APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Rahasia Hati Sang Pewaris

Rahasia Hati Sang Pewaris

Siti, seorang gadis desa yang ulet, dipertemukan takdir dengan Reza. Di balik sosoknya, Reza ternyata merupakan ahli waris kerajaan bisnis hotel yang sengaja menyembunyikan identitas aslinya. Perbedaan status sosial yang mencolok memicu konflik besar di antara mereka. Namun, situasi kian rumit saat keduanya terjebak dalam pusaran misteri gelap yang mengancam jiwa. Di tengah ancaman dan kebohongan, mampukah cinta tulus mereka bertahan menghadapi rahasia besar di balik harta?
Bab
Bagikan

Bab 3

Siti tertegun. Pria di hadapannya adalah yang makan malam bersamanya tadi malam di kamar suitenya. Siti tersenyum meringis. Tadi mereka juga berjumpa di lift. Siti makin tidak karuan. Apa yang harus ia lakukan.

Rudi menghampiri bos besar, berusaha menjelaskan apa yang dilakukan Siti tidak bermaksud kesalahan dan menyuruh Siti untuk meminta maaf. Siti terperangah. Bos?!? Bos yang ditunggu-tunggu dalam persiapan satu malam saja! Matanya terbelalak lalu berusaha bersikap normal.

Siti meminta maaf pada bos besar dengan sedikit membungkuk. Hipoglikeminya juga pergi. Ia sudah bisa berpikir jernih. Tapi apa yang harus ia lakukan.

Bos tersenyum. Senyumnya disambut histeris oleh barisan staf wanita yang berseru kegirangan melihat ketampanan bos besar mereka.

Pria itu makin tersenyum lebar dan malah mengambil sapu tangan di saku jas Rudi dan menyerahkannya ke Siti. Siti mengangkat kepalanya dan melihat sapu tangan di tangan bos besar. Ia menatap ke arah mata bos besar yang pernah ia sajikan dua cup mie instan itu. Dua bola matanya seolah menenggelamkan Siti ke lautan samudera, memeluknya dengan kehangatan.

Siti hanya berdiri tegak. Lama, akhirnya pria itu mendekatkan sapu tangan itu ke tepi bibir Siti. Menyapu bubuk tipis yang menempel di sekitar bibirnya. Suara histeris barisan staf wanita kembali menyala. Rudi menutup telinga dan berteriak ke mereka untuk diam.

Siti tersadar dan meraih sapu tangan lalu menyeka sendiri sisa gula yang menempel di mulutnya. Mukanya memerah. Telinganya memerah. Ia merasa sangat memalukan. Tetapi pria itu hanya tersenyum, kali ini ia tersenyum jahil, senang melihat tingkah gadis di hadapannya sekarang. 

Ia melihat ke arah saku jas kanannya. Remahan gula juga menempel di sana. Ia makin tersenyum yang senyumannya makin menaikkan volume histeria dari para staf wanita. 

Matahari sudah semakin naik ke singgasana. Tapi suasana di teras hotel bercampur panas dan dingin. Suasana penyambutan bos besar yang baru hari itu terasa meriah oleh tingkah tak terduga bos besar. 

Rudinmenerima pesan masuk dan tersenyum menyeringai. Ia tampak puas dengan pesan yang masuk dan melanjutkan melayani bos besar, mengajaknya untuk masuk ke dalam.

Siti berdiri sendiri sembari menyeka bibir dan mengibas-ngibas saku jas, diiringi tatapan iri deretan staf wanita. Dion kembali menghampiri Siti dan mengingatkan untuk membersihkan diri di kamar staf terlebih dahulu. Siti membalas dengan senyuman, merasa berterima kasih.

**

Siti mendapat cuti panjang. Ia tidur sepanjang hari itu. Saat ia bangun, ia mendapati tiga ratus panggilan tidak terjawab dan lima puluh pesan masuk. Ia mengerjap matanya perlahan dan bangun dari tempat tidur. Ia membersihkan diri sejenak, agak lama, di kamar mandi.

Siti keluar dengan wajah segar. Senyumnya terasa puas setelah tidur dari malam hingga ke siang hingga masuk malam lagi. Ia menuju dapur dan bersiap memasak menu udang asam manis. 

Sesaat ia memulai memasak, terdengar bunyi bel. Beberapa kali bunyi bel terdengar tidak sabaran. Siti meninggalkan dapur dan menuju pintu. Ia melihat dari lubang kecil dan tidak mendapati siapapun. 

Siti berpikir sejenak. Ia lalu kembali ke dapur dan melanjutkan memasak. Setelah hidangannya selesai, ia duduk menghadap televisi yang menyiarkan acara megah peresmian hotel cabang di dua tempat sekaligus. Ia pun makan dengan lahap hingga habis dua mangkuk nasi penuh. 

Samsung Galaxy S24 Ultra kembali mengalunkan nada panggilan masuk. Siti beranjak dan meraih smartphonenya. Ia mengecek panggilan dan mulai membaca pesan masuk. Tidak ada satupun yang menanyakan kesehatannya. Mereka hanya perlu jawaban atas dokumen dan file yang berkaitan perusahaan. Rudi pun hanya menyuruh untuk segera masuk kerja, jangan beralasan sakit untuk cuti. 

Siti menghela napas selesai meletakkan Galaxy S24 Ultra ke atas meja. Ia mengarahkan pandangan ke tabung kaca yang memperlihatkan beberapa orang diwawancara. Hingga kamera bergoyang berpindah arah ke kumpulan berjas hitam yang memasuki panggung utama. Di sana, pria yang memberinya izin cuti berdiri di atas mimbar dan berpidato. 

Pria itu, bos barunya, memintanya ke ruangan setelah acara penyambutan. Siti bercermin dan merapikan jasnya sebelum menghadap Reza Managung. Ia masuk dan berdiri di tengah-tengah pejabat hotel yang sedang duduk di sofa yang mengelilingi sudut ruangan. Ia membaca nama yang tertulis di meja bos barunya. Tertera nama direktur yang sekarang duduk di antara sofa Chesterfield. 

Siti menunduk hormat dan seisi ruang diam hening, menunggu bos besar berbicara. Rudi memulai pembicaraan dengan tawa terkekeh. Ia memuji Siti dengan sangat baik. Integritas dan kinerja Siti dipaparkan dengan bumbu-bumbu pujian berlebihan. 

“Ambillah cuti untuk dua minggu. Biarkan yang lain bekerja. Tidak ada pemotongan gaji.” Rudi yang sibuk berbicara tadi terdiam dan menatap ke arah bos besarnya dengan kaget. Lalu berusaha menjelaskan kalau hal itu tidak perlu. 

Pria bernama Reza itu melanjutkan perbincangan dengan direktur hotel. Ia tidak mau mendengar apapun dari manager hotel itu. Ia lalu mengibaskan tangannya saat Siti menunduk, menyuruhnya keluar dari ruangan. 

Siti sudah mencapai pintu saat Rudi memanggilnya menyuruhnya menyusun lembaran dokumen yang dimintai direktur. Direktur tampak tidak senang dengan sikap Rudi dan berdehem mengingatkan. Rudi terkekeh, malu. Ia pun menuju meja berisi dokumen yang sudah ditata Siti tadi pagi. 

Siti melihat kibasan tangan direktur dan bergegas keluar. Reza melirik kepergian gadis itu dengan senyum sembari mengetuk-ngetuk jari ke lengan sofa. 

Saat ini, bel pintu terdengar hanya sekali. Siti beralih dari menatap wajah bos barunya di televisi ke depan pintu. Ia tidak berniat beranjak sama sekali. Dalam seminggu ini bunyi bel tidak berhenti. Ia tidak berniat membuka dan sekali pergi keluar hendak ke supermarket, ia mendapati banyak bingkisan dan bungkusan di depan pintu. Ia meminta sekuriti apartemen untuk mengambilnya dan membaginya ke siapa saja.

Sekuriti memperlihatkan hasil bingkisan dan bungkusan yang ia ambil selama itu, ia tertawa seakan mendapat jackpot. Semua benda berisi makanan dan bunga yang dipajang jadi pengharum ruang 3x4 meter tempatnya bertugas itu.

Siti beranjak dari tempat duduknya menuju pintu dan di balik pintu ia melihat Siska dan Yunda bersama dua teman lainnya. Mereka tampak sibuk dengan bingkisan di depan pintu. 

Pintu terbuka. Siti tersenyum menyambut koleganya. Dua kolega yang pertama adalah teman sejawat di ruang manajemen hotel. Dua lainnya staf divisi lain. Mereka mengangkat beberapa bungkusan di depan pintu dan membawanya masuk. 

Siti mempersilakan tamunya duduk. Ia sedang menyeduh teh saat terdengar suara histeris dari arah televisi. Ia membawakan empat gelas teh dan dua kotak cemilan. Tetapi ia melihat beberapa bungkusan snack sudah dibuka dari bingkisan depan pintu tadi.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dia Mengambil Rumah, Mobil, Dan Hatiku
8.4
Saat cinta lama Kevin kembali, ia memilih menceraikan Flora. Bukannya menangis, Flora justru menuntut vila, mobil mewah, serta setengah dari total harta mereka. Kevin terkejut dan baru menyadari bahwa sang istri adalah sosok genius yang selama ini mengatur kesuksesan finansialnya. Sadar telah kehilangan pilar penting dalam hidup dan bisnisnya, kini Kevin harus berjuang keras demi mendapatkan kembali hati Flora yang telah ia lepaskan.
Sampul Novel Dulu Istri Bodoh, Sekarang Obsesi Abadi
8.0
Tiga tahun Cathryn bertahan dalam pernikahan dingin demi Liam, sebelum dikhianati bersama adik tirinya saat sang ibu tiada. Muak, ia memilih cerai meski dicibir. Tak disangka, Liam menyesal dan bersujud memohon di bawah hujan agar kembali. Namun, desas-desus rujuk itu diabaikan Cathryn. Kini, seorang taipan kuat berdiri di sisinya, siap melindungi istri tercintanya dan menghancurkan siapa saja yang berani mengusiknya.
Sampul Novel Gadis Nakal Miliarder
8.4
Serafhine Ariana menjalani pekerjaan unik di ranah digital dengan menyediakan layanan khusus bagi pria tanpa melanggar batas kesuciannya. Walau jasanya sangat diminati hingga para pelanggan rela membayar tinggi, ia memegang aturan kerja yang amat ketat. Serafhine hanya bersedia menemani satu klien untuk satu kali pertemuan saja. Ia selalu menolak keras permintaan pesanan berulang dari siapa pun, terlepas dari seberapa besar tawaran uang yang diajukan kepadanya.
Sampul Novel Hasrat Kedua
9.7
Senja Malini, seorang janda dengan dua anak perempuan, mengira hidupnya membaik setelah dinikahi pengusaha kaya bernama Dafa Suryaningrat. Keluarga mertua pun menerimanya dengan baik. Namun, kebahagiaan Senja hancur saat mengetahui Dafa mencintai wanita lain bernama Lily. Di tengah keretakan rumah tangga ini, kakak iparnya, Bagas, justru menaruh hati pada Senja. Kini ia dilema antara bertahan dalam pernikahannya atau menerima cinta Bagas.
Sampul Novel HOT DUDA
9.6
Demi menyokong karier musik Kejora yang viral di YouTube, Taran, sang pengusaha sukses, merekrut Resti sebagai manajer adiknya. Sikap Resti yang dinilai terlalu mencampuri urusan sempat memicu ketegangan di antara mereka. Namun, berkat perantara Kejora, hubungan keduanya justru mencair. Walau Ben terus berupaya merintangi, kedekatan Taran dan Resti justru semakin erat dan benih asmara pun mulai bersemi saat mereka bersama di Bali.
Sampul Novel Jay and her Odd Daddy
8.9
Chai berada di titik terendah hidupnya. Terhimpit masalah keuangan, ia tetap mencoba memegang teguh prinsip sang ibu untuk menjaga kehormatan. Saat keputusasaan hampir membuatnya menyerah pada hidup, seorang pria asing datang menyelamatkan dan menawarkan peran sebagai sugar baby. Chai sempat menolak, namun takdir mempertemukan mereka lagi lewat kontrak kerja sama tanpa pelecehan yang saling menguntungkan. Kini, ia bimbang antara mempertahankan prinsip atau berkompromi demi realita.