APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Rahasia Hati Suami Lumpuh

Rahasia Hati Suami Lumpuh

Mayang menghadapi ujian kesetiaan berat ketika suaminya, Galang, yang lumpuh mulai bersikap dingin dan menjauhkannya. Saat hubungan mereka merenggang, Elang datang menawarkan kehangatan cinta baru, sementara Leo terang-terangan meragukan pernikahan mereka. Meski Galang bertekad kuat untuk tetap menjadi suaminya selamanya, rayuan dari pria-pria dominan ini terus mengguncang komitmen Mayang. Mampukah ia tetap bertahan demi Galang di kala godaan cinta lain datang mendesak?
Bab
Bagikan

Bab 1

Semakin bertambah umur, Mayang bukanya terlihat tua malah semakin terlihat lebih muda dan cantik. Jika dulu dia burik maka sekarang dia semakin menarik.

Memasuki usia ke delapan pernikahannya dengan Galang, Mayang jadi semakin dewasa dalam menyikapi rumah tangganya. Gayanya lebih elegan tanpa ada lagi tantrum saat menghadapi perilaku sang suami spek kulkas dua pintu.

Suami yang selalu menatapnya dingin dari kursi rodanya. Suami yang sedikit bicara namun selalu menusuk jantung dan merobek ususnya setiap kali mengeluarkan kata-kata.

"Mas Galang sudah bangun, mau berangkat sekarang, Mas?" sapa Mayang saat melihat sang suami keluar dari kamar menggunakan kursi rodanya yang dibantu oleh Wardoyo, asistennya.

Tidak ada suara yang keluar dari mulut Galang untuk menjawab pertanyaan Mayang. Lelaki itu hanya sedikit berkedip sebagai ganti ucapan.

Bahkan dari lirikan matanya yang sinis, Mayang bisa menerjemahkan kedipan mata Galang menjadi sebuah kalimat yang panjang.

'Ya, seperti yang kamu lihat. Aku sudah duduk di sini itu artinya aku sudah bangun. Apa hal kecil seperti ini saja perlu kamu tanyakan?'

Kurang lebih seperti itulah kalimat yang ada di kepala Mayang saat melihat kedipan enggan sang suami.

"Mas Galang mau sarapan apa? Ada roti dan bubur ayam. Kalau mau nasi juga ada, tapi lauknya hanya ada ayam goreng dan sayur nangka kuah santan. Mas Galang kayaknya jangan makan yang bersantan dulu, deh. Gimana kalau makan roti isi saja?" tawar Mayang dengan ceria.

Namun di balik sifat ceria yang ditunjukan Mayang, ada seribu luka yang dia sembunyikan. Di balik kepasrahannya dengan semua sifat sang suami, ada jutaan harapan yang terus ia nyalakan.

Galang memutar bola matanya bosan. Entah kenapa Mayang suka sekali bertanya padanya meski jarang sekali dijawab.

Galang Perdana, pengusaha muda asal Solo yang sudah menetap di Jakarta. Menikah setengah hati dengan Mayang untuk melupakan kekasihnya yang lebih memilih orang lain.

Siapa yang sangka kekasihnya tiba-tiba meminta untuk dinikahi secara siri setelah Galang resmi menikah dengan Mayang.

Bodohnya, dia bersedia melakukannya tanpa tahu kekasihnya saat itu sedang hamil. Dia baru mengetahui anak yang dikandung kekasihnya bukan darah dagingnya setelah kecelakaan yang merenggut nyawa sang kekasih dan melumpuhkan kakinya.

Jika bukan karena Mayang bersikeras mengasuh anak itu, sudah dipastikan anak itu berakhir di panti asuhan. Sejujurnya, Mayang menikmati emosi yang ditunjukan sang suami saat menatap anak itu. Rasa marah, kecewa, sedih bercampur menjadi satu.

Ada kepuasan tersendiri bagi Mayang, seolah itu bisa sedikit mengobati luka batinnya karena pengkhianatan Galang. Entah apa yang ada di benak Mayang dan Galang hingga mereka mempertahankan rumah tangga yang tidak sehat ini.

"Tidak perlu menyiapkan apapun," ucap Galang singkat. Dia lantas memberikan perintah pada Wardoyo untuk segera pergi meninggalkan rumah menuju ke tempat kerja.

Mayang mengangkat bahu acuh tak acuh. Dia menguatkan hatinya agar tidak berkecil hati jika Galang tidak mau memakan masakan yang sudah susah payah dia siapkan.

"Lihat saja, Mas. Suatu saat nanti kamu enggak akan bersedia makan kalau bukan masakanku," gumam Mayang.

***

Mayang memandangi foto pernikahanya dengan Galang delapan tahun silam. Senyumnya indah merekah, kontras dengan Galang dengan wajah datarnya. Jelas sekali terlihat tidak ada antusiasme atau kebahagiaan yang terpancar dari wajah bekunya. Mayang tersenyum kecut mengingat saat itu. Betapa naifnya dia membayangkan dirinya seperti Cinderella yang dipinang sang pangeran.

Kenyataan memang kejam, meski tahu dia hanya akan dijadikan pengantin bayangan. Mayang menerima dengan bahagia. Baginya Galang adalah seseorang yang memiliki tempat tinggi di hatinya. Seseorang yang takan sanggup ia raih. Maka saat tawaran itu datang, tanpa berpikir panjang perempuan itu menyetujuinya.

Tok ... tok ... tok ....

"Permisi "

Seketika lamunan Mayang buyar. Dengan langkah cepat dia berlari membuka pintu.

"Permisi, Kak. Apa benar ini rumah pak Galang?"

"Ya betul. Tapi mas Galang nggak ada, ada perlu apa ya?"

"Oh gini Kak, saya disuruh ngambil berkas milik pak Galang. Katanya ketinggalan di meja kamar."

Mayang memandang pemuda di depannya dari atas ke bawah.

"Kamu asisten baru mas Galang, ya? Masuk dulu Mas, saya carikan berkasnya."

"Bukan ... saya ...." Belum selesai dia menjelaskan Mayang sudah terburu-buru berjalan masuk ke dalam.

"Nih, Mas, minum dulu. Kamu pasti haus kan? Kamu yang sabar ya ngadepin mas Galang. Orangnya memang sedikit galak tapi aslinya baik kok. Pokoknya yang betah ya biarpun kadang suka menuntut ini itu, asal kerjanya bagus gajinya pasti juga bagus."

"Tapi saya bukan ...."

"Oh satu lagi, mas Galang itu paling royal sama karyawan yang rajin. Kamu yang rajin ya, apa aja yang mas Galang bilang kamu ikutin. Dijamin aman. Abaikan saja kata-kata judesnya. Anggap angin lalu."

"Aku cuma magang, Kak."

"Oh begitu, enggak apa-apa. Tetap semangat, ya. Semoga lekas diangkat jadi karyawan tetap. Semangat!"

"Pasti, Kak. Aku tau pak Galang memang baik. Makanya papa minta aku belajar dari pak Galang."

"Papa?"

"Iya papa teman baik pak Galang. Papa sangat mengagumi pak Galang. Oh, ya kenalkan aku Elang Prima Wardhana."

"Pfft … maaf aku enggak bermaksud menertawakan namamu tapi … nama kamu keren, ya, kayak nama PT." Mayang menutupi mulutnya karena tidak bisa menahan tawa.

"Ini buat kamu, istirahat dulu saja sebentar sambil minum. Di luar pasti panas banget."

Elang tersenyum malu-malu dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

"Makasih, Kak, buat keramahannya tapi aku lagi buru-buru. Jadi saya pamit dulu, ya. Makasih buat minumannya, lain kali kalau tidak buru-buru saya pasti mampir lebih lama. Bye."

Elang berlalu meninggalkan Mayang yang masih sedikit linglung. Ada satu kesalahpahaman yang akan menjadi awal kesalahan yang lain. Elang salah mengira Mayang adalah adik dari Galang. Dan Mayang salah mengira Elang adalah karyawan magang biasa anak kenalan suaminya.

Dia mengira Elang adalah mahasiswa yang bekerja magang untuk biaya kuliah. Namun yang tidak Mayang tahu adalah, Elang adalah bibit unggul yang akan mewarisi kerajaan bisnis Prima Wardhana Group.

"Elang ...," teriak Mayang dari dalam rumah sebelum Elang keluar dari pintu gerbang.

"Tunggu sebentar di situ! Jangan ke mana-mana!"

Terengah-engah Mayang menyerahkan sebungkus kantong plastik berisi minuman mineral dan kue buatannya.

"Tadi kakak bikin kue, kamu makan nanti di kantor, ya. Semangat semangat semangat!"

Elang benar-benar speechless. Baru kali ini dia menghadapi perempuan energik penuh aura positif yang menyalurkan begitu banyak hal baik. Rasanya seperti melihat Tinkerbell.

"Kenapa bengong, udah sana jalan. Nanti keburu ditanyain mas Galang."

"I ... iya Kak, bye lagi."

"Dah...."

***

Di ruang sunyi, bunyi ketukan keyboard memecah kesunyian. Seorang pria dengan alis bertaut memandangi layar komputer. Pandangan matanya menatap layar seakan penuh konsentrasi tapi siapa yang tahu kalau pikirannya berada jauh pada seseorang yang ada di rumah. Hal itu karena dia teringat akan pembicaraannya dengan Elang barusan.

'Pak Galang, tadi di rumah bapak saya bertemu dengan adik bapak. Benar apa kata papa, dia sangat imut. Dia benar-benar lucu dan menggemaskan. Meskipun dia setahun lebih tua dariku, tapi rasanya seperti aku bertahun-tahun lebih tua darinya. Ah, pak Galang sangat beruntung punya adik yang manis seperti dia. Tidak seperti adik temanku yang brutal.'

'Pak Galang, meski baru pertama bertemu tapi hati ini rasanya berdebar-debar.'

'Pak Galang, selama ini aku hanya menyukai gadis dengan rambut hitam alami. Tapi melihat adik pak Galang diwarnai coklat terang terlihat sangat menawan. Rasanya aku sudah sangat akrab dengannya meski baru sekali bertemu.'

'Kue buatannya juga sangat enak. Benar-benar cocok jadi istri masa depanku. Ya ampun, pak Galang … aku benar-benar jatuh cinta pada pandangan pertama.'

'Pak Galang, Pak Galang, kuharap Pak Galang tidak keberatan menjadikan aku adik iparmu.'

Semakin bersemangat Elang bercerita, semakin dalam emosi yang ditahan Galang. Bagaimanapun dia tahu bahwa yang ditemui Elang bukanlah adiknya tetapi istrinya. Istri yang selalu ia beri bahu yang dingin. Adiknya saat ini sedang berada di Solo untuk menjemput ibunya. Dan warna rambut coklat jelas sekali milik istrinya.

Alisnya berkerut semakin dalam. Ada semacam perasaan krisis yang mencuat di hatinya.

"Mayang .... "

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Tidak Butuh Belas Kasihanmu!
9.2
Pasca diceraikan karena melahirkan anak yang sakit-sakitan, Kania berjuang mati-matian demi Arka, putranya yang kini kritis di ICU. Di tengah perjuangan itu, mantan mertuanya justru terus merintangi pengobatan sang cucu. Namun, saat dunia terasa begitu kejam menghimpitnya, sebuah peristiwa tidak terduga terjadi dan memaksa Bagas menghadapi kenyataan pahit yang selama ini ia hindari. Kania pun membuktikan bahwa ia mampu berdiri tegak tanpa butuh belas kasihan.
Sampul Novel Dulu Kau Buang Aku, Kini Aku Milik Pamanmu!
9.8
Silvia mengorbankan segalanya demi menikahi Sienzo Gunawan lewat investasi 20 triliun. Namun, di malam pernikahan, ia justru dijebak dan ditiduri belasan teman Sienzo hingga hamil dan tewas saat bersalin di ruang bawah tanah. Terbangun kembali di masa lalu tepat saat keluarga Gunawan memohon investasi dan pernikahan bisnis tersebut, Silvia memutuskan untuk mengubah takdirnya. Kali ini, ia tidak akan menjadi korban lagi, melainkan membuat Sienzo membayar semua kekejamannya di masa lalu.
Sampul Novel Lure Young Master Wolf
9.5
Akibat jebakan konspirasi jahat, seorang gadis tak sengaja berakhir dalam dekap Bei Minghan. Pria berkuasa dari keluarga Beiming ini sangat ditakuti di Mingcheng dan dijuluki manusia serigala karena kekejamannya. Namun, di balik reputasi yang mengerikan itu, putra keenam yang misterius ini menyimpan sisi lain yang tak terduga. Bagi Bei Minghan, kesetiaan adalah hal mutlak. Sosok dingin ini rupanya hanya ingin mencintai dan memanjakan satu wanita saja seumur hidupnya.
Sampul Novel Salahkah Aku Mendua
9.2
Astrid terperangkap dalam pernikahan dingin tanpa cinta akibat perjodohan. Pengabaian konstan dari sang suami, Tristan, menorehkan luka batin yang begitu dalam baginya. Merasa tak pernah dihargai, Astrid memilih berpaling kembali kepada Deon, mantan kekasihnya. Di balik pencarian kenyamanan tersebut, ia merancang skenario balas dendam untuk memberi pelajaran pada Tristan. Astrid bahkan nekat mengancam akan mencari lelaki lain jika Deon menolak membantunya dalam rencana ini.
Sampul Novel Terjebak Pesona Nathan
9.7
Davina memendam cinta pada Nathan Evano sejak lama, namun terpaksa bungkam karena merasa tak sepadan. Setelah satu dekade berpisah, takdir mempertemukan mereka lagi dalam misteri besar. Nathan telah berubah dan kini berkecimpung di dunia intelijen yang penuh rahasia. Perubahan ini membuat Davina bimbang dan curiga. Apakah pria asing ini adalah sahabat masa kecilnya, ataukah orang lain yang menyamar? Kisah cinta penuh teka-teki dan ketegangan pun dimulai.
Sampul Novel Terjerat Cinta Nona Arogan
8.5
Di usia 24 tahun, Theresa Daniella sukses memimpin perusahaan sebagai CEO. Namun, pesonanya gagal memikat seorang barista yang dua tahun lebih muda darinya. Menghadapi penolakan, Echa tidak menyerah. Ia memanfaatkan kekayaannya dengan menawarkan bantuan biaya pengobatan ibu pria tersebut. Sebagai gantinya, mereka harus menikah. Sang barista pun sepakat, tetapi ia mengajukan syarat mutlak bahwa pernikahan mereka hanyalah sebuah ikatan kontrak tanpa landasan cinta.