APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Sang Pendekar Naga Iblis

Sang Pendekar Naga Iblis

Pasca-kehancuran dunianya akibat ulah Dewa Naga, Sakya sang Naga Iblis bertekad merebut gelar Dewa Pedang di Dunia Mortal untuk membalas dendam. Sayangnya, perjalanan lintas dimensi membuat kondisi fisiknya melemah drastis hingga sangat rapuh. Di tengah keterbatasan tubuh yang tak lagi prima, mampukah ia bangkit menjadi pendekar pedang terkuat? Simak perjuangan epik Sakya dalam menuntaskan dendam membara sekaligus membuktikan takdirnya sebagai penguasa pedang sejati.
Bab
Bagikan

Bab 3

Sakya Kumara masih saja terbaring lemah di tempat tidurnya. Kelihatannya luka bakar parah yang dialaminya membuat tubuhnya sulit untuk pulih kembali lagi seperti sedia kala. Bahkan untuk sekedar bergerak sajapun dia tidak bisa. Tubuhnya seakan sudah mati rasa akibat rasa sakit yang luar biasa dari luka bakar di tubuhnya.

Pemuda ini masih mencoba mengingat apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya. Kenapa dia bisa hilang ingatan seperti ini? Kalau dilihat dari nama dirinya, dia bukanlah berasal dari rakyat jelata biasa. Kemungkinan besar dia berasal dari keluarga bangsawan, atau paling tidak berasal dari keluarga yang cukup berada.

Namun, terkapar di tengah pematang sawah yang airnya kotor juga menjadi tanda tanya besar baginya, apalagi pematang sawah ini terletak di tengah hutan yang jauh dari tempat tinggal penduduk.

Kenapa dia bisa sampai terdampar di tengah pematang sawah yang kotor yang berada di tengah hutan? Siapa sebenarnya dirinya? Apakah dirinya seorang pendekar yang dikejar dan dikalahkan musuh besarnya, atau dia hanyalah seorang penjahat yang memang dibiarkan tergeletak mati dengan rasa sakit yang harus dideritanya sebelum ajal menjemputnya?

Sekarang dia terbaring di tempat tidur dalam sebuah rumah petani yang terletak di tengah hutan yang sepi. Hanya ada petani misterius beserta anak gadisnya yang tinggal di tengah hutan ini. Tidak mungkin ada manusia normal yang memilih tinggal di tengah hutan untuk bercocok tanam. Kemungkinan besar petani misterius ini sedang bersembunyi, tapi bersembunyi dari apa dan siapa, dia tidak tahu.

Sakya Kumara hanya berharap petani misterius bukanlah orang jahat yang hanya akan memanfaatkan dirinya, melainkan petani baik hati yang akan membantu memulihkan kondisi tubuhnya yang makin memburuk dari waktu ke waktu.

Kirani masih saja tetap setia menjaga Sakya Kumara. Mungkin karena menuruti perintah ayahnya atau mungkin juga karena gadis ini menyukai Sakya Kumara.

“Bagaimana ... kamu sudah ingat siapa dirimu?” tanya Kirani lagi.

“Maaf ... tadi mungkin aku masih bingung dengan semuanya," kata Sakya Kumara mulai mengatur bicaranya dengan normal, agar dirinya tidak dicurigai lagi oleh keluarga petani misterius ini.

“Aku menemukanmu terbaring di pematang sawah dengan luka yang sangat parah dan sama sekali tidak bergerak seperti mayat. Aku kira kamu sudah mati! Ternyata kamu cukup tangguh juga masih bisa bertahan dengan luka parah seperti itu! Kata ayah, itu berarti kamu juga seorang pendekar,” ujar Kirani.

“Aku tidak tahu kenapa aku bisa terluka parah dan terbakar seperti itu ... Katamu aku seorang pendekar? Aku bahkan tidak memiliki tenaga dalam sama sekali! Aku hanya manusia biasa yang sepertinya menjadi korban perampokan dan dibakar oleh perampok! Ingatanku saja parah sekali ... Bahkan aku tidak bisa mengenali diriku sendiri,” tutur Sakya Kumara yang berusaha keras menyembunyikan identitas aslinya.

Sakya Kumara masih meraba-raba dan belum mengetahui secara pasti siapa sebenarnya petani misterius ini yang mempunyai anak gadis cantik dan tinggal di tengah hutan.

“Kalau begitu kamu istirahat saja dahulu, Sakya Kumara! Semoga besok lukamu sudah tidak sakit lagi! Aku tinggal dahulu ya ...” kata Kirani sambil meninggalkannya sendirian.

“Aku harus segera menyembuhkan diriku agar bisa pergi jauh dari rumah petani ini ... Kalau tidak lama-lama mereka bisa curiga padaku. Lagian aku masih belum bisa memastikan mereka ini orang baik atau orang jahat, tapi pastinya mereka ini bukanlah orang biasa,” pikirnya dalam hati.

*****

“Kirani ... kamu sudah mendapat informasi tentang pemuda yang kita temukan di tengah pematang sawah itu?” tanya ayahnya.

“Sudah Ayah ... pemuda itu bernama Sakya Kumara! Dia bahkan tidak mengingat wajahnya sendiri ... sangat lucu kelihatannya!" jawab Kirani sambil tertawa cekikikan.

“Hati-hati Rani ... kita masih belum tahu asal usulnya yang sebenarnya! Kamu jangan terlalu dekat dengannya apalagi menyukainya! Ingat ... kita sedang bersembunyi dari kejaran Sekte Teratai Merah yang telah menewaskan ibumu yang juga anggota sekte tersebut," nasehat ayahnya.

“Aku tahu ayah ... aku juga tidak percaya sepenuhnya dengan pemuda bernama Sakya Kumara itu! Ada rahasia yang disembunyikannya ... Tapi semoga bukan mengenai Sekte Teratai Merah,” ujar Kirani.

“Aku harap juga begitu Rani! Kita tidak bisa membiarkannya hidup jika dia adalah anggota sekte Teratai Merah ...” ujar ayahnya. "Dia bisa memberitahukan tempat kita kepada sekte Teratai Merah jika kita biarkan dia hidup!"

Suara ayahnya mulai meninggi begitu menyebut nama sekte Teratai Merah yang telah merenggut nyawa ibunya. Kirani juga masih samar-samar mengingat apa yang sebenarnya terjadi dengan kehidupan mereka yang selalu berpindah-pindah, dari satu tempat ke tempat yang lain tanpa alasan yang jelas menurut dirinya.

“Tapi ... kenapa kita diburu sekte ini jika ibu adalah anggotanya? Apa yang telah dilakukan oleh ibu sehingga sekte Teratai Merah ini mengejarnya dan membunuhnya ... Kita juga bukan anggota Sekte Teratai Merah, tapi kenapa kita juga terus diburu oleh mereka?”

Kirani merasa heran dengan ayahnya yang tetap tidak mau memberitahukan dirinya tentang rahasia yang disimpan ibunya sampai diburu oleh sekte Teratai Merah yang mengakibatkan ibunya kehilangan nyawanya.

“Ayah tidak pernah menceritakan kenapa ibu terus diburu oleh Sekte Teratai Merah? Dahulu Rani masih kecil, tapi sekarang Rani sudah dewasa dan berhak tahu kebenarannya ayah!”

Gadis ini terus mendesak ayahnya agar memberitahukan apa yang sebenarnya disembunyikan ibunya saat itu, sehingga anggota Teratai Merah terus memburu mereka sampai sekarang.

Sudah beberapa kali Kirani pindah dari satu tempat ke tempat lainnya hanya demi menghindar dari kejaran Sekte Teratai Merah ini.

Selama ini Kirani hanya menuruti kehendak ayahnya, tapi kali ini dia sudah lelah bersembunyi terus sepanjang hidupnya.

Mereka kebanyakan tinggal di daerah sepi dan bercocok tanam hanya untuk menghidupi diri mereka sendiri. Kirani bahkan dilarang ayahnya untuk sekedar bergaul dengan teman sebayanya agar jati diri mereka tidak terbongkar.

Tapi yang Kirani tidak habis pikir, ayahnya rela menolong seorang pemuda yang terkapar di pematang sawah dan hampir mati ini. Kenapa ayahnya tidak membiarkan saja pemuda ini mati, kan mereka jadinya aman-aman saja. Apa yang dilihat ayahnya dari pemuda bernama Sakya Kumara ini?

Sebenarnya apa yang diinginkan ayahnya dari pemuda ini? Bahkan ayahnya sampai ingin mengobati pemuda ini hingga sembuh. Apa ayah sudah mengetahui kalau Sakya Kumara ini adalah anggota sekte Teratatai Merah? Ayah ingin mengobati Sakya hingga sembuh hanya untuk mengorek keterangan darinya mengenai kondisi sekte Teratai Merah sekarang? Setelah itu, bisa saja Sakya akan dilenyapkan oleh ayahnya.

“Ayah tidak bisa memberitahukanmu sekarang Rani!” tegas ayahnya.

Hanya itu saja jawaban sang ayah yang diterimanya setelah Kirani berusaha menanyakan rahasia kelam ibunya yang sangat ingin diketahuinya.

Apa ibunya ini juga orang jahat? Jika ibunya adalah anggota sekte Teratai Merah yang terkenal kejam, kemungkinan besar ibunya juga adalah orang jahat.

“Begini saja ... kamu terus cari informasi dari pemuda bernama Sakya Kumara itu! Tidak mungkin ada seorang pemuda yang terdampar di tengah [ematang sawah dalam keadaan luka bakar yang serius ... Apalagi tempat tinggal kita jauh dari perkampungan. Juga tidak ada kejadian kebakaran ataupun adanya orang asing di sekitar daerah ini!”

“Iya ayah ...” jawab Kirani menuruti apa kata ayahnya.

“Setelah urusan dengan pemuda bernama Sakya Kumara ini beres, ayah akan menceritakannya padamu. Tapi jangan membenci ibumu karena cerita ini ya?” pesan ayahnya.

“Baik ayah ... Rani janji," ujar Kirani sambil tersenyum.

Semoga kali ini ayahnya menepati janjinya untuk menceritakan masa lalu ibunya yang sama sekali tidak diketahuinya.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ditolak oleh Alpha-ku, Diklaim oleh Mahkota-ku
9.2
Demi Lyra dan anak haramnya, Alpha Damian tega mengkhianati pasangannya sendiri. Saat upacara pewaris, ia bahkan menyerang pasangannya yang sedang mengandung dan menuduhnya mencelakai anak Lyra. Damian membiarkan penerus sahnya sekarat demi menyelamatkan anak simpanannya. Namun, ia tidak menyadari bahwa wanita yang ia campakkan adalah putri dari kawanan terkuat di dunia. Kini, pasukan keluarga sang putri telah tiba di perbatasan untuk menjemputnya kembali.
Sampul Novel Hello Again, Husband!
9.5
Kehancuran Natta akibat dikhianati Hasbi membawanya kembali ke masa SMA berkat sebuah jam misterius. Bertekad membalas dendam, ia justru menemukan trauma masa lalu suaminya yang tersembunyi. Kehadiran Hasbi muda yang memikat kini membuat Natta bimbang antara menuntaskan amarah atau kembali jatuh cinta. Di tengah misteri dan kesalahpahaman yang mulai terungkap, ia harus memilih jalan hidupnya.
Sampul Novel Pembalasan Sang Istri Tertindas
9.3
Pasca tewas mengenaskan, Amara terlahir kembali ke masa lalu demi membalas dendam pada suaminya, Rafael, dan Isabella sang pelakor. Mereka telah merebut harta sekaligus merenggut nyawa buah hatinya. Di tengah perjuangan menuntut keadilan dan membuat Rafael menyesal, muncul seorang pria dari masa lalunya yang siap melindungi dengan tulus. Amara pun bimbang untuk terus fokus pada dendamnya atau menyambut cinta baru yang hadir.
Sampul Novel Perempuan dan Kuasanya
8.2
Setelah suaminya menyebarkan video persalinannya ke situs terlarang, hidup wanita ini hancur akibat perundungan siber. Upaya hukum orang tuanya justru berakhir tragis dengan kematian mereka akibat ditabrak oleh pihak tergugat. Di tengah kondisi fisik yang lemah, ia diusir mertua dan suaminya pada tengah malam, lalu disiksa hingga tewas oleh sekelompok orang kejam. Jasadnya dikubur diam-diam di gunung terpencil oleh sang suami. Namun, maut bukanlah akhir. Ia tiba-tiba terbangun kembali di hari pertama ia melahirkan anaknya.
Sampul Novel Sang Alpha Salah Menandatangani Penolakanku
9.5
Tiga tahun lamanya aku diabaikan oleh Alpha Bramantyo yang lebih memilih Rossa. Puncaknya, ayahku wafat karena Bram membiarkan tabib pergi demi kekasihnya yang pura-pura sakit. Bagi sang Alpha, kematian ayahku bukanlah hal penting. Namun, kelalaian itu menjadi bumerang baginya. Tanpa sadar, Bram menandatangani berkas Ritual Penolakan. Kini, ikatan jiwa kami telah resmi terputus untuk selamanya, meninggalkan penyesalan yang terlambat bagi dirinya.
Sampul Novel The Romance Empress
8.2
Kebahagiaan Kang Mi Irene hancur setelah dinobatkan sebagai Permaisuri kedua. Setiap malam, ia dirundung pilu karena harus mendengar Raja Xie memanggil nama 'Permaisuri' saat bersama wanita lain. Kabarnya, sang Raja begitu terpukul atas kematian istri pertamanya, Permaisuri Jie. Mengapa Irene yang harus menanggung luka ini? Di depan pintu Aula Raja, ia hanya bisa menangis dalam diam, meratapi nasibnya yang malang tanpa ada yang mendengar.