APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Rahasia di Bawah Selimut

Rahasia di Bawah Selimut

Hanya dalam satu malam bersama pengasuh baru, perilaku anakku berubah drastis dan dia mulai menjauhiku. Demi keselamatan, aku segera memecat wanita itu dengan harapan situasi rumah akan kembali normal. Namun, dugaanku keliru. Saat mencoba mengambil sesuatu di kolong tempat tidur, kakiku tidak sengaja menginjak suatu benda. Di sanalah, di kegelapan bawah ranjang, aku justru melihat sepasang mata merah milik mantan pengasuh itu bersama wajah pucatnya yang mengerikan sedang menatapku lekat.
Bab
Bagikan

Bab 1

Setelah pengasuh baru mengasuh anakku selama satu malam ....

Anakku mulai mengalami perubahan temperamen yang drastis. Entah kenapa, dia menolak pendekatan yang aku lakukan.

Menyadari ada yang tidak beres, aku mengusir pengasuh itu. Aku mengira semuanya akan kembali seperti semula.

Suatu hari, aku tidak sengaja menginjak sesuatu di bagian bawah tempat tidur saat ingin mengambil sesuatu.

Aku melihat mata merah pengasuh itu, serta wajah pucatnya yang menyedihkan, yang tengah menatap lurus ke arahku.

Setelah pengasuh baru mengasuh anakku selama satu malam ....

Anakku mulai mengalami perubahan temperamen yang drastis. Entah kenapa, dia menolak pendekatan yang aku lakukan.

Menyadari ada yang tidak beres, aku mengusir pengasuh itu. Aku mengira semuanya akan kembali seperti semula.

Suatu hari, aku secara tidak sengaja menginjak sesuatu di bagian bawah tempat tidur saat ingin mengambil sesuatu.

Aku melihat mata merah pengasuh itu, serta wajah pucatnya yang menyedihkan tengah menatap lurus ke arahku.

Suamiku merasa tidak tega kepadaku karena harus kelelahan setiap hari dalam mengurus anak. Jadi, dia mencarikan pengasuh untuk meringankan beban pekerjaanku.

Aku melihat pengasuh itu menatap ponselnya sambil melamun. Aku mendekat dan melihat foto bayi di sana. Wajahnya tidak terlihat jelas, sepertinya sedang tertidur.

"Apa ini anakmu? Lucu sekali." Aku memuji bayi itu.

"Ya, sayangnya dia sudah pergi ke tempat yang jauh."

Dalam pantulan lampu yang samar, ekspresinya terlihat tidak jelas.

Sekarang, akulah yang terdiam, berpikir bahwa aku sudah mengulik luka di hati seseorang. Aku pun langsung minta maaf.

Namun, dia menutup mulutnya dan tertawa, "Saya cuma bercanda, kok. Kenapa Ibu seserius itu? Anak saya ikut sama neneknya di rumah."

Setelah mendengar ini, aku langsung menghela napas lega dan dengan cepat mengganti topik pembicaraan, "Sebentar lagi liburan, kapan kamu mau pulang kampung buat bertemu dengannya?"

Dia menatap foto-foto di ponsel sambil bergumam, "Ya, sebentar lagi saya sudah bisa bertemu dengannya."

Tidak disangka, suamiku tiba-tiba batuk di malam hari dan tidak kunjung berhenti. Sepertinya dia sakit.

Aku menyeduh herbal penurun panas, menyempatkan untuk melirik anakku yang berumur tiga tahun di samping suamiku, Dikka. Karena takut akan tertular, jadi aku membawanya ke kamar pengasuh.

Sekarang sudah tengah malam, tetapi Mbak Rini tidak terlihat terkejut saat melihat kedatanganku. Dia dengan gesit mengambil Dikka dari gendonganku, seolah-olah sudah menunggu lama untuk momen ini. Aku juga sempat melihat kegembiraan yang tersembunyi di bagian bawah matanya.

Aku merasa bingung. Ketika aku mengedipkan mata beberapa kali, aku mendapati bahwa reaksinya sudah kembali normal.

Mungkin ini hanya ilusi, begitulah aku mencoba menenangkan diriku.

Beberapa hari kemudian, suamiku akhirnya sembuh. Aku berencana kembali membawa Dikka untuk tidur bersama kami.

Namun, dia tiba-tiba sangat menolak untuk bersentuhan denganku. Ketika aku mencoba mendekatinya, dia bersembunyi di belakang Mbak Rini tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Mbak Rini menghiburku, mengatakan bahwa reaksi ini mungkin karena Dikka sudah tidur dengan Mbak Rini selama beberapa hari, jadi sedikit menolak keberadaan orang lain. Katanya, setelah beberapa hari reaksinya akan kembali seperti semula.

Dia juga pernah tidur dengan orang lain sebelumnya, tetapi tidak menunjukkan reaksi seperti ini. Kenapa hanya tidur beberapa hari dengan Mbak Rini, sikapnya jadi seperti tidak mengakuiku? Apalagi, emosi Dikka juga kurang baik dalam beberapa hari ini. Dia jadi lesu, nafsu makannya berkurang, bahkan porsi makannya hanya setengah dari porsi makannya sebelumnya.

Otakku terus-menerus muncul gambaran tentang pengasuh yang memberi anak obat secara diam-diam dan pengasuh yang melakukan pelecehan kepada anak. Aku tidak bisa mengawasi Dikka saat malam karena dia tidur dengan Mbak Rini.

Memikirkan hal ini, aku memiliki niat untuk mendatangi kamar Mbak Rini di tengah malam agar lebih tenang.

Malamnya, aku diam-diam mendatangi kamar Mbak Rini dan mendapati bahwa pintu kamar tidak bisa dibuka.

Ternyata pintu kamar Mbak Rini dikunci.

Jelas-jelas saat itu dia tidak menguncinya.

Hatiku menjadi lebih ragu. Tidak ingin membuatnya curiga, aku mencari kunci cadangan, ingin melihat situasi di dalam.

Setelah membuka pintu, kamar begitu gelap, sosok Mbak Rini dan Dikka pun tidak terlihat. Hanya ada benjolan tertutup selimut yang terlihat jelas.

Mungkinkah mereka ....

Aku langsung menyibak selimut dan melihat camilan, mainan dan ponsel yang masih memutar video kartun di atas kasur. Yang lebih menusuk mata adalah setengah bagian dada Mbak Rini terbuka, sementara dia memeluk putraku dengan erat.

Dia sepertinya tidak menyangka aku akan masuk di tengah malam, wajahnya penuh dengan kepanikan.

Aku tidak berani memikirkan apa yang sebenarnya terjadi di sini.

"Kamu cabul sekali!" Aku menamparnya dengan keras.

Mbak Rini sedikit menyamping setelah mendapatkan tamparan dariku. Dikka lepas dari pelukannya dan jatuh ke tempat tidur sambil menangis.

Dengan hati yang begitu sakit, aku mengangkat Dikka dari tempat tidur sambil membujuknya dengan lembut.

Suamiku bergegas ke kamar ini, juga terkejut saat melihat keadaan kamar.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta dan Ilmu Hitam
8.7
Pernikahan ini justru membawa perubahan aneh pada fisikku. Berat badanku melonjak drastis karena rasa lapar ekstrem yang membuatku makan lima kali sehari. Padahal, hasil pemeriksaan medis menyatakan tubuhku normal. Saat melakukan siaran langsung di internet untuk meminta bantuan, seorang warganet mengungkap kenyataan pahit. Suamiku diduga mengirim guna-guna yang menyiksa diriku sebagai istri sah, demi memberi keuntungan bagi selingkuhannya.
Sampul Novel Gunung Pengantin Ngunduh Mantu
8.8
Terlahir dari keluarga miskin yang dikutuk iblis, Bima tumbuh di dekat Gunung Pengantin yang angker. Akibat melanggar pantangan di sana, ia kehilangan Alif, sahabatnya yang diculik menjadi budak gaib. Beranjak dewasa, Bima berjuang mematahkan kutukan leluhur bermodalkan kekuatan khodam warisan. Meski misi mistis itu berhasil, ia harus membayar harga mahal. Orang tuanya tewas mengenaskan dalam ritual gaib, meninggalkan Bima sendirian dalam kepedihan mendalam.
Sampul Novel Kasih Ibu, Dosa Ibu
9.0
Sebagai influencer pengasuhan anak, istriku dikenal sangat keras mendidik putra kami. Namun, tindakan ekstremnya melampaui batas saat anak kami mendorong putri mantan pacarnya di sekolah. Demi menghukumnya, dia mengurung sang putra di balkon lantai 18, lalu pergi menemani anak dari cinta pertamanya. Di tengah kesendirian, tubuh kecil putra kami lolos dari jeruji pembatas hingga jatuh mengenaskan. Teriakan histerisnya meminta tolong diabaikan begitu saja oleh ibunya yang tidak pernah menoleh kembali.
Sampul Novel KUNCI LATHI
8.7
Azalia terbangun tanpa memori sedikit pun tentang masa lalunya. Satu-satunya petunjuk yang tersisa hanyalah kepingan mimpi buruk yang terasa begitu nyata dan mengerikan. Kehilangan identitas secara misterius memaksa gadis ini hidup dalam ketakutan yang mencekam. Kini, di tengah kegelapan yang terus mengepung, ia harus berjuang keras mencari jawaban. Mampukah ia mengungkap kebenaran di balik jati dirinya yang hilang dan lolos dari jeratan teror yang tiada henti?
Sampul Novel MULUT ISTRIKU MEMBUSUK
8.2
Keanehan mengerikan melanda istriku saat mulutnya membusuk dan mengeluarkan belatung. Bau bangkai menyengat yang mengiringi setiap ucapannya memaksaku menyelidiki rahasia kelam yang dia sembunyikan selama ini. Penyelidikan pribadiku mengungkap kenyataan yang jauh lebih mengerikan daripada penyakit biasa. Di balik paras cantiknya, tersimpan kebenaran fatal yang selama ini berhasil dia tutupi dariku tanpa celah.
Sampul Novel Purwoko Family: Selipan Utara
8.8
Pak Purwoko membawa keluarganya pulang kampung setelah bisnisnya bangkrut demi mencari kedamaian. Namun, mereka justru mendapati musuh di balik kejatuhannya ada di sana. Kini, mereka terjebak konflik perebutan usaha giling padi masa lalu antara orang tua Purwoko dan sang rival. Teror menyeramkan pun mulai mengancam keselamatan seisi rumah. Mampukah Pak Purwoko mengatasi bayang masa lalu dan menyelamatkan keluarganya dari pusaran bahaya ini?