APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel RAHASIA AYAH ANAKKU

RAHASIA AYAH ANAKKU

Tekanan hidup Kania mendadak sirna setelah CEO tampan, Nick Sebastian, mengklaim dirinya sebagai pacar. Walau menjadi sasaran kecaman publik, Kania terpaksa menjalani sandiwara itu. Tak disangka, kepura-puraan mereka justru berujung pada malam penuh keintiman di apartemen Nick. Kejadian tak terduga tersebut seketika mengubah jalan hidup Kania selamanya, membawanya masuk ke dalam pusaran romansa dewasa yang sangat mendalam.
Bab
Bagikan

Bab 1

"Nia, aku hamil."

Dengan wajah jumawa Sonya mengabarkan berita kehamilannya untuk kakak tirinya, Kania.

"Apa aku harus mengucapkan selamat? kau bahkan belum menikah!" datar suara Kania menanggapi pernyataan adik tirinya.

Dia heran biasa Sonya menemuinya hanya untuk memakinya, menghinanya, memfitnahnya.

Itu yang selalu dilakukannya sejak ibunya menikah dengan ayah Kania.

Tumben hari ini dia berbicara yang tidak ada hubungannya dengan Kania.

"Terserah, kau bisa mengucapkan selamat padaku atau pada Bram." Kini wajah Sonya tersenyum culas.

"Pada BRAM? Bramantyo?" Kania tahu kalau Sonya memang selalu menggoda tunangannya, Bramantyo Ajisaka, tapi selama ini Bram mengabaikannya.

Lalu kalau sampai hamil, diperlukan 2 pihak yang terlibat untuk bisa hamil bukan?

"Memangnya ada berapa Bram yang kamu kenal? ya iyalah Bramantyo Ajisaka!" bentak Sonya.

"Nggak mungkin, Bram tidak mungkin mengkhianati aku, jaga mulutmu Sonya!"

"Heh, kakak tiri, kamu yang jaga mulutmu, kalau nggak, aku bisa melemparmu keluar dari rumah ini!" kembali Sonya membentak Kania.

Kania tidak menghiraukan Sonya.

Sudah kenyang Kania dengan ulah Sonya dan Ibu tirinya yang tidak puas-puasnya berusaha menyiksa Kania.

Kania mengabaikan adik tirinya yang masih berusaha menancapkan taringnya, Kania sedang menelepon tunangannya yang kini satu kantor dengan ayahnya.

Setelah mereka bertunangan, ayah Kania telah memberi Bramantyo Ajisaka kedudukan sebagai salah seorang Wakil Direktur Keuangan di perusahaan milik keluarga mereka.

"Kania, tumben kamu telepon, ada apa?" tanya Bram.

"Apa aku menyela sesuatu yang penting?" Tanya Kania.

Itu memang kebiasaan Kania yang selalu mengesampingkan urusan pribadi.

"Tidak, aku sudah di jalan, ada yang ingin kau beli? Makanan?" Tanya Bram dengan nada seperti biasa.

'Pasti Sonya yang bermulut besar,' batin Kania mendengar nada lembut Bram.

"Ada Sonya di depanku, dia bilang sedang mengandung anakmu, benarkah?" Kania bertanya sambil menatap tajam manik Sonya.

Tidak ada jawaban.

Hening.

"Bram?"

"Masalah ini tidak bisa kita bahas lewat telepon."

Deg!!

Kania mulai merasa gelisah mendengar jawaban Bram.

"Kau hanya tinggal bilang TIDAK, maka semuanya selesai." sergah Kania lembut.

"Tunggu kita bahas bersama, separuh perjalanan lagi aku sampai." Kemudian Bram menutup teleponnya.

"Bagaimana? masih nggak percaya? Oh ya Bram juga bilang kamu terlalu dingin, nggak bisa membangkitkan gairahnya, bahkan banci pun mungkin lebih baik dari kamu, itu kata pria yang jadi tunanganmu lho, bukan kata aku." Sonya semakin mengejek sambil menaikkan alisnya.

"Nggak mungkin itu anak Bram, kamu memang terlalu liar!" Desis Kania.

Tawa Sonya seketika membahana.

"Tahukah kau? Itu yang membuat Bram jatuh dalam pelukanku... LIARRR...itu memang kelebihan ku sekaligus itu adalah kekuranganmu, kau pikir di ranjang pria ingin wanita yang sopan? Tenang? Lemah lembut? Elegan? Kasihannn amat .... nggak becus sampai tunanganmu harus cari kepuasan di ranjang wanita lain!"

Sudah lama Kania tahu mulut Sonya memang jahat, tapi sore ini dia mendapati mulut itu terlalu jahat!

Kania ingin menyangkal tidak mungkin Bram bilang dia di ranjang lembut dan sopan, karena memang mereka belum pernah seranjang, dia berusaha menjaga dirinya, lagian menurutnya selama ini dorongan untuk melepas kesuciannya pun tidak pernah datang, Bram tidak membuatnya kepanasan dan kewalahan seperti yang dia baca dan dengar selama ini.

Kania memandang adik tirinya dengan muak.

"Hamil tanpa suami kok malah bangga, dasar tidak PUNYA MALU!"

"Ada apa ini?" tanya seorang wanita lanjut usia yang masih terlihat segar dengan gaun terbuka di dada.

Sonya langsung memasang tampang memelas.

"Kania bilang Sonya liar, padahal Bram sendiri yang memaksa Sonya, ngejar-ngejar Sonya, sampai Sonya hamil." Sonya berusaha mengambil hati ibunya.

"Kania, kamu yang nggak bisa bahagiakan tunanganmu kalau sampai dia jatuh hati sama Sonya!" Bentak ibu tirinya.

"Bram nggak mungkin tertarik kalau bukan Sonya yang menggoda!" Kania sudah setengah hati membela Bram, 'layakkah pria itu menerima pembelaanku,' batin Kania.

"Nggak usah nuduh ya, kamu sama aja dengan Ibumu, nggak becus jaga suami, nggak bisa memuaskan pasangannya!!"

KURANG AJAR!

Kania meradang mendengar almarhum Ibu kandungnya dihina.

Bisa-bisanya ayahnya membuang ibunya hanya untuk wanita dangkal seperti ini.

"Cukup! TUTUP MULUTMU! menyebut nama ibuku pun kamu nggak layak." Suara Kania bergetar sarat dengan kemarahan.

Gentar juga ibu tirinya melihat raut wajah Kania, tapi dia nggak mau kehilangan muka.

"Awas kalau aku dengar kamu bilang anakku liar lagi!" ancam ibu tirinya, Emmy Damayani, yang sejak masuk rumah tangga mereka selalu berusaha menyingkirkan Kania.

Kania bukan orang yang lemah, dia tidak akan membiarkan mereka menindasnya di rumahnya sendiri, memang ibunya telah meninggal, jadi dia hanya seorang diri melawan mereka berdua tapi dia tidak takut.

"Keluar kalian dari kamarku!" usir Kania.

"Berani kamu berbicara kasar dengan Ibumu!" bentak Emmy Damayani.

"Kau tidak pantas menjadi seorang Ibu!"

"Apa? Kau memang keterlaluan, tidak ada hormat-hormatnya pada orang tua."

"Percuma mengajarkan etika kalau diri sendiri tidak melakukan."

"Apa maksudmu?"

"Wanita yang menghancurkan rumah tangga orang lain pasti bukan orang baik-baik, jadi berhentilah menasehati."

"Dasar anak tak tahu diuntung, lihat aja aku akan membuatmu menderita."

"Itu memang sudah watakmu bukan? Membuat orang lain menderita!" Balas Kania.

"Ada apa ini, Kania kenapa kamu membentak ibumu begitu keras?" tanya Ayah Kania, yang tiba-tiba sudah ada di belakang ibu tirinya.

"Papa, harus tahu cerita seutuhnya, bukan aku yang mengusik mereka duluan."

"Billy, anakmu memang tidak pernah bisa menerimaku, bukan aku yang membuat ibunya meninggal, kenapa dia selalu membenciku?" Emmy mengeluarkan airmata buayanya.

"Kania, minta maaf sama ibumu." Bentak Billy pada anak perempuan dari istri pertama yang sangat disayangnya.

Bibir Kania terlihat bergetar menahan emosinya yang campur aduk.

"Pa, Papa cuma tahu bagian akhirnya, Papa tidak tahu saat mereka memakiku, menghinaku, sekarang aku yang harus minta maaf?"

Billy terdiam, dia mengenal anak perempuannya, tidak mungkin anaknya berdusta.

"Kenapa kalian semua tidak bisa berdamai? selalu bertengkar? tidak bisakah rumah ini tenang?" teriak Billy kesal, selalu ada pertikaian saat dia ingin ketenangan sepulang kantor.

"Kalau kau ingin tenang, suruh Kania keluar dari rumah ini, suruh dia beli rumah sendiri, agar dia tidak menunjukkan kebenciannya yang begitu besar, lama-lama aku nggak tahan Billy!" kembali ibu tirinya bermain drama, mengucapkan tiap kata dengan lemah dan parau seakan sedang menahan tangis.

Luar biasa munafik!

"Papi suruh kakak Kania minta maaf, sudah ngata-ngatain Sonya liar, jalang, ganjen, sudah memaki-maki Mommy." Sonya pun menangis di pelukan ibunya, semakin menguatkan kubu ibunya sebagai pihak yang teraniaya.

"Kania, kau bilang Sonya begitu?"

"Aku hanya bilang Sonya liar karena dia hamil tanpa ada yang bertanggung jawab, apa namanya, Pa?"

"Sonya, kau hamil?" Billy tahu anak tirinya memang bergaul bebas, tapi dia tidak menyangka Sonya sampai begitu bodoh membiarkan dirinya hamil.

Kania melihat Sonya segera memasang tampang yang menyedihkan

'Ibu dan anak sama saja, pemain drama nomor satu,' kata Kania dalam hati.

"Suruh pacarmu datang menghadap Papi, hari ini juga!" Teriak ayah Kania sambil memandang anak tiri bawaan dari istri keduanya.

"Aku yang bertanggungjawab!"

suara dalam seorang pria mengalun di udara, menciptakan keheningan.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta, Kebohongan, dan Anjing yang Mematikan
9.7
Kehidupan seorang wanita hancur ketika ibunya kritis akibat diserang anjing milik Helena. Bara, tunangannya yang kaya raya, justru membela hewan tersebut dan pamit pergi ke luar negeri demi pekerjaan. Namun, kebenaran pahit terungkap setelah sang ibu meninggal. Bara berbohong; ia tidak ke Singapura, melainkan berlibur mewah dengan Helena di Maladewa. Di makam ibunya, wanita ini sadar bahwa cinta sang miliarder palsu belaka. Pengkhianatan keji ini pun mengakhiri hubungan mereka.
Sampul Novel Dokter Cantik Mantan Istriku (Penyesalanku)
9.1
Pertemuan kembali dengan Uma setelah lima tahun berpisah memicu penyesalan besar dalam diriku. Mantan istriku kini telah sukses sebagai dokter kandungan sekaligus direktur di sebuah rumah sakit swasta. Menyaksikan keberhasilan dirinya dan melihat anak kami tumbuh membuatku didera rasa bersalah yang teramat dalam. Kini, aku dirundung kebimbangan besar, mempertanyakan apakah masih ada kesempatan untuk memperbaiki segalanya dan menyatukan kembali keluarga kami.
Sampul Novel Hijrah Cinta Sang Casanova
8.0
Pertemuan pertama membuat Bobby langsung terpikat pada Claudia. Sayangnya, reputasi Bobby sebagai playboy membuat Claudia enggan membuka hati, meski ia tetap bersikap ramah karena Bobby pernah menolong menantunya. Di sisi lain, Sultan selaku mertua Claudia justru merestui Bobby agar menantunya tidak lagi menjanda. Begitu Claudia akhirnya luluh dan bersedia menikah, bayang-bayang masa lalu dan kehadiran sosok misterius datang menguji kesetiaan cinta mereka.
Sampul Novel Hubungan Penuh Gairah
9.1
Trauma masa lalu membuat aktris Yuna menutup rapat hatinya untuk cinta. Namun, takdir mempertemukannya dengan seorang aktor papan atas dalam proyek video klip yang sama. Sebuah insiden tidak terduga membawa mereka ke dalam malam penuh gairah. Yuna mengira itu hanya cinta satu malam biasa, tetapi sang senior justru jatuh cinta dan terus mengejarnya dengan ketulusan. Akankah kegigihan sang aktor mampu menyembuhkan luka lama Yuna dan membuatnya kembali membuka hati?
Sampul Novel Ketika Cinta Tak Mendapat Musimnya
8.7
Tujuh tahun mendampingi Navish sebagai sekretaris sekaligus kekasih rupanya tidak menjamin kebahagiaan Cassia. Pengkhianatan Navish yang bertunangan dengan wanita lain membuat Cassia hancur dan berniat mundur. Meski Navish tiba-tiba membatalkan pertunangan itu secara publik, kejutan pahit menanti Cassia di sebuah acara lelang. Alih-alih dilamar, Cassia harus menghadapi kenyataan pahit saat sosok cinta sejati Navish muncul dengan wajah yang sangat mirip dengannya. Cassia pun tersadar bahwa selama ini dirinya hanyalah pengganti.
Sampul Novel Mendadak Jadi Ibu Susu Anak Atasanku
8.1
Kehidupan Mariana runtuh akibat pengkhianatan sang suami dan kepergian bayinya. Saat terpuruk, bosnya yang baru menduda memohon agar Mariana bersedia menjadi ibu susu bagi sang anak. Walau sempat bimbang, tanggung jawab baru ini justru menyeretnya ke dalam konflik batin yang rumit. Kedekatan tak terduga pun mulai terjalin, menumbuhkan rasa cinta yang hadir di saat tidak tepat. Mampukah hubungan ini bertahan di tengah bayang-bayang trauma masa lalu dan keadaan yang serba salah?