APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Rantai Hasrat

Rantai Hasrat

Nicole Tristan hancur setelah dikhianati Oliver Maxton, cinta pertamanya yang memperlakukannya bagai mainan tidak berharga. Butuh waktu bertahun-tahun baginya untuk menyembuhkan luka batin tersebut. Namun, takdir mempertemukan mereka kembali secara tak terduga saat Oliver hadir sebagai calon suami adik tirinya. Di antara rasa benci dan cinta yang membingungkan, Nicole kini terjebak dilema. Akankah masa lalu ini berakhir damai atau justru merusak hidupnya lagi?
Bab
Bagikan

Bab 1

“Nicole, kau sendirian?”

Dua orang pemuda asing menghampiri seorang gadis cantik bernama Nicole. Mereka berdiri di sisi kanan dan kiri Nicole—seakan memblokir jalan gadis itu. Terlihat jelas tatapan mata Nicole menatap dingin dua pemuda asing yang mendekatinya.

“Siapa kalian? Kenapa kalian bisa tahu namaku?” tanya Nicole sedikit bingung. Dia merasa dua laki-laki asing ini bukanlah teman sekelasnya, juga bukan kakak kelasnya. Gadis cantik itu berada di tengah-tengah pesta ulang tahun teman sekolahnya, namun tak menyangka ada banyak orang yang hadir.

“Well, kami jelas saja tahu namamu, Nicole. Para laki-laki di sini banyak yang membicarakanmu. Mereka mengagumi kecantikanmu,” bisik salah satu pemuda itu.

Nicole menatap tajam dua pemuda itu. “Tolong jangan ganggu aku. Aku tidak ingin diganggu.” Lalu, gadis itu memilih beranjak dan hendak pergi meninggalkan pesta, namun tangan Nicole dicengkram kuat oleh salah satu laki-laki di sisi kanannya.

“Come on, Nicole. Kau bisa habiskan pesta bersama dengan kami,” ucap pemuda itu sedikit kesal mendapatkan penolakan Nicole.

“Lepaskan aku!” Nicole mencoba melepaskan cengkraman tangan pemuda itu, namun sulit karena pemuda itu mencengkram tangannya dengan kuat.

“Nicole, ayolah. Jangan naif.” Dua pemuda itu memaksa Nicole.

“Lepaskan dia!” bentak seorang pemuda tampan dengan postur tubuh tinggi dan rahang tegas, menatap tajam dua pemuda yang mengganggu Nicole.

Nicole mengalihkan pandangannya, menatap Oliver Maxton—kakak kelasnya di sekolah tengah ada di hadapannya. Beberapa detik Nicole diam terpaku di kala Oliver mendekat padanya. Pahatan sempurna wajah Oliver membuat Nicole terhipnotis.

“Jangan ganggu dia,” ucap Oliver mengusir dua pemuda yang sepantaran dengannya, ingin mengganggu Nicole.

“Kau siapa?” tanya salah satu pemuda itu.

“Aku kekasihnya. Kau masih berani mengganggunya?” Oliver merengkuh bahu Nicole, membawa masuk gadis itu ke dalam pelukannya. Tampak raut wajah Nicole memucat terkejut kala berada di dalam pelukan Oliver.

Dua pemuda asing itu mendekat, dan menatap tajam Oliver. “Kau jangan berbohong!”

Oliver tersenyum sinis. “Apa wajahku menunjukkan aku berbohong?! Pergilah, Bodoh! Jangan ganggu kekasihku!”

Dua pemuda asing itu terpancing emosi di kala Oliver menghina mereka dengan kata ‘Bodoh’. Salah satu pemuda asing itu tak bisa mengendalikan emosinya, dia hendak menyerang Oliver, namun temannya segera menahannya agar tak bertindak gegabah. Mereka tak mungkin tak mengenal Oliver Maxton. Lahir bukan dari keluarga sembarangan, membuat dua pemuda itu tak bisa bermain-main dengan sosok Oliver.

“Get the fuck out of here,” desis Oliver penuh ancaman.

Tanpa mengatakan sepatah kata pun, dua pemuda asing itu akhirnya, memilih pergi meninggalkan Nicole dan Oliver. Samar-samar terdengar cibiran dari dua pemuda itu. Namun, Oliver memilih untuk tak menggubris cibiran itu.

“Duduklah, mereka sudah pergi. Tidak ada lagi yang mengganggumu,” ucap Oliver seraya menatap Nicole yang masih memucat.

“T-terima kasih.” Nicole segera menjauh dari Oliver, dan kembali duduk di tempatnya.

Oliver tersenyum mendengar ucapan terima kasih Nicole. Pemuda itu menggelengkan kepalanya sebentar, kepada dua orang yang berada di seberang, mengabaikan mereka, dan menatap Nicole kembali.

“Kenapa kau hanya sendirian datang ke pesta?” tanya Oliver ingin tahu.

“Aku hanya sebentar saja di sini karena undangan temanku. Sebentar lagi aku juga akan pulang,” ucap Nicole pelan. Kegugupan sedikit terlihat di wajahnya, di kala gadis itu berbicara berdua dengan Oliver.

“Harusnya kau tidak pergi sendiri ke pesta. Kau lihat tadi, Kan? Dua laki-laki asing mencoba mendekatimu.”

“Jika aku tidak pergi sendiri, aku harus pergi dengan siapa? Teman dekatku hari ini tidak bisa ikut.”

“Di mana kekasihmu?” Sebelah alis Oliver terangkat.

“Aku belum memiliki kekasih,” ucap Nicole jujur dengan pipi sedikit merona malu.

Oliver menundukkan kepalanya, mendekat pada wajah Nicole. “Jadi tadi aku tidak salah mengaku-aku sebagai kekasihmu, kan?”

Jantung Nicole berdebar tak karuan kala wajah Oliver mendekat padanya. Buru-buru Nicole menjauh dari Oliver, namun tepat ketika Nicole menjauh, gadis itu nyari terjatuh dari kursi. Refleks, Oliver memeluk pinggang Nicole, merapatkan tubuh Nicole ke tubuhnya.

Raut wajah Nicole memucat akibat rasa gugup yang melandanya. Kedua tangan Nicole berkeringat dingin. Ditambah aroma parfume maskulin di tubuh Oliver membuat seluruh saraf di tubuh Nicole seolah tak lagi berfungsi.

“T-terima kasih,” ucap Nicole gugup. Gadis itu segera membenarkan posisi duduknya agar menjauh dari Oliver. Tentu, pemuda itu turut membantu guna menjaga keseimbangan tubuh Nicole.

“Hati-hati. Kau bisa terjatuh, Nicole.” Oliver membelai pipi Nicole lembut, menatap dalam manik mata silver gadis itu.

Nicole menelan salivanya susah payah. Bulu kuduknya meremang merasakan sentuhan Oliver di pipinya. Manik mata cokelat gelap Oliver begitu menghipnotis Nicole, namun dengan cepat Nicole membuang pandangannya pada Oliver. Gadis itu enggan bertatapan dengan kakak kelasnya di sekolah.

“O-Oliver, kenapa kau di sini? Harusnya kau bergabung dengan temanmu yang lain,” ucap Nicole pelan, dan tersirat meminta Oliver menjauh darinya. Pun Nicole menghindari percakapan Oliver yang membahas tentang ‘Kekasih’

Oliver tersenyum samar. “Aku lebih suka di sini, Nicole.” Lalu, Oliver mengambil vodka yang diantar oleh pelayan dan menyesap vodka itu perlahan.

Nicole sedikit mendongak, menatap Oliver yang tengah minum Vodka. Tak menampik bahwa, gadis itu terpesona dengan ketampanan Oliver. Tubuh tinggi tegap. Wajah rupawan. Kulit bersih. Oliver layaknya tercipta untuk menggoda para kaum hawa.

“Kau ingin mencoba minumanku, Nicole?” Oliver menawarkan vodka di tangannya.

“Maaf, aku tidak minum alkohol, Oliver,” ucap Nicole pelan.

“Kau sedang tidak ingin minum atau memang tidak pernah minum alkohol?” tanya Oliver seraya menatap lekat Nicole.

“Aku belum pernah mencoba minum alkohol,” jawab Nicole jujur.

Oliver tersenyum penuh arti. “Ah begitu. Kau tidak ingin mencobanya? Lagi pula kita di pesta. Sayang sekali jika kau tidak minum. Minumlah sedikit saja.”

Nicole menatap gelas yang disodorkan Oliver. Terlihat, gadis itu sedikit penasaran. Selama ini memang dia belum pernah mencoba minu-minuman berlakohol. Entah kenapa pikirannya berkata mendorongnya tak masalah mencoba sekali-kali.

Perlahan, Nicole mulai mencoba vodka milik Oliver. Dia memejamkan matanya saat rasa pahit dari minuman beralkohol menyentuh tenggorokannya. Senyuman di wajah Oliver terus terlukis, melihat Nicole mulai mencoba vodka miliknya.

“Oliver, rasanya pahit sekali,” ucap Nicole dengan kening yang mengerut.

“Tegaklah langsung. Kau akan merasa tubuhmu menjadi hangat.” Oliver kembali menyodorkan satu gelas vodka lagi pada Nicole.

Nicole menurut dan menenggak vodka yang Oliver berikan. “Tubuhku terasa hangat minum ini, Oliver.”

Oliver tersenyum samar. “Aku sudah bilang tadi padamu, Nicole.”

Nicole terus menenggak vodka yang disodorkan oleh Oliver. Gadis itu tak menyadari sudah berapa banyak vodka yang telah dia habiskan. Kepala Nicole sedikit memberat. Matanya berkunang-kunang. Tubuhnya ambruk, dan dengan sigap Oliver membekap tubuh Nicole. Pemuda itu, menangkup kedua pipi Nicole yang memerah.

“Kau rupanya benar-benar lemah alkohol, Nicole,” bisik Oliver tepat di depan bibir Nicole.

“Oliver kepalaku pusing sekali.” Nicole menyentuh kepalanya.

Oliver membopong tubuh Nicole, memindahkan ke atas meja. Tangan pemuda itu memijat kening gadis itu, berusaha membantu dari rasa pusingnya. “Masih pusing, hm?” bisiknya serak menggoda.

“A-aku masih sedikit pusing.” Nicole pusing, tapi berada di dekat Oliver ini membuat energy dalam tubuhnya tersedot.

Oliver menarik tengkuk leher Nicole, dan membenamkan bibirnya ke bibir gadis itu. Dia melumat bibir manis Nicole sambil berbisik, “Bagaiamana? Apa masih pusing?”

“A-aku—” Pagutan bibir Oliver telah melumpuhkan seluruh saraf tubuh Nicole.

“Bibirmu manis, Nicole.” Oliver membelai bibir Nicole dengan jemarinya. Lantas, pemuda itu kembali melumat bibirnya. Tanpa sadar, gadis itu melingkarkan tangannya di leher Oliver, dan memejamkan mata kala Oliver mencium bibirnya.

Oliver tersenyum senang melihat Nicole menikmati pagutan bibirnya. Pemuda itu mengecup lembut bibir Nicole seraya berbisik, “Ikutlah denganku.”

Mata Nicole sayu berkabut penuh hasrat. Alkohol telah menguasai dirinya. “I-ikut ke mana?” tanyanya dengan tubuh yang begitu lemas.

“Nanti kau akan tahu. Ikutlah denganku, Nicole. Temani aku,” bisik Oliver seraya meremas pelan lengan Nicole.

Nicole mengangguk lemah merespon ucapan Oliver. Tak lama, tubuhnya kehilangan tenaga, gadis itu nyaris terjatuh, namun Oliver langsung menahan tubuh mungil itu dengan sigap.

Oliver membawa Nicole di sebuah hotel. Pemuda tampan itu melepaskan jaketnya, menatap lekat kulit putih porselen Nicole membuat dirinya semakin bereaksi. Oliver menundukkan kepalanya, mencium leher Nicole meninggalkan banyak jejak kemerahan di sana.

Oliver membawa tangannya, membelai bagian bawah Nicole, hingga membuat tubuh Nicole menggelinjang—dan seketika meloloskan desahan. Dirasakan bagian bawah di sana sudah basah, tak bisa ditahan lagi olehnya, Oliver langsung menerjang Nicole dengan pusakanya.

“Akh, sakit…” Dengan jemarinya, Nicole mencengkram punggung Oliver, menandakan betapa hal ini sungguh menyakitkan untuknya.

Raut wajah Oliver berubah. “Kau ... masih perawan?”

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Salesman Biasa
9.0
Nasib Ardhan Aji Pradiptio berbalik arah setelah menyelamatkan seorang kakek misterius yang memberinya benda ajaib. Dari pria malang yang kariernya hancur, sering dihina atasan, dan gagal menikah, Ardhan kini bisa melihat kadar kebaikan serta kejahatan orang lain lewat matanya. Namun, kemunculan sosok pria bermata ganjil seketika memicu kebimbangan besar. Sanggupkah Ardhan membongkar jati diri sebenarnya dari sosok misterius tersebut?
Sampul Novel Find Me In Your Memory
8.6
Sessil pernah melewati kisah cinta singkat yang membara bersama Andrew di resort, hingga pria itu pergi tanpa kabar. Setahun berlalu, Andrew tiba-tiba kembali sebagai tunangan sepupu Sessil dan berpura-pura asing dengannya. Namun, sebuah insiden kematian mendadak mengubah segalanya saat Andrew justru memilih menikahi Sessil. Sanggupkah Sessil bertahan dalam ikatan pernikahan paksa dengan pria yang dahulu mencampakkannya?
Sampul Novel Istri Yang Kau Remehkan
8.4
Pasca kematian tragisnya, jiwa supermodel terkenal Eleanor Vienne terbangun di tubuh Seraphina Elmswood. Selama ini, Seraphina dikenal sebagai istri buruk rupa dan bodoh yang kerap dihina, bahkan diabaikan oleh suaminya sendiri, Lysander. Namun, pesona Eleanor mengubah segalanya. Seraphina kini menjelma menjadi sosok berkelas yang memicu kepanikan keluarga Elmswood sekaligus memikat hati Lysander. Akankah ia memaafkan suaminya yang dahulu selalu meremehkannya?
Sampul Novel Jejak Cinta di Atas Abu
9.7
Tiga hari setelah kematianku, Sandi Subowo menerima panggilan telepon untuk mengidentifikasi jasadku. Alih-alih peduli, dia justru asyik memeluk wanita lain dan dengan dingin meminta petugas mengkremasi tubuhku terlebih dahulu sebelum menghubunginya lagi. Setelah ragaku hangus terbakar menjadi abu di dalam tungku, pihak rumah abu kembali menghubungi Sandi. Dengan helaan napas tidak sabar dan enggan, pria itu akhirnya bersedia datang untuk menjemput sisa jasadku yang telah tiada.
Sampul Novel Kesalahan Semalam : Manisnya Suami Miliarder
9.0
Dikhianati tunangan dan sahabat membuat hidup Alina runtuh. Demi melunasi utang keluarganya, ia terpaksa menyerahkan kesucian kepada pria asing. Kini ia terikat pernikahan tanpa cinta dengan Nathaniel, miliarder dingin yang misterius. Di tengah ambisi balas dendam dan perjuangan harga diri, keteguhan hati Alina mulai goyah oleh perlakuan sang suami. Akankah ia tetap menuntut balas, atau justru jatuh cinta pada pria masa lalu kelam itu?
Sampul Novel Luka Lara
9.6
Setahun membina rumah tangga, Larasati harus menerima kenyataan pahit bahwa ia hanyalah istri kedua. Kasih sayang dari Abimana dan mertuanya ternyata palsu. Setelah melahirkan anak laki-laki, sang suami justru mengaku hanya memanfaatkannya demi mendapatkan keturunan. Kecewa dan terluka oleh pengkhianatan keji ini, Larasati memilih berpisah. Di tengah kepedihan yang mendalam, mampukah ia bangkit, menata hidupnya kembali, dan membuka hati untuk pria baru yang tulus menyembuhkan lukanya?