APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Roh Istri yang Terikat Abadi

Roh Istri yang Terikat Abadi

Dian diculik saat mengandung, lalu tewas mengenaskan karena Rizal, suaminya, mengabaikannya demi sang sahabat. Ledakan bom menghancurkan tubuh Dian dan bayinya. Sebagai ahli forensik, Rizal malah mengautopsi jasad tak dikenal yang ternyata istrinya sendiri, bahkan sempat melayangkan hinaan. Namun, penemuan kancing baju usang di meja otopsi mendadak menyingkap kenyataan kelam yang seketika meruntuhkan seluruh hidupnya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Dian Sulistia POV:

Aku tidak merasakan sakit. Hanya sebuah sentakan besar, lalu semua menjadi terang, dan pada saat yang bersamaan, gelap. Aku melayang. Tubuhku terasa ringan, tanpa beban. Aku melihat ke bawah. Di bawah sana, ada puing-puing, api, dan asap tebal. Di tengah-tengah semua itu, ada sesuatu yang hangus, tidak berbentuk.

Itu adalah tubuhku.

Aku adalah roh. Aku telah mati. Sebuah ledakan dahsyat baru saja merenggut nyawaku, juga nyawa janin yang kukandung. Tapi yang aneh, aku tidak merasakan kesedihan yang mendalam. Sebuah kelegaan, bahkan, merayapi jiwaku. Akhirnya, aku bebas dari semua beban, dari semua rasa sakit yang Rizal berikan.

Tidak lama kemudian, aku melihat sirine polisi. Lampu biru dan merah berputar-putar di kegelapan malam. Banyak orang berseragam datang, mengelilingi lokasi ledakan. Dan di antara mereka, aku melihatnya. Rizal Darman.

Dia mengenakan seragam forensiknya, wajahnya seperti biasa, datar dan tanpa ekspresi. Dia adalah kepala tim ahli forensik yang jenius, tetapi arogan secara emosional. Ia berjalan di antara polisi lain, memberi perintah dengan suara tegas.

"Siapa korban ledakan ini?" tanya seorang polisi kepadanya.

Rizal hanya menggelengkan kepala. "Identitas tidak diketahui. Tubuhnya hancur. Kita akan sebut dia Jane Doe untuk saat ini."

Rizal mendekati tempat tubuhku dulu berada. Aku melayang tepat di sampingnya, melihatnya memeriksa sisa-sisa jasadku yang sudah tidak berbentuk. Aku menunggu. Aku menunggu setitik pun penyesalan, setitik pun kesedihan di matanya. Aku ingin melihat dia hancur seperti aku dulu hancur karenanya.

"Ledakan ini sangat kuat," kata seorang asistennya, Vincent. "Tidak banyak yang tersisa, Pak Rizal. Sepertinya bom rakitan."

Rizal mengangguk, lalu berjongkok. Pandangannya menyapu puing-puing. "Kita harus mencari tahu jenis peledak yang digunakan. Pecahan logamnya aneh." Dia berbicara tentang bom, tentang detail teknis. Tidak ada yang lain.

Hatiku yang kini tak berdetak, terasa perih. Dia melihat jasadku, jasad istrinya, tapi dia hanya melihat "kasus". Tidak ada kesedihan. Tidak ada pengakuan. Bahkan tidak ada firasat.

"Korban adalah seorang wanita, Pak Rizal," kata Vincent. "Kami menemukan beberapa perhiasan yang meleleh."

Rizal mengamati perhiasan itu dengan sarung tangan karetnya. Dia mengangkat sebuah liontin yang sudah cacat bentuknya. Sebuah liontin perak, yang dulu kuberikan padanya sebagai hadiah ulang tahun. Dia memberikannya kembali padaku saat ulang tahun pernikahan kami, setahun yang lalu.

"Liontin murahan," kata Rizal, nadanya sinis. Dia melemparkan liontin itu kembali ke tumpukan. "Istriku juga punya satu, tapi dia membuangnya karena marah padaku. Wanita memang suka sekali drama."

Aku terkejut. Liontin itu adalah hadiah darinya. Hadiah ulang tahun pernikahan pertama kami. Bagaimana bisa dia lupa? Bagaimana bisa dia begitu sinis? Mataku yang kini tak bisa mengeluarkan air mata, terasa panas.

Aku ingin menjerit padanya, mengatakan bahwa itu aku. Aku Jane Doe-nya! Tapi suaraku tidak terdengar. Aku hanya bisa melayang, menyaksikan semuanya.

"Kita harus membawa jasad ini ke lab forensik," Rizal memberi perintah. "Lakukan autopsi secepatnya. Aku ingin tahu penyebab kematian yang pasti."

Tim forensik mulai mengumpulkan sisa-sisa tubuhku. Aku mengikuti mereka, seperti bayangan yang tidak diinginkan. Aku mengikuti mereka ke mobil jenazah, lalu ke kantor polisi. Aku tidak ingin meninggalkannya. Aku ingin tahu kapan dia akan menyadari.

Di mobil, Rizal duduk di kursi penumpang, Vincent di kursi pengemudi.

"Ngomong-ngomong, Pak Rizal," kata Vincent. "Istri Bapak menelepon beberapa kali tadi malam. Saya sempat lihat di ponsel Bapak."

Rizal mendengus. "Oh, Dian. Biarkan saja. Dia pasti sedang mencari perhatian. Aku sudah bilang aku ada urusan penting. Dia ini berlebihan."

Aku mendengar perkataannya. Rasa sakit itu kembali. Bahkan setelah kematian, dia masih menganggapku seperti itu. Istri yang berlebihan, istri yang cemburu, istri yang mencari perhatian.

"Tapi Pak, dia terdengar khawatir sekali," kata Vincent hati-hati. "Saya rasa dia benar-benar membutuhkan sesuatu."

"Dia selalu membutuhkan sesuatu," Rizal membalas sinis. "Yang dia butuhkan hanya drama. Biarkan saja. Mungkin dia sudah kembali ke rumah orang tuanya. Itu kebiasaannya."

Aku ingin menertawakan kemalanganku sendiri. Dia mengira aku kabur ke rumah orang tuaku. Aku sudah mati, Rizal. Aku sudah mati di tangan seorang penjahat yang kau jebloskan ke penjara.

Rizal mengeluarkan ponselnya. Ada sebuah notifikasi pesan. Pesan dariku, pesan terakhirku. Dia membukanya, membaca isinya. Ekspresinya mengeras.

"Hamil?" Rizal bergumam. "Dia ini benar-benar tidak waras. Sampai mati pun dia masih mau membohongiku."

Dia mencoba meneleponku. Tentu saja, tidak ada jawaban. Hanya suara operator.

"Tidak diangkat?" Vincent bertanya.

"Dia sengaja," kata Rizal, matanya penuh kemarahan. "Dia ingin aku khawatir. Dia pikir dengan cara ini aku akan menyerah pada permintaannya." Rizal menghela napas. "Baiklah, kalau itu yang kau mau, Dian. Aku tidak akan mengejarmu lagi."

Dengan cepat, jari-jari Rizal menekan layar ponselnya. Aku melihatnya. Dia memblokir nomorku. Dia menghapusku dari kontaknya.

Aku merasa dingin. Sangat dingin. Ini benar-benar berakhir. Bahkan rohku pun tidak bisa lagi mencapainya. Dia telah memutus semua hubungan.

Aku tidak lagi merasakan kesedihan, hanya mati rasa. Aku mengikuti Rizal ke ruang autopsi. Bau formaldehida yang menyengat tidak memengaruhiku. Aku kini tak berwujud, tak berbau.

Rizal mengenakan jubah dan sarung tangan, berdiri di samping meja autopsi. Di atas meja itu, terbaring sisa-sisa jasadku. Jasad yang hancur, tidak bisa dikenali.

Aku melihatnya mengangkat pisau bedah. Dia akan membedahku. Istrinya sendiri. Dan dia tidak memiliki ide sedikit pun. Ironi yang begitu kejam.

Aku berdiri di sana, menyaksikan. Aku menyaksikan suamiku sendiri membedah tubuhku, tanpa menyadari bahwa wanita tak dikenal yang sedang ia bedah adalah aku, istrinya. Dan di dalam tubuhku, ada anak kami.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Hasrat dalam Gelapnya Bioskop
8.3
Niat hati ingin menggoda sang suami di dalam bioskop privat yang gelap, seorang wanita justru melakukan kesalahan fatal. Ia membiarkan sentuhan intim seorang pria asing menyapu tubuhnya, mengira itu adalah suaminya sendiri. Ketika kebenaran terungkap saat ia menoleh, segalanya sudah terlambat. Pria asing yang jauh lebih perkasa itu telah mengambil alih kendali, memberikan sensasi luar biasa yang belum pernah ia rasakan dari suaminya, dan menaklukkannya tanpa ampun.
Sampul Novel Kasih Sayang Yang Dikhianati
8.6
Tiga tahun pernikahan Althea hancur setelah mengetahui kebohongan Lucas. Sang suami rupanya memanfaatkan dirinya sebagai pelindung bagi mantan sahabatnya, sosok yang bertanggung jawab atas kematian ibu Althea. Luka Althea kian dalam saat menyadari wanita itu mendapat nafkah lebih banyak, bahkan hadiah mewahnya hanyalah barang bekas sang selingkuhan. Meski sangat terluka, Althea memilih diam dan merancang pembalasan dendam yang setimpal atas segala dusta Lucas.
Sampul Novel MAHLIGAI: Istana yang Kujaga
8.0
Kebahagiaan Dara Kahiyang bersama Adam dan anak kembar mereka kini terancam hancur. Ibu dan kakak kandungnya kembali hadir, membawa dendam membara untuk merusak keharmonisan tersebut. Sebagai mantan putri yang dahulu dibuang dan diabaikan, Dara menyimpan sebuah rahasia masa lalu yang sangat kelam. Kini, ia harus berjuang habis-habisan demi melindungi keluarga kecilnya dari ancaman kerabat sendiri. Mampukah Dara bertahan menghadapi teror yang datang bertubi-tubi?
Sampul Novel SEKRETARIS PENGGODA BOSS
7.9
Kinan bertekad mengejar karier impian sebagai sekretaris CEO di Accor Group, sekalipun Febian menentangnya. Sang kekasih menaruh curiga bahwa pekerjaan itu sarat godaan dan skandal. Demi membuktikan dedikasinya, Kinan tetap bekerja keras mendampingi atasannya, Erlan. Hubungan mereka diuji saat Kinan harus pergi dinas ke New York berdua saja dengan Erlan. Meski Febian murka, Kinan memilih mengabaikan amarah tersebut demi masa depan pekerjaannya.
Sampul Novel Ternyata Ada Aku Dan Istrimu! "Tapi Aku Bukan Pelakor"
9.0
Depresi akibat trauma masa lalu menyadarkanku bahwa cinta tidak selamanya indah. Di saat impian masa depan mulai dirajut, sebuah kenyataan kelam justru terbongkar. Lelaki yang telah mendampingiku selama bertahun-tahun rupanya telah beristri selama dua tahun. Kendati dikhianati, aku bersyukur kebenaran terungkap sebelum terjerumus dalam poligami. Kisah nyata penuh emosi ini menjadi bukti nyata bahwa kepalsuan serapat apa pun pasti akan tercium juga.
Sampul Novel Wanita Pengganti Pemuas Obsesi CEO
9.2
Sejak menyelamatkan seorang anak lelaki di masa kecil, takdirku terikat pada Derrick. Kini, dia tumbuh menjadi CEO dominan yang memaksaku menikah demi kesembuhan nenekku. Karena aku menolak cintanya selama sepuluh tahun, Derrick meluapkan amarahnya dengan mencari wanita pengganti yang mirip denganku untuk dipamerkan. Namun, wanita itu justru menyerang vilaku dengan kejam, menyiksaku hingga sekarat karena mengira aku adalah peniru yang melakukan operasi plastik. Saat Derrick akhirnya datang terlambat, tubuhku sudah hancur di hadapan mereka.