
Sahabat Istriku, Untukku
Bab 3
"Erina, kamu benar-benar sudah terlalu banyak minum! Jangan sentuh aku sembarangan, aku bukan orang seperti itu!"
Aku menarik napas dalam-dalam dan menolak Erina dengan tegas, lalu segera lari kembali ke kamar untuk menjawab telepon. Begitu tombol panggil kutekan, suara ribut dari seberang langsung terdengar.
"Menantuku yang baik, kirimkan aku uang .... Dua kartu! Aku ambil!" Aku mengernyitkan dahi. Mertuaku main kartu lagi?
"Baik, Bu, akan segera kutransfer!"
Di seberang telepon, aku bisa mendengar mertuaku memamerkanku dengan bangga kepada teman-temannya dan mengatakan menantunya sekarang sudah sukses.
Namun tiba-tiba, seseorang di latar belakang bergumam, "Orang kaya memang beda, lihat saja putrimu, sampai sibuk sekali nggak sempat pulang untuk menjengukmu ...."
Sebelum kalimat itu selesai, mertuaku buru-buru menutup telepon. Aku tiba-tiba merasa ada sesuatu yang tidak beres. Bukankah Cecil bilang dia pulang ke rumah orang tuanya? Kenapa ada yang mengatakan dia tidak sempat pulang?
Aku segera menelepon kembali.
"Bu, Cecil bukannya sudah pulang ke sana?" tanyaku dengan nada curiga.
Mertuaku terdengar gugup, "Ah ... iya, dia sudah pulang."
Namun ketika aku meminta untuk berbicara langsung dengan Cecil, mertua mencari alasan untuk menghindar. Telepon Cecil juga sama sekali tidak bisa dihubungi!
Kecurigaan semakin memenuhi pikiranku. Apakah Cecil sedang berbohong? Lalu, apa sebenarnya yang sedang terjadi dengan Erina?
Hari-hari berikutnya, aku menjaga jarak dengan Erina sambil membawa rasa penasaran dan waspada dalam hati. Namun, Erina sama sekali tidak menunjukkan niat untuk menghindariku. Sebaliknya, dia justru semakin agresif.
Saat berlatih yoga, dia selalu mengajakku ikut. Ketika mandi, dia meminta bantuanku mengambilkan handuk. Bahkan, tengah malam dia mengetuk pintuku dengan alasan ingin curhat.
Tiga hari kemudian, Cecil akhirnya pulang.
Aku sengaja datang lebih awal ke stasiun kereta, tapi ternyata Cecil keluar dari stasiun setengah jam lebih cepat dari waktu yang direncanakan!
Yang lebih mengejutkan lagi, dia keluar dengan menggandeng lengan seorang pria. Mereka terlihat bercakap-cakap sambil tertawa, dengan gerak-gerik yang sangat akrab! Amarahku langsung memuncak.
"Cecil, apa yang sedang kamu lakukan?"
Melihatku tiba-tiba muncul, wajah Cecil langsung panik. "Sayang, kamu ... kenapa datang secepat ini?"
Aku tersenyum dingin, lalu tanpa berpikir panjang, aku langsung menendang pria itu. "Kalau aku nggak datang lebih awal, mungkin aku nggak akan tahu tentang perselingkuhan kalian!"
Meskipun tinggi, pria itu bertubuh kurus. Dia terjatuh seketika karena tendanganku. Cecil langsung panik. "Hentikan! Berhenti sekarang! Tandi, kamu sudah gila?"
"Itu Aaron, sepupuku!" Kerumunan orang mulai berkumpul di sekitar kami, sementara pria itu buru-buru melepas maskernya.
"Kak Tandi, ini aku! Jangan salah paham!" Melihat wajah yang tidak asing, aku terdiam dan tercengang di tempat. "Kenapa malah kamu?"
Pria itu adalah Aaron, sepupu jauh Cecil, yang kebetulan kuliah di kota kami. Aku pernah bertemu dengannya sebelumnya. Dia bahkan sempat tinggal di rumah kami selama dua minggu karena alasan tertentu.
Menurut penjelasan Cecil, dia kebetulan bertemu Aaron di kampung halamannya dan mereka memutuskan untuk naik kereta yang sama kembali ke kota.
Cecil marah padaku karena terlalu gegabah dan langsung bertindak tanpa memastikan situasi. Aaron pun terlihat sangat kecewa.
Merasa bersalah, aku meminta maaf kepada Aaron. Sebagai bentuk penyesalan, aku mengajak mereka makan siang mewah dan bahkan membelikannya sepasang sepatu olahraga baru. Namun, setelah sampai di rumah, Cecil tetap menunjukkan ekspresi dingin padaku.
Sebaliknya, Erina mencoba mendamaikan kami dengan sabar. Dia bahkan berusaha menenangkan Cecil dan menyuruhnya untuk tidak terlalu marah.
Cecil malah berkata dengan nada ketus, "Kalian berdua malah terlihat seperti satu keluarga. Aku malah merasa seperti orang luar!"
Ketika aku sedang memikirkan cara untuk meminta maaf pada Cecil, tiba-tiba sebuah pesan masuk ke ponselku.
[ Kak Tandi, aku sudah selidiki. Istrimu ... memang nggak pulang ke rumah orang tuanya! ]
[ Dia pergi liburan sama seorang pria bernama Aaron Carter. Mereka berendam di pemandian air panas dan bahkan menyewa kamar yang sama .... ]
Anda Mungkin Juga Suka





