APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Rumah Kosong Di Dusun Angker

Rumah Kosong Di Dusun Angker

Misteri kelam menyelimuti rumah tua berberingin di ujung Dusun Sentani. Teror Hantu Gaun Merah dan bisikan gaib kian mencekam setelah beberapa warga tewas secara misterius. Saat pulang ke kampung halamannya bersama sang kekasih, Clara justru dihadapkan pada penolakan penduduk serta berbagai kejadian ganjil. Kini, ia terjebak di antara kutukan desa dan rahasia masa lalu. Mampukah Clara membongkar semua kebenaran di balik rumah angker itu?
Bab
Bagikan

Bab 2

Rumah Kosong di Dusun Sentani menjadi salah satu rumah yang ditakuti oleh warga dusun karena cerita yang beredar selalu menyeramkan mengenai rumah yang sudah tidak berpenghuni ini. Namun uniknya masih ada rumah yang berpenghuni yang berada di dekat Ruamah Kosong ini yang masih terawat rapi.

Rumah ini menjadi satu-satunya rumah yang berpenghuni di dekat ujung dusun karena selain rumah kosong yang dikenal angker, tidak ada lagi tetangga di sekeliling rumah itu. Mungkin juga karena keangkeran cerita rumah kosong ini membuat warga dusun ini tidak berani tinggal di sekitarnya dan memilih tinggal di dekat pusat dusun saja biar lebih aman dari gangguan hal-hal yang berbau spiritual.

Rumah besar ini ternyata hanya dihuni satu orang saja yaitu seorang wanita setengah baya bernama Ningsih yang juga merupakan penduduk asli dusun ini. Rumah yang ditempatinya pun merupakan rumah warisan dari pendahulunya yang sudah dia perbaiki menjadi rumah yang lebih besar dan kuat. Hanya 2 rumah ini yang terbuat dari bangunan beton yang kuat, sangat bertolak belakang dengan rumah-rumah penduduk yang hanya terbuat dari kayu saja.

Sepeninggal suaminya, Ningsih tinggal sendirian di rumah ini. Anak-anaknya juga tidak pernah kelihatan mengunjunginya. Entah konflik keluarga apa yang menyertai kehidupan mereka di masa lalu sehingga di masa tuanya Ningsih harus tinggal sendirian di dusun ini.

Sudah puluhan tahun Ningsih mendengar cerita yang beredar mengenai Rumah Kosong di sebelahnya tapi dia tidak menjumpai kebenaran cerita-cerita seram yang beredar dari mulut ke mulut itu. Selama tinggal di rumahnya tidak pernah sekalipun dia diganggu oleh suara-suara maupun penampakan yang katanya berasal dari rumah kosong di sebelahnya.

Semua terasa normal-normal saja hingga beberapa hari belakangan ini Ningsih sering mendengar percakapan di malam hari yang berasal dari Rumah Kosong ini. Apa rumah kosong ini sudah ada penghuninya ya?. Begitu pikiran Ningsih yang kemudian memberanikan diri keluar melihat ke arah rumah kosong yang gelap gulita ini. Tapi suara-suara yang dia dengar kemudian menghilang. Hanya terdengar suara angin malam dan binatang malam yang meramaikan sunyinya malam di ujung dusun ini.

Ningsih yang kemudian kembali masuk ke rumahnya mendengar lagi suara percakapan beberapa orang yang dia yakin berasal dari rumah kosong. Suara-suara yang semula terdengar seperti orang yang sedang berbicara itu berubah menjadi suara desahan yang hampir mirip bisikan. Suara inilah yang sangat mengganggu pikiran Ningsih.

Wanita ini berusaha mengabaikan suara-suara ini yang dia khawatirkan hanya ada di pikirannya saja. Tidak mungkin rumah kosong yang yang tidak berpenghuni itu yang membuat suara-suara gaduh ini. Semakin lama suara ini makin membuat kepalanya sakit dan merasa depresi.

Ningsih kemudian melaporkan kejadian ini ke kepala dusun yang langsung menanggapi serius laporannya. Wanita ini khawatir suara-suara gaduh ini diciptakan seseorang untuk membuatnya tidak betah dan pergi meninggalkan rumah peninggalan almarhum suaminya ini.

Bukan hal yang mustahil jika Ningsih beranggapan seperti itu. Sejak 2 minggu lalu sebelum dia pertama kali mendengar suara-suara aneh ini, ada tawaran dari pengusaha luar daerah yang sangat berminat untuk membeli kediamannya. Walaupun sudah ditolak berkali-kali mereka tetap datang berusaha membujuk dirinya sehingga akhirnya Ningsih mengusir mereka dengan amarah yang besar. Hanya di rumah ini dia merasa aman merasakan kehadiran almarhum suaminya sehingga dia memilih bertahan di rumahnya yang sekarang. Dia juga tidak tahu maksud pengusaha ini ingin membeli rumahnya ini. Mungkin untuk tempat persinggahan saat mereka pergi ke hutan di ujung rumah ini untuk melakukan ritual kekayaan atau memang ada hal khusus yang tidak diketahui Ningsih mengenai rumah ini yang membuat pengusaha itu tertarik membelinya.

Beberapa warga yang berani menawarkan diri memasuki rumah kosong ini atas ijin kepala dusun untuk menemukan rekaman atau audio yang dipasang di rumah kosong ini yang menyala di malam hari yang diduga mengganggu ketenangan Ningsih. Tapi mereka tidak menemukan tanda-tanda ada orang yang masuk ke dalam rumah kosong ini karena lantainya sangat berdebu dan tidak ada jejak kaki siapapun di rumah ini.

Warga Dusun Sentani lambat laun sudah lupa dengan masalah Ningsih karena menganggap mungkin wanita ini memang mengalami halusinasi karena rindu dengan almarhum suaminya. Hingga pada suatu pagi seorang warga dusun menemukan wanita yang posisinya terga**ung di pohon besar rumah kosong ini. Setelah penduduk dusun beramai-ramai menurunkannya ternyata sosok yang terga**ung itu adalah Ningsih, wanita yang pernah mereka anggap mengalami halusinasi.

Kepala dusun segera menyarankan menutupi wajah Ningsih dengan kain karena wajahnya terlihat agak mengerikan dengan mata yang melotot seakan melihat sesuatu yang sangat menakutkan dirinya sebelum ajal menjemputnya.

Kejadian ini kemudian menggemparkan Dusun Sentani yang tenang itu. Sejak kejadian itu banyak warga dusun yang mengakui melihat Hantu Ningsih yang berkeliaran di Rumah Kosong itu. Kadang mereka melihatnya juga di rumah bekas tempat tinggal Ningsih.

Cerita beredar dari mulut ke mulut ini membuat rumah kosong ini semakin mengerikan untuk warga dusun, apalagi sekarang rumah di sebelahnya juga sudah tidak berpenghuni. Jalanan di sekitar rumah kosong ini menjadi gelap dan sangat menyeramkan jika malam tiba. Tidak ada seorangpun warga dusun ini yang berani lagi melewati rumah kosong ini baik di siang hari maupun malam hari.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel 15 + (Lima Belas Tahun Ke Atas)
8.5
Kisah masa SMA di sekolah 15 menyuguhkan keseruan tiga sahabat yang penuh aksi konyol dan tawa. Setiap hari, mereka menghadapi berbagai peristiwa absurd yang mewarnai fase remaja. Menariknya, petualangan jenaka ini diadaptasi langsung dari kisah nyata sosok Vlomontleus. Melalui dinamika persahabatan yang tulus dan penuh kejutan, cerita ini menghadirkan potret kehidupan anak muda masa kini yang sangat nyata dan dekat dengan keseharian pembaca.
Sampul Novel I'm Not a Gangster
9.8
Demi bertahan hidup, seorang pemuda desa memutuskan merantau ke kota besar dengan impian sederhana menjadi pengawal profesional. Namun, takdir berkata lain saat ia justru terseret ke dalam gelapnya dunia kriminal. Tanpa diduga, ucapan masa lalunya menjadi kenyataan pahit yang mengubahnya menjadi seorang gangster. Kini, ia harus terjebak di tengah pusaran konflik dunia bawah tanah yang menguji seluruh prinsip hidup serta keberaniannya.
Sampul Novel Mafia in The Morning
9.3
Setelah masa kontrak kerjanya usai, Mayumi memilih menjadi relawan dalam acara Jepang agar bisa berjumpa dengan idolanya, Mamoru V. Tak disangka, ia beruntung terpilih menjadi LO bagi cosplayer tersebut. Namun, situasi mendadak menegangkan saat sekelompok orang bersenjata menyerang mereka di tengah jalan menuju studio foto. Terjebak dalam aksi kejar-kejaran maut di gedung tua, Mayumi syok melihat Mamoru memegang pistol sungguhan. Sang idola ternyata menyimpan rahasia gelap yang sangat berbahaya.
Sampul Novel Menuntut Balas
8.4
Hidup Xavier hancur seketika saat ia melihat ayahnya dibunuh secara kejam oleh sindikat mafia. Peristiwa tragis itu meninggalkan duka mendalam sekaligus memicu kemarahan besar dalam dirinya. Menolak tinggal diam melihat para pembunuh bebas, Xavier bersumpah untuk membalas dendam. Ia pun mulai melatih kemampuan bela dirinya dengan sangat keras demi bersiap menghadapi organisasi kriminal keji tersebut dan menuntaskan tuntutan balasnya.
Sampul Novel Misi 27 Hari Yura
9.8
Demi menghindari perjodohan dari orang tuanya, Yura Anindita nekat menjalankan sebuah misi mendesak. Ia harus menemukan calon suami pilihannya sendiri dalam waktu 27 hari sebelum usianya menginjak 27 tahun. Di tengah kejaran waktu, Yura dihadapkan pada dua pilihan sulit: sosok yang datang dari masa lalunya atau seorang pria baru yang sangat memikat. Akankah misi ini berhasil menyelamatkannya, atau justru ia harus menerima perjodohan tersebut?
Sampul Novel My Handsome Partner
8.0
Karir jurnalisme Senja yang mandek berubah drastis saat ia terjebak banjir bandang kala bertugas. Tersesat di hutan belantara, ia bertahan hidup bersama peri bernama Ella. Situasi kian menegangkan ketika Senja menyelamatkan Salaar Bayu dari serangan laba-laba raksasa. Pertemuan itu membawa mereka ke Desa Galie, tempat Bayu bekerja sebagai jagawana. Bersama-sama, mereka menyelidiki rahasia Hutan Sungai Hitam. Namun, kehadiran sang mantan, Fajar, menguji perasaan Senja di tengah misi berbahaya ini.