APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Rahasia Gelap Kekasihku

Rahasia Gelap Kekasihku

Dibuang sang ayah akibat tuduhan kejam membuat hati Arsen membeku. Namun, takdir mempertemukannya dengan Rose, perempuan misterius yang tiba-tiba lenyap. Dalam pencariannya, Arsen menemukan Claire, gadis polos berwajah sama persis. Demi mengobati rindu, Arsen pun mendekatinya. Sayang, ia justru menemukan berbagai kejanggalan mengerikan. Kekasih barunya itu ternyata menyimpan rahasia kelam. Kini, Arsen terjebak dalam dilema besar antara cinta dan bahaya maut.
Bab
Bagikan

Bab 2

Rose melihat tangannya yang berlumuran darah. Hidungnya mengernyit jijik, namun ia memutar matanya bosan setelah itu.

"Selalu merepotkan," gumamnya kesal. "Sudah kubilang aku begitu benci melihat darah. Kenapa sih, dia begitu menyebalkan dan bebal?"

Ia melangkahi tubuh Albert yang sudah babak belur sambil memasang wajah jijik dengan sebelah alis terangkat. "Aku benci melihat semua ini."

Ia membasuh kedua tangannya di westafel dengan terburu-buru, tak mau berlama-lama di tempat itu. Kedua matanya melihat pantulan wajahnya di cermin. Ia berdecak kesal. "Aku benar-benar membenci warna rambut pirang. Wajah cantikku jadi terlihat seperti seorang j*lang."

Diambilnya sedikit air untuk menghapus darah yang mengenai dahi dan pipinya sambil terus menggerutu. Ia jadi harus memperbaiki riasannya setelah ini. Setelah semuanya bersih, ia keluar dari toilet dengan tergesa-gesa. Pemandangan tadi benar-benar merusak moodnya.

Langkah kakinya menggema di lorong kecil menuju ke pintu belakang klub. Tak ada satupun orang di sana, karena mereka semua masih asyik dengan aktivitas di lantai dansa. Tak ada yang tahu dengan "kegiatan" yang baru saja dia lakukan di toilet tadi. Suara musik yang memekakkan telinga meredam semua keributan yang mereka timbulkan.

Begitu ia membuka pintu belakang klub, suara musik mendadak berhenti dan sirine polisi terdengar sangat kencang. Rose melepas rambut palsunya dan membuangnya ke tempat sampah. Baru beberapa langkah dari klub, pintu belakang kembali menjeblak terbuka dengan kasar.

"Dia hampir mati, Rose."

Rose menghentikan langkahnya, lalu berbalik. Seorang pria tampan dan gagah dibalut celana jeans navy dan t-shirt berwarna hitam menghampirinya. Rose menaikkan sebelah alisnya sambil bersedekap tak peduli.

"Lalu?"

"Ini sudah yang kelima kalinya. Lama-lama mereka akan curiga," jawab pria itu dengan kesal. "Beruntung ada 'barang' di saku depan celananya dan senjatanya illegal. Jadi Brad bisa dengan mudah meyakinkan mereka bahwa Albert baru saja berurusan dengan pengedar."

"Kau tahu 'dia' semakin kuat, kan? Aku mulai kewalahan," jawab Rose santai sambil mengibaskan rambut aslinya yang berwarna brunette.

Pria itu meremas rambutnya dengan gusar. "Kau harus mengendalikan semuanya, Rose. Hanya kau yang mampu mengendalikan 'dia'."

Rose terkikik geli. "Carikan aku tempat yang baru kalau begitu."

Pria itu menggeleng dengan tegas. "Tidak. Kau harus tetap berada di sini. Tinggallah di apartemenku. Kumohon."

Rose mendekati pria itu dengan senyum menggoda. Jari-jemari kanannya membelai rahang tegas milik pria itu sambil menggigit bibir bawahnya. Pria lain sudah pasti akan langsung menarik gadis itu dan menyerangnya, namun tidak dengan pria berdarah Pakistan itu.

"Kalau begitu carikan aku pria tampan. Kau tahu aku tidak akan berada di tempat ini jika aku sibuk, bukan?" gumamnya dengan kerlingan nakal.

Pria itu menghela nafas panjang. Sama sekali tidak merasa heran dengan sikap genit Rose.

"Oh, aku baru ingat. Temanmu benar-benar tampan dan menggairahkan. Setiap kali aku melihat sorot mata dingin itu, aku selalu ingin menerkamnya. Siapa namanya? Aku lupa."

"Jangan dia, Rose."

"Oh, namanya Arsen kan? Pria dingin yang digilai oleh banyak wanita." Rose menggigit bibir bawahnya sambil tersenyum, membayangkan sosok pria yang selalu membuatnya penasaran.

"Tolong, jauhi Arsen. Dia bukan pria br*ngsek," mohon pria itu, namun sama sekali tidak digubris.

"Aku penasaran apakah dia akan tergila-gila padaku?"

"Rose, kumohon."

"Diam dan amati saja, Leonard. Apakah pria itu akan takluk padaku, ataukah menolak pesonaku?" Rose berjinjit dan mendekatkan bibirnya pada telinga pria itu. "Bukankah menyenangkan jika dia bisa membuatku sibuk? Kau juga akan diuntungkan. Tak akan ada lagi Albert-Albert yang lain."

Pria itu hanya bisa diam. Gadis itu benar. Ia tidak bisa jika harus terus-menerus membereskan kekacauan yang dibuat oleh Rose, sementara urusannya begitu banyak.

"Kau bisa mengawasiku untuk kali ini. Jangan khawatir. Dia tidak akan terluka," tukas gadis itu lalu menepuk dada Leonard dua kali, sebelum berlalu meninggalkan pria itu.

Pria itu menyisir rambutnya ke belakang dengan tangan kanannya. Haruskah ia percaya pada gadis itu? Terakhir kali Rose bersama dengan seorang pria, pria itu berakhir di rumah sakit. Albert adalah yang kesekian kalinya dan jauh lebih parah. Itupun karena lelaki itu hampir saja melecehkan tubuh gadis itu.

"Maafkan aku, Arsen. Aku janji tidak akan membiarkanmu berakhir sama dengan mereka," gumamnya kemudian, sebelum berbalik dan kembali masuk ke dalam klub untuk menyelesaikan urusannya.

Ia harus segera ke tempat lain setelah ini. Jangan sampai Rose datang terlebih dulu, atau semuanya akan berantakan.

***

"Jadi pada akhirnya kau setuju dengan usulanku tadi?" tanya Rose sambil mengamati keadaan di depan mobil Leo. Tubuhnya bersandar dengan santai di kursi mobil sambil bersedekap. Kedua kakinya menyilang, seolah-olah ia sedang bersantai di sofa ruang tamu.

"Aku sangat menyayangi Claire," jawab Leonard, setelah memutuskan sambungan teleponnya dengan Arsen.

Rose mendengus, lalu terkekeh. "Kau pikir temanmu itu akan tertarik padanya? Aku jauh lebih menarik dan menggoda."

"Kau juga menyayangi Claire. Akui saja. Hanya kau yang selalu datang ketika dia berada dalam bahaya."

"Hmm," gumam Rose malas. "Setidaknya kali ini aku yang akan mendekati pria tampan itu terlebih dulu."

"Setelah kupikir-pikir lagi, Claire membutuhkan seseorang untuk menjaganya. Aku tidak mau dia terus-terusan mengalami penderitaan itu. Ngomong-ngomong, apa yang dilakukan oleh Albert sehingga dia babak belur seperti itu?"

"Dia hampir memperkosa Claire."

Leo mengumpat sambil memukul kemudi mobilnya. "Dia selalu mengundang bahaya dimanapun dia berada. Padahal dia selalu berpakaian sopan. Tidak sepertimu."

Rose kembali mendengus. "Dia tidak bisa menjaga diri dan terlalu polos. Sedangkan aku bisa mengintimidasi siapapun. Tak ada yang berani mendekatiku bahkan jika aku hanya memakai bikini di tempat umum."

Leo menghela nafas panjang. Merasa pusing dengan apa yang dialami oleh gadis yang sangat disayanginya itu. Seharusnya ia bisa menjaga gadis itu, namun akhir-akhir ini tugasnya semakin banyak. Harus ada seseorang yang menjaga Claire.

Hampir setengah jam kemudian, sebuah mobil mewah keluaran Jerman melewati mereka dan parkir tidak jauh dari mobil Leo. Rose langsung bersiul menggoda ketika melihat seorang pria berambut hitam keluar dari mobil itu. Kepalanya bahkan sampai sedikit miring ketika pria itu, Arsen, berjalan di depan mobil Leo.

"Kupikir aku akan terbiasa dengan tingkahmu ini, Rose. Ya Tuhan, kenapa kau terlihat seperti seorang gadis mesum?" keluh Leo ketika Rose tidak mengalihkan perhatiannya pada bagian belakang tubuh Arsen.

"Benar-benar seksi. Dan tampan. Sangat maskulin dan menggairah... "

" Rose, hentikan."

"Tiba-tiba aku merasa bahwa dia adalah jodohku. Aku tidak akan pernah melepaskan yang satu ini," lanjut Rose sambil memegang handle pintu, bersiap untuk keluar dan mengejar pria itu.

Leo buru-buru menahan lengan gadis itu, membuat Rose menatapnya kesal. "Apa?"

"Setidaknya gantilah jaketmu. Banyak noda darah di sana," saran Leo sambil menyerahkan sebuah jaket perempuan yang selalu dibawanya karena gadis itu sudah pasti akan membutuhkannya.

Gadis itu menerimanya dengan berdecak sebal. Buru-buru mengganti jaketnya yang penuh dengan bercak darah.

"Biar aku yang menemuinya terlebih dulu, oke. Dan berpura-puralah untuk tidak mengenalku. Aku tidak mau melibatkan dia dalam masalahku."

"Ya, ya, terserah," balas Rose dengan jengkel. Terpaksa menunggu di dalam mobil dan membiarkan pria itu masuk ke dalam restoran dan bar itu terlebih dulu.

Bermenit-menit menunggu dengan perasaan jengkel, akhirnya ia keluar dari mobil sambil membenahi jaketnya. Rambutnya yang ikal tergerai sempurna membingkai wajahnya yang begitu cantik. Bibirnya menyunggingkan senyum miring.

"Mari kita menggoda pria tampan itu. Aku sudah tidak sabar untuk menghabiskan malam ini dengannya," gumam Rose sambil melangkah dengan sedikit mendongakkan kepalanya. "Pasti akan sangat menyenangkan."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Mantan Istri Biasa
9.2
Tiga tahun menjadi istri penurut tak membuat Laura dicintai Nikolas Riyadi. Diabaikan demi wanita lain, Laura akhirnya memilih bercerai. Keputusan sang pewaris kaya kembali melajang langsung mengguncang publik. Kini, para CEO tampan saling bersaing memperebutkan hatinya. Saat Nikolas memohon kesempatan kedua di depan umum, akankah Laura luluh atau memilih melangkah pergi meninggalkan masa lalu?
Sampul Novel Dikhianati oleh Orang yang Dicintai
9.1
Malam pertama Lana berubah menjadi mimpi buruk saat mendapati suaminya, Revan, berselingkuh dengan seorang pria. Di tengah keputusasaan karena dikhianati dan terjebak di rumah mertua, Lana kehilangan arah. Namun, sang ayah mertua, Henry, datang melindungi. Ketegasan Henry luluh demi menjaga menantunya yang rapuh. Dalam kesunyian yang mendalam, Lana mulai bergantung pada Henry hingga akhirnya hubungan terlarang di antara mereka berdua terjalin tak terkendali.
Sampul Novel Dikira Miskin Oleh Keluarga
9.6
Gaya hidup Gunawan yang tampak biasa saja membuat orang tuanya keliru dan mengira dirinya jatuh miskin. Padahal, di balik kesederhanaan tersebut, ia menyembunyikan identitas aslinya yang sangat mengejutkan. Anggota keluarga yang kerap meremehkannya sama sekali tidak menyadari bahwa pria ini sebenarnya adalah seorang miliarder luar biasa dengan kekayaan yang sangat melimpah ruah.
Sampul Novel Ditinggal Nikah Dengan Adikku
8.3
Lysandra hancur saat Vincent, sang mantan, memilih melamar adiknya, Amelia. Statusnya sebagai anak angkat membuat Lysandra kian tersisih. Di situasi sulit ini, Arthur Sterling datang menawarkan pernikahan kontrak demi bisnis dan wasiat sang kakek. Namun, rahasia asal-usul Lysandra yang disembunyikan ayahnya kini terancam terungkap. Akankah Arthur tetap bertahan mendampinginya setelah tahu bahwa sang istri bukanlah putri kandung keluarga Harrison?
Sampul Novel Hati yang Kau Hancurkan Tak Bisa Kembali
8.6
Pasca penembakan sang kekasih, Rafael Von Ardent, bos organisasi gelap, bertekad menghancurkan dinasti Elmore. Ia menyandera Lyra Elmore di The Black Fortress untuk membalas dendam. Namun, dugaannya meleset karena Lyra tidak sombong. Di tengah dendam membara, ketegangan di antara mereka berubah menjadi ketertarikan berbahaya. Rafael kini terperangkap dalam dilema antara amarah membara dan obsesi mematikan pada putri musuhnya.
Sampul Novel Kau Sakiti Orang Yang Salah
9.0
Didorong dendam atas kematian kakek-neneknya, Reza Adyatama tega menghancurkan Luna Daniel yang sebenarnya tidak bersalah. Setelah perpisahan mereka, empat tahun berlalu hingga Reza tak sengaja bertemu balita berumur tiga tahun yang berwajah sangat mirip dengannya. Sadar anak itu adalah darah dagingnya, penyesalan besar pun melanda Reza. Ia kini berjuang mendapatkan kembali hati Luna. Namun, sanggupkah Luna melupakan kepedihan masa lalu demi anak mereka?