APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pria Kedua (Ayah Untuk Anakku)

Pria Kedua (Ayah Untuk Anakku)

Divonis kanker payudara membuat Risa pergi ke Kanada dan menjalin kasih singkat dengan Jaya. Saat kembali ke Prancis, ia terkejut karena vonis itu salah dan dirinya kini hamil. Risa pun pergi ke Indonesia untuk mencari Jaya. Namun, pria yang ditemuinya justru membantah identitas tersebut dan mengaku bernama Danu Atmawijaya. Mengapa sosoknya begitu berbeda? Risa kini terjebak dalam misteri besar untuk mengungkap siapa sebenarnya ayah dari anak di kandungannya.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Tidak perlu cemas. Biar aku yang maju. Kamu bilang ini pertama kali untukmu."

Jaya kembali menunduk, menghisap payudara Risa yang menggelinjang, sementara tangan kanannya meremas payudara lainnya selama beberapa waktu sebelum bergerak turun menyelusup ke dalam celana dalam milik wanita itu dan memberi sentuhan-sentuhan awal yang sesekali membuat Risa tersentak, antara terkejut dan juga geli.

"Ah , ini ... aku tidak pernah merasakannya."

Risa memejamkan mata merasakan gerakan jari Jaya di dalam kewanitaannya yang membuat dadanya berdebar-debar. Semakin cepat gerakan tangan Jaya, semakin cepat pula debaran di dada yang membuat kepalanya serasa dipukul-pukul. Apalagi ketika sensasi aneh tiba-tiba hadis dan memaksa kedua kakinya untuk merapat, memenjara lengan kekar Jaya yang masih terus meningkatkan sensasi tersebut.

"Ah ...!"

Jaya menyeringai mendengar desahan Risa yang paling keras. Dia juga senang merasakan kehangatan yang mengalir keluar dari titik kenikmatan wanita itu malam ini sebelum akhirnya memutuskan untuk melakukan penyatuan dalam sekali sentak.

Risa menjerit keras karena rasa sakitnya, tetapi semua itu percuma karena Jaya telah membenamkan seluruh miliknya di dalam kewanitaan Risa yang hangat dan sempit.

"Orang bilang kamu akan tersiksa, tapi jika kamu menyerah, kamu tidak akan melayang tinggi," kata pria itu seraya mengambil posisi.

Dengan gerakan pelan, Jaya menarik ulur miliknya sambil kedua tangannya menahan pinggul Risa yang masih meringis kesakitan. Meski kasihan, dia tidak akan berhenti karena itulah satu-satunya cara mereka bisa melakukan hubungan intim ini penuh dengan kenikmatan di masa mendatang.

Tiap kali Jaya mendorong miliknya, suara berat keluar dari mulutnya. Lalu ketika dia menarik miliknya keluar, desahan lolos dari bibir keduanya meski dalam perasaan berbeda. "Maaf jika aku egois, tapi aku benar-benar tidak ingin berhenti."

Setelah mengatakannya, Jaya mempercepat gerakan maju mundurnya, membiarkan Risa berteriak di tengah malam penuh salju. Karena jarak antara tenda satu dengan yang lainnya lumayan jauh, mereka tidak segan-segan melepaskan perasaan yang menggebu-gebu itu.

Jaya terus melepaskan kekuatannya, menikmati tubuh wanita yang baru pertama kali ditemuinya, menerima pijatan-pijatan memabukkan pada penisnya yang digenggam erat oleh kewanitaan Risa yang rapat. Ini benar-benar kali pertama yang yang memuaskan bagi pria itu.

"Aku belum bisa berhenti. Maafkan aku. Argh ...."

***

"Apa masih sakit?" tanya Jaya saat pagi harinya dia terbangun di sebelah Risa yang sedang duduk diam menatapnya.

"Ya, lumayan, tapi tidak begitu buruk. Sepertinya semalam kamu benar-benar menikmati tubuhku." Risa tertawa setelah itu.

"Ya, setidaknya aku bisa menikmati bagaimana rasanya bercinta sebelum aku mati."

Risa tidak begitu mengerti apa maksud Jaya, tetapi dia bisa menebak jika ada hal buruk di dalam perkataan pria itu dan sekarang membuatnya cukup merasa sedih. Dia dipertemukan dengan seseorang yang juga tidak akan berumur panjang.

Ini benar-benar takdir. Risa pikir Tuhan mengirimnya ke Kanada memang untuk menjalani sisa hidupnya penuh dengan kebahagiaan dengan Jaya, termasuk bercinta dengan pria itu. Semua ini adalah kehendak Tuhan.

Setelah bermalam di tenda yang sama, Jaya dan Risa menikmati beberapa fasilitas lainnya seperti menaiki kereta anjing berduaan mengelilingi desa yang terselimuti salju, lalu berseluncur dari perbukitan bersama-sama.

“Sepertinya aku bisa mati dengan damai setelah ini,” ujar Jaya setelah bangun dari tumpukan salju setinggi lutut. Dia juga membantu Risa yang terjatuh bersama dengan dirinya. “Kamu satu-satunya wanita yang membuatku bahagia seperti ini.”

“Sudah berapa wanita yang kamu temui selama ini?” tanya Risa penasaran. Dia tidak akan kecewa jika dirinya bukan wanita pertama yang Jaya ajak menghabiskan malam bersama dan menikmati wahana seperti ini.

“Entahlah, aku tidak tahu pasti. Tapi kalau kamu mau dengar pengakuanku, kamu adalah wanita pertama yang mau kuajak bercinta.” Jaya tertawa setelahnya. Dia tahu pengakuannya ini akan membuat Risa menilainya sebagai lelaki yang haus akan seks, tapi itu bukan masalah besar.

“Kalau begitu, aku wanita murahan yang menerima ajakanmu.” Risa membalas penuh tawa.

Jaya menggeleng. “Sepertinya tidak begitu. Aku ingat semalam kamu berteriak kesakitan meski berusaha menikmatinya. Kata orang, perempuan yang belum pernah berhubungan seksual tidak akan pernah menikmati pengalaman pertama.”

Risa tertawa mendengarnya. “Agaknya memang benar. Aku tidak menikmati pengalaman pertamaku karena rasanya sangat menyakitkan.”

Jaya tiba-tiba menarik pinggang Risa, lalu mencium bibirnya di tengah hutan bersalju. Saling berbagi kehangatan di antara pohon-pohon berdaun putih, mengukir kenangan manis yang akan dibawa sampai mati. Dinginnya salju membuat pagutan mereka semakin bergairah dan panas hingga tanpa sadar Jaya mulai membawa tangannya untuk meremas pantat Risa di siang bolong itu.

"Aku tahu kita di tempat asing, tapi bukankah ini terlalu vulgar?" Risa berkata sambil menahan tangan Jaya.

"Ada sauna di dekat sini. Kamu mau ke sana?" Jaya mengangkat sebelah alis, mencoba menarik perhatian Risa.

"Di sana lebih baik."

Lantas dengan perasaan menggebu-gebu, keduanya berlari menerobos tumpukan salju yang setinggi betis, memasuki sauna hangat yang bisa digunakan para turis jika mereka merasa kedinginan, sama seperti Jaya dan Risa yang sedang berusaha mencari kehangatan dengan bercinta di dalam sauna.

Pria itu mendorong Risa tanpa melepas ciumannya. Seraya melepas pakaian masing-masing, keduanya tidak berhenti bertukar saliva sampai mereka kehabisan napas dan berhenti sebentar untuk mengambil pasokan udara. Lalu, setelah itu mereka kembali berciuman saat baju-baju yang mereka pakai telah tanggal.

Risa melingkarkan tangannya di leher Jaya, sementara pria itu mengelus punggung Risa, lalu bergerak turun meremas pantat sintal kekasihnya dan mengangkat tubuh wanita itu dan dibawa duduk ke sebuah bangku panjang yang menempel pada dinding.

Dalam posisi Risa duduk di pangkuan Jaya, wanita itu bisa merasakan gerakan penis sang kekasih yang telah membengkak. Dia kemudian menggodanya dengan cara menggerakkan pantatnya dan merangsang Jaya lebih dari itu dan membuat desahan lolos begitu saja.

Risa tertawa. "Aku berhasil membuatmu mendesah!"

"Kamu tahu itu tidak baik, bukan?" Jaya mengernyit, menatap Risa dengan sayu sebelum tangannya bergerak memegang miliknya sendiri untuk dibimbing masuk ke dalam vagina Risa yang telah basah.

"Aku sudah mulai menikmatinya. Rasanya tidak sesakit saat pertama kali," ucap wanita itu sambil memaju mundurkan tubuhnya di atas Jaya.

"Lebih nikmat lagi kalau kita sering melakukannya," balas Jaya sambil memejamkan mata. Dia menikmati gerakan Risa yang pelan, tapi pasti. Sementara tangannya meremas-remas payudara wanita itu.

"Kamu suka saat aku berada di atas seperti ini, bukan?" tanya Risa. Sesaat setelah itu dia mempercepat gerakannya sebelum Jaya memberikan jawaban.

Pria itu terus mengerang nikmat, menatap Risa yang terlihat begitu seksi dan menggairahkan sampai-sampai Jaya tidak sabar untuk segera memimpin permainan. Dia membalikkan posisi. Sekarang Risa duduk di bangku, sementara Jaya yang menggerakkan tubuhnya maju mundur dengan satu kaki bertengger di sebelah wanita itu.

"Kamu tahu, aku ... rasanya mau gila!"

Risa menggapai wajah Jaya, kemudian memintanya menunduk dan kembali berciuman mesra, sementara pria itu terus menarik ulur penisnya yang tertanam di kewanitaan Risa yang seolah meremas-remasnya.

"Aku ... sudah gila," balas Jaya setelah melepas pagutan.

Dia kembali mengangkat tubuh Risa, membawanya berdiri dan bersandar pada pintu agar orang lain tidak bisa masuk tanpa berhenti menghentak-hentakkan miliknya yang seperti akan meledak dan melepaskan semua rasa puas yang ada. Ditambah lagi desahan dan juga racauan tak jelas yang keluar dari bibir perempuan itu membuat Jaya semakin gila dan tidak bisa berhenti.

Semakin dalam dan semakin keras kekuatannya, seiring dengan perasaan memuncak yang membuat kepalanya penuh hingga pada akhirnya mereka mencapai kepuasan tiada tara.

Sejak saat itu, keduanya selalu bersama seolah tiada hari esok. Mereka menginap bersama, menghabiskan malam panas yang membuat Risa menemukan seperti apa rasa indah bercinta. Dia bersumpah tidak akan menyesal jika tiba-tiba mati besok pagi.

Dua minggu berada di Kanada bagai satu malam untuk mereka berdua. Semua hal-hal manis dan menyenangkan Jaya dan Risa lakukan sebagai tanda bahwa mereka bahagia dengan pertemuan itu. Namun, keduanya sepakat untuk tidak membawa harapan jauh lebih dalam.

Bahkan ketika Jaya berpamitan untuk pulang lebih dulu pun, Risa tidak bersedih atau menahannya. Gadis itu sadar hubungan mereka cukup sampai di situ, tidak ada yang namanya kemajuan dan lainnya. Lagipula, dia juga tidak akan hidup lama.

“Sebenarnya aku punya sesuatu untuk dikatakan, Jay.” Risa menghentikan langkah dan itu membuat Jaya melakukan hal yang sama. Sekarang pria itu memandangnya. “Hidupku juga tidak akan lama lagi.”

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Dalam Perjodohan
9.4
Sayyidah terpaksa menjalani pernikahan yang tidak pernah ia inginkan karena perjodohan dari orang tuanya. Sang suami, Abbas, sangat jauh dari kriteria pria idamannya. Abbas hanyalah seorang yatim piatu yang sangat pendiam, selalu berpenampilan sederhana dengan gamis, dan kondisi keuangannya pun biasa saja. Di tengah jurang perbedaan ini, mampukah perasaan cinta akhirnya tumbuh di hati Sayyidah untuk sang suami? Saksikan perjuangan emosional mereka dalam menghadapi ikatan pernikahan ini.
Sampul Novel Istri Sang CEO (After Married)
8.7
Niat awal Sella untuk mencari pekerjaan berubah drastis saat ia justru terjebak dalam pernikahan kontrak. Dirinya terpaksa menjadi istri pengganti bagi Rishan, seorang CEO yang menikah hanya demi menepati janji pada ibunya. Tanpa ada rasa cinta, hubungan mereka diwarnai ego dan aturan sepihak dari Rishan yang dominan. Di tengah tuntutan aneh sang suami, Sella harus kuat bertahan dan berjuang mengendalikan perasaannya yang kian goyah dalam ikatan pernikahan paksaan ini.
Sampul Novel Miss Lazy
9.3
Aluna Meysha Jovita hanyalah gadis pemalas dan ceroboh yang memiliki banyak kekurangan. Di balik sifatnya itu, ia sangat beruntung memiliki Athala Petro Radeyo, sahabat cerdas yang selalu ada untuk mendengarkan keluh kesahnya. Namun, kedekatan mereka mulai diuji ketika Luna menyadari hadirnya benih cinta pertama di hatinya. Sialnya, perasaan itu tumbuh untuk Athala. Kini, persahabatan erat mereka terancam berubah total akibat munculnya perasaan rumit tersebut.
Sampul Novel Secret Affair With Hot Captain
9.4
Gilang, pelaut penakluk hati wanita, mendadak bimbang saat kapalnya bersandar di kota tempat tinggal Kyra Pandhita. Kyra adalah teman masa kecil sekaligus cinta pertamanya yang realistis dan takut berkomitmen. Pertemuan itu menghidupkan kembali rasa lama, namun terhalang tembok besar karena Gilang telah memiliki kekasih bernama Joysella. Di tengah desakan Joysella untuk segera menikah, Gilang kini terjebak dilema antara komitmen kesetiaan atau mengejar cinta sejati.
Sampul Novel Terpaksa Menikah dengan Tuan Keenan
8.8
Dikhianati kekasih hingga menjadi ibu tunggal membuat Emily menghadapi gunjingan. Demi menutupi aib, orang tuanya menjodohkan Emily dengan Keenan Derrel Ferano. Pengusaha sukses itu butuh istri demi menepis rumor miring tentang dirinya. Emily sempat menolak, tetapi kedekatan putranya dengan Keenan membuatnya luluh pada pernikahan kontrak ini. Namun, saat pernikahan dimulai, sosok masa lalu yang dinantinya justru kembali hadir.
Sampul Novel Tuan Muda Menginginkanku
8.0
Hidup Bella Renee hancur setelah ayahnya, Chali Parthapat, wafat. Warisannya dirampas oleh Paeng, bibinya yang kejam. Demi bertahan hidup dari penderitaan, Bella bahkan harus membuang nama keluarganya. Keadaan mulai berubah saat ia bertemu dengan pewaris Newton Company, Sky Newton. Pertemuan ini memicu keberanian Bella untuk bangkit melawan. Kini, ia bertekad menguak rahasia kelam keluarga Paeng, merebut kembali haknya, dan membalas dendam.