APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Saat Aku Bukan Lagi Pilihanmu

Saat Aku Bukan Lagi Pilihanmu

Setelah sepuluh tahun menderita dalam pernikahan dingin bersama Bram akibat jebakan obat bius saudara tirinya, sang protagonis mendapat kesempatan kedua setelah sebuah tragedi banjir merenggut nyawanya. Terbangun kembali di masa lalu, tepat di hari ia dikurung bersama Bram yang sedang menderita, ia kini bertekad untuk tidak lagi menjadi obat penawar bagi pria tersebut demi mengubah takdir tragis mereka di masa depan.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Aku akan berlutut di sini dan memohon sama Paman. Keluarga Gunawan akan berusaha sebaik mungkin agar urusan ini bisa diselesaikan dengan cara lain."

Ketika Bram melihat surat perjodohan yang ada di tanganku, dia tersenyum. "Anita, kamu ingin memohon Paman menikahkanmu denganku? Paman pasti kesal dan menyuruhmu berlutut."

"Pulanglah. Setelah aku berhasil melindungi Wenny, aku akan menepati janji pernikahan kita."

"Kamu nggak perlu mengkhawatirkan hal ini lagi."

Usai mengatakan itu, Bram menatapku dan menepuk punggung tanganku dengan lembut.

Sama seperti waktu kita masih kecil.

Ketika kami tumbuh bersama, Bram mungkin pernah menyukaiku meski hanya sesaat.

Namun, apabila tidak pernah menjalani kehidupan sebelumnya, aku mungkin tidak tahu bahwa cinta sejati Bram adalah Wenny.

Kami pun akhirnya saling menyakiti dan tidak ada yang berakhir bahagia.

"Kamu nggak perlu khawatirkan masalahku." Aku menyingkirkan tangannya.

Bram mengerutkan kening. Dia berusaha mengambil surat perjodohan yang ada di tanganku dan hendak membacanya.

"Anita, kamu bicara apa? Bukankah dari kecil aku sudah banyak membantu menyelesaikan masalahmu?"

Benar. Sejak kecil aku dan Bram memang sudah dijodohkan dan tumbuh besar bersama.

Setelah ibu meninggal, aku makin bergantung padanya.

Namun, aku sudah terbangun dari mimpi itu sekarang.

Aku menekan tangan Bram, lalu mengambil surat perjodohan itu. "Bram, kita sudah tumbuh besar. Kali ini, kita berdua akan mendapatkan apa yang kita inginkan."

"Kamu lagi bicara apa? Bukankah perjodohan kita sudah ditetapkan. Selain kamu, siapa lagi yang bisa menikah denganku?"

Aku menoleh dan menatapnya tanpa mengatakan apa pun.

Di kehidupan ini, apabila aku memilih untuk pergi, Bram tidak akan mati dalam bencana banjir itu.

Meskipun aku aku tahu mimpi kehidupan sebelumnya hanyalah kesalahan, aku masih belum sanggup meredam rasa cinta dan ketergantunganku pada Bram.

Akhirnya, di bawah terik yang membakar, tubuhku tidak sanggup lagi bertahan.

Sebelum aku kehilangan kesadaran, aku melihat Bram memelukku dengan cemas.

Ketika tersadar, aroma desinfektan rumah sakit langsung menusuk hidungku.

Bram tertidur di tepi ranjang. Tangannya terulur menyentuh ujung selimutku.

Melihat Bram seperti ini …

Apabila bukan karena perkataan terakhir di kehidupan sebelumnya, aku pasti akan yakin bahwa Bram juga mencintaiku.

Seakan merasakan sesuatu, Bram pun terbangun, lalu berkata sambil mengerutkan kening, "Apa yang kamu lakukan? Sudah kubilang, jangan terburu-buru. Kamu malah berlutut hingga pingsan karena kepanasan."

"Dari kecil tubuhmu lemah. Kamu sendiri juga tahu, ‘kan?"

"Bram."

"Iya?"

"Taman hiburan yang sering kita kunjungi waktu kecil, kamu masih ingat nggak?"

"Tentu saja ingat. Waktu pertama kali naik komidi putar itu, kamu menangis. Kalau aku nggak belikan kamu permen, kamu nggak akan berhenti menangis."

Aku menatapnya sambil tersenyum. "Maukah kamu menemaniku ke sana sekali lagi?"

Bram berbicara dengan ekspresi agak kesal. "Kenapa kamu bicara begitu? Setelah kamu menikah denganku, kita bisa pergi sebanyak mungkin yang kamu mau."

'Kita tidak akan bersama.' Aku berpikir dalam hati, tapi tidak mengatakan apa pun.

Ketika Wenny menikah dengannya, harusnya itu akan menjadi sebuah kejutan besar.

"Malam ini saja. Aku sudah merasa jauh lebih baik."

"Oke. Hanya kali ini saja. Setelah itu aku masih harus menyelesaikan masalah perjodohan keluargamu dengan mafia Negara H."

Bram tidak tinggal begitu lama. Dia kembali ke perusahaan untuk mengurus pekerjaan dan berjanji untuk bertemu denganku malam ini di gerbang taman hiburan.

Aku pulang ke apartemen untuk membereskan beberapa barang.

Sejak ibu meninggal, ayah membawa ibunya Wenny dan Wenny tinggal di vila, sementara aku memilih untuk pindah.

Sebelum Wenny muncul, di setiap ulang tahunku, Bram selalu membuatkan sebuah ukiran giok untukku.

Bentuk ukiran giok itu beraneka ragam. Ada yang berupa anjing kecil yang pernah aku pelihara, ada yang menyerupai bunga indah, bahkan ada yang diukir menyerupai foto aku bersama ibuku.

Bram terus membuatkan ukiran giok hingga ulang tahunku yang ke-18, yaitu saat Wenny kembali.

Sejak saat itu, Bram hanya membuatkan ukiran giok untuk Wenny. Dia hanya menyuruh asistennya membelikan hadiah seadanya untukku.

Aku mengenakan ukiran giok berbentuk aku dan ibuku, sementara barang lainnya sudah aku kirim.

Setelah menyiapkan segalanya, aku berdiri di tempat yang sudah ditentukan, dan menunggu Bram.

Tapi sampai semua lampu di taman hiburan padam, Bram pun tidak kunjung datang.

Ponselku juga tidak mendapat telepon dan pesan singkat.

Hujan turun. Aku tidak membawa payung dan tidak ada sopir yang datang menjemputku.

Hujan membasahi pakaianku dan rambutku hingga basah kuyup. Aku teringat kembali kejadian banjir besar di kehidupan sebelumnya.

Rasa sakit di dadaku seolah terulang lagi.

Aku menoleh ke taman hiburan yang ada di belakang, tempat yang penuh kenangan indahku dan Bram.

'Sampai jumpa lagi, Bram. Semoga di kehidupan ini, kita tidak pernah bertemu lagi. Semoga kamu panjang umur dan bahagia.'

Namun, sebelum aku menoleh, sebuah hantaman keras mendarat di punggungku.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel 3 Sayap Pelindungku
9.0
Lauren, putri bungsu keluarga Torres yang lemah, pulang setelah empat tahun di Gereja Mistik. Kepulangannya disambut dingin dan sinis oleh ketiga kakak laki-lakinya. Namun, segalanya berbalik saat pesta ulang tahunnya tiba. Lauren ternyata mampu melihat masa depan. Berkat ramalannya, sang kakak sulung selamat dari maut, kakak kedua terhindar dari kebangkrutan, dan penyakit kakak ketiga berhasil dideteksi. Kini, ketiga kakaknya berbalik menjadi pelindung setia yang siap menjaganya.
Sampul Novel Cerita 21+
8.8
Khusus bagi pembaca dewasa, nikmati antologi kisah cinta fantasi yang penuh dengan kejutan tak terduga. Buku ini menyajikan deretan skenario imajinatif yang mendebarkan sekaligus luar biasa untuk memicu fantasi terdalam Anda. Setiap babnya dirancang secara unik guna menghadirkan sensasi intens bagi siapa saja yang mendambakan pelarian naratif yang memikat. Pastikan usia Anda telah mencukupi sebelum memutuskan untuk mulai menjelajahi seluruh rangkaian cerita ini.
Sampul Novel Kenangan Obsidian
9.3
Setelah kabur dari Kekaisaran Ezen, Asha, Kael, dan Lirien mengasingkan diri di Pegunungan Broken. Di tempat persembunyian ini, rahasia Penjaga kuno tersingkap bersamaan dengan perjuangan Asha mengendalikan kekuatan abu serta ingatan kelamnya. Di sisi lain, ancaman nyata mengintai Kael saat fisiknya perlahan mengeras menjadi batu. Di balik ketegangan antarras yang dipenuhi manipulasi dan pengkhianatan, Asha kini dihadapkan pada pilihan sulit: menjadi senjata pemusnah atau penyelamat dunia.
Sampul Novel Nona Hujan, Cobalah Diriku!
8.4
Kekeringan parah melanda Kerajaan Meng selama puluhan tahun akibat dosa masa lalu. Demi menolong rakyatnya, Putra Mahkota Li Yun Zhu berusaha mencari solusi hingga menemukan harapan pada Su Yu Er, anggota Suku Chang'o yang memiliki kemampuan memanggil hujan. Namun, Yun Zhu menghadapi dilema berat karena ia harus meminta bantuan kepada keturunan dari bangsa yang dahulu dibantai oleh keluarganya sendiri. Akankah dendam masa lalu ini menghancurkan peluang keselamatan kerajaannya?
Sampul Novel Pedang Kebenaran Sejati
8.7
Demi menebus dosa masa lalunya yang kelam, pendekar Permana Brata mengembara untuk menyebarkan kebaikan. Mengandalkan jurus Sepuluh Syair Bumi Pertiwi serta senjata legendaris Pedang Kebenaran Sejati, ia juga bertekad kuat mencari keberadaan orang tuanya. Berbagai rintangan besar tidak membuat langkahnya surut. Permana memegang teguh prinsip hidupnya untuk melibas segala kejahatan dan kebatilan, demi mewujudkan kedamaian yang hakiki di muka bumi.
Sampul Novel Pendewaan
8.8
Zen Luo, seorang pewaris bangsawan yang jatuh miskin, kini terhina sebagai budak samsak bagi sepupunya. Namun, sebuah insiden misterius mengubah tubuhnya menjadi senjata mistis yang tak tertandingi. Di tengah kekacauan konflik antar klan, Zen bangkit membawa dendam membara. Berbekal tubuh sekuat pusaka, ia menantang para petarung tangguh demi meraih keabadian. Mampukah ia mendominasi takdirnya dan menjadi legenda baru?