadi, tetap saja tidak ada satu ingatanpun yang muncul.

“Kenapa aku merasakan kalau pemuda tampan yang aku lihat di benda aneh itu bukanlah diriku yang sebenarnya? Atau aku ini sebenarnya sudah benar-benar bingung dengan diriku sendiri sehingga diriku sendiri tidak bisa kukenal ini?”

Berbagai pertanyaan terus berkecamuk di dalam hati Sakya Kumara. Rasa panik mulai menyerangnya, karena dia juga tidak tahu siapa sebenarnya Kirani yang hanya tinggal bersama seseorang yang disebutnya Ayah ini.

Namun sepertinya dia tidak akan menemukan jawabannya sekarang. Berkata-kata saja dia sulit, apalagi harus menanyakan secara rinci kepada dua makhluk hidup yang baru dijumpainya ini, yang menolongnya tanpa pamrih.

Tapi benarkah demikian? Benarkah tidak ada tujuan tertentu dari gadis bernama Kirani ini dengan menolong Sakya Kumara? Apakah mereka hanya keluarga petani biasa saja, atau mereka berasal dari kalangan yang lebih tinggi, setingkat pendekar yang ingin dicapainya?

“Nanti saja aku baru mencari tahu apa yang sedang terjadi sebenarnya dengan diriku dan juga siapa sebenarnya keluarga petani misterius ini! Sekarang aku harus berusaha untuk menyembuhkan dahulu tubuhku yang lemah ini ... terlepas ini tubuhku atau bukan,” tekad Sakya Kumara dalam hatinya.

Sakya Kumara sangat berharap bisa memulihkan kekuatan tubuhnya seperti semula, walaupun dia tahu seperti apa dirinya sebelumnya. Dia hanya berharap keluarga petani ini bukanlah makhluk jahat yang akan memanfaatkan dirinya untuk tujuan mereka. Tapi orang baik yang akan membantu dirinya untuk pulih kembali seperti sedia kala tanpa kekurangan suatu apapun.

Apa sebenarnya yang sedang terjadi pada diri Sakya Kumara? Kenapa badannya terasa lemah sekali? Siapakah wajah yang dilihat Sakya Kumara di dalam cermin? Benarkah wajah itu bukan wajahnya? Atau Sakya Kumara benar-benar telah menderita hilang ingatan yang parah yang diakibatkan juga oleh tubuhnya yang yang terluka bakar cukup parah? Siapa sebenarnya Sakya Kumara ini? Apakah dia seorang pendekar sakti ... atau hanya orang biasa yang ingin menjadi pendekar sakti, yang hanya memiliki sedikit tenaga dalam?

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel A Thousand Tears of Sword
8.8
Di benua terkutuk yang penuh penindasan dan perdagangan manusia, dewa mengutus Dewi Kematian untuk menegakkan keadilan. Sialnya, sebuah insiden saat turun ke bumi melenyapkan seluruh kekuatannya. Ia justru bereinkarnasi sebagai gadis kecil bernama Hua Hua. Tanpa kekuatan dewa yang tersisa, mampukah ia menuntaskan misi sucinya untuk menyelamatkan mereka yang tertindas di tengah neraka dunia ini?
Sampul Novel Ashes of Midgard
9.4
Rio terbangun dalam kegelapan tanpa memori apa pun, terkecuali namanya sendiri. Ia terdampar di Midgard, sebuah dunia fantasi abad pertengahan yang asing dan penuh bahaya. Demi bertahan hidup, Rio bersatu dengan orang-orang yang mengalami nasib serupa. Bersama-sama, mereka mendirikan kelompok tentara bayaran dan melatih kemampuan bertarung. Perjalanan penuh ketidakpastian pun dimulai bagi mereka yang bangkit dari abu demi mengukir takdir baru di tengah dunia yang kejam ini.
Sampul Novel Broken Vessel
7.9
Trystan, pemuda 21 tahun, terancam bahaya di dunia yang mendewakan kekuatan Arte. Kemampuan langka miliknya memicu perburuan kejam dari pihak-pihak yang ingin melenyapkan atau mengeksploitasinya. Kini, hidupnya dilingkupi pengkhianatan, kepedihan, dan dendam mendalam. Di bawah tekanan tanggung jawab besar, Trystan harus berjuang keras demi melindungi apa yang berharga dari kejaran para musuh yang tiada henti mengincarnya.
Sampul Novel Guru Tampan Seorang Yakuza
8.1
Demi membalas dendam atas kematian orang tuanya yang tewas secara licik, Akeno Taoka menyamar. Anggota Yakuza dari klan Barakujaga ini menjadi guru SMA di Tatsuno demi mendekati Reina Akinara. Reina adalah putri dari Tuan Kudesai, pemimpin klan musuh yang jadi targetnya. Namun, di tengah misi rahasia tersebut, sebuah fakta mengejutkan tentang identitas asli Reina mendadak terungkap. Akankah dendam Akeno tetap membara, atau ia justru luluh oleh pesona targetnya?
Sampul Novel LOVE BETWEEN TWO BELIEFS
9.3
Kehancuran melanda Stenly Sebastian Miller setelah Kimberly mengakhiri cinta dua tahun mereka karena rumor kebangkrutan. Bertekad pulih, ia berjanji menemukan sosok yang lebih baik. Saat terluka, Stenly menyelamatkan Seruni dari kejaran Dante yang obsesif. Walau terluka parah demi melindunginya, kejadian itu menumbuhkan rasa tertarik di hati Stenly. Kini, ia dihadapkan pada pilihan: terjebak bayang masa lalu atau meraih bahagia baru bersama Seruni.
Sampul Novel MENYUSUI MAFIA KEJAM
8.6
Alena Adriani Quensyah didera kemalangan setelah orang tuanya menjadikan dirinya jaminan utang pada mafia kejam. Kini ia terkurung dalam kehidupan bak penjara, sembari terus dihantui oleh trauma masa lalu yang begitu kelam. Di tengah penderitaan ini, Alena bertekad mencari tahu alasan mengapa orang tuanya tega meninggalkannya dalam bahaya. Mampukah ia bertahan dan menemukan kembali keluarganya yang hilang?