APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel ROMANSA DESEMBER Season 1 : Daniel and Stefany

ROMANSA DESEMBER Season 1 : Daniel and Stefany

Daniel dan Stefany tumbuh bersama sejak kecil dan selalu merayakan Natal di gereja tua desa mereka. Ketika remaja, perasaan cinta mulai muncul di antara keduanya, tetapi mereka memilih diam karena takut merusak persahabatan. Tepat saat Daniel bersiap mengungkapkan isi hatinya, Stefany mendadak pindah ke kota tanpa pesan. Bertahun-tahun berlalu, Daniel tetap setia menanti di gerbang gereja setiap musim dingin tiba. Akankah takdir membawa Stefany kembali kepadanya?
Bab
Bagikan

Bab 3

Beberapa saat yang lalu,

Tuan Frank Madison tampak gelisah di pekarangan rumahnya. Dia terus mondar-mandir, menunggu kepulangan Stefany dari sekolah yang tak kunjung pulang. Hari sudah sore, dan matahari hampir terbenam di ufuk barat. Tuan Frank merasa cemas dan khawatir tentang keberadaan putrinya yang belum kembali.

Nyonya Emily, istri Tuan Frank, mencoba menjelaskan kepada suaminya jika Stefany sedang bersama Daniel. Anak lelaki remaja itu telah meminta izin kepada Nyonya Emily untuk mengajak Stefany pergi sampai sore hari. Namun, Tuan Frank tidak mengetahui hal ini dan merasa marah karena tidak ada yang memberitahunya tentang rencana tersebut.

Tuan Frank dengan nada marah, berkata kepada istrinya,

"Darling, kenapa kamu tidak memberitahuku sebelumnya jika Stefany bersama Daniel? Kamu tahu, saat ini aku sangat khawatir dan cemas dengan keberadaan putri kita! Bagaimana bisa kamu membiarkannya pergi begitu saja tanpa memberitahuku?"

Nyonya Emily dengan nada tenang, membalas perkataan suaminya,

"Maafkan aku, Darling. Daniel meminta izin padaku untuk mengajak Stefany pergi sampai sore hari. Aku pikir kamu tidak keberatan."

Tuan Frank malah menggerutu kepada istrinya,

"Tentu saja aku keberatan, jika aku tahu lebih awal jika Daniel akan mengajak Stefany sampai sore begini! Aku adalah ayahnya, aku harus tahu apa yang terjadi dengan putriku setiap saat. Bagaimana bisa kamu membuat keputusan semacam ini tanpa memberitahuku?"

Nyonya Emily berusaha menjelaskan kepada suaminya,

"Aku pikir tidak masalah bagimu, Darling. Daniel hanya ingin menghabiskan waktu bersama Stefany dan aku merasa itu adalah kesempatan baik bagi mereka untuk saling mengenal lebih baik. Mereka kan bersahabat dari kecil. Daniel juga adalah anak yang sangat sopan. Dia selalu ada untuk putri kita, Stefany."

Tuan Frank dengan nada kesal, menjawab,

"Tapi itu bukan alasan untuk tidak memberitahuku! Aku ingin terlibat dalam kehidupan putriku. Aku ingin tahu apa yang terjadi dalam kehidupannya. Kamu harus mengerti perasaanku!"

Nyonya Emily mencoba mengerti kemarahan Tuan Frank,

"Aku minta maaf, Darling. Aku akan lebih berkomunikasi denganmu lain kali. Aku hanya ingin Stefany bahagia dan memiliki hubungan yang baik dengan teman-temannya."

Tuan Frank menghela napasnya. Mencoba memaafkan istrinya,

"Baiklah, Darling. Aku memafkanmu kali ini, tapi jangan lakukan hal seperti ini lagi tanpa memberitahuku. Aku ingin terlibat dalam kehidupan putriku. Kamu juga harus ingat mengenai masa depan Stefany telah ditentukan sejak lama. Aku tidak suka jika putri kita sangat dekat dengan anak lelaki bernama Daniel itu. Apalagi dia adalah keturunan keluarga Alexander! Kamu harus ingat perbuatan kakeknya dulu saat merusak ladang gandum kita! Yang hampir saja gagal panen! Dan hal itu terjadi tidak hanya sekali!"

Nyonya Emily mengangguk,

"Aku mengerti, Darling. Aku akan mengingatnya. Maafkan aku."

Padahal yang sebenarnya terjadi, Grandpa Jhon Alexander hanya difitnah oleh orang-orang yang membenci keluarga Alexander yang merupakan salah satu keluarga terpandang di Desa Bibury itu. Nyonya Emily mengetahui semuanya dan telah menjelaskannya kepada suaminya, Tuan Frank. Namun sang suami tetap tak percaya dan masih saja menyalahkan Keluarga Alexander.

Tuan Frank masih marah dan kecewa karena tidak diberitahu tentang keberadaan putrinya. Dia merasa bahwa sebagai ayah, dirinya harus terlibat dalam kehidupan Stefany dan mengetahui apa yang terjadi dalam kehidupannya. Meskipun Nyonya Emily mencoba menjelaskan dan meminta maaf, Tuan Frank tetap merasa jika komunikasi yang lebih baik harus dilakukan di masa depan agar tidak ada lagi kejadian seperti ini.

Dari kejauhan, Tuan Frank dapat melihat Daniel dan putrinya Stefany sedang mengayuh sepedanya menuju kediaman Madison, rumah Stefany. Tuan Frank terlihat menatap tajam ke arah Daniel karena mengajak Stefany pergi sampai sore hari.

Sepeda keduanya akhirnya berhenti di pekarangan rumah, dan Daniel menyapa lembut ayah Stefany yang sedang menatapnya dengan sangat tajam.

"Selamat sore, Uncle Frank. Saya ke sini untuk mengantar Stefany pulang," ucap Daniel tak gentar sedikitpun dengan tatapan menusuk dari ayah sahabatnya.

"Sore!" jawabnya dingin.

"Stefany, cepat masuk! Malam hampir tiba tapi kamu baru kembali dari sekolah!" ujar sang ayah marah.

"Tapi, Daddy. Aku dan Daniel sudah pamit sama Mommy," seru Stefany membela diri.

"Stefany! Masuk Daddy bilang! Kamu jangan keras kepala!" hardik sang ayah.

Tuan Frank segera menyuruh Stefany untuk masuk ke dalam rumah, meninggalkan Tuan Frank dan Daniel berdua di pekarangan rumah.

Stefany pun melihat ke arah ayahnya dengan tatapan terluka. Sambil meneteskan air mata Stefany segera berlalu masuk ke dalam rumahnya, tanpa sedikitpun menoleh ke arah Daniel yang meliriknya dengan perasaan sedih.

Tuan Frank dengan nada marah. Mulai angkat bicara,

"Daniel, apa yang kamu pikirkan? Kenapa kamu mengajak Stefany pergi sampai sore hari tanpa memberitahuku? Kamu tidak tahu bagaimana aku sangat khawatir dan cemas! Bagaimana kamu bisa melakukan hal ini dengan sangat berani?"

"Maafkan saya, Uncle Frank. Saya tidak bermaksud membuat Anda khawatir. Saya hanya ingin menghabiskan waktu bersama Stefany dan tidak bermaksud menyakiti perasaan Anda. Tadi pagi saya juga sudah berpamitan dengan Aunty Emily jika saya akan mengajak Stefany pergi," ucap Daniel menerangkan semuanya.

Tuan Frank dengan nada tak suka, menjawab,

"Orang tua Stefany ada dua! kamu tidak memiliki hak untuk mengambil keputusan semacam itu tanpa memberitahuku! Aku adalah ayah Stefany, dan aku harus tahu apa yang terjadi dalam kehidupannya. Jika mengajak Stefany pergi, kamu harus mendapatkan izin dari kedua orang tuanya! Bukan hanya dari ibunya!"

Daniel sepertinya mengerti kemarahan Tuan Frank,

"Saya minta maaf, Uncle Frank. Saya tidak bermaksud melanggar aturan atau membuat Anda marah. Saya hanya ingin menghabiskan waktu bersama Stefany."

"Kalian kan sudah menghabiskan waktu di sekolah sampai siang hari. Saya rasa itu sudah cukup! Untuk apa lagi kamu menambah waktu sampai sore hari untuk bersama Stefany?" cecar Tuan Frank.

"Maafkan saya, Uncle." Hanya kata-kata itu yang dapat keluar dari bibir Daniel.

Daniel malah sedang menatap kamar Stefany yang ada di lantai dua rumah itu. Dia membayangkan jika Stefany pasti sedang menangis saat ini.

"Sebagai ayahnya, saya harus terlibat dalam kehidupan Stefany. Komunikasi adalah kunci, Daniel. Kamu harus berbicara denganku sebelum mengambil keputusan semacam ini! Mengajak Stefany pergi sampai sore! Itu sebuah tindakan yang sangat berani dengan usiamu yang masih sangat muda! Bagaimana jika terjadi sesuatu dengan putri saya dalam kurun waktu itu, apakah kamu mau bertanggung jawab?" Tuan Frank masih saja marah.

Danielmengangguk,

"Anda benar, Uncle Frank. Saya akan minta izin kepada Anda lain kali jika ingin mengajak Stefany pergi. Saya minta maaf atas ketidaknyamanan yang telah saya sebabkan."

Tuan Frank mulai sedikit lebih tenang,

"Baiklah, saya harap kamu mengerti tentang pentingnya komunikasi dalam mengambil keputusan tertentu. Stefany adalah putri saya satu-satunya, dan saya sangat peduli dengan keberadaannya. Jangan lakukan hal semacam ini lagi tanpa memberitahuku!"

Daniel mengangguk lagi

"Saya mengerti, Uncle Frank. Saya akan belajar dari kesalahan ini dan berkomunikasi dengan Uncle lain kali. Terima kasih atas pengertiannya."

Tuan Frank masih marah dan kecewa atas tindakan Daniel yang mengajak Stefany pergi tanpa memberitahunya. Pria itu menekankan pentingnya komunikasi dan mengingatkan Daniel untuk tidak mengulangi kesalahan tersebut. Meskipun Daniel meminta maaf dan berjanji untuk berkomunikasi lebih baik di masa depan, Tuan Frank tetap mempertahankan sikap tegasnya agar kejadian serupa tidak terjadi lagi.

"Daniel! Jangan harap kedepannya kamu bisa membawa pergi Stefany lagi! Aku tidak akan mengizinkannya!" seru Tuan Frank Madison dari dalam hatinya.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aksara Cinta Antara Harta dan Pilihan
8.2
Amora Carolline dihadapkan pada dilema besar antara karier dan asmara. Kehadiran Arka Christian, miliarder sukses, membawanya ke dalam kehidupan mewah nan gemerlap. Di sisi lain, ada Vano Elbar, pria pilihan sang ibu yang menawarkan kehangatan serta ketulusan dalam kesederhanaan. Amora kini harus memilih jalan hidupnya: mengejar kemewahan penuh tekanan bersama Arka, atau menjalani cinta tulus yang sederhana dengan Vano. Pencarian makna cinta sejati pun dimulai.
Sampul Novel Anakmu Bukan Anakku
8.0
Edwin Yogaswara tak berkutik saat dipaksa Gunadi menikahi putrinya, Melati Anastasia. Amarahnya meledak begitu menyadari perempuan sombong itu tengah mengandung lima bulan. Merasa dijebak dalam pernikahan penuh tekanan ini, Edwin menjalani hari dengan kekecewaan mendalam. Di tengah ego mereka yang sama-sama tinggi, akankah benih cinta tumbuh, ataukah rumah tangga ini justru hancur akibat pengkhianatan? Simak kisah pelik mereka.
Sampul Novel Dosa Terindah Bersama Sang Primadona
9.6
Demi menyembunyikan identitas aslinya, Lucy menyamar menjadi Rose, sang primadona klub malam yang selalu berhasil menjaga kehormatannya. Pesona Rose yang tak tersentuh membuat Rookie, seorang playboy ulung, penasaran dan bertekad untuk memikatnya. Namun, interaksi intens ini justru membongkar rahasia masa lalu mereka yang saling terikat. Kini, mereka harus memilih: menghidupkan kembali cinta lama yang belum usai atau berpisah demi jalan hidup masing-masing.
Sampul Novel Laluna
8.8
Bagi Laluna Renata Azuhra, pernikahan dengan Arka adalah mimpi yang terwujud. Namun, setelah lima tahun berjalan, kebahagiaan itu sirna saat sikap suami dan ibu mertuanya mendadak berubah drastis menjadi penuh kebencian. Di tengah kepedihan akibat perubahan misterius ini, Luna mencoba membuka hati pada sosok dari masa lalunya. Di saat itulah, rahasia besar yang menghancurkan rumah tangganya mulai terkuak. Kebenaran mengejutkan apakah yang sebenarnya selama ini disembunyikan?
Sampul Novel PERAWAN RASA JANDA
9.0
Demi wasiat mendiang sang kakak, Mala rela merawat keponakan kembarnya, Ghana dan Ghara, hingga ia kerap dicap sebagai janda. Di tengah stigma negatif itu, takdir mempertemukannya dengan Gamal, atasan angkuh yang selalu memicu konflik dengannya. Keadaan kian rumit saat Jason, pria berdarah Jerman dari masa lalunya, kembali datang untuk merebut hatinya. Kini, Mala terjebak dalam pusaran dilema asmara antara sang bos dan teman lamanya, sembari menanggung beban salah paham sosial.
Sampul Novel You're Mine
8.9
Sherly kabur usai malam intim dengan Hansel, yang ia duga telah beristri. Ketika hamil, keluarganya malah mendesak Sherly membuang bayinya. Lima tahun berlalu, ia mendapati putranya, Aarav, telah diadopsi keluarga Rosell. Ternyata, Lolita yang merupakan istri Hansel kini menjadi ibu angkat Aarav. Hansel, yang tidak mencintai istrinya, bertekad merebut kembali Sherly. Berbekal cinta lama dan ikatan darah, ia bersumpah menjadikan Sherly miliknya selamanya.