APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Reborn in The World of Stories: Unleashing Extraordinary Power

Reborn in The World of Stories: Unleashing Extraordinary Power

Seorang gamer muda yang tewas saat bermain game terlahir kembali sebagai entitas roh di dunia fantasi. Berbekal daya imajinasi tanpa batas, ia menciptakan wujud manusia baru bernama Seir serta monster humanoid tangguh sebagai rekan perjalanan di hutan belantara yang luas. Demi mengatasi rasa sepi dan kebosanan, keduanya memulai petualangan bersama. Namun, dalam penjelajahan ini, Seir terpaksa menyembunyikan sebagian besar kekuatan dahsyat yang ia miliki.
Bab
Bagikan

Bab 3

Mereka kembali ke Guild Petualang dengan langkah yang mantap setelah berhasil menumpas Shadowclaw di Goa dekat Hutan Agung. Arion, Malvin, Seir, dan Gala memasuki guild dengan sorot mata penuh semangat. Suasana di dalam guild tetap ramai, petualang-petualang baru dan berpengalaman berbaur, berbagi cerita dan informasi.

Seir merasa bangga saat melihat nama mereka naik di papan pencapaian guild. "Ini baru awal petualangan kita," ucap Seir sambil tersenyum.

Arion menatap mereka dengan serius, "Kalian telah membuktikan potensi kalian. Tetapi, ingatlah bahwa setiap petualangan membawa risiko. Kebijaksanaan dan kerjasama adalah kunci."

Seir membalasnya dengan tenang "Iyha-iyha, Guru Arion."

Malvin, yang tampaknya lebih santai, berkata, "Benar, Tuan Arion. Tapi tidak apa-apa sesekali bersenang-senang dalam petualangan. Semua orang di sini punya cerita mereka masing-masing."

Mereka duduk di salah satu sudut ruangan guild, menyusun laporan mereka. Seir dan Gala menceritakan detail pertarungan, sementara Malvin menambahkan elemen humor pada kisah mereka. Arion hanya mendengarkan dengan serius.

"Tampaknya kalian telah menemukan keseimbangan yang baik di antara kekuatan dan taktik," komentar Arion. "Tetapi, selalu ada ruang untuk perbaikan. Ini adalah awal yang baik."

Gala menoleh pada Seir, "Tuan Seir, mungkin kita bisa meminta saran dari Arion atau petualang senior lainnya untuk meningkatkan kemampuan kita."

Seir setuju, "Itu ide yang bagus, Gala. Mari kita pelajari lebih banyak, tidak hanya tentang monster, tetapi juga tentang dunia ini secara keseluruhan."

Arion mengangguk, "Kalian berdua memiliki semangat petualang yang kuat. Akan ada banyak peluang dan tantangan yang menunggu di depan. Tetap waspada dan fokus pada tujuan kalian."

Sementara itu, Malvin memberikan pandangan penuh semangat. "Hei, kalian berdua! Bagaimana kalau kita merayakan kesuksesan ini dengan minum di tavern terdekat?"

Seir dan Gala setuju, dan mereka melanjutkan perbincangan mereka di tavern. Suasana di sana sangat hidup, penuh dengan tawa, nyanyian, dan cerita-cerita petualang. Mereka dikelilingi oleh para petualang dari berbagai kelas dan tingkatan.

"Tuan Seir, Gala, mari kita angkat gelas untuk petualangan yang baru saja kita lalui dan yang akan datang!" seru Malvin sambil mengangkat gelasnya.

Gelas-gelas mereka saling bertautan, dan mereka bersama-sama menikmati momen itu. Seir merasa bersyukur memiliki teman-teman seperti Gala dan Malvin dalam petualangannya di dunia ini.

Malvin mengangkat gelasnya ke depan mengawali mereka untuk bersulang sambil mengucap "Untuk Petualang kita yang baru!"

Arion selanjutnya "Untuk muridku!"

Berikutnya Gala "Untuk Tuan Seir!"

Seir yang terakhir tetapi sebelum itu dia berkata di dalam hati "Kurasa petualang ini akan panjang... Aku harus menyiapkan diriku untuk sesuatu yang terburuk... " Dan Seir pun mengangkat gelasnya dan bersulang sambil berkata "Untuk awal dari petualangan panjang!"

Mereka pun berseru serentak "Hore!"

Setelah minum, mereka kembali ke guild untuk melaporkan tugas mereka kepada pihak guild. Pihak guild memberikan pengakuan atas keberhasilan mereka dan memberikan tugas baru yang lebih menantang.

Seir mengajukan bukti penumpasan "ini adalah batu sihir dari Shadowclaw yang kita kalahkan di goa."

Resepsionis sambil melihat batu sihir itu membalas dengan tersenyum ramah "Terima kasih atas kerja kerasnya, batu ini memang benar dari Shadowclaw. Saya terima bukti penumpasan hari ini." Sambil mengambil batu sihir tersebut.

Resepsionis melanjutkannya dengan bertanya "Apakah Seir ingin menjalankan misi yang lain?"

Seir menjawab dengan semangat "Tentu saja, sambil berlatih dengan Guru Arion. Aku juga ingin menjadi lebih kuat dan mengetahui banyak informasi lain."

Resepsionis menjawab dengan tersenyum sambil mengajukan selembar kertas data quest yang menurutnya cocok untuk Seir " Kalau begitu, ini adalah misi yang menurutku cocok untuk di jalankan buat pemula. Tolong di baca ya~ "

Seir membaca kertas quest tersebut " Mengalahkan 10 Goblin di Desa Yune. Hadiahnya 200 Zol. " Kemudian Seir berkata dalam hati "Menurutku ini cocok. Walaupun hadiahnya tidak terlalu besar tapi ku bisa memperluas koneksiku dengan orang dari dunia ini. "

Seir berkata dengan semangat "Yosh! Aku terima misi ini! "

Resepsionis sambil tersenyum ramah membalas " Baiklah tolong tanda tangan di sini. " Sambil menunjuk ke arah dokumen

Resepsionis melanjutkan " Seir walaupun musuh kali ini hanya Goblin, Tolong berhati-hati lah. Para Goblin itu memiliki akal hanya saja mereka bodoh. "

Seir menjawabnya dengan tenang "Ya, akan ku ingat perkataanmu Kak Resepsionis. "

Resepsionis menjawab dengan sedikit malu "Ahh maaf aku belum memperkenalkan diriku. Panggil saja Herta."

Seir sambil mambawa kertas misi menuju ke tempat kelompok mereka berada.

Seir berkata "Ini adalah misi yang di sarankan oleh Herta kepadaku... " Sambil meunjukan kertas misi tersebut ke mereka

Arion mulai membacanya agar yang lain tau " Mengalahkan 10 Goblin di Desa Yune, imbalannya 200 zol. "

Malvin berkata " Yah tidak buruk untuk petualang pemula. "

Gala pun berkata kepada Arion "Tuan Arion, apakah kali ini kau akan ikut bersama kami?"

Arion menjawab " Ya, tentu saja. Karena kalian muridku. "

Malvin memotong pembicaraan " Wah Terima kasih Tuan Arion... Tapi imbalannya hanya sedikit... "

Arion berkata dengan santai " Tenang saja aku tidak perlu imbalan, mempunyai murid sudah seperti imbalan bagiku. "

Malvin dengan semangat " Tidak hanya kuat Tuan Arion juga rendah hati! Aku pasti akan berguna untuk misi ini! "

Gala berkata kepada Seir "Tuan Seir, aku yakin misi kali ini pasti akan seru! Instingku mengatakan begitu." Gala sambil tersenyum manis akan semangatnya

Seir tersipu malu menjawab "A-ahh yaa.."

"Petualangan kalian baru saja dimulai. Jangan ragu untuk mencari tahu lebih banyak, bertemu dengan orang-orang baru, dan selalu tingkatkan kemampuan kalian," kata Arion sebelum mereka meninggalkan guild.

Dengan semangat yang membara, Seir, Gala, dan Malvin bersiap untuk petualangan berikutnya. Mereka melangkah keluar dari guild, Petualangan di Kota Zonis baru saja berlanjut, dan kisah mereka di dunia ini masih panjang.

Desa Yune, sebuah pemukiman kecil yang damai di pinggiran Kota Zonis, dikelilingi oleh ladang hijau yang subur. Bangunan-bangunan tradisional dengan atap jerami memberikan kesan kedamaian pada desa ini. Seir, Gala, Malvin dan Arion memasuki desa dengan perasaan antusias, siap untuk menyelesaikan misi mereka.

Seir berkata " Jadi inikah Desa Yune... Lumayan. " Mereka berempat memasuki desa.

Desa Yune dipenuhi dengan suara riang anak-anak yang bermain di halaman, sementara para penduduk sibuk dengan aktivitas sehari-hari mereka. Sebuah gerobak barang yang akan menjual hasil pertanian segar ke kota, dan udara segar perdesaan di sepanjang jalan.

"Tuan Seir, melihat desa ini membuat hatiku hangat. Begitu damai dan indah," ucap Gala sambil tersenyum.

Seir setuju, "Ya, benar. Terkadang, kehidupan di desa seperti ini membuatmu merindukan ketenangan hutan."

"Selamat pagi, para petualang! Ada yang bisa saya bantu?" sapa seorang ibu yang tengah mengatur sayuran di depan rumahnya."

Seir menjawab dengan ramah, "Selamat pagi! Kami sedang menjalankan misi. Apa ada masalah di desa ini?" Seir sambil bertanya

Ibu itu menjawab dengan sedikit khawatir, "Oh, terima kasih! Akhirnya ada juga yang datang kesini untuk memberantas para Goblin itu... Sebenarnya ada sekelompok goblin yang sering merusak ladang kami. Tolong bantu kami, kami tidak bisa mengatasinya sendiri. Kami akan sangat berterima kasih."

Gala dengan antusias berkata, "Tentu, Ibu! Kami sedang mencari petualangan, dan membantu desa ini pasti akan menjadi pengalaman yang baik."

Arion pun bertanya dengan tenang, "Apa ibu bisa menjalaskan dengan lebih rinci tentang masalah ini?"

Ibu pun menceritakannya dengan rinci, "Goblin itu sering bergerak saat malam hari. Saat itu para lelaki berjaga di malam hari sambil membawa obor... Tapi mereka tidak bisa melawan kelompok Goblin itu. Para Goblin itu membawa senjata seperti gada kayu, pedang dan tameng lusuh. Mereka biasanya datang dari arah barat Desa."

Ibu itu memberikan informasi tentang keberadaan goblin dan memberikan arah menuju ladang yang sering menjadi target serangan. Seir, Gala, Malvin dan Arion pun bergegas menuju ladang yang dimaksud.

Ladang tersebut terbentang luas, dengan barisan tanaman hijau yang berjejer rapi. Namun, sekelompok goblin yang kecil dan nakal sudah merusak tanaman dan mencuri hasil pertanian sebagian. Arion pun mengecek sekitar ladang yang di rusak bersama Malvin.

Arion sambil menunjuk jejak kaki di tanah berkata, "Benar, Ini memang jejak Goblin... "

Malvin oun mengambil sebuah pedang lusuh di pinggiran ladang yg rusak, sambil mengangkatnya dan membawanya ke Arion dia pun berkata, "Lihat Tuan Arion, Ini ada pedang lusuh yang pernah di katakan Ibu tadi."

Arion dan Malvin pun membawa pedang lusuh itu ke Seir dan Gala yang ada di jalan dekat ladang itu. Kemudian Arion berkata "Lihat apa yang di temukan Malvin di tempat kejadian."

Gala pun menjawab dengan sedikit kaget "Pedang lusuh... Ku kira Goblin tidak bisa menggunakan senjata buatan manusia... "

Seir melanjutkan dengan sedikit mengevaluasi sekitar "Sepertinya benar apa yang di katakan Herta tadi. Goblin bisa berfikir tapi mereka bodoh, kurasa mereka hanya berfikir sedikit dan lebih mengandalkan insting mereka... "

Arion berkata dengan serius "Kau benar Seir, tak kusangka kau menyadarinya. Goblin memang bodoh tapi bukan berarti dia monster tak berakal." Arion melanjutkan perkataannya "Kita akan menunggu sampai malam. Karena saat ini sudah menjelang sore, waktunya tidak akan lama lagi... Bersiaplah kalian!"

Seir, Gala, dan Malvin menjawab dengan serentak "Ya!?"

Malam sudah tiba. Mereka sudah bersiap untuk menumpas para Goblin. Mereka pun menuju ke tempat ladang, Seir yang hanya sebagai pembawa barang jadi dia berada di depan dengan membawa obor, menerangi jalan agar mudah untuk kelompoknya melihat jalan. Gala berada di samping kiri Seir, dia tidak mau berpisah dengan Tuannya di belakang, Arion berada di kanan Seir sambil membawa dua pedang satu tangannya di punggungnya, Malvin di berjaga di belakang membawa perisai dan pedang satu tangannya.

Singkat cerita mereka sudah sampai di tempat, di jalan pinggir ladang. Karena para Goblin sibuk dengan urusan mereka mencuri panen, mereka tidak sadar akan kehadiran kelompok Seir.

Seir berkata kepada kawan-kawannya, "Baiklah, kita harus mengusir goblin-goblin itu dan melindungi ladang ini. Ingat, hindari membunuh mereka jika tidak perlu, kita hanya di tugaskan membunuh 10 goblin."

Mereka bergerak dengan hati-hati, mendekati goblin tanpa terlihat. Seir menggunakan kekuatan telekinesis untuk mengacaukan formasi goblin, sementara Gala mempersiapkan serangan sihirnya

.

"Siapkan diri, Tuan Seir," bisik Gala sambil bersiap-siap melepaskan sihirnya.

Seir mengangguk, dan mereka melancarkan serangan secara bersamaan. Malvin memimpin dengan pedangnya, Seir menggunakan kemampuan telekinesis untuk menghambat gerak goblin, dan Gala melepaskan sihirnya untuk menaklukkan mereka.

Pertarungan berlangsung cepat, dan dengan koordinasi yang baik, mereka berhasil mengusir goblin-goblin tersebut tanpa melukai mereka secara fatal. Beberapa goblin terluka dan 10 goblin telah mati terbunuh, tapi Seir memberikan perintah pada mereka untuk pergi.

"Kerja bagus, Tuan Seir! Mereka pasti tidak akan kembali lagi setelah ini," ucap Malvin sambil tersenyum.

Seir menatap ladang yang kini aman dan tersenyum puas. "Kita melakukan hal yang benar, dan desa ini sekarang aman dari ancaman goblin."Seir melanjutkan "Selanjutnya aku akan mengambil telinga 5 goblin tersebut sebagai bukti penumpasan. Gala, Tolong bantu aku."

Gala menjawab dengan sedikit terasa jijik. "Tuan membiarkan gadis cantik sepertiku ini menjalankan tugas seperti itu... Tuan Seir kau sungguh tega... "

Seir di dalam hati dengan sedikit memasang raut wajah heran berkata " Oi oi, walaupun tampilanmu seperti gadis cantik bangsawan eropa, sebenernya wujud aslimu itu monster tau!"

Gala pun melanjutkan kalimat sebelumnya sambil menghela nafas, "huhh... Baiklah kalau itu mau Tuan Seir. Apapun kemauan Tuan Seir pasti akan ku turuti! " Raut muka jijik Gala berubah menjadi senyuman manis ke arah Seir.

Setelah selesai membantu desa, mereka kembali ke pusat desa. Penduduk desa bersyukur dan memberikan ucapan terima kasih. Seir dan kawan-kawannya juga berkesempatan menjelajahi desa lebih lanjut, berinteraksi dengan penduduk setempat, dan menikmati kehangatan suasana desa.

Gala menemukan toko kecil yang menjual barang-barang kerajinan tangan. "Tuan Seir, lihat ini! Barang-barangnya sangat cantik. Mungkin kita bisa membawa oleh-oleh untuk Herta dan yang lainnya di guild."

Seir setuju, "Ide bagus itu, Gala. Ayo kita pilih beberapa barang yang bagus."

Setelah berbelanja, mereka menyusuri jalan-jalan desa, menikmati keindahan dan kehidupan sehari-hari para penduduk desa

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Anak Yang Tertukar
9.2
Kehidupan hampa Raya, seorang wanita kaya, mendadak berubah saat ia bertransmigrasi ke dunia novel menjadi Selina. Di sana, ia mendapati fakta bahwa Selina adalah anak yang tertukar sejak bayi akibat kelalaian suster. Menghadapi takdir baru yang manipulatif dan penuh intrik, Raya harus menentukan sikap. Apakah ia akan bertobat demi mengubah nasib buruk Selina, atau tetap menjadi sosok antagonis yang kejam? Setiap keputusan kini menentukan keselamatan jiwanya.
Sampul Novel Bisikan dari hutan: Pendeta wanita terakhir
8.4
Mira hanya ingin hidup tenang sebagai penyembuh, tetapi penculikan ibu angkatnya memaksanya kembali ke dunia sihir. Di sana, ia bertemu Eluin, Dewa bebas terakhir yang mengungkap bahwa Mira adalah pendeta wanita pamungkas. Kini, nasib hutan suci ada di tangannya. Mira harus menghadapi Temenis, sang Dewa Kematian yang mengancam dunia. Mampukah ia mengatasi keraguan demi menyelamatkan ibunya sekaligus mencegah kehancuran total?
Sampul Novel Dokter Ajaib Primadona Desa
9.4
Kehidupan Tirta Hadiraja berubah drastis setelah ia tidak sengaja memakan seekor ular putih. Masalah impotensi yang dideritanya lenyap, digantikan dengan keperkasaan luar biasa, kemampuan mata tembus pandang, serta daya ingat super. Sebagai pemilik klinik, Tirta memanfaatkan keahlian baru ini untuk mengembangkan kemampuannya ke tingkat yang luar biasa. Di saat kejayaannya mulai menanjak, ia justru dihadapkan pada perebutan hati dari seorang janda, primadona desa, hingga putri konglomerat yang bersaing ketat untuk menjadi istrinya.
Sampul Novel The Alpha's Silent Oath
8.7
Pasca-hancurnya desa Selene Moonhart, sang pewaris darah Ratu Serigala yang bisu ini terseret ke konflik klan yang sengit. Beruntung, ia diselamatkan oleh Alpha bernama Darius Blackthorn. Padahal, Darius terikat sumpah kuno untuk tak mencintai pihak luar. Walau kutukan membayangi, ikatan batin keduanya mustahil dibendung. Di bawah ancaman kelicikan Luca Ashford yang haus kuasa, Selene wajib membangkitkan kekuatannya. Bersama Darius, ia kini harus memilih: tunduk pada tradisi atau demi cinta berani bertaruh segalanya.
Sampul Novel Transmigrasi 2 Jiwa dalam 1 Raga
9.1
Pasca-kecelakaan maut, jiwa Berlian Alea yang berbakat terbangun dalam tubuh Athena Charlotte Lunch. Athena sendiri adalah sosok misterius dengan rahasia besar yang disembunyikan dari kembarannya, Atheon. Putus asa karena pengkhianatan dan kepahitan cinta, Athena sempat menyerah pada takdir. Kini, setelah raga tersebut diambil alih oleh Alea, mampukah ia menyelesaikan beban masa lalu Athena dan menegakkan keadilan yang selama ini dinanti oleh pemilik tubuh sebelumnya?
Sampul Novel WURAKE
8.3
Wurake adalah penganut ilmu hitam yang mengincar janin, bayi, serta ibu hamil dan nifas demi memuaskan dahaga mereka. Berbeda dengan Kuyang, sosok Wurake bisa berupa pria maupun wanita, dengan ancaman nyata yang mengintai siapa saja tanpa memedulikan umur atau gender korban. Kisah misteri berbalut horor fantasi ini merupakan karya fiksi belaka, sehingga jika terdapat kesamaan nama tokoh ataupun lokasi, hal tersebut hanyalah unsur ketidaksengajaan.