APKDock Logo
Sampul Novel Pedang Kebenaran Sejati

Pedang Kebenaran Sejati

8.7 / 10.0
Demi menebus dosa masa lalunya yang kelam, pendekar Permana Brata mengembara untuk menyebarkan kebaikan. Mengandalkan jurus Sepuluh Syair Bumi Pertiwi serta senjata legendaris Pedang Kebenaran Sejati, ia juga bertekad kuat mencari keberadaan orang tuanya. Berbagai rintangan besar tidak membuat langkahnya surut. Permana memegang teguh prinsip hidupnya untuk melibas segala kejahatan dan kebatilan, demi mewujudkan kedamaian yang hakiki di muka bumi.

Pedang Kebenaran Sejati Bab 1

Permana Brata meninggalkan Hutan Titir yang penuh kenangan baginya. Ada kenangan buruk, ada kenangan baik, dan ada kenangan yang tidak mungkin terpisahkan dari kehidupannya sebagai seorang anak manusia. Permana, si Pendekar Budiman itu memang ingin melupakan masa lalu. Masa yang sebagian merupakan masa kelam. Masa-masa yang sebagian penuh kisah hitam.

Karena dirinya memang berasal dari sebuah hubungan gelap. Sehingga menyebabkan sebagian dari jiwanya berada dalam kegelapan. Apalagi masa kecilnya dididik oleh mendiang Padaswaja yang penuh watak angkara murka.

"Kau hidup tanpa diharapkan dari kedua orang tuamu!” kata Padaswaja semasa masih hidup. Saat itu Padaswaja telah mewariskan segala ilmu sesatnya kepada Permana. “Kamu lahir dari hubungan gelap. Kamu dibuang di tengah Hutan Titir. Kamu sekarang telah menjadi manusia kuat, pendekar hebat yang kebal dari senjata apa pun. Kamu memiliki ajian worowojo yang bisa membakar apa saja. Maka binasakan semua orang yang membuatmu tersia-siakan sejak lahir!”

Setelah kematian Padaswaja, Permana mengembara untuk mencari kedua orang tuanya. Siapa pun yang tidak bisa menunjukkan keberadaan kedua orang tuanya, akan dia binasakan.

Untunglah masa kelam itu tidak berlangsung selama hidup Permana. Ada tiga orang yang membimbing Permana menuju jalan kebenaran: Wacoko, Ki Sasmaya, dan Bendu.

Mendiang Wacoko keturunan keenam Ki Angeb. Wacoko pemilik pusaka sakti Pedang Biru. Pada masa mudanya, Ki Angeb prajurit Kerajaan Majapahit, salah satu anak buah kepercayaan Mahapatih Gajah Mada. Ki Angeb merupakan salah satu prajurit setia andalan Gajah Mada di medan perang.

Wacoko mewarisi Pedang Biru alias Pedang Kebenaran Sejati dari Ki Angeb. Saat bertarung melawan Permana demi membela harga diri keluarga, Wacoko kalah. Sebelum ajal, Wacoko mewariskan Pedang Biru kepada Permana dengan pesan sama seperti yang diucapkan Gajah Mada kepada Ki Angeb, “Gunakan Pedang Biru untuk menumpas segala angkara murka di muka bumi!”

Peristiwa itu menyadarkan Permana dari perbuatan jahatnya dimasa lalu. Sejak saat itu, Permana ingin membinasakan diri dengan menggunakan Pedang Biru. Waktu itu Permana menyadari bahwa dirinya adalah jelmaan angkara murka yang harus binasa. Dia ingin menggunakan Pedang Biru di tangan untuk menghabisi diri sendiri.

Pada saat itulah muncul orang kedua dalam lintasan hidup Permana. Orang itu bernama Ki Sasmaya, yang menyadarkan Permana dari masa kelamnya.

“Kamu akan lebih berguna bagi sesama manusia kalau masih hidup, bukan setelah mati,” begitu kata Ki Sasmaya. Ki Sasmaya menjadi guru Permana. Ki Sasmaya termasuk pendekar dari golongan putih. Berkat didikan Ki Sasmaya, Permana menjadi Pendekar Budiman, pendekar yang punya budi pekerti terpuji.

Ki Sasmaya memberikan segala ilmu yang dimilikinya kepada Permana. Ilmu tentang budi pekerti, ilmu tentang kehidupan dan pergaulan hidup, ilmu kepekaan batin, ilmu ketajaman pikir, dan sepuluh jurus ilmu silat yang aneh. Aneh, tapi dahsyat.

“Sepuluh jurus silat itu merupakan sepuluh jurus utama. Tiap jurus dikembangkan dari Sepuluh Syair Bumi Pertiwi. Sepuluh syair dijabarkan menjadi sepuluh jurus utama. Tiap satu jurus utama merupakan hasil pendalaman dan penja¬baran dari satu syair. Tiap satu jurus utama bisa kamu kembangkan sesuai kemampuanmu,” Ki Sasmaya memberikan penjelasan.

Setelah mendapatkan ilmu dari Ki Sasmaya, Permana ingin mencari kedua orang tuanya. Untuk tujuan itu, Permana bertemu dengan Bendu. Pendekar bertubuh pendek yang baik hatinya. Dia tahu tentang masa lalu, termasuk tentang kedua orang tua Permana.

“Ibumu bernama Prabasari. Ayahmu bernama Baron Smith,” Bendu menjelaskan tentang orang tua Permana. “Dulu Prabasari adalah permaisuri di Kerajaan Pulungwarih. Sekarang beliau menjadi raja di Pulungwarih menggantikan mendiang Raja Jarabas yang telah mangkat. Baron Smith ahli obat. Dia datang dari suatu tempat yang sangat jauh. Orang menyebutnya Tanah Hijau. Untuk sampai di Tanah Jawa dibutuhkan berhari-hari, bahkan berminggu-minggu naik kapal layar.”

Permana merasa bangga dalam hati saat mendengar cerita Bendu tentang kedua orang tuanya. Bendu mengatakan bahwa ibunya sangat cantik dan ayahnya sangat tampan. Kini langkah kaki Permana lebih tegap dan tegar. Apalagi kini Permana menyandang Pedang Biru di punggungnya.

Pedang Biru pusaka berbentuk pedang. Pedang itu memancarkan sinar biru menyilaukan bila dicabut dari sarungnya. Sebuah pusaka sakti peninggalan dari kakek moyang Wacoko.

Wacoko, pewaris keenam dari Ki Angeb. Wacoko memberikan pesan terakhir yang tidak akan dilupakan Permana selama hidup. Permana harus menggunakan Pedang Biru untuk menumpas segala bentuk angkara murka di muka bumi, tanpa pandang bulu.

Tentu saja Permana merasa bangga mendapatkan kepercayaan itu. Dia merasa bangga, juga karena tahu bahwa Pedang Biru itu dulunya pemberian Mahapatih Gajah Mada kepada Ki Angeb. Ki Angeb merupakan salah satu prajurit setia andalan Gajah Mada di medan laga.

Dia menerima pedang pusaka itu juga dengan pesan yang sama, seperti yang dikatakan Ki Angeb kepada anak cucunya secara turun-temurun: Gunakan Pedang Biru untuk menumpas segala angkara murka di muka bumi!

Dengan demikian, secara tidak langsung, Permana mendapatkan pesan. Atau perintah. Perintah dari mendiang Sang Mahapatih Gajah Mada…!

Dengan pemikiran seperti itu membuat Permana tidak ingin mengkhianati si pemberi perintah. Dia selalu mengeraskan tekad. Membajakan keinginan untuk melaksanakan perintah itu.

Permana berjanji dalam hati untuk menggunakan Pedang Biru sebagaimana mestinya. Dia tidak ingin menyelewengkan kekuasaan atas pusaka sakti itu. Sebab kalau sampai dia selewengkan kekuasaannya atas pusaka itu, maka justru akan makin runyam dunia persilatan.

Mengapa bisa begitu? Karena Permana mempunyai ilmu silat tinggi dengan jurus-jurus aneh nan dahsyat dari Ki Sasmaya. Ki Sasmaya, sosok pendekar dari aliran putih yang mempunyai sepuluh jurus utama dari Sepuluh Syair Bumi Pertiwi. Satu dari kesepuluh jurus tersebut telah digunakan Permana pada saat menghadapi Bendu dan Ganggarati. Permana berhasil mengalahkan mereka tanpa mengalami kesulitan yang berarti.

“Tugas yang kamu sandang itu tidak ringan,” terngiang pesan Ki Sasmaya dalam benak Permana. “Tugasmu berat, tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Saat ini angkara murka makin merajalela di dunia persilatan.”

“Manusia-manusia jahat makin ganas dalam melakukan kejahatannya,” kata Ki Sasmaya. “Manusia-manusia laknat makin menjadi-jadi dalam mengumbar tindakan keji. Permana… kamu harus memusnahkan semuanya! Apakah kamu sanggup melakukannya? Aku yakin kamu bisa melaksanakan tugasmu dengan sebaik-baiknya.”

Pesan dan dorongan semangat dari Ki Sasmaya membuat Permana merasa lebih percaya diri. Dirinya bisa melangkah dengan pasti menapaki jalan menuju Pulungwarih.

Dalam perjalanannya menuju Kerajaan Pulungwarih, Permana menempuh waktu berhari-hari. Waktu pagi dan siang, Permana selalu berjalan menuju ke arah timur.

Malam harinya, menginap di desa yang dia lewati. Atau kadang-kadang tidur di sebuah gubuk tengah sawah yang biasa digunakan oleh petani untuk beristirahat waktu siang hari.

Suatu malam dia singgah di sebuah rumah penduduk Dukuh Genturan. Sebuah desa pelosok yang masih termasuk wilayah Kadipaten Moncer, masih berada dalam wilayah kekuasaan Pulungwarih.

Soma, nama pemilik rumah yang disinggahi Permana merasa beruntung. Karena ada orang yang bisa dia ajak bicara tentang keadaan Dukuh Genturan. Sebuah dukuh yang terletak di kaki sebuah perbukitan berbatu-batu terjal.

Dukuh itu semakin tidak aman sejak kedatangan Srenggoloyo, anak Adipati Ardalapa, penguasa Kadipaten Moncer.

***

Lanjut Membaca

Daftar Isi Pedang Kebenaran Sejati

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Derita Menantu Jelita
9.5
Kehidupan rumah tangga dalam novel modern "Derita Menantu Jelita" berubah drastis setelah sang suami mengalami kelumpuhan akibat kecelakaan tragis. Situasi kian rumit ketika ayah mertua memutuskan tinggal bersama mereka. Demi menjaga kelangsungan garis keturunan, sang suami nekat melakukan aksi ekstrem dengan diam-diam membius istri dan ayahnya sendiri. Keputusan tersebut memicu rangkaian peristiwa misteri yang tak terkendali dan mengubah nasib mereka selamanya.
Sampul Novel Diagnosis Kanker di Hari Ulang Tahun Pernikahan
9.3
Delapan tahun menikah, Jessica selalu memercayai alasan pekerjaan Rio Aditya setiap hari jadi pernikahan mereka. Namun, rahasia busuk terungkap saat ia mendengar rencana Rio untuk menceraikannya demi Nadia. Di tengah pengkhianatan tersebut, Jessica justru menerima diagnosis medis yang fatal: kanker ovarium stadium akhir. Menyadari suaminya tidak lagi mencintainya sejak ia keguguran, Jessica memutuskan untuk merelakan hubungan mereka dan pergi dalam damai tanpa pernah bertemu lagi.
Sampul Novel En-PD158
8.7
Demi menyembuhkan putra kandungnya dengan Lin Yanran yang terkena leukemia, Zhou Yu'an mendadak meminta cerai setelah tiga tahun menikah. Ia memohon kepada istrinya agar diizinkan memiliki anak lagi dengan sang mantan pacar demi mendapatkan sel pengobatan, berjanji akan kembali setelah semuanya usai. Namun, di balik tangis pilu suaminya, sang istri justru menemukan pesan provokatif dari Yanran yang menuntut Yu'an untuk menghamilinya malam itu juga.
Sampul Novel Istri Rahasianya, Aib Publiknya
8.1
Dunia dokterku hancur saat merawat Evelyn Santoso, pasien VIP yang menangisi tunangannya. Pria di foto itu adalah Bima, suamiku, yang ternyata bernama asli Brama Wijaya, seorang taipan kejam. Saat Brama datang, ia sama sekali tidak mengenaliku. Ia memeluk Evelyn dan membisikkan janji manis yang dulu sering ia katakan padaku. Melalui tatapan matanya yang sangat dingin, Brama menegaskan bahwa pernikahan kami hanyalah sebuah aib rahasia yang harus segera ia lenyapkan selamanya.
Sampul Novel Istri yang Dihancurkan Mereka
8.1
Demi menguji perasaanku, Bramantyo dan Bima tega menyiksaku lewat kehadiran Sandra. Puncaknya, mereka membiarkan tanganku hancur dalam sebuah kecelakaan demi menolong Sandra, hingga karier musikku hancur total. Mereka menanti kemarahanku, tetapi aku hanya diam, bahkan saat Sandra merusak liontin peninggalan ibuku. Di ranjang rumah sakit, pengabdianku sirna. Ini bukan cinta, melainkan siksaan kejam. Kini, aku bersiap melarikan diri dan membalas semua kehancuran ini.
Sampul Novel Menyusui Bayi Mafia
9.7
Pelajar muda bernama Lea dikejutkan oleh tawaran tidak masuk akal dari bos mafia, El Zibrano Elemanus. El bersedia memberikan kekayaan melimpah asalkan Lea mau menyusui putranya. Tentu saja Lea menolak keras demi masa depannya. Sayangnya, El tidak menerima kata tidak dan siap memakai caranya sendiri untuk memaksa Lea. Kini, ia terjebak dalam situasi intim yang mengancam harga diri serta masa depannya akibat obsesi sang mafia.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan