APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Rencana Licik Kakak Ipar

Rencana Licik Kakak Ipar

Sebuah pertemuan tak terduga di supermarket berubah menjadi teror bagi seorang wanita hamil. Seorang nenek misterius tiba-tiba mencengkeram tangannya dan memberikan peringatan mengerikan bahwa bayi di dalam kandungannya telah disusupi parasit pengubah janin yang akan menggerogoti tubuhnya. Meski awalnya menganggap itu bualan, sang wanita dipaksa menghadapi kenyataan mengerikan saat nenek itu mendesaknya untuk segera memuntahkan seluruh hidangan ikan yang baru saja ia konsumsi.
Bab
Bagikan

Bab 2

Satu jam kemudian, dokter memberiku hasil USG kandunganku. Aku mengerutkan kening, ingin mengatakan sesuatu, tetapi mengurungkannya.

Jantungku berdegup kencang. Aku meraih lembar USG yang menunjukkan bahwa janin berhenti berkembang.

"Bu Ellia, janin Ibu sudah hampir seminggu nggak mengalami perkembangan. Usia janin baru lima bulan, jadi lebih baik dilakukan induksi sekarang ...."

Dokter itu masih mengatakan sesuatu, tetapi aku tidak mendengarkan apa pun. Yang terdengar di telingaku hanya dengungan.

Aku meraih pintu dan berlari keluar sampai ke trotoar. Aku berjongkok di sana, tidak bisa menghentikan air mataku yang terus menetes.

Janin berhenti berkembang sejak seminggu yang lalu?

Namun, jelas-jelas dua hari yang lalu di rumah sakit, Ivana mengatakan bahwa bayinya sehat!

Bagaimana ini bisa terjadi?

Bayiku, bagaimana bisa mengalami hal seperti ini?

Ivana, kenapa kamu melakukan ini padaku?

Tiba-tiba, aku teringat kata-kata Mama Laura berambut putih itu. Ya, ada Mama Laura! Mungkin dia punya solusinya!

Aku meraba-raba amplop merah yang diberikan oleh Mama Laura dan menghubungi nomornya dengan tangan gemetar. "Halo, Mama Laura, ini aku ...."

Belum selesai aku berbicara, dia menyela, "Gunakan bungkusan merah untuk membungkus uang 48.888 juta dan bawa ke gedung Merdeka nomor 21 di Jalan Pamekasan."

48.888? Mama Laura ini, seharusnya bukan penipu, bukan?

Namun, apa lagi yang bisa aku lakukan sekarang?

Demi anakku, aku harus mencoba!

Aku menyeka air mataku, berlari ke bank terdekat untuk mengambil uang tunai. Aku membungkuskan uang itu ke dalam kain merah, menghentikan taksi dan bergegas ke Jalan Pamekasan.

Sepanjang jalan, hatiku dihantui perasaan cemas, terus berdoa agar Mama Laura benar-benar memiliki cara untuk menyelamatkan anakku.

Sebelum taksi sampai di tempat itu, ponselku berdering. Ternyata Rigel yang menelepon. Dia bertanya, "Ellia, buat apa kamu ambil uang sebanyak itu?"

Tiba-tiba aku teringat bahwa aplikasi perbankan di ponsel Rigel terhubung dengan kartuku. Jadi, dia pasti tahu tentang uang tunai yang aku ambil.

Ivana adalah adik perempuannya. Apa aku harus memberitahunya tentang Ivana yang menukar janin di dalam kandunganku menggunakan parasit?

Namun, aku teringat kalau mereka berdua sudah tidak memiliki orang tua sejak kecil dan saling bergantung sejak kecil. Mereka memiliki hubungan yang sangat baik, jadi aku memutuskan untuk mencari tahu semuanya terlebih dahulu. Jadi, aku menjelaskan dengan tergagap, "Itu ... temanku tiba-tiba datang dan ingin pinjam uang. Kebetulan aku ada di dekat bank, jadi aku ambil tunai ...."

Rigel menarik napas panjang, lalu mengatakan, "Kamu di mana sekarang? Ke supermarket kenapa lama sekali? Ivana khawatir karena nggak melihatmu ketika sampai di rumah."

Ivana. Ketika mendengar nama ini, jari-jariku yang memegang ponsel sedikit gemetar. Aku hanya menjawab, "Aku ambil uang buat dipinjamkan ke temanku. Mungkin akan pulang sedikit lebih lama."

Aku tidak menunggu Rigel mengatakan sesuatu yang lain dan langsung menutup telepon. Aku takut dia akan mengajukan pertanyaan lebih lanjut dan membuat dia sadar akan sesuatu.

Setelah menutup telepon, setiap sepuluh menit, Rigel mengirimiku pesan yang menanyakan keberadaanku.

Perasaan ini terlalu aneh. Rigel tidak pernah sepeduli ini kepadaku sebelumnya.

Mengikuti alamat yang diberikan oleh Mama Laura, aku melangkah menuju sebuah bangunan kecil berlantai tiga.

Ketika masuk ke dalam rumah, aroma herbal yang begitu kuat langsung tercium. Melalui cahaya redup, aku bisa melihat bahwa rumah ini dipenuhi dengan berbagai macam botol dan stoples. Beberapa di antaranya terdapat kertas jimat kuning yang menempel di atasnya, yang terlihat menyeramkan untuk dilihat.

"Mama Laura, dokter mengatakan kalau bayiku sudah nggak berkembang sejak seminggu yang lalu ...." Aku menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan diri dan memberi tahu Mama Laura tentang kepergianku ke rumah sakit sore tadi.

Setelah mendengar ini, Mama Laura mengambil bungkusan merah yang aku serahkan dan tidak membukanya untuk menghitungnya. "Uang ini harus diserahkan untuk menangkal serangan balik dari pembersihan parasit."

"Ada harga yang harus dibayar untuk pembersihan parasit di dalam kandunganmu."

Aku mengangguk dengan gugup, lalu bertanya dengan hati-hati, "Kalau begitu, apa anakku masih bisa diselamatkan?"

Mama Laura mengulurkan tangan dan menyentuh perutku, wajahnya menjadi muram. "Roh bayi janin mati ini telah diberi makan oleh parasit selama beberapa hari. Perkembangan parasit ini menjadi lebih baik dan sudah mulai menjadi parasit di dalam tubuhmu. Sulit untuk dibersihkan, tapi bukan nggak mungkin buat dihilangkan."

Sambil berkata demikian, dia mengeluarkan sebuah stoples keramik hitam dari bawah kotak dupa yang berisi tanah liat hitam.

Sebelum aku sempat bereaksi, ponselku tiba-tiba berdering. Itu adalah pesan dari Ivana. "Ellia, kamu di mana? Cepat pulang, aku sudah membuatkanmu sup ikan, nih."

"Kenapa nggak balas? Sup ikan baik buat wanita hamil, jadi kamu harus memakannya."

Aku tidak berani membalas pesannya. Beberapa menit kemudian, dia mengirim pesan lain yang membuatku merinding. "Ellia, kamu ada di Jalan Pamekasan, aku akan menjemputmu sekarang juga."

Aku mendongakkan kepala dan menatap mata Mama Laura.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Cari "B11900" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Goodnovel untuk melanjutkan membaca.
B11900
Salin

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Amanda Rhea
9.1
Terlempar ke masa lalu, Amanda Rhea kembali dipertemukan dengan Hagana. Takdir unik kemudian menjalin ikatan misterius antara Amanda dan putri dari pria tersebut. Namun, kedamaian mereka terancam ketika iblis mimpi mulai muncul dan mencelakai orang-orang terdekat Amanda. Di tengah teror mencekam yang terus mengintai, mampukah cinta lama antara Amanda dan Hagana tumbuh kembali seiring takdir yang terus mempersatukan mereka?
Sampul Novel Gadis Titisan Harimau Putih
8.1
Naiya, seorang guru kontrak menawan, dipindahkan Faisal ke Desa Blang Bungong demi rencana rahasia. Akibat cemburu, Laila menyewa dukun untuk menghabisi Naiya, tetapi gagal karena Naiya merupakan titisan harimau putih sakti. Sementara itu, desa tersebut diteror kutukan Nyai Beulangong yang menumbalkan gadis-gadis kepada jin. Saat Faisal menyekap Naiya, Razi bertaruh nyawa untuk menyelamatkannya. Akankah cinta Razi disadari Naiya di tengah ancaman para dukun jahat?
Sampul Novel Pengobatan Khusus Tabib Desa
9.3
Saat merayakan Hari Raya di sebuah desa terpencil yang jauh dari rumah sakit, seorang gadis mengalami sakit perut parah akibat salah makan. Tanpa pilihan lain, ia mendatangi tabib tua setempat untuk meminta bantuan pijat medis. Namun, situasi berubah mencekam ketika tabib tersebut memaksa melepas celananya dengan dalih membuang hawa jahat. Begitu menyadari kondisi korbannya, nafsu liar sang tabib memuncak hingga ia nekat menyerang gadis malang tersebut di tengah keterasingan desa.
Sampul Novel Roh Jiwa Putri yang Teraniaya
9.5
Dua bulan pasca kematiannya, sebuah keluarga baru menyadari bahwa mereka meninggalkan putri mereka di tengah hutan saat wisata. Mengira sang putri hanya merajuk karena dihukum berjalan kaki, sang adik justru mengirimkan pesan ejekan agar dia mati demi menguasai warisan nenek mereka. Ibu yang bersikap dingin bahkan mengancamnya agar hadir di pesta ulang tahun keluarga. Mereka tidak pernah menduga bahwa korban tidak pernah bisa keluar dari sana. Pencarian intensif di pegunungan akhirnya mengungkap kenyataan mengerikan saat sisa-sisa tulang belulangnya ditemukan terkubur.
Sampul Novel SUSUK TERATAI PUTIH
8.0
Di era kolonial Belanda, hidup Sumirah hancur setelah mengetahui suaminya yang kasar berselingkuh dengan penari. Penderitaannya kian berat akibat pelecehan dari para pria di desanya. Didorong dendam, ia melakukan ritual mengerikan dan bersekutu dengan iblis demi kecantikan abadi. Meski menjadi wanita tercantik di masanya, jiwanya perlahan terenggut. Kini, ia harus menghadapi konsekuensi kutukan itu sembari menanti apakah cinta sejati dapat menyelamatkannya.
Sampul Novel Terlahir Kembali di Rahim Perundung
9.6
Setelah tewas akibat penyiksaan kejam, aku justru terbangun kembali dalam wujud seorang bayi yang baru lahir. Ironisnya, perempuan yang melahirkanku dan kini memelukku dengan hangat adalah sosok perundung yang dahulu merenggut nyawaku. Saat dia menyebutku sebagai anak yang baik, kemarahan dalam diriku langsung bergejolak. Aku menangis, meronta, dan mencoba menyerang matanya. Mulai detik ini, aku akan menggunakan identitas baru ini untuk melancarkan aksi balas dendam yang setimpal.