APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pria yang Menguntitku

Pria yang Menguntitku

Di balik mata boneka di atas ranjangnya, ada seorang pria yang diam-diam mengintai. Sang penguntit kerap menyusup ke rumah, berbaring di kasurnya, hingga meninggalkan jejak di pakaiannya. Saat rahasia ini terungkap, pria itu mengira sang wanita gemetar ketakutan di sudut ruangan. Namun, ia tidak menyadari bahwa semua ini adalah jebakan. Wanita itu justru sengaja memancingnya dan telah lama menanti kehadirannya dalam permainan obsesi yang gelap ini.
Bab
Bagikan

Bab 3

Dia terluka, kakinya di gips, mungkin ini alasan dia hilang selama beberapa hari ini.

Tapi dia tidak mau menyerah, jadi mendekatiku dengan terang-terangan hanya untuk melihatku.

Memikir itu, aku jadi senang, dengan senyum mengangguk kepalaku.

“Tentu saja boleh, kebetulan aku lagi ada waktu juga, nggak ku sangka Pak Martinus adalah orang yang sangat penuh kasih.”

Mendengar pujianku, wajah Martinus yang pucat jadi merah karena malu.

“Hanya melihat kucing ini kasihan, jadi nggak tega.”

Iya kah?

Kalau bukan melihat dengan mataku sendiri, dia menggunakan kayu mematahkan kaki anjing liar, aku hampir saja percaya.

Nggak tahu juga apakah kucing ini juga mengalami perlakuan yang tidak manusiawi.

Aku menundukkan pandanganku untuk menyembunyikan rasa jijik dan mengangguk kepala.

“Kucingnya kasih ke aku saja, kalau sudah selesai obatin aku antarin lagi.”

Aku mengulurkan tangan, tanpa sengaja menggunakan jariku yang putih menggores lengannya dengan lembut, pelan tapi menggoda.

Mendengar nafasnya yang makin cepat, aku baru dengan puas menarik kembali tanganku dan menggendong kucingnya.

“Kalau gitu aku ke rumah sakit dulu ya.”

Martinus terdiam, menarik nafasnya dalam-dalam lalu menyembuyikan matanya yang penuh dengan obsesi dan kegilaan.

“Sabrina, aku tinggal di blok 1, kamu tinggal di mana? Kalau kakiku sudah sembuh aku datangin untuk terimakasih.”

Aku melihatnya dengan senyum, “Kebetulan sekali, aku juga di blok 1, lantai 14.”

Martinus menunjukkan kekagetannya, “Oh pas sekali, aku juga di lantai 14, barusan pindahan, kita adalah tetangga.”

Jujur, aktingnya jelek sekali.

Pandangan matanya sudah mau lihat ke payudaraku, masih sok gentleman, saat aku melihatnya, kepalanya nunduk.

Tapi nggak papa, aku nggak peduli.

Aku ikutin dia tertawa.

“Bagus kali kalau gitu, lain kali bisa berangkat dan pulang kerja bersama Pak Martinus, design sini agak aneh, satu lantai dua rumah tapi sangat mirip, kalau nanti aku salah masuk rumah, masuk ke rumah Pak Martinus, jangan usir aku ya.”

Selesai bilang, aku tidak peduli dengan kecurigaannya, langsung pergi.

Setelah pulang dari klinik hewan, aku melakukan disinfeksi secara menyeluruh.

Kucing itu ada kutu, lukanya parah sekali harus nginap di sana, jadi nggak aku bawa pulang.

Di saat lagi menyesal karena nggak ada alasan untuk cari Martinus, orangnya datang sendiri.

Martinus mentransfer aku uang perobatan, dengan sopan menanyaiku bisa nebeng makan nggak.

“Maaf kalau merepotkan kamu, aku sekarang nggak bisa jaga diriku sendiri, dokter juga nggak kasih aku pesan makan di luar.”

Aku mengizinkannya.

Dengan penuh semangat, berencana membuat masakan yang enak untuk malam ini.

Mengganti baju yang sudah kusiapkan sejak lama dari lemari.

Saat bel pintu bunyi, aku dengan santai jalan keluar dari dapur, merapikan gaun tidur renda putih yang kupakai baru buka pintu, membantu Martinus yang jalan dengan tongkat.

“Jalan dengan satu kaki agak susah ya?”

Aku pura-pura tidak melihat ekspresinya yang kaget, kedua tanganku dengan erat memeluk lengannya, “Hati-hati, kamu sandar saja ke aku, jangan sampai jatuh.”

Dia mendengarkannya, setengah badannya langsung sandar ke depan dadaku.

“Merepotkan kamu sekali.”

Suaranya sampai bergetar karena terlalu gembira, begitu gampang tergoda?

Dalam hatiku menertawainya, tapi semakin mendekatinya.

Merasakan bisepnya jadi keras karena tegang, aku baru melepaskannya dan ke dapur.

“Mungkin harus tunggu sebentar lagi, kamu duduk di sofa dulu.”

Aku bahkan tidak perlu membalikkan kepalaku sudah bisa dengan jelas merasakan pandangan panasnya Martinus yang sedang melihat punggungku yang terbuka.

Iya, aku lupa menarik resleting gaun.

Gaunnya terlihat terlalu polos, kalau tidak menggunakan trik-trik kecil, bagaimana bisa membuat masalah.

Dia sekarang pasti mau melihat aku pakai pakaian dalam atau nggak, kan?

“Oh iya......”

Memikir sampai sini, aku tiba-tiba berbalik, sesuai harapanku kelihat matanya yang panas dan penuh gairah.

“Pak Martinus ada pantangan makan?”

Martinus dengan cepat menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan keinginannya, memeluk makin erat bantal yang digunakannya untuk menutupi selangkangan, “Nggak ada, apapun aku suka makan.”

Aku dengan senyum menjawab, “Baiklah kalau gitu.”

Di dalam dapur sangatlah panas, tapi hatiku makin panas.

Aku memasukkan sayur ke dalam panci, lalu menarik baju di depan dada dan menggunakan kain untuk mengusap keringat, seketika langsung merasakan di belakang telingaku ada nafas yang panas.

Aku tidak langsung membalikkan kepalaku, tetapi melihat ke arah kaca jendela.

Dalam pantulan kaca, Martinus hampir meletakkan seluruh kepalanya di bahuku.

Satu tangannya memegang tongkat, satunya lagi perlahan-lahan menyibak rambutku, menciumnya dengan tidak senonoh seperti pria yang tergila-gila, lalu menunjukkan senyuman yang sangat psikopat.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Cari "B66364" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Goodnovel untuk melanjutkan membaca.
B66364
Salin

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Amarah Dan Cinta
9.5
Yasnina harus menelan kepahitan karena cinta tulusnya pada Devan selalu bertepuk sebelah tangan. Kabar rencana pernikahan Devan menjadi hantaman keras yang menghancurkan perasaannya. Dipicu oleh kemarahan dan rasa kecewa, Yasnina mengambil langkah nekat dengan menjebak Devan dalam sebuah malam intim menjelang hari bahagianya. Akankah nekatnya tindakan ini berhasil menumbuhkan cinta Devan, atau justru memicu kebencian mendalam yang akan mengusirnya selamanya?
Sampul Novel Demi Ranjang Panas
7.9
Elena, gadis 23 tahun yang bekerja sebagai pelayan klub malam, harus menghadapi pilu akibat ulah Hendrik. Pasca kepergian sang ibu, ayahnya itu malah kecanduan judi hingga menunggak utang sebesar 500 juta kepada Darel. Kini, rentenir buncit berumur 45 tahun tersebut menagih janji. Karena tak sanggup melunasi, Hendrik tega menjadikan Elena sebagai jaminan utangnya. Akankah Elena terpaksa menyerahkan dirinya menjadi pemuas nafsu Darel demi menebus kesalahan sang ayah?
Sampul Novel Jatah Malam Untuk Mertua
9.0
Leo menghadapi dilema berat ketika calon ibu mertuanya yang janda meminta hubungan intim sebagai syarat nikah. Sementara itu, Dinda terkejut saat ayah kandungnya, Pak Bram, menginginkannya dan mengajukan tuntutan yang sama. Terjebak dalam pusaran nafsu dan tekanan orang tua, akankah Leo dan Dinda mengkhianati komitmen demi memenuhi syarat gila tersebut? Kisah penuh intrik dan pengkhianatan ini akan menguji batas kesetiaan cinta mereka.
Sampul Novel LEBIH BAIK MUNDUR
8.3
Kehidupan Melani hancur setelah mendapati Robin, sang kekasih, ternyata telah menikahi wanita lain secara rahasia. Kendati telah berkhianat, Robin menolak melepasnya. Saat berusaha menjauh dari mantan pacarnya yang obsesif itu, Melani justru bertemu Yudha, dosen tampan yang bersikap sangat dingin. Kini ia berada di persimpangan jalan. Haruskah ia kembali ke pelukan Robin, atau berjuang mendekati Yudha yang kaku demi menyembuhkan lukanya?
Sampul Novel Nasib Dikelilingi Tetangga Julid
9.6
Dalam kisah romansa modern ini, ketenangan hidup sang protagonis terusik oleh kehadiran para tetangga yang gemar mencampuri urusan pribadi. Hari-harinya kini dipenuhi keresahan akibat gunjingan serta komentar pedas yang tersebar luas tanpa kendali. Menghadapi lingkungan yang sarat provokasi dan gemar bergosip menjadi ujian kesabaran yang berat. Di tengah dinamika tersebut, ia harus bertahan menghadapi sikap usil orang-orang di sekitarnya.
Sampul Novel Selamat Jalan Kekasihku
9.8
Sembilan tahun Kylee Brooks tulus merawat Kenney Walsh yang bersikap dingin. Namun, sebuah rahasia besar terungkap saat Kylee mendengar pengakuan Kenney di balik pintu kamar. Pria itu ternyata hanya berpura-pura lumpuh agar bisa menjauhinya. Kebohongan kursi roda tersebut sengaja dilakukan Kenney demi menjaga kesetiaan dan menyatakan cinta mendalam kepada Ruth, kakak iparnya sendiri. Kenyataan pahit ini seketika menghancurkan seluruh pengorbanan yang telah Kylee berikan.