APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Putri Bayangan Dari Keluarga Terkenal

Putri Bayangan Dari Keluarga Terkenal

Keluarga Ahn mendominasi Korea Selatan lewat imperium medis dan bisnis Ahn Group yang dipimpin Daejin Ahn bersama sang istri, Minseo Hwang. Di balik kesuksesan tiga putri mereka, Serena, Hara, dan Elira yang selalu menjadi pusat perhatian publik, tersimpan sebuah misteri besar. Yura, putri bungsu berumur lima tahun, sengaja disembunyikan rapat-rapat dari dunia luar. Ada rahasia kelam yang terkubur dalam-dalam di balik kemegahan dan kemewahan dinasti kaya raya ini.
Bab
Bagikan

Bab 3

Pagi hari di rumah besar keluarga Ahn dimulai seperti biasa. Langit biru yang cerah dan udara segar memasuki rumah melalui jendela-jendela besar yang menghadap ke taman yang terawat rapi. Namun, suasana di dalam rumah tidak mencerminkan kedamaian luar tersebut. Setiap langkah yang diambil di dalam rumah ini seolah membawa bobot ketegangan yang semakin berat. Yura, si bungsu, terus terperangkap dalam lingkaran kebisuan yang dibangun oleh keluarganya.

Minseo duduk di ruang makan besar, menatap secangkir teh hijau yang hampir tak tersentuh di hadapannya. Pikirannya mengembara jauh, melampaui batas meja yang indah dan lantai marmer yang dingin. Sesuatu telah berubah sejak percakapan malam sebelumnya dengan Hyunho. Kalimat yang disampaikan oleh pria itu terus terngiang di benaknya: "Ada sesuatu yang harus kamu ketahui. Tentang Yura." Kata-kata itu menggetarkan dunia Minseo, mengingatkan pada kenyataan yang selama ini dia coba sembunyikan-dan sekarang kenyataan itu semakin dekat untuk diungkap.

"Apa yang sebenarnya Hyunho maksudkan?" Minseo bertanya pada dirinya sendiri, namun tidak ada jawaban yang memuaskan di benaknya. Dia telah menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk menjaga Yura di bawah bayang-bayang, membatasi dunia luar yang bisa melihatnya. Namun, apakah itu cukup untuk melindunginya? Apakah Yura hanya sekadar seorang anak bungsu yang tak tahu apa-apa, atau adakah sesuatu yang lebih dari itu?

Di luar, suara mobil mewah terdengar memasuki halaman rumah. Elira, dengan penampilan sempurna dan aura profesional yang selalu melekat pada dirinya, baru saja tiba setelah menghadiri rapat dengan dewan direksi perusahaan. Hanya beberapa jam sebelumnya, dia telah mengamankan kontrak penting yang akan membawa perusahaan mereka ke tingkat yang lebih tinggi, namun kini wajahnya tampak kosong, terperangkap dalam sebuah dilema yang mengganggu pikirannya.

Sebelum dia bisa melangkah lebih jauh, Hara muncul dari arah tangga, matanya yang lelah bertemu dengan mata Elira. Mereka berdua saling bertukar pandang sejenak. Tidak ada kata-kata yang diucapkan, hanya keheningan yang tebal, yang terasa semakin mengganggu. Seperti dua sisi dari sebuah mata uang yang sama, mereka berdua adalah anak-anak yang terperangkap dalam kehidupan yang diatur oleh orang tua mereka. Masing-masing memiliki ambisi, namun juga memiliki ketakutan yang mendalam terhadap dunia mereka yang terkendali.

Elira melangkah maju, suaranya terdengar lemah, namun ada ketegangan yang tidak bisa disembunyikan. "Apa yang terjadi dengan Yura?" tanyanya pada Hara, tanpa menjawab pertanyaan yang jelas di benaknya.

Hara mendengus pelan, menggerakkan rambutnya yang panjang ke belakang. "Kita akan tahu sebentar lagi," jawabnya singkat. "Tapi aku khawatir. Ada sesuatu yang lebih besar yang sedang datang."

Elira merasa dada-nya sesak. "Apa yang kamu tahu tentang ini? Kita tidak bisa terus hidup dalam kebohongan seperti ini. Keluarga ini tidak pernah benar-benar utuh, Hara. Dan Yura... dia bukan hanya anak kecil. Ada sesuatu yang lebih, bukan?"

Kata-kata itu membuat Hara terdiam. Seperti ada bebannya sendiri yang terlalu berat untuk dia bicarakan. "Kita semua terjebak, Elira. Jangan terlalu berharap pada kenyataan yang kita tahu. Ini bukan tentang Yura saja. Semua ini lebih besar dari yang kita pikirkan."

Sementara itu, di ruang lain, Serena berdiri di depan cermin besar, memeriksa dirinya. Rambutnya yang tertata rapi, pakaian yang selalu sempurna. Di luar penampilan luar yang tenang dan profesional, ada perasaan lain yang menggerogoti hatinya. Dia merasa terperangkap dalam peran yang telah diciptakan untuknya sejak kecil, dan tidak ada satu pun orang yang tahu betapa sakitnya itu. Apa yang dia kejar dalam hidupnya? Apakah itu prestasi demi prestasi, hanya untuk memenuhi harapan orang lain?

Serena menarik napas panjang dan berbalik, menatap dirinya sendiri di cermin. "Aku harus kuat," bisiknya pada diri sendiri. "Aku tidak punya pilihan."

Namun, di luar sana, di ruangan yang lebih jauh, Yura, si bungsu yang tidak pernah terlihat oleh mata publik, merasa ada sesuatu yang tidak biasa dalam rumahnya hari ini. Suara langkah kaki orang-orang yang berjalan dengan terburu-buru, bisikan-bisikan yang terdengar di balik pintu yang tertutup rapat-semuanya mengarah pada satu hal: ada sesuatu yang besar sedang terjadi. Dan Yura, yang selama ini terisolasi dari dunia luar, merasa perasaan tak nyaman yang semakin membesar. Dunia yang dia kenal mulai pecah.

Tepat ketika suasana semakin memanas, pintu ruang tamu terbuka dengan keras. Daejin, sang kepala keluarga, masuk dengan langkah cepat, matanya penuh dengan kegelisahan yang tidak biasa. Wajahnya, yang biasanya tenang dan penuh percaya diri, kini terlihat jauh lebih gelisah. Minseo, yang duduk di meja makan, melihatnya dengan perasaan cemas yang mendalam.

"Daejin, ada apa?" tanya Minseo dengan suara pelan, mencoba menahan getaran dalam dirinya.

Daejin memandang Minseo dengan tatapan penuh teka-teki. "Kita harus segera berbicara tentang Yura," katanya dengan suara rendah. "Ini lebih besar dari yang kita kira."

Minseo merasa darahnya berdesir. Segera, perasaan takut menyelimuti dirinya. "Apa maksudmu? Apa yang terjadi dengan Yura?"

Daejin menarik napas dalam-dalam, memandang Minseo dengan serius. "Yura bukan anak yang kita kira, Minseo. Aku tidak tahu bagaimana kita bisa menghadapinya, tapi kita tidak bisa terus menyembunyikannya. Semuanya akan terbongkar. Dan kita tidak bisa menghentikannya."

Kata-kata itu menggantung di udara, dan Minseo merasa jantungnya berhenti sejenak. Segalanya mulai mengarah pada satu titik yang tak terelakkan. Yura bukan hanya anak bungsu mereka yang terlindungi, tetapi kunci dari sebuah misteri yang lebih besar, sebuah kebenaran yang akan menghancurkan segala yang telah mereka bangun.

Saat itulah, suara pintu terbuka terdengar lagi. Hara, Elira, dan Serena berdiri di ambang pintu, mendengar percakapan itu. Mereka semua tahu bahwa keluarga Ahn telah mencapai titik yang tak bisa diputar balikkan. Apa yang mereka sembunyikan selama ini kini akan terungkap-dan mereka harus menghadapi kebenaran yang sangat berbeda dari yang mereka bayangkan.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dari Benci Jadi Tayang Tayang
9.2
Karra Bella Atmadja terjebak cinta segitiga rumit bersama sahabat kecilnya, Darayan Noah Tedja. Sayangnya, Noah memendam rasa pada Kanaya. Di sisi lain, Kanaya merupakan gadis idaman Raquello, sepupu Bella sendiri. Hubungan mereka kian membingungkan karena Noah dan Kanaya selalu menutupi perasaan masing-masing. Ketika Bella mulai lelah lalu memilih menyerah, siapakah yang akan bersatu dalam kisah asmara masa muda ini?
Sampul Novel Dia, Yang Mudah Dihibur
8.6
Setelah diabaikan lagi di hari Idul Adha demi cinta sejati Brian yang meminta bantuan memperbaiki lampu, sang protagonis memilih melepaskan hubungan mereka. Lewat sebuah unggahan media sosial yang memperlihatkan keintiman Brian dengan wanita tersebut, ia tidak lagi marah melainkan langsung meminta putus. Brian yang terlalu percaya diri mengira pacarnya hanya sedang merajuk dan akan kembali luluh seperti biasa. Namun, ia tidak menyadari bahwa kepatuhan itu kini telah sirna sepenuhnya.
Sampul Novel Es Batu
8.1
Relva Arilia, gadis tulus yang jenaka, menaruh hati pada Steven Grellyn. Sayangnya, pemuda sedingin es itu terus mengabaikannya. Walau kerap menghadapi penolakan, keuletan Relva lambat laun mengikis sikap kaku Steven yang semula enggan membuka diri. Perjalanan cinta mereka tidaklah mudah, melainkan sebuah perjuangan emosional yang sarat rintangan serta air mata. Demi masa depan bersama, keduanya harus meredam ego agar kehangatan kasih dapat mencairkan kebekuan hati dan mengubah takdir mereka.
Sampul Novel Gairah di Kota kecil
8.2
Nikmati kisah asmara modern yang hangat dengan latar sebuah kota kecil yang sunyi namun sarat emosi. Lembar demi lembar novel ini menyajikan kedekatan emosional dan interaksi intim yang membara di antara para tokohnya. Pembaca diimbau bersikap bijaksana, karena alur cerita yang disajikan secara mendalam ini dirancang untuk memicu imajinasi serta fantasi romantis tentang hubungan fisik yang sangat mendalam dan terasa begitu nyata.
Sampul Novel SENANDUNG CINTA
8.3
Perjuangan hebat seorang wanita tangguh dalam membuktikan diri lewat kekuatan cinta menjadi inti kisah ini. Lia kini telah memantapkan hatinya untuk menyatakan seluruh perasaan terdalam pada momen yang paling tepat. Penuh keyakinan, ia mulai merancang masa depan indah bersama Rangga. Takdir pun menuntun langkah keduanya menuju Jepang. Di Negeri Sakura inilah, sebuah janji suci pernikahan akan segera mengikat cinta sejati mereka untuk selamanya.
Sampul Novel Terpaksa Menikahi Duda Lumpuh
8.5
Senja terpaksa menikah dengan Aksa Wijaya, duda beranak satu yang lumpuh akibat kecelakaan tragis. Setelah koma sebulan, Aksa ditinggalkan oleh istrinya, Riyanti, yang menolak merawatnya. Meski kondisi Aksa terpuruk, Senja tetap yakin suaminya bisa sembuh. Kini, ia bertekad merawat Aksa dengan sabar sekaligus berjuang melunakkan hatinya demi kesembuhan sang suami.