APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Rahasia di Balik Istana

Rahasia di Balik Istana

Demi menyelamatkan keluarganya dari hukuman berat, seorang gadis terpaksa menggantikan saudara kembarannya yang melarikan diri bersama kekasihnya. Setelah meminum ramuan herbal rahasia untuk memicu produksi ASI, ia menyamar sebagai ibu susuan bagi putra mahkota kecil di istana. Namun, tugasnya ternyata jauh lebih rumit dari dugaan. Di balik dinding istana, ia tidak hanya harus menyusui sang bayi pangeran, melainkan juga Adipati Halinka, sang penguasa dewasa yang rupawan dan bertubuh kekar.
Bab
Bagikan

Bab 3

Saat pagi tiba, aku menyeret tubuh lemasku dan menemani pangeran di taman belakang.

Menjadi ibu susuan tidak perlu melakukan pekerjaan apa pun, hanya harus selalu di dekat pangeran agar dia tidak kelaparan.

Aku bertemu permaisuri adipati untuk pertama kalinya di paviliun yang ada di taman belakang.

Karena gangguan kesehatan setelah melahirkan, dia tidak keluar kamar selama sebulan penuh. Sekarang pun dia masih tampak lemah dan rapuh.

Dadanya bahkan lebih rata daripada dada wanita-wanita yang belum melahirkan. Tidak heran kebutuhan pangeran tidak bisa tercukupi olehnya.

Permaisuri menatapku dengan tatapan iri.

"Ayunda, kamu jauh lebih berisi dari waktu itu, aku jadi iri. Air susuku terlalu sedikit, jadi nggak bisa menyusui anakku sendiri, uhuk uhuk ...."

Aku bergegas merangkulnya. "Permaisuri, jangan memaksakan diri."

Karena aku pernah membantu mengurus anak kakakku, aku bisa mengobrol panjang dengan permaisuri soal mengasuh anak. Aku lega berhasil menyamar tanpa menimbulkan curiga.

Aku tidak sengaja melirik ke samping dan melihat Adipati Prahasta berdiri di balik hiasan bebatuan, menatapku dari jauh dengan ekspresi yang sangat rumit.

Menghubungkannya dengan perilaku aneh adipati sebelumnya, aku merasa khawatir dan bertanya kepada seorang dayang yang kukenal dekat setelah beberapa hari ini.

Dia sudah lama tinggal dan makan bersama kakakku dan segera menyadari bahwa aku bukan kakakku, jadi dia diam-diam mengatakan yang sebenarnya.

Ternyata, kakakku memanfaatkan statusnya sebagai ibu susuan pangeran dan perlindungan dari adipati. Sehingga dia jadi tinggi hati dan bahkan memandang rendah sang permaisuri.

Aku mengobrol ceria dengan permaisuri hari ini. Tak ayal adipati tampak heran saat melihatnya.

Hatiku semakin gelisah, takut kalau-kalau rahasiaku terbongkar di depan adipati.

Malam itu, aku mendapat panggilan dari Prahasta.

Dia langsung memerintahku pergi ke kolam air panas dan mengingatkan agar aku mandi serta berganti pakaian lebih dahulu.

Jantungku berdetak kencang dan telapak tanganku berkeringat memegangi pakaian yang diserahkan dayang tua itu kepadaku.

Tak disangka, pakaian itu ternyata sebuah gaun tidur berwarna merah menyala dan kerah terbuka. Setipis sayap jangkrik, seolah sengaja dibuat agar memudahkan menyusui si pangeran kecil.

Karena kebingungan, aku bertanya, "Bibi, Yang Mulia ingin aku pergi ke kolam air panas untuk menyusui Pangeran? Pangeran ada di mana?"

Wanita itu tertawa aneh, seperti suara burung gagak di tengah hutan yang membuat merinding. Sekujur punggungku jadi tiba-tiba merasa dingin dan menggigil.

"Aku cuma pelayan, nggak bisa menebak maksud Yang Mulia. Ikuti saja sesuai perintah."

Seorang pelayan hanya bisa tunduk mengikuti setiap perintah tuannya.

Aku tak punya pilihan lain selain patuh mengenakan gaun tidur merah mencolok itu. Sambil berusaha keras menutupi dada besarku yang tidak bisa disembunyikan sama sekali, aku mengikuti dayang itu ke istana tempat kolam air panas.

Di dalam istana yang megah, terdapat 12 tirai merah besar yang membentang sangat tinggi sampai ke lantai. Pemandian air panas mengepulkan uap, dihiasi kelopak-kelopak bunga mawar yang berkilauan.

Aku tidak melihat si bayi kecil di mana pun. Aku menunggu dalam cemas hingga beberapa lama sebelum pria bertubuh kuat dan tinggi itu akhirnya tiba.

"Salam kepada Yang Mulia, hamba ... ah!"

Sebelum kalimatku selesai, rahangku dicengkeram erat sampai rasanya sangat sakit dan tidak bisa bernapas.

"Sudah menunggu lama? Bantu aku lepas pakaian."

Prahasta tidak banyak bicara. Dia hanya mengerutkan kening dan melepaskanku, lalu memejamkan matanya.

Lututku gemetaran. Aku membuka ikatan jubah luarnya pelan-pelan, lalu menanggalkan setiap lapis pakaiannya satu per satu.

Ketika tinggal pakaian dalam, gerakanku terhenti sejenak. Tapi aku memukul kembali rasa takutku dan menanggalkan seluruh pakaian. Mataku lalu terbelalak.

Ukurannya jauh lebih menakutkan daripada alat yang diberikan oleh dayang tua itu sebelumnya ....

Memanfaatkan saat pikiranku linglung, Prahasta tiba-tiba membelai wajahku, mencengkeram daguku di bawah cahaya lilin yang redup. Dia menatap sangat lama.

Aku tahu bahwa aku cantik dan pikiranku tajam. Namun, aku kini berlinang air mata dan tampak mengundang iba.

Cara bertahan hidup yang terbaik pasti dengan mendapat perlindungan dari sanga adipati.

"Cium aku."

Aku tidak berani membangkang. Aku terpaksa melingkarkan tanganku di lehernya dengan canggung dan menciumnya perlahan.

Sebuah senyum jahat tersungging di sudut bibir Prahasta. Dia segera menyerang balik dan menangkupkan tangannya di bagian belakang kepalaku.

Bibirnya tipis dan dingin, tapi bagaikan racun, samar-samar memikatku.

"Kerja bagus."

Saat kami berciuman, aku merasakan ada sesuatu yang janggal. Saat aku melihat ke bawah, semuanya sudah terlambat.

Lengan sang adipati memelukku erat dan suara dinginnya menyentuh telingaku.

"Ayun, kenapa kamu kejam sekali? Kenapa kamu ingin sembunyi dariku? Apa aku serendah itu dibandingkan dia?"

Aku terkejut dalam hati. Kini benar-benar yakin bahwa kakakku dan adipati memang punya hubungan tidak biasa.

Kalau memang sudah pernah berhubungan intim, kenapa adipati tidak menjadikan kakakku sebagai selir yang sah? Sampai kakakku harus kawin lari dengan kekasihnya.

Akan tetapi, sang adipati kemudian berbicara lagi, membuat kakiku lemas dalam sekejap.

Matanya menyinarkan seringai tajam.

"Saat benda dari batu giok itu keluar dari kamarmu berlumuran darah, aku tahu ... kamu bukan Ayunda."

Prahasta menatapku dengan penuh arti dari ujung kepala sampai ujung kaki. Lalu membuka ikatan kerah bajuku dengan jijik.

Ujung jarinya menarik kencang tali pengikat itu.

Nafasku tersengal-sengal, tapi aku tetap memaksa diri untuk tetap tenang dan berkata.

"Hamba Ayunda, bukan siapa-siapa."

Dia tertawa dan jari-jarinya memanjat leherku dengan lembut. Jari-jari itu bisa mencekik leher rapuhku dengan mudahnya.

"Gadis kecil, tahukah kamu apa yang akan terjadi kalau seorang pelayan naik ke ranjang tuannya dan kehilangan cinta dari tuannya?"

Air mataku hampir tak terbendung dan aku tidak bisa mengucapkan sepatah kata pun, yang justru menambah kemarahan sanga adipati.

Sambil terus menekan dengan pertanyaan-pertanyaan, dia menjambak kasar rambut panjangku dan menekan kepalaku ke bawah.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel (bukan) Telepati Cinta
8.3
Hyura Anastasya sangat terobsesi menemukan reinkarnasi Fino lewat buku kuno milik kakeknya. Namun, misi ini justru merusak hubungan dengan sahabat serta cinta sejatinya. Di tengah konflik, hadirlah arwah pria yang menyimpan kunci misteri hidupnya. Mengandalkan kekuatan telepati uniknya, Hyura harus menuntaskan teka-teki besar ini. Sanggupkah ia menyelesaikannya saat kemampuan telepati tersebut justru tak berfungsi untuk urusan asmara?
Sampul Novel CINTA SEJATI SANG PESULAP
8.5
Meski berbakat dalam dunia sulap, Jaime rela menjadi pelayan restoran demi menyokong impian perempuan dambaannya. Pengorbanan ini menuntunnya pada takdir luar biasa yang melintasi dimensi waktu. Namun, saat keberhasilan telah digenggam, Jaime justru terus mengejar cinta masa lalunya tanpa memedulikan bahaya. Ia tidak menyadari kehadiran sosok lain yang selalu setia menanti dan siap menerima dirinya dengan tulus apa adanya.
Sampul Novel Crystal Of Soul : Twins
9.7
Dua saudara kembar terpisah sejak bayi tanpa sebab yang pasti, menjalani takdir berbeda di dunia manusia dan dunia kristal. Walau terhalang dimensi, ikatan batin mereka tetap terhubung erat. Didorong hasrat mengungkap asal-usul diri, keduanya berjuang memecahkan misteri di balik perpisahan mereka. Mampukah kekuatan hubungan batin ini menyatukan mereka kembali sekaligus menyingkap segala rahasia yang selama ini terselimuti?
Sampul Novel Kisah Heroik Sang Menantu
9.6
Baru sehari menikah, sang protagonis langsung menyaksikan kebrutalan di kediaman Keluarga Kuncoro saat ayah mertuanya menyiksa sang ibu mertua. Alih-alih dihargai karena mencoba melerai, ia justru dicaci dan diperkenalkan pada tradisi kekerasan keluarga tersebut. Namun, ketika suaminya sendiri mencoba melakukan tindakan fisik yang sama terhadap dirinya, ia tidak merasa takut. Momen penindasan ini justru menjadi kesempatan emas yang ia tunggu-tunggu untuk membongkar kekuatan super rahasianya.
Sampul Novel Kronik Takdir Terlama
8.1
Menjelajahi multiverse dan berbagai lini masa, sang protagonis berjuang agar bisa hidup berdampingan dengan orang-orang tercinta. Mereka bukan hanya penopang emosi, tetapi juga sekutu terkuat dalam mengubah tatanan dunia. Berbekal pemahaman masa lalu dan masa depan, ia berusaha memperbaiki takdir demi hari esok yang lebih baik. Perjalanan lintas dimensi ini menjadi pembuktian kekuatannya dalam menghadapi tantangan besar yang siap menghadang di masa depan.
Sampul Novel Pemburu Iblis
8.6
Skylark, putra angkat saudagar kaya di zaman dinasti, menyimpan rahasia besar. Ia mewarisi kekuatan dahsyat Raja Iblis sekaligus kelembutan sang ibu yang tewas dibunuh rival ayahnya. Berbekal umur panjang, Skylark terus membasmi monster hingga zaman modern. Di tengah misi membalaskan dendam kematian ibunya, akankah jati diri aslinya terbongkar? Simak kisah perjuangan epik sang pemburu iblis dalam menuntaskan dendam masa lalu yang kelam.