APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Rahasia di Bawah Selimut

Rahasia di Bawah Selimut

Hanya dalam satu malam bersama pengasuh baru, perilaku anakku berubah drastis dan dia mulai menjauhiku. Demi keselamatan, aku segera memecat wanita itu dengan harapan situasi rumah akan kembali normal. Namun, dugaanku keliru. Saat mencoba mengambil sesuatu di kolong tempat tidur, kakiku tidak sengaja menginjak suatu benda. Di sanalah, di kegelapan bawah ranjang, aku justru melihat sepasang mata merah milik mantan pengasuh itu bersama wajah pucatnya yang mengerikan sedang menatapku lekat.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Ini ...." Dia ingin bertanya kepadaku apa yang terjadi di sini.

Aku menoleh dan memelototinya. "Andreas! Itu pengasuh yang kamu pekerjakan! Suruh dia pergi dari sini!"

Namun, aku tidak menyangka Mbak Rini tiba-tiba berlutut di depanku. "Saya nggak bermaksud begitu. Anak saya ada di kampung, saya merindukannya, jadi ...."

Aku langsung menyela, "Merindukan anakmu dan kamu menganggap anakku sebagai anakmu? Aku mempekerjakanmu di sini buat bantu-bantu, bukan buat nambah masalah!"

Mendengarku masih tidak mau luluh, Mbak Rini terus memohon, "Ini salah saya, saya masih punya orang tua dan anak yang harus saya hidupi, tolong jangan pecat saya." Dia menarik celanaku, menangis dengan sangat menyedihkan.

Sayangnya, aku adalah orang yang tidak mudah luluh.

"Kalau kamu nggak pergi, aku akan telepon polisi!" Aku mengeluarkan ponsel dan menunjukkan sikap akan menelepon polisi.

Melihat hal ini, suamiku langsung melerai di antara kami, "Mbak Rini, istriku bukan orang yang nggak bisa diajak bicara baik-baik baik. Lebih baik kamu pulang dulu dan kami akan menghubungimu lagi kalau butuh sesuatu."

Mbak Rini mengangkat matanya untuk terakhir kalinya, melihatku dan Dikka dengan enggan sebelum pergi.

Ketika aku berpikir bahwa ini adalah akhir dari masalah ini, keesokan harinya aku dibuat tertegun saat melihat Dikka yang menatapku dengan tatapan kosong.

Aku menganggapnya masih belum sadar sepenuhnya karena baru bangun tidur, lalu bertanya sambil tersenyum, "Dikka, pagi ini mau makan apa?"

Setelah cukup lama, dia masih tidak menjawab, masih menatapku dengan tatapan kosong. Reaksinya membuatku panik.

Baru setelah aku menanyakannya sampai beberapa kali, dia menjawab dengan ocehan sesekali, seperti bayi yang baru belajar bicara.

Dia tidak bisa bicara?

Sebelum aku bisa mencerna situasi ini, aku mendengarnya bicara beberapa hal, lalu melihatnya bergerak-gerak di atas ranjang. Ternyata dia pipis di atas tempat tidur.

Aku sangat ketakutan dan langsung membawanya ke rumah sakit. setelah dilakukan pemeriksaan, dokter mengatakan bahwa dia hanya kekurangan gizi dan bisa dirawat di rumah sakit untuk observasi jika aku masih khawatir.

Aku segera menjalani prosedur rawat inap dan memberi tahu suamiku tentang hal ini. Dia bilang malam ini akan lembur, jadi akan menyusul malam nanti.

Duduk di depan ranjang rumah sakit dan melihat wajah pucat Dikka, aku menyadari bahwa berat badannya turun drastis.

Tepatnya sejak kapan ....

Sebuah ketukan di pintu membuyarkan lamunanku.

Aku membuka pintu dan ternyata Mbak Rini lah yang datang. Bagaimana dia bisa tahu aku ada di rumah sakit?

Melihat tatapan bingungku, dia menjelaskan, "Saya dengar dari Pak Andreas. Katanya Bapak mau lembur dan nggak bisa datang kemari, jadi meminta saya untuk datang membantu."

Tanpa pikir panjang, aku langsung menolak dan hendak menutup pintu.

Pada saat ini, Dikka tiba-tiba mulai merengek. Aku langsung berjalan mendekat dan mencium aroma busuk. Ternyata dia buang air besar di ranjang!

Sebelum aku sempat bereaksi, Mbak Rini mengangkat selimut dan mulai membuang kotoran Dikka tanpa rasa jijik.

Suasana hatiku menjadi sedikit kacau. Kemarin aku sangat ingin Mbak Rini pergi, tetapi hari ini aku melihat dia merawat dan memperlakukan Dikka dengan tulus. Hal ini membuatku sedikit terharu.

Mungkin ... dia tidak seburuk yang aku kira.

Ketika Mbak Rini menyelesaikan semuanya, aku mengucapkan terima kasih dengan canggung.

Dia malah melambaikan tangannya dan mengatakan bahwa itu adalah tugas yang harus dia lakukan. Katanya, dia akan datang saat makan siang dan membawakan kami makanan. Kali ini, aku tidak menolaknya.

Tidak lama setelah Mbak Rini pergi, perawat datang untuk memeriksa keadaan Dikka. Kebetulan, mereka berpapasan.

Perawat dengan hati-hati bertanya kepadaku, "Apa Ibu kenal sama perempuan tadi? Bagaimana keadaannya sekarang?"

Aku terdiam sejenak, lalu menjawab, "Baik, baik, kok."

Perawat itu menghela napas lega. "Syukurlah. Saat itu, bayinya dirawat di sini selama beberapa bulan. Sayangnya, bayi itu nggak bisa bertahan hidup."

"Nggak bisa bertahan hidup?" Mataku membelalak karena terkejut.

"Ya, waktu itu dia langsung pingsan saat mendengar kabar itu, jadi saya langsung membawanya ke ruang gawat darurat. Sekarang, saya lega setelah mengetahui bahwa keadaannya baik-baik saja."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Perundungan Dibayar Kontan
8.6
Teror misterius yang melanda kota selama berbulan-bulan sempat dianggap acak oleh polisi, hingga pola yang sama akhirnya terdeteksi. Melalui penyelidikan mendalam, semua tersangka ternyata terhubung pada satu orang: Eve. Dia adalah seorang psikiater sekaligus pacar dari detektif yang menangani kasus ini. Kini, pertanyaan besar pun muncul. Apakah Eve merupakan otak kriminal di balik semua aksi keji tersebut, atau dia hanyalah korban yang dijebak dalam rencana jahat orang lain?
Sampul Novel Salsa Meguno
9.1
Salsa Meguno berhasil bangkit dari masa lalu yang kelam, mengubah dirinya dari gadis lemah menjadi sosok wanita yang sangat tangguh. Namun, takdir pahit menghampirinya saat seluruh anggota keluarganya tewas dalam sebuah tragedi tragis. Di tengah duka mendalam yang menyelimuti hatinya, Salsa kini dihadapkan pada pilihan yang sulit. Apakah ia akan mengambil jalan balas dendam demi menuntut keadilan atas kematian orang-orang yang dicintainya?
Sampul Novel Sekar
8.0
Sekar menjalani hidup yang sepenuhnya disetir oleh ramalan. Bagi pengusaha di ibu kota ini, prediksi masa depan adalah segalanya, hingga ia mengabaikan takdir Tuhan dan menganggap ibadah hanya kedok tanpa makna. Namun, obsesi tersebut justru membawanya pada pusaran keputusasaan. Di tengah ambisi bisnis dan pencarian tanpa ujung, Sekar kini kehilangan arah. Mampukah ia mengubah garis hidup yang telah digariskan oleh Sang Pencipta, atau justru selamanya terjebak dalam kesia-siaan?
Sampul Novel Surat Cinta Tanpa Nama
9.1
Setelah hubungannya dengan Niko berakhir, Leta mendapati sebuah surat misterius tanpa nama di bawah mejanya. Di zaman serbadigital ini, cara berkirim pesan yang kuno tersebut terasa janggal baginya. Namun, kiriman surat harian yang terus datang membuat Leta kian penasaran. Tanpa diduga, untaian kata dari sang pengirim anonim itu justru membawa dampak positif dan mengubah hidupnya. Kini, Leta bertekad kuat mengungkap siapa sebenarnya sosok misterius yang telah menyentuh hatinya.
Sampul Novel Takdir Cinta Aylona
9.6
Kehilangan Arsen membuat kondisi mental Aylona terguncang hingga ia berhalusinasi bahwa suaminya masih hidup. Di masa sulit ini, Elga datang menolongnya untuk pulih. Namun, pernikahan kilat mereka justru menimbulkan kecurigaan. Sebagai adik ipar Aylona, Elga tampaknya menyembunyikan sebuah rahasia besar. Apakah pernikahan tersebut murni karena cinta, ataukah ada niat terselubung yang mengancam di balik hubungan mereka?
Sampul Novel TEROR ASOKA
8.4
Tumbuh di tengah keluarga Dirandra yang menyayanginya, Asoka Lavanya Ekadanta tetap tak bisa lepas dari teror misterius sejak kecil. Saat ancaman itu kian membahayakan orang-orang terdekatnya, sang anak angkat terpaksa mengasingkan diri untuk berjuang solo. Kini, ia harus menuntaskan dendam masa lalu, mengungkap dalang di balik semua kekacauan, sekaligus memenangkan kembali hati wanita yang tulus mencintainya. Mampukah ia bertahan?