APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Rumah Atmaja

Rumah Atmaja

Bagas Surya Atmaja pulang dari Kalimantan untuk membangkitkan bisnis keluarganya yang nyaris bangkrut. Namun, kehadirannya bersama Nawang, sang istri, justru memicu konflik hebat. Penolakan dari keluarga besar, kebencian mendalam eyang putri, hingga kemunculan sang mantan, Seruni, membuat posisi Bagas kian tersudut. Di tengah ketegangan tersebut, teror mistis yang mengancam nyawa mulai menghantui Rumah Atmaja. Mampukah Bagas membongkar misteri kelam ini demi menyelamatkan hidupnya?
Bab
Bagikan

Bab 2

Hentakan suara musik mengalun memekakkan gendang telinga. Hampir semua orang baik lelaki dan perempuan berbaur tanpa etika. Belum lagi bau minuman beralkohol yang mengganggu indera penciuman.

Seorang pemuda terlihat muak karena harus berada di tempat ini. Kalau bukan karena urusan pekerjaan malas sekali rasanya, dia menginjakkan kaki di tempat maksiat seperti sekarang.

"Oke Pak Toro kita sepakat dengan kerjasama kita kan?" ucap seorang pria berusia tiga puluh lima tahunan. Feri namanya.

"Saya sepakat. Pokoknya masalah pembukaan perkebunan baru, beres. Anda tinggal tunggu kabar baik dari saya," ucap Pak Toro.

Keduanya bersalaman. Setelah itu, Pak Toro menghampiri beberapa wanita penghibur dan asik bermain dengan mereka. Huh, dasar bos-bos perut gendut doyan perempuan! Umpat Bagas dalam hati.

Feri heran dengan raut muka Bagas.

"Kamu kenapa Gas, kecut amat mukanya." Feri memecah kebisuan diantara mereka.

"Kenapa sih Bang, harus ketemuan di tempat kayak gini? Kenapa gak di cafe atau restoran aja?"

"Hahaha. Kamu ini ya, udah lima tahun kerja disini gak tahu aja kelakuan bos-bos besar. Ya kayak gitu itu. Pak Toro contohnya."

"Ckckck. Besok-besok Bang Feri jangan ajak aku. Ajak orang lain. Pokoknya aku gak mau ikut lagi."

"Ah, sok suci kau Gas. Kelamaan gaul sama para ASN sok suci jadi kamu ikut-ikutan sok suci."

"Aku gak sok suci, Bang. Gak suka aja, aku ke tempat kayak gini. Dan jangan bawa temen-temen kontrakanku, Bang. Aku malah senang gaul sama mereka. Mereka itu gak banyak ulah." Memang semua teman kontrakan Bagas adalah ASN. Ricky guru SMA, Hasan di departemen pertanian, Zidan perawat di sebuah puskesmas sedangkan Mateo di dinas ketenagakerjaan.

"Hahahaha. Terserah kamu lah Gas. Pokoknya kita disini dulu sampai Pak Toro pergi."

"Astaga Bang, Pak Toro aja udah sibuk sendiri noh disana ngapain ditungguin? Kayak kita kurang kerjaan aja," sewot Bagas.

"Pokoknya kita tunggu beliau sampai keluar!" tegas Feri.

Tak berselang lama, seorang wanita cantik dengan rambut sebahu bergelombang. Menggunakan gaun panjang sexy yang menampakkan bahu mulusnya. Bahkan terdapat salah satu belahan gaun sampai ke paha kanan wanita tersebut. Jangan lupakan bibir tipis namun menggoda yang terpoles lipstik warna merah. Wanita itu menaiki panggung hiburan.

Sang biduan naik ke atas panggung mulai memperdengarkan suara emasnya. Suaranya begitu indah dan mempesona. Hampir semua lelaki yang memandangnya akan berkata kalau dia sangat cantik pun demikian dengan Bagas. Bagas sering berjumpa dengan wanita cantik tapi entah kenapa wanita ini sangat cantik. Bahkan Seruni saja yang menurut Bagas cantik, kalah cantik dengan sang biduan. Mau tak mau Bagas terhanyut oleh suara merdunya sedang matanya tertawan akan paras cantiknya. Hingga tak mampu berkedip sekalipun.

"Primadona sini itu." Seorang pria yang duduk tak jauh dari Bagas berbicara.

"Mawar namanya. Cantik ya," sahut temannya.

"Wah. Aku mau kenalan ah."

"Jangan mimpi kamu, dia itu kelasnya bos-bos besar bukan kacung macam kita."

"Ah. Sialan!" makinya.

Bagas hanya mendengarkan saja tanpa berniat ingin tahu lebih lanjut. Tapi tatapannya masih tertuju pada sang Mawar yang menjadi primadona bernama club 'Borneo Rasta'.

"Ternyata pria sok alim ada disini juga." Sinis suara perempuan. Nana begitu cemburu karena melihat Bagas tengah menatap sang biduan dengan tatapan terpesona. Sedang pada dirinya Bagas selalu menatapnya dingin.

Bagas tak mau menggubris wanita yang malam ini berbaju kurang bahan yang bahkan mengekspos d*da dan pahanya. Matanya tak pernah lepas dari sang biduan.

"Ckckck. Munafik kamu Gas."

"Lalu kamu apa, hem? Kalau aku munafik kamu sendiri apa?"

"Kamu ...." Nana mulai tersulut emosi.

"Beb. Kamu disini rupanya." Seorang laki-laki menghampiri Nana. Bahkan tanpa malu mencium pipinya.

"Halo Beb. Aku udah nunggu kamu." Ucap seorang lelaki berperawakan tinggi besar.

"Hai Beb, iya aku nunggu kamu. Yuk ah kita kesana aja." Ajak Nana sambil memeluk mesra pinggang teman lelakinya. Tak lupa memandang sinis ke arah Bagas.

"Dasar cewek gak bener!" umpat Baga.

***

"Ayolah Sayang, pergi sama saya ya? Kamu mau apa pun, aku kasih."

Nampak seorang bos besar tengah mencoba merayu sang biduan. Dan kegiatan mereka terekam oleh Bagas yang tengah berjalan menuju mobilnya.

"Maaf Pak Sanjaya tapi hari ini saya sibuk. Bapak tenang saja hubungi saya lagi kapan-kapan. Oke," ucap sang biduan dengan genit.

"Baiklah demi kamu Sayang." Ucap Pak Sanjaya sambil mengecup tangan sang biduan.

Kemudian pak Sanjaya berlalu menuju ke dalam club. Sedang raut muka sang biduan yang awalnya tersenyum manis langsung berubah sinis.

"Dasar tua bangka gila!" umpatnya pelan.

Sang biduan langsung bergegas ke mobilnya. Bahkan dengan sedikit berlari tanpa melihat dari arah samping kanannya Bagas berjalan dengan menunduk. Mereka akhirnya bertabrakan.

"Aw ... punya mata gak sih?" umpat sang wanita kasar.

"Situ yang gak punya mata." Bagas menjawab dengan tak kalah kasar.

Tampan. Mirip Lee Min Ho. Batin sang wanita merasakan kekaguman pada sang pria. Sang pria pun tak kalah terpesona pada wanita di depannya, cantik mirip Song Hye Kyoo, sexy lagi. Cukup lama mereka terdiam saling mengagumi dalam hati.

"Minggir!" Akhirnya sang wanita berkata kasar.

"Jalanan lebar. Kamu cukup geser bisa kan?" Bagas tak kalah kasar.

"Kenapa gak kamu aja yang geser?"

"Dasar gak punya etika. Sok cantik. Gak minta maaf lagi, udah tahu situ yang nabrak saya."

"Emang aku cantik. Semua orang juga tahu. Dan ngapain minta maaf, orang kamu juga salah. Jalan kok lihatnya kebawah." Sang biduan tak mau kalah.

"Ada apa Mawar?" Seorang pria lemah gemulai mendekat ke arahnya.

"Gak papa Bang. Udah yuk pulang," ajak Mawar.

"Oke Cin..Eh  ada abang ganteng. Boleh kenalan gak?"

Iwan nama pria itu. Ia langsung mendekati Bagas dan menoel dagunya. Bagas tentu saja syok dibuatnya.

"Jangan pegang-pegang!" bentak Bagas.

"Eleh-eleh si abang. Udah cakep, sangar lagi. Tipe aku banget," ucap si lemah gemulai, Iwan.

"Najis!" umpat Bagas.

"Hahahaha. Udahlah Bang, pulang yuk. Ngapain Abang main-main ma tuh cowok. Palingan serdadunya juga cepet KO."

"Eh, kamu! Bilang apa kamu? Dasar cewek murahan!"

"Aku emang murahan. Kenapa emangnya? Situ pengin nyoba main sama saya. Oke, tapi tarifku mahal."

"Cih ... jijik aku. Mending aku kelon sama kambing daripada sama kamu."

"Brengsek kamu!" Mawar mulai emosi.

"Apa?!" Bagas tak kalah emosi.

Kedua orang itu masih adu mulut di parkiran.

"Oke stop-stop. Udah yuk Cin kita pulang aja. Dah ganteng." Iwan mencubit gemas perut Bagas.

Bagas melotot marah sekaligus jijik. Dalam hati Bagas berjanji tidak akan mengunjungi tempat ini lagi dan semoga tidak ketemu dengan cewek itu lagi.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel ENTERNAL LOVE
9.0
Kematian Carolina di tangan penyihir hitam menghancurkan hidup Elgar. Demi membalas dendam, ia berguru pada penyihir agung untuk memburu pembunuh tunangannya. Namun, perjalanan Elgar dihadang pengkhianatan Putri Liana. Di tengah rintangan, ia bertemu gadis misterius yang berwajah persis seperti Carolina. Elgar kini bimbang antara menuntaskan dendamnya atau mencari tahu jati diri gadis itu yang mengusik batinnya.
Sampul Novel Hidden Tea
8.2
Kabar duka wafatnya sang ayah mengejutkan Putri Mahkota Manggalya saat ia menghadiri pesta di Negeri Suwarna. Akibat kekosongan takhta, Pangeran Rahagi yang baru berumur sepuluh tahun pun segera dinobatkan. Di tengah duka mendalam, sang Putri memilih mengasingkan diri demi memulihkan batinnya. Namun tanpa diduga, di bawah kepemimpinan raja bocah tersebut, Manggalya justru menjelma menjadi kerajaan agresif yang gencar melakukan ekspansi wilayah secara membabi buta.
Sampul Novel Hilang Di Bunian
9.2
Petualangan lima sahabat berubah menjadi mimpi buruk saat mereka terdampar di sebuah pulau kosong. Di sana, situasi mencekam dan penuh misteri langsung menyelimuti mereka. Berbagai ancaman mematikan mulai muncul dari kegelapan, memaksa mereka menghadapi teror tanpa henti yang tiada habisnya. Di tengah rasa putus asa yang mendalam, mampukah mereka bertahan hidup dan lolos dari tempat terkutuk itu sebelum bahaya merenggut nyawa mereka semua?
Sampul Novel IPRIT
7.9
Di Kampung Keris yang kental akan dunia persilatan dan mistis, Wisaka bertekad mengungkap misteri kematian tragis para pengantin baru. Para suami tewas setelah malam pertama, sedangkan para istri diperkosa hingga bungkam. Demi mencari kebenaran, Wisaka pun mempelajari ilmu kanuragan. Namun, ia harus menghadapi hadangan bandit, makhluk halus, hingga siluman yang menyamar sebagai manusia. Mampukah ia menang, atau justru gugur di tangan iblis?
Sampul Novel KEBANGKITAN HADES BAKER
9.1
Hades, pemuda berparas menawan, memperoleh peluang emas untuk hidup kembali demi membalas dendam atas kematian orang tuanya. Terlempar ke tahun 2001, ia tidak menyia-nyiakan kesempatan di masa lalu tersebut. Dengan strategi cerdik, Hades mulai mengumpulkan kekayaan melimpah dan memperkuat dirinya. Perjalanan lintas waktu ini menjadi langkah awal baginya untuk mengubah takdir sekaligus menuntut keadilan atas masa lalunya.
Sampul Novel Pemburu Iblis
8.6
Skylark, putra angkat saudagar kaya di zaman dinasti, menyimpan rahasia besar. Ia mewarisi kekuatan dahsyat Raja Iblis sekaligus kelembutan sang ibu yang tewas dibunuh rival ayahnya. Berbekal umur panjang, Skylark terus membasmi monster hingga zaman modern. Di tengah misi membalaskan dendam kematian ibunya, akankah jati diri aslinya terbongkar? Simak kisah perjuangan epik sang pemburu iblis dalam menuntaskan dendam masa lalu yang kelam.