APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Rahim Yang Mengkhianati

Rahim Yang Mengkhianati

Dunia Rafif runtuh seketika saat divonis mandul dan mustahil memiliki keturunan. Namun, sebuah keajaiban janggal terjadi ketika Lina, sang istri, mendadak mengaku sedang hamil. Keraguan Rafif kian memuncak setelah ibunya datang menyodorkan foto mesra Lina dengan pria asing. Kini, Rafif dilingkupi teka-teki besar. Apakah sang istri telah mengkhianati pernikahan mereka, atau ada konspirasi terselubung di balik kehamilan misterius ini?
Bab
Bagikan

Bab 1

Rafif menatap langit pagi dari balkon rumahnya, tapi pikirannya jauh melayang ke kabar yang baru saja diterimanya. Kata-kata dokter masih terngiang di telinganya, bagai gema yang tak mau hilang: "Maaf, Pak Rafif, kemungkinan besar Anda tidak bisa memiliki anak."

Ia menundukkan kepala, menarik napas panjang. Jantungnya terasa berat, seolah dihimpit oleh sesuatu yang tak terlihat. Semua mimpi tentang keluarga kecil yang bahagia, tawa anak-anak yang memenuhi rumah, kini tampak runtuh begitu saja. Selama bertahun-tahun, ia dan Lina berjuang untuk memiliki anak. Mereka sudah mencoba berbagai cara, konsultasi ke dokter, melakukan prosedur, hingga pengobatan alternatif yang memakan waktu dan biaya. Tapi semua usaha itu kini sia-sia.

Rafif menatap foto pernikahan mereka di meja kecil, senyum Lina yang cerah dalam foto itu seakan menyindirnya. "Maaf, Lina... aku tidak bisa memberimu anak," gumam Rafif lirih. Hatinya perih, tetapi ia menolak untuk menangis. Selama ini, ia selalu berusaha kuat, untuk Lina, untuk dirinya sendiri, untuk citra diri yang selama ini ia bangun.

Pagi itu, Lina datang membawa kabar yang sama sekali tak ia duga. "Rafif... aku hamil," katanya sambil tersenyum, menatap Rafif dengan mata berbinar.

Rafif terpaku. Jantungnya berdebar kencang, tapi bukan karena bahagia. Ada rasa takut, bingung, bahkan sedikit marah yang bercampur menjadi satu. "Apa maksudmu... hamil?" suaranya serak. "Bagaimana bisa... aku... aku tidak bisa..."

Lina menggenggam tangan Rafif, mencoba menenangkan. "Rafif... aku juga kaget. Aku baru tahu beberapa hari yang lalu. Dokter bilang semuanya normal. Kita akan punya anak..."

Tapi Rafif tidak bisa menerima kata-kata itu begitu saja. Otaknya dipenuhi pertanyaan-pertanyaan yang tak masuk akal. Ia ingat semua tes, semua pemeriksaan, semua kata dokter. Semua itu mengatakan satu hal: ia mandul. Dan kini, Lina berkata ia hamil. Bagaimana mungkin?

Rasa cemas itu perlahan berubah menjadi kecurigaan. Rafif merasa ada yang disembunyikan Lina darinya. Ia tidak bisa menahan diri untuk tidak bertanya, meskipun suara hatinya menjerit agar tetap tenang. "Lina... kau tidak... kau tidak selingkuh, kan?"

Lina tersentak. Matanya membesar, seakan tidak percaya dengan pertanyaan itu. "Rafif... apa maksudmu? Tentu saja tidak! Aku hamil anak kita, Rafif. Percayalah padaku!"

Namun, di saat itu pula, Ibu Rafif muncul di ruang tamu. Matanya menatap tajam, wajahnya penuh ekspresi yang sulit dibaca. Tanpa banyak bicara, ia mengeluarkan ponsel dan menunjukkan foto-foto Lina bersama seorang pria.

Rafif menatap layar ponsel itu, napasnya tersengal. Rasa sakit menusuk dada, seolah sebuah belati menembus hatinya. Foto-foto itu terlihat jelas, Lina sedang tertawa dan bercengkerama dengan seorang pria di sebuah restoran. Ia bahkan terlihat memeluk pria itu dari belakang.

Rasa percaya Rafif hancur berkeping-keping. Ia merasa dikhianati, dibohongi, dan dipermainkan. Suasana di ruangan itu menjadi hening. Lina hanya bisa terdiam, matanya berkaca-kaca, sementara Rafif menunduk, mencoba menahan ledakan amarah dan kesedihan yang menguasainya.

"Ini... ini tidak mungkin," bisik Rafif. "Kau... kau bilang kau hamil anak kita, tapi ini... bagaimana bisa?"

Lina menunduk, suara gemetar. "Rafif... aku bisa jelaskan... aku... aku tidak tahu bagaimana ini terjadi..."

Namun Rafif tidak bisa mendengar penjelasan itu. Segala kecurigaan, rasa sakit, dan ketidakpercayaan menumpuk menjadi bola api di dalam dadanya. Ia memikirkan kemungkinan terburuk: Lina memang selingkuh, dan semua ini hanyalah kebohongan.

Ibu Rafif, yang sejak awal menaruh curiga pada Lina, hanya menatap Rafif dengan mata penuh kepastian. "Nak... ibu sudah bilang. Hati-hati dengan orang luar yang masuk ke hidupmu. Jangan sampai kau tertipu."

Rafif menunduk, air matanya mulai menetes tanpa ia sadari. Semua yang ia impikan tentang kebahagiaan keluarga kini terasa begitu jauh. Ia merasa dunia runtuh di sekelilingnya. Lina mencoba mendekat, menggenggam tangannya, tetapi Rafif menyingkir. "Jangan sentuh aku," ucapnya dingin. "Aku... aku butuh waktu."

Lina hanya bisa menangis, menatap suaminya yang kini begitu berbeda. Ia ingin menjelaskan semuanya, ingin Rafif percaya, tapi kata-kata tidak cukup. Foto-foto itu terlalu nyata, terlalu menghancurkan.

Hari itu, Rafif menghabiskan waktu dengan dirinya sendiri, berjalan tanpa arah di halaman rumah, mencoba mencerna semua yang terjadi. Rasa sakit, kemarahan, dan kekecewaan bercampur menjadi satu. Ia merasa dikhianati oleh orang yang paling ia cintai, dan sekaligus merasa bersalah karena tidak bisa memberikan anak pada istrinya.

Sementara itu, Lina duduk di ruang tamu, menatap ponsel yang sama, matanya penuh air mata. Ia ingin Rafif percaya, tapi bagaimana bisa ketika bukti-bukti itu ada di depan mata? Ia merasa frustasi, terjebak di antara rasa bersalah dan keinginan untuk mempertahankan cintanya pada Rafif.

Beberapa hari berlalu, tapi ketegangan di rumah itu tidak berkurang. Rafif semakin tertutup, jarang berbicara, dan setiap kali melihat Lina, hatinya terasa perih. Ia mulai menyelidiki, mencoba mencari tahu siapa pria dalam foto itu, dan bagaimana bisa Lina berada di sana. Semua pikirannya dipenuhi rasa curiga dan pertanyaan tanpa jawaban.

Di sisi lain, Lina mulai merasakan tekanan yang berat. Ia merasa hidupnya seperti berada di ujung jurang. Ia tidak pernah menyangka bahwa kehamilannya yang seharusnya membawa kebahagiaan justru menjadi sumber konflik yang begitu besar. Ia mulai mempertanyakan hubungannya sendiri, apakah cinta Rafif untuknya cukup kuat untuk melewati badai ini.

Suasana rumah yang dulu penuh canda dan tawa kini berubah menjadi dingin dan sunyi. Rafif dan Lina hidup berdampingan, tapi seolah terpisah oleh tembok tebal yang dibangun dari rasa curiga, sakit hati, dan ketidakpercayaan. Setiap percakapan mereka selalu berujung pada pertengkaran, atau keheningan yang menusuk hati.

Rafif tidak tahu harus berbuat apa. Ia ingin percaya, tapi hatinya terlalu terluka. Ia ingin menahan Lina, tapi rasa sakit itu terlalu dalam. Ia ingin mencintai istrinya seperti dulu, tapi bayangan foto-foto itu selalu muncul di benaknya, menghancurkan segalanya.

Di malam hari, Rafif duduk di kamar sendirian, menatap langit-langit kamar. Ia merasakan kehampaan yang begitu dalam, seolah dunianya kehilangan warna. Lina, yang kini tidur di kamar yang sama, hanya bisa menahan tangis, berharap keajaiban akan datang, bahwa Rafif suatu saat akan percaya padanya lagi.

Namun, malam itu, tidak ada kata-kata yang terucap. Hanya kesunyian yang menutupi ruang itu, seolah memberitahukan bahwa hidup mereka kini telah berubah selamanya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel A Lover (Alec & Alea)
8.6
Pesona Azalea Mahendra memikat hati Alec Cage. Kesempatan emas tiba ketika kakak Alea, Arsen, rela menyerahkan sang adik demi meraih takhta CEO. Terjebak situasi, Alea terpaksa menikah secara formal dengan Alec, walau cintanya hanya untuk Arza, sang kakak angkat. Konflik memuncak saat Alec membongkar rahasia masa lalu mereka. Sebagai sosok pencemburu yang antipati pada pengkhianatan, Alec siap menghukum Alea dengan penderitaan yang lebih kejam daripada maut.
Sampul Novel Antara dua Cinta
8.3
Persahabatan erat yang mereka bangun kini terancam hancur akibat kemunculan seorang wanita misterius. Di tengah perjuangan meraih mimpi bersama, konflik asmara justru memicu keretakan hingga membuat mereka memilih jalan masing-masing. Ambisi dan perasaan cinta kini menjadi ujian berat yang mempertaruhkan segalanya. Sanggupkah mereka mengatasi ego, memperbaiki hubungan yang renggang, dan mengembalikan keutuhan persahabatan yang dulu menjadi kekuatan terbesar mereka?
Sampul Novel Godaan CEO Cantik Membangkitkan Kultivasi
9.0
Nasib Alfan Mananta berubah drastis setelah direktur rumah sakit yang cantik memaksanya untuk ikut pulang ke kediamannya. Sebagai dokter magang, Alfan tidak memiliki pilihan selain menuruti kemauan sang atasan. Sejak langkah pertama di rumah tersebut, dimulailah babak baru kehidupan mereka yang dipenuhi kedekatan tanpa batas. Hubungan intens ini membawa dinamika baru yang tidak terduga dalam keseharian sang dokter magang dan sang direktur di bawah satu atap yang sama.
Sampul Novel Pelajaran Rahasia dari Guru Privat
9.3
Ketegangan memuncak saat sebuah panggilan video dari sang suami masuk di waktu yang salah. Dengan wajah memerah menahan gejolak, sang istri terpaksa mengangkat telepon dan mendengarkan instruksi suaminya di layar. Namun, di balik sudut kamera yang tersembunyi, seorang pria lain justru sedang melakukan tindakan intim di antara kedua kakinya. Sang suami sama sekali tidak menyadari pengkhianatan panas yang terjadi tepat di bawah hidungnya dalam novel romantis modern ini.
Sampul Novel Permainan Cinta Dokter Muda
8.1
Melihat penderitaan adiknya, Sonya Anastasya trauma dan tidak lagi memercayai laki-laki. Di matanya, pria hanyalah perayu, tak terkecuali Dokter Tomy Surya Atmaja. Walau Tomy sudah beristri dan anaknya adalah murid Sonya, sebuah peristiwa tak terduga dalam semalam menyulut gairah terlarang. Kini, Sonya terjebak konflik batin antara akal sehat dan hasrat membara yang sulit ia tepis, meski sadar hubungan ini adalah kekeliruan besar.
Sampul Novel Setelah Bercerai
8.6
Pasca-perceraian, sepasang mantan suami istri dipertemukan kembali oleh kondisi kritis buah hati mereka yang di ambang maut. Sang ibu selama ini berjuang sendirian sebagai orang tua tunggal, sedangkan sang mantan suami justru sibuk dengan kehidupan barunya. Meski sang istri sempat membatasi pertemuan, kini ego harus ditekan demi anak mereka yang tengah bertaruh nyawa akibat kelalaian masa lalu. Akankah mereka mampu bersatu demi menyelamatkannya?