APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel PROMISE (Janji Cinta di SMA)

PROMISE (Janji Cinta di SMA)

Sejak SMA, Chelia memendam cinta pada Varo. Kisah mereka tertunda akibat penolakan sebuah kado jam tangan. Varo berjanji akan menerima hadiah itu jika mereka bersua kembali empat tahun lagi. Namun, takdir justru mempertemukan mereka sebagai kakak dan adik ipar. Di tengah perasaan yang masih membara, Chelia dipaksa mengubur rapat cintanya demi keutuhan keluarga. Sanggupkah ia merelakan sosok pria yang telah sekian lama ia nantikan kehadirannya?
Bab
Bagikan

Bab 2

Gadis itu berlari ke arah halaman samping rumah Rachel. Dia memegangi dadanya yang terasa sangat nyeri. Air mata yang tidak bisa dihentikannya.

"Tidak mungkin," ucapanya mengulangi dengan suara gemetar.

Chelia mengambil kotak jam tangan itu dari tas kecilnya. Dengan perasaan campur aduk dia melempar asal kotak tersebut.

Bima yang berhasil menyusul adiknya dibuat heran ketika mendapati kotak yang selama ini selalu dibawa Chelia. Kotak segi empat yang sangat berarti untuknya sudah rusak terlempar ke tanah.

Bima memunguti kotak itu dan mendekati adiknya dengan segera ketika mendengar suara tangisan Chelia yang cukup keras.

"Apa yang terjadi, dek?" tanya Bima panik.

Chelia berlari ke dalam pelukan kakak nya.

"Cinta pertama ku tidak terbalas, bang. Cinta pertama ku berakhir, kisah cintaku sudah berakhir,"ucapnya pilu meredam tangisan di dada Bima.

Bima memeluk erat tubuh adiknya yang sangat terguncang. Pria itu membiarkan Chelia menangis tanpa bertanya apapun terlebih dahulu.

Bima mengelus pelan punggung Chelia yang bergetar karena tangisan. Dia menatap puncak kepala adiknya dengan sedih. Melihat Chelia seperti ini tidak pernah terbayang olehnya.

"Maukah kamu menceritakan apa yang telah terjadi?" tanya Bima penuh kelembutan.

"Pria yang aku tunggu selama ini sudah bertunangan dengan wanita lain,"jawab Chelia sesegukan.

Bima tidak bisa berkata apapun, padahal tadi pagi dia masih menggoda adiknya. Nyatanya malam ini dia mendengar kabar yang selama ini ditakutinya.

" Kamu bertemu dengannya? Dia menghubungimu?"tanya Bima penuh selidik.

Chelia terdiam, dia tidak mungkin mengatakan kalau tunangan Rachel adalah pria itu. Dia tidak ingin menghancurkan perasaan Rachel dan keluarga yang lain.

Dengan sisa tangisannya gadis itu menjawab, "salah satu teman ku di SMA menghubungi dan mengatakan kepadaku,"ucapnya berdusta.

" Kamu mempercayainya?"

Chelia mengangguk. "Tadi dia mengirimkan videonya, aku yakin pria itu."

Bima lebih mengetatkan lagi pelukkannya, kemudian membiarkan adiknya menangis menumpahkan kekecewaannya.

"Cintaku tidak berjalan dengan baik, bang."

Bima hanya menepuk pelan punggung adiknya. Tidak ada satu kata dan kalimat pun yang dapat membuatnya tenang. Tidak! Karena dia pernah berada di posisi Chelia, dikecewakan karena cinta. Menangis mungkin bisa meredakannya, tapi tidak bisa menghilangkan rasa kecewa itu.

***

Gadis itu memilih sendiri di dalam kamar, dia meminta Bima mengantarkannya ke kamar. Lalu meminta Bima juga memberi pengertian kepada Rachel dan keluarganya.

"Empat tahun aku selalu menanti untuk bertemu dengan mu. Tapi pertemuan bukan yang seperti ini yang aku inginkan."

Gadis itu membenamkan wajahnya ke dalam bantal. Dia masih saja belum berhenti menangis, karena hatinya terasa pilu sekali. Dia tidak pernah berpikir kalau pria yang selalu di idamkannya menjadi bagian keluarganya. Bukan sebagai pasangannya, tapi sebagai kakak iparnya.

"Kenapa harus dengan kak Rachel?" tanya gadis itu kepada dirinya sendiri.

Di bawah sana acara tetap berlangsung sesuai rencana. Mama dan papa menanyakan keberadaan Chelia. Bima mencoba memberikan pengertian kepada mereka berdua.

"Chelia dimana, Bi?" tanya Rachel karena tidak melihat keberadaan adik sepupu kesayangannya itu.

Bima tersenyum kaku sambil memperlihatkan kotak jam tangan yang ada di tangannya. Rachel pun tahu tentang kisah itu, karena kepada Bima dan Rachel lah Chelia selalu mencurahkan isi hatinya.

Dengan mata merah dan sedih."Dia mendapatkan kabar yang tidak mengenakan tentang pria itu."

Rachel menghela napas sedih. "Dimana dia?"

"Dia menangis di dalam kamar, mungkin sudah tidur sekarang."

"Lu nggak perlu sedih kak, kalau lu sedih Chelia bakal marah juga. Tadinya dia tidak mengizinkan gua untuk menceritakan keadaan sebenarnya. Karena ini adalah hari bahagia lu, kak."

"Nanti kakak coba menemuinya."

Semua kelurga menyambut baik ketika Rachel menerima perjodohannya kali ini. Karena selama ini gadis itu selalu tidak cocok. Entah kenapa dia menyukai pria yang sedang tersenyum kepadanya.

Bima berbaur dengan tamu dan sanak keluarga yang lainnya. Walau pikirannya selalu kepada adiknya.

Saat acara telah selesai, dan mereka mengantarkan para tamu ke halaman rumah.

"Maaf Rivaro, tadi gua tidak sempat berkumpul dan foto bersama. Tapi gua bahagia karena tidak akan lama lagi kita bukan hanya sekedar teman. Kita akan menjadi keluarga besar, ternyata lu punya banyak keluarga sama seperti keluarga gua."

Rivaro tersenyum membenarkan, mereka berjalan beriringan menuju mobil pria itu.

"Minggu depan lu jadi akan mengajar di kampus yang lu ceritakan waktu itu?" tanya Bima kepada temannya.

Rivaro mengangguk. "Semua administrasi sudah gua penuhi, kemungkinan senin atau selasa depan sudah mulai mengajar."

Bima tertawa mengolok. "Betah lu Var ngajar? Apalagi yang lu ajar mahasiswa yang jaraknya tidak jauh dengan umur kita."

Rivaro tertawa menimpali kegundahan Bima. "Masih jadi asisten dosen, Bi. Nanti dilihat dulu apakah gua betah atau nggak. Kalau nggak, sepertinya harus menerima tawaran ayah buat usahanya,"ucap pria itu cengengesan.

Abimana menatap nyalang ke arah Rivaro. " Lu harus jaga mata di kampus, awas saja lu mencari para mahasiswi di sana, nih!"seru Bima menampakan bogem nya.

Rivaro tertawa. "Kecuali kalau mereka yang dekati ya. Itu nggak masuk kesalahan gua kan? "

Mereka tertawa bersama dan berhenti di dekat mobil Rivaro yang terparkir.

"Adik gua Chelia kuliah di sana, tapi nggak tahu apakah dia mengambil jurusan yang lu ajar. Tapi, gua minta lu jagain dia kalau di kampus,"lirih Bima.

Rivaro tahu betul seberapa sayang Abimana kepada adik perempuannya.

" Dia itu ceroboh dan mudah mempercayai orang. Ya... Selama ini dia baik baik saja dengan teman dan pergaulannya. Mumpung lu juga ngajar di sana, tidak salah kan gua meminta bantuan untuk menjaga Chelia."

"Gua pasti akan bantuin lu, Bi. Gua akan menganggap dia sebagai adik sendiri."

Abimana menghela napas lega, pekerjaannya di luar kota membuatnya tidak bisa memperhatikan Chelia dari dekat.

"Gua lega mendengarnya Var, tapi lu jangan macem macemin adek gua. Apalagi mempersulit pelajarannya kalau dia ngambil jurusan lu."

Rivaro terkikik geli."Semacam boleh kan?"

Abimana menyepitkan mata memperingatkan Rivaro. Lalu, perhatian pria itu beralih ke tangan Abimana. Kening Rivaro mengernyit melihat kotak yang dibawa oleh Bima sejak tadi.

"Apa itu?" tanya Rivaro penasaran.

"Sejak tadi gua lihat benda itu berada di tangan lu."

Bibir Abimana mencebik pelan, hatinya terasa sedih kembali karena mengingat Chelia.

"Punya adek gua Rochelia," jawab Abimana sambil memamerkan kotak itu kepada Rivaro.

"Jam tangan?"tanya Rivaro lirih.

Dia meraih kotak tersebut dari tangan Abimana, pria itu memperhatikan dengan teliti.

" Iya, kotak jam beserta isinya, hadiah yang pernah diberikan Chelia kepada pria yang dia cintai. Tapi, pria itu menolaknya karena menurutnya jam ini terlalu mahal. Chelia selalu membawa jam ini kemanapun dia pergi. Dia tidak pernah sedikit pun meninggalkannya. Karena dia merasa akan bertemu kembali dengan pria itu, pria yang menjadi cinta pertamanya."

Abimana nampak tersenyum sedih. "Pria itu meminta adik gua memberikannya setelah empat tahun dari pertemuan kala itu. Chelia mengingat janji tersebut, tapi kenyataannya tidak seperti yang diharapkan oleh Chelia. Empat tahun setelahnya Chelia kembali mengetahui dimana pria itu. Akan tetapi.... "

"Tetapi apa?"tanya Rivaro ingin tahu.

" Tadi dia mendapati kenyataan kalau pria itu sudah bertungan dengan wanita lain. Teman di sekolahnya dahulu menghubungi Chelia dan mengatakan kebenarannya."

Mata Abimana meredup sedih. "Gua tidak menyangka melihat adik sendiri menangis seprti itu. Rasanya lidah ini kelu, dia menangis sampai kelelahan."

"Lu tahu siapa pria itu?"

Abimana menggeleng."Gua tidak pernah tahu siapa dia dan siapa namanya. Hanya yang gua tahu Chelia sangat mencintainya."

Rivaro memperhatikan serius kepada kotak jam tangan itu. Lalu, pria itu melihat asal ke atas rumah Rachel. Rivaro melihat seorang gadis memandangnya dari kejauhan. Walau tidak terlalu jelas, tapi Rivaro yakin kalau mata itu sedang memperhatikannya.

***

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Absurd Boyfriend With Kianna
8.5
Kianna Augustephie, gadis pendiam yang suka menulis, memendam kekaguman pada Giorgio Fernandes. Ketampanan sang idola sekolah bahkan menginspirasi novel romantis karyanya. Namun, kejutan datang saat Gior tiba-tiba mendekat dan kerap melontarkan rayuan konyol yang tak terduga. Tingkah absurd cowok populer ini sukses membuat Kianna bingung sekaligus jatuh hati. Akankah kisah cinta fiksi dalam bukunya benar-benar terwujud nyata bersama Gior?
Sampul Novel AKU DIHAMILI SUAMIKU
8.0
Hidup Alexa Banderas hancur di hari kelulusan akibat pembunuhan orang tuanya oleh sang paman yang mengincar dokumen Taurus Corps. Di tengah duka, ia dipaksa menikah dengan Martin Snowden, pria kasar yang membencinya. Kini, Alexa harus memimpin perusahaan besar sekaligus melindungi sang suami dari kekasihnya yang licik demi mengamankan aset keluarga. Mampukah ia membalas dendam, mengelola bisnis, dan meluluhkan hati Martin yang begitu keras?
Sampul Novel Asisten Pribadi CEO Dingin
9.7
Demi bertahan hidup, desainer berbakat Elena terpaksa menunda impiannya dan bekerja sebagai asisten Arion, CEO startup yang sangat kaku. Di balik sikap dingin sang atasan, Elena perlahan menemukan kehangatan. Ketika sabotase besar mengancam perusahaan, aksi heroik Elena berhasil mengungkap pelaku asli. Peristiwa ini menumbuhkan benih cinta di hati Arion, tetapi kini Elena dirundung dilema besar antara menerima asmara sang bos atau mengejar ambisi agensi pribadinya.
Sampul Novel Bunda
9.6
Kisah nyata wanita tangguh yang diadopsi keluarga sederhana walau lahir dari orang tua kandung kaya. Usai tegar menghadapi segala hinaan, ia sukses menjadi pengusaha. Saat nasibnya berbalik, ia harus bertahan hidup dengan kiriman uang putra sulungnya, 350 ribu seminggu. Di tengah himpitan ekonomi dan ancaman kelaparan, ia berjuang membesarkan si kembar, Nayla dan Nathan, hingga tumbuh menjadi anak cerdas dan berhasil.
Sampul Novel Dia yang Dibawa Pulang, Aku yang Dilupakan
8.0
Sejak Siti Kusuma hadir pada hari ulang tahunnya yang ke-16, kehidupan sang protagonis berubah drastis. Jason tega mencelakainya, sementara Anto mengusirnya dari rumah. Mengira kepergiannya hanya pemberontakan biasa, saudaranya justru membawa Siti ke Franzia. Mereka tidak tahu bahwa ia telah menandatangani kontrak permanen sebagai ahli kimia termuda di perusahaan rival terbesar mereka. Ketika mereka akhirnya menyadari kepergiannya yang selamanya, penyesalan mendalam pun terlambat datang.
Sampul Novel Forced Marriage
9.2
Pertemuan pertama membuat CEO sukses Joan Arkan Rivenno terpikat pada aktris cantik Liza Nathalia Hope hingga berujung perjodohan. Namun, Liza menolak karena menganggap Joan sebatas kakak dan dirinya telah memiliki kekasih. Penolakan itu justru memicu obsesi Joan yang kian tak terkendali. Akibat tindakan nekat Joan di suatu malam, Liza hamil dan terpaksa menjalani pernikahan tanpa cinta yang dipenuhi kebencian.