APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Sang Dewa Cinta

Sang Dewa Cinta

Demi membayar biaya kuliah, Radit nekat menjadi simpanan wanita kaya dan memikat perempuan kesepian. Target utamanya adalah Deska, adik kelas sekaligus pewaris tunggal kekayaan ayahnya. Deska sangat membenci Radit karena hubungan gelap pria itu dengan ibu tirinya telah menghancurkan keluarganya. Namun, cinta justru tumbuh di antara mereka. Saat rahasia ini terungkap, sang ibu tiri pun murka dan siap menghancurkan hidup keduanya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Radit berjalan keluar dari kosannya. Dia sempat putus asa dengan nasibnya sendiri. Sepanjang perjalanan dia berpikir keras, bagaimana caranya dia harus mendapatkan uang? Ketika melewati sebuah gedung apartemen, Radit berandai-andai bisa memiliki salah satunya. Tunggu! Apa itu? Fokus Radit teralihkan.

Radit melihat seorang wanita hendak menyebrang jalan dalam keadaan mabuk. Dia berpikir cepat, jangan-jangan wanita itu hendak melakukan tindakan bodoh, bunuh diri misalnya. Dengan cara menabrakan dirinya ke depan mobil yang lalu lalang di jalan raya.

“Tidak bisa dibiarkan!” Radit berlari sekuat tenaga menghampiri wanita itu. Dia begitu mencemaskan wanita yang tidak dikenalnya itu.

“TUNGGU NYONA! JANGAN LAKUKAN ITU!” teriak Radit sembari meraih tangan wanita itu, lalu memeluknya begitu erat.

Deg!

“Memangnya kamu siapa? Berani menyentuhku.” Nyonya itu menyingkirkan tubuh Radit yang menempel padanya.

“Maaf, Nyonya. Saya tidak bermaksud kurang ajar pada Anda,” sesal Radit. Dia meminta maaf pada Nyonya itu. “Saya hanya tidak ingin Anda melakukan hal bodoh itu,” alasannya.

“Kamu tidak sedang mencari kesempatan, bukan?” tuduh Nyonya itu.

“Tidak!” sangkal Radit. “Saya tidak berani.”

“Kamu lumayan tampan, Anak muda,” Nyonya yang mabuk itu mendekati Radit lagi. “Antarkan aku ke apartemenku. Kamu mau, kan?” ajaknya sambil tersenyum menggoda.

Melihat Nyonya itu dalam keadaan mabuk, tentu saja membuat Radit tidak tega membiarkannya berjalan sendirian. Apalagi malam-malam begini. Akhirnya, dia mengantarkan Nyonya itu ke apartemennya, sesuai perintahnya.

Sesampainya di sebuah apartemen mewah, Radit mengantar Nyonya itu sampai di depan pintu apartemennya.

“Kamu tidak masuk dulu? Aku akan memberimu minuman enak di dalam sana,” Nyonya itu menawarkan.

“Tidak, terima kasih, Nyonya,” tolak Radit.

“Ayolah, masuk saja!” ajak Nyonya itu sambil meraih tangan Radit, membawanya masuk ke dalam apartemennya.

Radit disuruhnya duduk di sofa. Sambil menunggu Nyonya itu memberikan minuman untuknya. Dia melihat-lihat sekitar apartemen mewah milik Nyonya itu. Nyaman sekali berada di sini, pikir Radit sekilas. Dia menundukkan pandangannya. Sambil memikirkan nasib malangnya. Bahkan, saat ini dia tidak punya tempat tinggal lagi.

“Nyonya, saya harus pergi,” pamit Radit. Nyonya itu langsung menahannya.

“Bermalamlah di sini, Sayang,” goda Nyonya itu sambil mendekati Radit dan merayunya. Apa?

Radit tercengang mendengar permintaannya. Bermalam di sini, maksudnya? Radit tidak ingin memikirkan hal-hal negatif yang sekarang bersarang di otaknya. Tidak. Itu tidak boleh dilakukannya. Dia tidak bisa memanfaatkan wanita mabuk itu. Meski sebenarnya dia sangat membutuhkan tempat tinggal.

“Aku sangat kesepian. Suamiku bepergian lagi ke luar negeri meninggalkanku. Aku sangat merindukannya. Tetapi, dia tidak,” cerita Nyonya itu. “Maukah kamu menemaniku malam ini? Aku akan membayarmu sangat mahal, Anak muda,” tawarnya.

Deg!

Jantung Radit berdegup kencang. Ini pertama kalinya dia ditawari Nyonya kaya raya itu untuk menemaninya semalaman. Radit ragu. Dia pikir, dia tidak akan bisa melakukannya.

“Maaf Nyonya, saya bukan pria seperti yang Anda pikirkan,” tolak Radit lagi. Dia gengsian.

Harga dirinya sangat tinggi. Dia tidak bisa merendahkan dirinya apalagi menyamakannya seperti pria murahan. Lantas, dia bangkit dari sofa dan beranjak meninggalkan apartemen.

“Jika kamu tidak mau menemaniku, aku akan melompat dari sini,” ancam Nyonya itu sambil menunjuk ke arah jendela kaca yang mengarah ke balkon apartemennya. Dia begitu frustasi dan putus asa.

“Maaf, Nyonya,” sekali lagi Radit meminta maaf. Dia pergi meninggalkan Nyonya itu sendirian di apartemennya.

Selang beberapa menit kemudian, Radit penasaran sekali dengan yang dilakukan Nyonya itu. Apa dia benar-benar akan melompat dari apartemennya? pikirnya langsung ke arah sana.

Radit berlari sekencang-kencangnya menuju apartemen itu lagi. Dia harus memastikannya sendiri agar tidak khawatir. Jika wanita kesepian itu tidak berbuat bodoh sampai harus melompat dari lantai 13 apartemennya.

Sesampainya di apartemen, Radit terlihat panik dan segera meminta bantuan pada petugas keamanan di apartemen tersebut.

“Pak! Tolong, ada seorang wanita yang hendak melompat dari atas gedung ini. Kita harus segera menyelamatkannya,” Radit memberitahu dalam keadaan panik. Dia menunjuk ke lantai 13. Benar saja, wanita gila itu sudah berdiri di atas balkon.

“Astaga! Itu kan Nyonya pemilik gedung apartemen ini,” sahut petugas keamanan itu. Rupanya dia mengenali wanita itu.

Para petugas keamanan segera berkumpul dan mempersiapkan kemungkinan yang ada. Entah itu menyiapkan matras atau apa pun. Sementara, Radit tidak diizinkan petugas memasuki gedung apartemen. Biar mereka saja yang akan menanganinya, kata salah seorang petugas memberitahunya.

Wanita itu berteriak histeris. Dia mengalami depresi yang cukup berat dan hendak melompat dari atas balkon apartemennya. Radit jadi geregetan karena gerak lambat yang dilakukan oleh para petugas kemanan itu.

Ah, lama sekali! Radit jadi tidak sabaran. Jika dia tidak segera bertindak bisa saja wanita itu mati di hadapannya.

Radit tidak peduli meski petugas keamanan sudah melarangnya. Dia nekat masuk ke dalam gedung apartemen, mengikuti langkah para petugas yang lebih dulu naik ke lantai 13. Radit bersama petugas segera membuka pintu kamar apartemen.

Sesampainya di sana, wanita malang itu sudah berdiri di atas pagar. Angin malam bertiup kencang saat itu. Sehingga menggoyahkan tubuh Nyonya pemilik apartemen itu. Para petugas keamanan langsung berpencar. Namun, tak ada satu pun yang bisa menenangkan wanita malang itu selain Radit.

“JANGAN NYONYA! BAIKLAH, JIKA ITU KEMAUAN ANDA, SAYA AKAN MENEMANI ANDA DI SINI!” teriak Radit seraya membujuknya. Terpaksa dia mengatakan hal itu di depan Nyonya itu. Dia berjalan perlahan-lahan mendekati wanita itu.

Wanita yang berurai air mata itu menoleh pada Radit. Dia masih terlihat sangat depresi dan nekat mengakhiri hidupnya sendiri dengan cara melompat dari balkon. Radit harus segera menyelamatkannya.

Wanita kaya raya itu memang sangat cantik. Sayang sekali jika dia harus mati muda. Mengenaskan dan tragis. Radit tidak menginginkan hal itu terjadi kepada wanita yang baru dikenalnya itu.

Radit memberanikan diri untuk berbicara baik-baik dengan wanita itu. Bahkan, dia mengulurkan tangannya pada wanita kaya raya yang baru saja ditemuinya malam itu.

“Jangan mendekat!” tolak Nyonya itu sembari memerintah pada Radit. Oke. Radit tidak akan mendekat. Dia menuruti kemauannya.

“Aku akan melompat dari sini jika kamu masih membohongiku,” ancam Nyonya itu.

“Tenanglah Nyonya! Saya tidak akan membohongi Anda,” Radit menenangkannya dulu. Setelah itu, barulah dia akan mengalihkan perhatiannya.

“Nyonya! Apa Anda pernah menonton film Titanic?” tanya Radit mengalihkan perhatian. Wanita itu mengernyit. Dalam keadaan darurat seperti ini ngapain juga Radit menanyakan tentang film jadul itu?

“Jika Anda pernah menontonnya, anggap saja sekarang posisi Anda sama seperti yang dilakukan Rose DeWitt Bukater. Dia juga akan bunuh diri dengan cara melompat ke dasar laut Atlantik,” Radit memberitahu wanita itu.

“Lantas? Apa kamu yang akan memerankan Jack Dawson-nya?” cibir wanita itu. Dia berhasil mengingat adegan heroik di film Titanic itu.

“Tepat sekali. Sekarang, ulurkan tangan Anda, Nyonya! Apa Anda tidak tahu seberapa menyakitkan jatuh dari ketinggian gedung apartemen dari lantai 13 ini?” bujuk Radit.

“Aku tidak tahu. Aku tidak peduli. Aku tidak akan merasakan sakitnya karena aku akan segera mati di sini, di tempat ini,” ketus wanita itu.

“Jika Anda tewas di tempat, itu lebih baik. Tetapi, bagaimana jika Anda masih hidup dan malah menanggung semua perbuatan bodoh Anda? Lumpuh misalnya,” Radit memengaruhinya.

“Apa?” Wanita itu membelalak kaget. “Jangan memprovokasiku!” bentaknya.

“Terserah Nyonya saja kalau begitu. Saya sudah memperingatkan Anda.”

Angin berhembus lagi. Kali ini lebih kencang. Saat itu tubuh si Nyonya hampir kehilangan keseimbangan. Sontak saja Radit berlari ke arahnya dan meraih tangannya.

“AAAARRRGGGGHHH! TOLONG AKU!” teriak wanita itu. Dia terpeleset dan sekarang bergelantungan di pagar besi.

“Saya akan menolong Anda. Bertahanlah!” Radit sedang berusaha menenangkannya. “Pegang tangan saya, Nyonya!”

“Aku sudah memegang tanganmu, Bodoh!” Wanita itu masih sempat mengumpat.

“Cepat angkat tubuh Anda ke atas!” perintah Radit.

“Gimana caranya? Aku tidak tahan lagi. Cepat selamatkan aku! Aku takut sekali,” mohon Nyonya itu.

Para petugas keamanan yang menyaksikan adegan mengharukan itu segera membantu Radit, menarik tubuh sang pemilik apartemen. Setelah berhasil menariknya, Radit pun mengangkat tubuh wanita itu hingga keduanya jatuh bersamaan di balkon. Posisi wanita itu kini sudah berada di atas tubuh Radit. Ups!

Keduanya saling beradu pandang. Radit mengamati wajah cantik wanita kaya raya itu lekat-lekat. Bisa dipastikan, wanita yang berusia sekitar emat puluhan itu masih terlihat segar dan sangat menarik perhatian Radit malam ini. Haruskah dia menolaknya lagi? Jika hanya untuk menemani wanita itu semalaman, kenapa tidak? Radit mulai berubah pikiran.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dicambuk atau Diceraikan?
7.8
Menjalani hukuman cambuk di Diusz menjadi momen paling memalukan bagi sang istri. Di bawah tatapan dingin beberapa pria kekar, roknya disingkap paksa sebelum cambukan mendarat di tubuhnya. Namun, penderitaan fisik ini justru memicu reaksi tak terduga dari sang suami yang malah menjadi sangat bergairah menyaksikannya. Kejadian tak biasa malam itu akhirnya mengembalikan kebahagiaan intim yang telah lama hilang dalam pernikahan mereka.
Sampul Novel Lima Tahun yang Tiada Artinya
7.9
Pernikahan lima tahun yang dibina sang protagonis dalam novel modern ini berakhir sia-sia. Setelah pergi dinas selama setengah tahun, Derrick, suaminya, pulang membawa cinta pertamanya yang bernama Syifa. Perempuan itu tengah mengandung lebih dari tiga bulan. Derrick menuntut agar Syifa tinggal di vila milik istrinya, bahkan menghina saat permintaannya ditolak. Sadar bahwa suami dan keluarganya hanya menumpang hidup dengan uangnya, sang istri memutuskan menghentikan semua bantuan dana dan segera mengurus perceraian mereka.
Sampul Novel Maduku Adik Kandungku
8.0
Impian Rea membangun keluarga bahagia hancur lebur saat ingin mengabarkan kehamilannya pada Beno. Bukan kehangatan yang didapat, ia justru memergoki suaminya berselingkuh dengan adik kandungnya sendiri. Keadaan kian pelik karena sang adik juga tengah mengandung anak Beno. Pengkhianatan ganda dari dua orang terdekatnya ini seketika mengubah hidup Rea menjadi kepedihan yang tak terbayangkan.
Sampul Novel Miss Black Puteri CEO Yang Terbuang
9.4
Rose hidup menderita sebagai anak yatim piatu sebelum Denzel mengungkap bahwa ia adalah putri kandung dari CEO Louis Brown. Untuk melindungi dirinya, Rose menyamar sebagai mahasiswi berprestasi bernama Rose Carter, yang diam-diam merupakan violinis misterius, Miss Black. Ketegangan memuncak saat putra angkat ayahnya, Luke, memaksanya menikah demi menguasai harta. Di tengah ancaman maut dari Peter dan Hendrick, kebencian Rose dan Luke berubah jadi cinta. Rose kini harus melawan pengkhianatan demi hidup bahagia bersama Luke.
Sampul Novel Terbelenggu Cinta Saudara Tiri
9.6
Bagi Key dan Ravano, cinta justru menjadi sumber petaka. Status sebagai saudara tiri memaksa mereka menyembunyikan hubungan asmara dari orang tua, hingga akhirnya terjebak dalam konflik rumit. Ketika Key memilih menyerah dan ingin mengakhiri segalanya, Ravano yang terobsesi malah mendekapnya kian erat. Hubungan rahasia ini pun berubah menjadi lingkaran beracun yang sangat menyiksa dan mustahil untuk dilepaskan.
Sampul Novel USTADZAH CANTIK
8.1
Firman, seorang pemuda yang tengah berupaya keras memperbaiki arah hidupnya, dipertemukan takdir dengan Ustadzah Indah yang menawan di tengah proses hijrah tersebut. Seiring waktu, interaksi itu menumbuhkan rasa cinta yang mendalam di hati Firman. Namun, kini ia dilingkupi keraguan akan masa depan perasaannya. Akankah ketulusan dan perjuangan cinta Firman berbalas indah, atau justru asmaranya harus berakhir dalam ketidakpastian tanpa jawaban?