APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Saat Cinta Menyerah

Saat Cinta Menyerah

Pernikahan yang telah berjalan selama tiga tahun seharusnya menjadi momen bahagia. Namun, tepat di hari jadi pernikahan mereka yang ketiga, kenyataan pahit harus diterima. Zayn Evander, sang suami miliarder, secara terang-terangan mencintai wanita lain bernama Selena Vireya. Kini, wanita itu bahkan tanpa ragu memamerkan kemesraan mereka di media sosial, menghancurkan hati sang istri yang selama ini bertahan dalam bayang-bayang pernikahan dingin tanpa cinta.
Bab
Bagikan

Bab 1

Tepat di hari ulang tahun pernikahan kami yang ketiga, Selena Vireya yang cinta terang-terangan suamiku, Zayn Evander, kini pamer kemesraan di media sosial.

Tepat di hari ulang tahun pernikahan kami yang ketiga, Selena Vireya, yang diam-diam mencintai suamiku, mengunggah status di media sosial:

[Dunia ini seharusnya tak membuatku sebahagia ini… sampai kamu datang.]

Saat siaran live berlangsung, Selena berada dalam dekapan seorang pria. Tangan pria itu menyelimuti tangannya, tepat di atas dadanya.

Pria itu tak menampakkan wajahnya, tapi suara itu jelas suara Zayn Evander.

[Andai saja kamu bisa selalu ada di sisiku…]

[Aku akan selalu ada di sisimu.]

Aku pun meninggalkan komentar singkat:

[Semoga kalian berdua ke-lock selamanya, makasih]

Tak lama kemudian, Selena menghubungiku, “Mbak Manda, Bang Zayn bukannya sengaja nggak datang ke acara ulang tahun pernikahan kalian. Tolong jangan marah … ini semua salahku. Kalau mau marah, luapkan semuanya ke aku.”

Aku hanya terdiam.

Di sisi lain, Zayn merebut ponsel dari tangan Selena.

“Amanda Mahira! Kenapa kamu selalu bersikap dingin dan kasar? Lihat Selena, dia begitu pengertian. Sudahlah, jangan cari masalah,” ucapnya dengan suara meninggi dan penuh emosi.

Dulu, aku pasti sudah buru-buru ke sana, menunjukkan pada semua orang kalau dia milikku. Tapi kali ini, aku ikhlas, semoga mereka berdua ke-lock selamanya. Karena aku … memilih untuk pergi.

….

Saat Zayn tiba di rumah, aku sedang membereskan balon dan pita-pita warna-warni di halaman.

Hari ini ulang tahun pernikahan kami yang ketiga. Sejak pagi, murid-murid Zayn sudah datang untuk merayakan hari istimewa ini. Namun hingga pukul tiga dini hari, pemeran utama baru pulang.

Aku sama sekali tak menggubrisnya. Zayn itu berdiri di samping dengan ekspresi canggung dan sedikit merasa bersalah. Aku tetap lanjut membereskan halaman.

Namun entah kenapa, hal itu justru membuatnya marah.

“Jangan pasang wajah seperti itu, Ini cuma hari ulang tahun pernikahan, dibandingkan nyawa seseorang, mana yang lebih penting? Kamu tuh memang nggak pernah ngerasain susah sejak kecil. Sudah umur tiga puluh, masih saja kekanak-kanakan begitu!”

“Zayn, aku… “ Suaraku terdengar lirih dan sedikit bergetar.

Aku lelah. Bukan hanya tubuh, tapi juga hati.

Tanpa sengaja, balon di tanganku meledak.

Duar!

Zayn pun mengerutkan alisnya.

“Ini sudah larut, Manda, kalau mau marah, pakai cara lain. Gimana kalau tetangga dengar?” ucapnya dengan nada keras yang belum pernah kudengar sebelumnya.

Selena lebih penting daripada ulang tahun pernikahan, lalu harga diri lebih berharga daripada aku.

Meski tahu itu fakta, tetap saja rasanya nyesek di hati.

Aku dan Zayn tumbuh bersama sejak kecil.

Dia tipe yang tenang, sedang aku aktif. Dia lembut, sementara aku kuat. Kami saling melengkapi satu sama lain, sampai akhirnya … Selena muncul.

Dia pernah bilang menyukai sikapku yang blak-blakan dan ceria. Dia juga pernah bilang kalau aku matahari kecilnya. Namun kini, dia menyebutku wanita yang kasar.

Aku tidak punya tenaga lagi untuk berdebat. Membersihkan sisa-sisa kebahagiaan di halaman sudah cukup menguras seluruh tenagaku.

Dalam diam, aku melanjutkan membersihkan panggangan bekas barbekyu.

Zayn tampaknya menyadari ucapannya barusan sudah keterlaluan. Dia pun mengulurkan tangan hendak membantu.

Tepat pada saat itu, ponselnya berdering. Nada deringnya seolah mengejekku.

[Sayang, Sayang, istrimu nelpon, nih]

“Jangan cemburu lagi tanpa alasan. Nada dering ini cuma buat menghibur Selena, hanya main-main saja,” ucap Zayn sedikit panik.

Bara api panggangan terjatuh dan mengenai punggung kakiku.

Aku menahan rasa terbakar di kaki, lalu mendongak ke arah Zayn. Di wajahnya sempat terlintas sedikit kegelisahan dan rasa bersalah.

Namun, seiring dengan suara isak tangis Selena, rasa bersalah itu pun lenyap tak bersisa.

Aku menggeleng pelan dan menepis tangannya yang hendak membantuku berdiri.

“Bang Zayn, sepertinya depresiku kambuh. Aku… aku ingin mati saja. Tapi, sebelum mati, aku ingin mendengar suaramu sekali lagi,” ucap Selena dari seberang telepon, suaranya lirih dan gemetar, seolah sedang menahan tangis.

Mendengar itu, raut wajah Zayn langsung berubah pucat. Dia pun membalikkan badan dan bergegas menuju pintu.

“Selena, jangan lakukan hal bodoh, aku sebentar lagi sampai.”

Di ambang pintu, langkah pria itu terhenti. Tubuhnya bergetar ringan.

Aku tahu… dia sedang memilih.

Antara tetap tinggal, menemani aku yang sedang terluka.

Atau…

Pergi, menghibur Selena yang hanya ingin mendengar suaranya.

Namun, pada akhirnya, dia tetap memilih pergi, meninggalkanku seorang diri di halaman.

Tubuhku melemas, lalu terjatuh perlahan di hamparan rumput sembari mendengar suara mobil yang menghilang perlahan dalam kegelapan malam.

Luka di kakiku nyaris tak terasa, tapi luka di hati justru semakin terasa.

Aku tahu, kita tak akan bisa kembali lagi.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta yang Dipaksakan Berakhir Tragis
9.0
Sejak kecil, Wira dan Raisa tidak pernah akur. Namun, perjodohan keluarga memaksa mereka bersatu. Wira bersumpah menolak menikahi Raisa, sementara Raisa justru menantangnya. Pada hari pernikahan, Wira sengaja melepaskan puluhan ayam untuk mempermalukan Raisa, tetapi Raisa menghadapinya dengan tenang hingga membuat Wira memperingatkannya tentang penyesalan. Tiga tahun membina rumah tangga, Raisa akhirnya memahami arti peringatan itu setelah memergoki perselingkuhan Wira yang ke-99 kalinya.
Sampul Novel Ciuman Pengkhianat
8.4
Sebuah unggahan video memperlihatkan Arkan, suami yang sangat kupercayai, berciuman mesra dengan Lidya saat bermain kartu. Alih-alih merasa bersalah, Arkan justru membentak dan menuduhku terlalu sensitif saat aku memberikan ucapan selamat di unggahan tersebut. Pengkhianatan ini menyadarkan diriku bahwa pernikahan dan hubungan yang kami bina selama tujuh tahun kini tidak lagi memiliki arti. Sudah saatnya bagiku untuk melangkah pergi meninggalkan segalanya.
Sampul Novel December to January
7.9
Kepergian seseorang di bulan Desember menyisakan luka mendalam yang tak kunjung sembuh. Begitu lembaran kalender berganti ke Januari, memori masa lalu tersebut tetap membayangi dan menjungkirbalikkan seluruh kehidupan yang dijalani. Cerita ini mengikuti perjalanan emosional yang penuh dilema, memperlihatkan bagaimana kepedihan di akhir tahun terus mengikuti langkah demi langkah di lembaran baru, hingga sangat sulit untuk dilepaskan.
Sampul Novel Diawali Dengan Penceraian
8.2
Lima belas tahun hidup miskin setelah diusir oleh Keluarga Wilton, nasib Gerald kian terpuruk. Selama dua tahun pernikahan, ia dicap sebagai menantu tak berguna hingga akhirnya Clarisa menceraikannya. Namun, perpisahan pahit ini justru menjadi titik balik terbesar. Kehidupan barunya dimulai dengan penuh kejutan tak terduga setelah ia tidak lagi menyandang status sebagai suami. Kisah perjalanan baru Gerald pun dimulai pasca perceraian.
Sampul Novel Istri Kedua Sang Penguasa
8.7
Demi melunasi utang judi sang ayah tiri, Aurora Safitri terpaksa menyetujui pernikahan sebagai istri kedua Alvaro Ricolas. Alvaro sendiri merupakan miliarder menawan yang kesepian lantaran istri pertamanya lebih fokus mengejar karier di luar negeri. Di balik kekayaannya, ia sangat mendambakan kehadiran seorang pendamping. Kini, Aurora harus menjalani kehidupan baru di sisi pria berkuasa tersebut. Akankah pernikahan ini menumbuhkan cinta, atau justru membawa kepedihan?
Sampul Novel Kekasihku Meninggalkanku di Hari Pernikahan
8.0
Hari pernikahan Cherish hancur seketika saat Diego pergi begitu saja setelah menerima sebuah telepon. Kejadian itu membuat nenek Cherish murka hingga muntah darah dan akhirnya meninggal di rumah sakit tanpa ada yang membantu. Di tengah kedukaan di kamar mayat, Diego justru menghubungi Cherish untuk meminta donor darah bagi Zoey yang terluka. Dengan tegas, Cherish mengakhiri hubungan mereka dan pergi. Kini, Diego bersujud di bawah guyuran hujan, memohon kesempatan kedua dan rela memberikan segalanya demi Cherish kembali.