APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Reinkarnasi Dewa Bela Diri

Reinkarnasi Dewa Bela Diri

Austin terlempar dari era modern dan terbangun di Dunia Bela Diri Utama masa lampau. Di sana, ia merasuki tubuh pemuda yang dicap bodoh dan tidak berdaya. Namun, Austin tetap memiliki pikiran yang tajam. Memanfaatkan raga barunya yang masih muda, ia bertekad melatih diri demi meraih kekuatan tertinggi. Inilah kisah perjuangan Austin untuk mendominasi dunia dengan kekuatannya sendiri dan menjadi sosok Dewa bela diri legendaris.
Bab
Bagikan

Bab 2

Menjadi seseorang yang luar biasa dalam dunia kerja selalu mengundang rasa iri dan kecemburuan dari orang lain, terutama ketika orang-orang bersaing untuk posisi yang memberikan kekuasaan dan kekayaan yang lebih besar.

Austin adalah seorang pekerja keras yang cukup menonjol, namun sayangnya dia masih belum cukup berpengalaman untuk menyadari bahwa sesuatu yang buruk akan segera terjadi.

Dalam persaingan memperebutkan posisi Direktur Eksekutif dengan Wakil Direktur lainnya, dia dijebak oleh saingannya dan membuat kerugian yang besar bagi perusahaan.

Akibatnya, tidak hanya kalah bersaing, dia juga diberhentikan dari perusahaan tersebut.

Nasib buruknya tidak berhenti sampai di situ.

Tak lama setelahnya, pacarnya pun meninggalkan dirinya.

Wanita itu tidak bisa menahan godaan uang, sehingga dia mulai mengabaikan Austin dan berkenalan dengan beberapa orang kaya.

Akhirnya, ketika seorang pria kaya menawarkan untuk mengajaknya pindah ke Amerika dan menjanjikannya kartu penduduk tetap, dia pun putus dengan Austin dan menjadi wanita simpanan pria tersebut.

Gagal dalam karir dan percintaan, Austin pun berubah dalam semalam.

Dia kehilangan gairah hidup dan mencari kenyamanan dengan minum alkohol setiap hari. Terkadang ketika dia tidak mabuk, rasa sakit yang dia rasakan terasa begitu hebat hingga dia meringkuk di sudut kamarnya dan menangis sepanjang malam.

Jelas, sesuatu yang buruk cepat atau lambat akan terjadi padanya jika dia terus berada dalam keadaan yang menyedihkan seperti ini.

Suatu malam, saat dia benar-benar mabuk, dia meninggalkan bar dan menyeberang jalan dengan kaki gemetaran.

Tiba-tiba, sebuah mobil menabraknya.

Sebelum dia kehilangan kesadaran, yang bisa dia ingat adalah sebuah suara melengking dari ban saat sang pengemudi menginjak rem, dan perasaan ketika tubuhnya melayang di udara setelah mobil itu menabraknya.

Dia tidak tahu berapa lama waktu telah berlalu sebelum dia terbangun.

Dalam keadaan linglung, dia mendengar seseorang memanggilnya dengan nama Tin.

Ketika dia membuka matanya, Austin mendapati bahwa dirinya tengah berbaring di sebuah pondok yang kumuh.

Semua yang ada di depan matanya tampak seperti mimpi bagi Austin.

Di hadapannya kini berdiri seorang pria yang tampak vulgar bagi Austin dari kepala hingga kaki, membuatnya bertanya-tanya, "Apakah barusan kamu memanggilku?"

Entah mengapa samar-samar dia merasa bahwa pria itu terlihat tak asing, walaupun dia tidak ingat pernah bertemu dengannya.

Evan tampak bahagia melihat Austin telah bangun dan cukup bertenaga untuk mengajukan pertanyaan kepadanya.

Dia mengangguk dengan riang dan berseru, "Siapa lagi? Akhirnya kamu bangun, Tin. Kupikir kamu akan mati…"

Memikirkan tentang kematian, air mata kembali menetes di wajah Evan.

Dengan kebingungan, Austin menggaruk kepalanya yang sakit dan dengan canggung bertanya, "Siapa kamu? Aku tidak mengenalmu. Aduh! Punggungku!"

Austin merasakan seperti ditusuk oleh aliran listrik yang mengalir di tubuhnya. Matanya tertuju pada lengannya, yang dia coba regangkan dan biarkan rileks setelah tiga hari tidak bergerak sama sekali.

Namun dia keheranan ketika dia merasa seolah tengah melihat lengan dan tangan orang asing.

Dengan perasaan terkejut, dia menurunkan pandangannya untuk melihat seluruh tubuhnya. Benar saja, pakaian yang dia kenakan bukanlah pakaian yang sama dengan yang dia pakai pada malam kecelakan mobil itu. Kakinya juga tampak lebih panjang, sementara dadanya menjadi lebih berotot.

Dia mengulurkan tangannya untuk merasakan wajahnya, dan merasakan bahwa wajahnya lebih tajam dan berbentuk.

Tubuh ini jelas adalah tubuh seorang laki-laki muda, mungkin berusia lima belas atau enam belas tahun. Tetapi Austin seharusnya berusia hampir tiga puluh tahun.

'Bagaimana bisa aku berubah menjadi seperti ini? Apakah aku terlahir kembali setelah kecelakaan mobil?'

Saat Austin tengah berusaha untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, sang pemuda kekar yang menemaninya berkata, "Aku.. Aku adalah temanmu, Evan. Apakah kamu tidak mengingatku, Tin? Kelihatannya mereka memukul kepalamu terlalu keras. Kamu bahkan terdengar lebih konyol."

Evan mengangkat tangannya dan menyisir rambutnya yang acak-acakan dengan jarinya. Dia bertanya-tanya dalam hati, kenapa Tin yang kini sudah bangun tampak bicara dengan sangat aneh.

'Walau Tin tidak bijak, tapi dia tidak akan pernah melupakanku. Sekarang, dia tampaknya tidak mengenaliku sama sekali. Dari reaksinya, dia juga tampaknya tidak sadar dengan dirinya sendiri. Matias, dasar brengsek! Lihat, apa yang sudah kamu perbuat pada Tin?'

Evan merasakan kesedihan dan amarah yang memelintir hatinya saat memikirkan ini.

Tiba-tiba, rasa sakit yang tak tertahankan kembali menjalari kepala Austin. Saking tak tahannya, dia memegangi kepalanya erat-erat dengan tangannya dan menjerit. Rasa sakit itu begitu parah hingga Austin merasa seolah kepalanya bisa meledak kapan saja.

Saat dia tengah berjuang melawan rasa sakit itu, Austin mendadak mendapatkan pandangan jelas tentang apa yang terjadi di dalam pikirannya.

Dia bisa melihat delapan belas bola yang berkilau dan bersinar tengah bertarung dengan satu sama lain di kepalanya.

Di antara mereka, sepuluh bola lebih besar, sementara yang lainnya lebih kecil. Mereka tampak seperti dua pasukan yang sedang bertarung melawan satu sama lain. Pertarungan antara bola-bola besar dan kecil itu begitu sengit, tidak ada pihak yang terlihat akan menyerah sampai pihak lawan bisa mereka telan.

Pada tingkat bawah sadar, Austin merasa bahwa sepuluh bola yang lebih besar itu mewakili kekuatan hidupnya.

Dia tidak merasa punya keterikatan khusus dengan delapan bola kecil yang tersisa. Mereka tampak seperti penyusup yang tercela, dan dia merasakan suatu keinginan untuk menyingkirkan mereka.

Sebuah pikiran tiba-tiba terlintas di benaknya. Mungkin jika sepuluh bola besar itu menang, maka dia akan selamat, dan ingatannya akan tetap bertahan hidup.

Sebaliknya, jika delapan bola kecil yang menang, maka jiwanya akan lenyap, dan dia akan kehilangan keyakinan untuk tetap hidup.

Setelah melalui pertarungan yang sengit, perbedaan kekuatan dan kelemahan dan bola-bola itu menjadi semakin jelas.

Kalah jumlah dan ukuran, delapan bola kecil itu akhirnya kehabisan kekuatan dan mundur hingga ke suatu sudut.

Mereka meringkuk erat dengan satu sama lain, tampak gemetaran dengan hebat dan merengek ketakutan.

Tanpa ampun, sepuluh bola besar melompat dan menelan mereka dalam sekejap!

Cara mereka menaklukkan bola kecil membuat bola-bola besar itu tampak ganas, seperti predator tanpa belas kasihan yang menikmati kemenangan atas mangsanya.

Setelah menelan delapan bola yang lebih kecil, sepuluh bola itu tumbuh menjadi lebih besar. Mereka sekarang sekitar lima kali lebih besar dari ukuran semula, dan tampak lebih terang dan memesona.

Berkilau dalam cahaya yang terang, mereka seperti pejuang yang baru saja kembali setelah memenangkan pertempuran mereka.

Austin merasa lega dalam hati. Rasanya seolah-olah dia baru saja diselamatkan dari bencana yang mengerikan. Dia menarik napas dalam-dalam, mengambil udara hutan yang sejuk dan segar.

Mungkin karena pertarungan yang baru saja terjadi di pikirannya di mana bola besar menelan bola kecil, Austin mulai bisa mengingat kejadian yang tidak dia alami sebelumnya.

Melalui ingatan ini, dia akhirnya mengetahui apa yang terjadi pada dirinya.

Tabrakan dengan mobil ternyata membuat roh Austin terlepas dari tubuhnya.

Kecelakaan itu bertepatan dengan insiden lain di mana seorang laki-laki tengah dipukuli habis-habisan oleh orang lain hingga tidak sadarkan diri.

Entah bagaimana, roh Austin menembus terowongan ruang dan waktu dan melayang menuju tubuh yang lebih muda ini. Sepuluh bola yang lebih besar adalah jiwa Austin yang mencoba untuk menduduki tubuh lelaki muda ini, melawan jiwanya yang berupa delapan bola yang lebih kecil.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta di Ranjang Jenderal
8.7
Demi kesembuhan sang ayah, Navila rela mengorbankan kesuciannya kepada seorang prajurit Erdan. Transaksi satu malam itu rupanya berbuntut panjang saat sang Jenderal justru terpikat dan menginginkannya lebih jauh. Sayang, romansa mereka terbentur konflik berdarah antara dua kerajaan yang berseteru. Di tengah sempitnya waktu dan kecamuk perang besar yang melanda kedua kubu, mampukah ketulusan cinta mereka bertahan dan tersampaikan?
Sampul Novel Mari Selingkuh
8.3
Julia, mahasiswi Hukum Tata Negara, tewas tragis akibat jatuh dari gedung tinggi. Namun, ia justru terbangun di dunia webtoon sebagai Ranesha, tokoh figuran yang bernasib buruk. Demi menghindari akhir hidup yang menyedihkan, ia mengambil langkah ekstrem dengan mendekati atasannya, Hail Delmara. Ranesha pun nekat mengajak suami dari karakter utama tersebut untuk berselingkuh. Berhasilkah rencana berani Ranesha memikat hati Hail?
Sampul Novel PUSTAKA CERITA DEWASA 21+
7.9
Buku ini merangkum deretan kisah cinta penuh gairah dari berbagai karakter unik, khusus untuk pembaca dewasa. Setiap bab menyajikan fantasi romantis yang berani dan menggoda, dirancang khusus menjadi teman membaca yang intens di malam hari. Rasakan dinamika hubungan yang mendalam lewat narasi yang memicu imajinasi di setiap lembarnya. Segera temukan dan nikmati kepuasan cerita yang menghibur ini.
Sampul Novel SIX PRINCE || ALEXA RAWNIE
9.1
Takdir menyeret seorang pelayan ke pusaran tak terduga saat enam pria, beserta satu sosok misterius lain, mendadak mengejar cintanya. Kehidupan sang gadis seketika dipenuhi rahasia dan konflik rumit yang menguji ketahanan batinnya. Di tengah situasi pelik ini, ia dihadapkan pada dilema besar: memilih salah satu dari mereka atau justru merengkuh semuanya. Cinta kini menjadi belenggu erat yang memaksanya berjuang keras menemukan kunci demi mengakhiri segala kerumitan hidup.
Sampul Novel Suamiku Menukar Nyawa Anakku Dengan Kekasih Gelapnya
8.8
Demi menyelamatkan putrinya yang sekarat akibat kanker pankreas, seorang ibu nekat menukar sisa umurnya dengan sistem misterius untuk mendapatkan obat penawar ajaib. Naas, sang suami justru menganggapnya gila. Pria itu dengan tega merebut obat mukjizat tersebut dan menyerahkannya kepada cinta pertamanya, hanya untuk memulihkan bekas luka kecil di wajah selingkuhannya tanpa memedulikan nyawa anaknya sendiri.
Sampul Novel Tawanan Pria Setengah Dewa
9.6
Nasib malang menimpa Pandora setelah ibu tirinya menjualnya di pelelangan mahal. Kini, ia terikat kontrak penuh rahasia dengan pria misterius bermata spektrum. Keanehan mulai terjadi saat sentuhan pria itu terasa nyata bagai dekapan sayap lembut. Di tengah situasi rumit ini, sang pria mengajukan tuntutan yang mustahil: Pandora harus mengandung benihnya meskipun ia masih perawan. Takdir mistis pun kini menjerat hidupnya dalam pengabdian yang membingungkan.