APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel PRESDIR LUMPUH & GADIS MISKIN

PRESDIR LUMPUH & GADIS MISKIN

Alex, seorang rektor sekaligus miliarder yang lumpuh akibat polio, memiliki sifat dingin karena enggan dikasihani. Hidupnya yang kaku berubah setelah mengenal Claire, mahasiswi miskin berlatar belakang kelam. Kehadiran Claire membawa kehangatan baru hingga Alex rela memberikan segalanya demi gadis itu. Namun, saat benih cinta tumbuh, Claire justru pergi demi mengejar impiannya dan membiarkan Alex menunggu dalam ketidakpastian. Akankah takdir menyatukan mereka kembali?
Bab
Bagikan

Bab 2

“Claire dan adiknya seharusnya ada di dalam sana,”bisiknya lirih.

Mengapa tidak cahaya apapun di dalamnya?

Alex mengeraskan cengkeramannya pada roda besi dan menguatkan diri. Kursi roda bergerak membawa dirinya ke depan pintu restoran. Tangannya terangkat hendak mengetuk pintu kaca dan bibirnya hendak berteriak memanggil nama Claire.

Mendadak sesuatu menahan keduanya. Tubuhnya mematung dengan tangan menggantung di udara dan suara tercekat. Keraguan menggerogotinya dan segera kesunyian menyelimutnya, hanya menyisakan jeritan pikiran yang sedang memberontak melawan rasa ragu.

“Sialan, Alex!!!!” Tangannya terkepal keras.

Aku mengenal Claire dan gadis itu mengenalku. Kami akrab dan sering tertawa bersama dalam beberapa bulan terakhir ini. Tadi malam, Claire meninggalkanku di universitas sambil melambaikan tangan dan memberikan senyuman bahagianya. Dia bahkan mengucapkan ‘sampai jumpa besok’ yang masih berdengung di telingaku. Dia tidak akan keberatan menemuiku.

Pesetan dengan ketakutanmu Alex, maju dan temui dia, ulurkan tanganmu. Sudah berapa lama kamu bersabar? Harus berapa lama lagi kamu bersembunyi darinya. Tangan yang terulur bergerak untuk mengetuk pintu mendadak kembali berhenti.

Meski hubungan kami baik, aku tidak bisa muncul di tempat ini begitu saja, saat tengah malam dan mengulurkan bantuan. Aku dapat menjentikkan tangan dan membuat semua masalahnya hilang dalam sekejap bersama angin. Aku dapat mengurus semua keinginan Claire dan melimpahinya dengan kebahagiaan dalam sekejap mata.

Tapi...

Desah napas lelah terhembus keluar dari dadanya. Tangannya yang menggantung di udara terjatuh lunglai. Ia terlalu takut... Ia takut gadis itu akan membencinya. Di antara dinginnya udara yang menembus daging dan mengigit tulang, Alex duduk tak berdaya di atas kursi roda selama satu jam. Sudah ada ratusan alasan yang terlintas dalam pikirannya untuk membuat Claire percaya dan menerimanya jika ia memanggil gadis itu pada saat ini.

Sudah ratusan kata sama yang terulang pada ujung lidahnya sebagai ucapan pertama pada gadis itu jika ia keluar dari restoran. Namun, tidak satu pun keberanian yang terpupuk untuk memulainya dan menerjang semua batasan kepengecutannya. Mata Alex basah. Tangannya terkepal keras dan memukul pahanya.

Aku benci kaki ini, aku benci diriku!

Sesungguhnya, ia teramat takut Claire akan mencurigainya, bertanya banyak hal dan pada akhirnya akan membencinya. Terutama saat menemukan semua kebenaran tentang dirinya dan apa yang telah ia lakukan pada gadis itu. Ia tidak ingin semua itu terjadi.

Rasa cinta selalu tumbuh bersama rasa takut untuk kehilangan.

“Aku tidak akan meminta lebih, hanya untuk menghadapi kehilangan...” Alex memutar balik kursi roda untuk kembali ke rumahnya.

Kursi rodanya terlihat bergerak lambat menembus angin dingin. Tubuhnya menggigil kedinginan, lelah dan letih. Masih harus melakukan perjalanan pulang sejauh empat kilometer berteman sepi, sesal dan benci pada kepengecutannya sendiri. Claire, satu-satunya gadis yang pernah dicintainya seumur hidupnya namun tak akan pernah mampu dimilikinya.

Aku tidak pernah memilih untuk mencintainya, hatiku yang memilih dan aku tidak berdaya melawannya.

Semua itu membuat dadanya terasa sesak. Setibanya di rumah dengan gelembung-gelembung air pada kedua telapak tangan yang telah pecah menyisakan rasa perih, Alex mendekati telepon yang berada di atas meja ruang kerjanya. Ia memutar angka yang sudah sangat dikenalinya dan menunggu sesaat.

“Suryo, maaf membangunkanmu sepagi ini,” bisik Alex melalui gagang telepon. “Aku membutuhkanmu... tentang Claire... lagi. Lakukan apapun yang bisa kamu lakukan.”

***

“Selamat datang pagi hari!!!!”

Semuanya dimulai dari sebuah pagi cerah yang menjengkelkan, pacarku baru saja meninggalkanku setelah pertengkaran karena masalah sepele. Menurutnya, aku tidak memerhatikan, menyayangi, dan mencintainya. Menurutku, hidup tidak hanya untuk dicintai, mencintai atau bercinta, ataupun ketiganya. Manusia juga harus bekerja dan mencari uang untuk kehidupan.

Cinta tidak pernah berada pada urutan pertama ataupun masuk dalam urutan sepuluh besar daftar tujuan kehidupanku. Lain cerita jika cinta dapat dimakan atau diuangkan. Sayang sekali, gadis cerdas itu tidak setuju dengan pendapatku. Cinta telah membuatnya bodoh. Ia lebih memilih untuk menangis. Tidak ketinggalan, ia meninggalkan jejak badai yang mengerikan di dalam rumahku.

Beberapa barang pecah karena dilempar olehnya, kursi terbalik, buku-buku berserakan dan hampir semua benda tidak pada posisi mereka. Rumahku persis seperti kapal pecah, dihajar oleh badai yang bernama Chrisna. Nasehat bijakku untuk hari ini, jika seorang wanita sedang marah dan menangis, kaburlah untuk menyelamatkan nyawamu. Semakin lama ia melihatmu, semakin banyak benda yang akan dilemparkannya. Semakin dalam juga kamu harus merogoh dompetmu.

Itupun jika masih ada yang dapat dirogoh keluar.

Siang harinya seorang pemuda pengantar paket mengetuk pintu rumahku. Aku sudah melihat kedatangannya dari jendela rumah sejak dia memarkirkan sepeda motornya di halaman. Aku selalu berharap, akan tiba saatnya para gadis-gadis cantik yang akan menjadi para pengantar paket ke rumah-rumah. Tidak ada salahnya mendapatkan sebuah senyuman indah dari makhluk cantik ciptaan Tuhan itu dan mencerahkan hidup para pria yang merana, terutama pada hari yang menjengkelkan.

Aku selalu mendukung emansipasi wanita.

Membukakan pintu bagi pengantar paket, pemuda itu melirik sejenak ke dalam rumahku yang berantakan dan kemudian menyerahkan sebuah surat tanda terima pengiriman beserta paket dengan wajah curiga.

“Aku seorang pemarah,” kataku sambil menandatangani surat penerimaan paket dan menatapnya garang.

“Saat hatiku tidak senang, aku akan menghancurkan benda-benda atau memukuli sembarang orang.”

Ketakutan segera menghias wajahnya dan dia kabur dengan cepat. Aku sendiri tersenyum sinis sambil membanting pintu. Aku bukanlah tipe orang yang suka menghancurkan benda dan menemukan dirinya harus mengeluarkan uang untuk membelinya lagi. Atau juga memukuli orang dan berakhir di kantor polisi. Aku tipe orang yang dipukuli dan kabur bersembunyi tanpa melakukan apa pun.

Mungkin aku akan mengutuk tujuh turunannya... lalu melupakannya untuk kesehatanku.

Duduk di atas sofa, aku membuka paket yang di dalamnya terdapat dua buah surat, sebuah kunci kecil yang terlihat kuno dan sebuah cek tunai. Surat pertama adalah sebuah surat pengantar dari sebuah kantor pengacara. Mereka ingin menggunakan jasaku untuk membuat sebuah buku biografi dari seorang yang bernama Joko Alex Sudono.

Nama yang aneh, jelas aku tidak mengenalnya. Tanganku menyambar telepon genggam di atas meja untuk melakukan pencarian nama tersebut pada internet. Mungkin saja, dia adalah seseorang yang sedang ingin mencalonkan dirinya menjadi anggota DPR atau presiden. Lama menunggu dan mencari, tampaknya mbah Google yang tersohor juga tidak banyak membantu memberikan petunjuk dan informasi apa pun tentangnya.

Surat kedua berisi salinan tulisan tangan milik klien kantor pengacara yang meminta secara resmi pembuatan biografi. Surat itu tanpa nama, membuatku menduga jika penulis suratnya adalah Joko Alex Sudono sendiri yang meminta untuk membuat biografinya. Namun, selalu ada kemungkinan jika anak, istri, sanak keluarga atau orang lain yang ingin membuat buku biografi Joko tersebut. Terutama jika seorang bernama Joko Alex telah meninggal dunia.

Hal aneh lainnya adalah penulis surat meminta agar dalam pembuatan buku tersebut, nama-nama lokasi, tempat dan perusahaan yang terkait agar disamarkan. Aku sadar, ini akan menjadi sebuah buku kisah nyata yang dikritik banyak orang.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Back To School
9.7
Geng Prit..Prit..Can yang beranggotakan Diwi, Tari, Lani, dan Emily adalah detektif hiperaktif di SMA Siliwangi yang gemar mengusut kejanggalan. Mereka memiliki janji bersama untuk tidak jatuh cinta pada kakak kelas. Namun, komitmen tersebut mulai goyah saat perasaan cinta tumbuh dan memicu konflik besar. Keadaan menjadi kian rumit ketika mereka menyadari telah menyukai cowok yang sama. Kini, persahabatan erat serta perasaan mereka dipertaruhkan dalam pilihan yang sulit.
Sampul Novel Dendam Menantu Kaya Raya
9.2
Tiga tahun Liam Hanza bertahan dalam penderitaan, dihina dan diperlakukan seperti budak oleh mertuanya demi cintanya pada Yolanda Liandra. Namun, kesetiaan itu hancur seketika saat ia mendapati sang istri berselingkuh. Di tengah rasa kecewa yang mendalam, Liam memutuskan mengungkap jati dirinya yang sebenarnya sebagai pewaris tunggal takhta triliunan rupiah. Kini, saat keluarga Liandra bersujud memohon maaf, Liam siap mengerahkan seluruh kekuasaannya untuk membalas dendam.
Sampul Novel Istri kedua tuan Salman
8.5
Demi melunasi utang orang tuanya, Aisyah Sholehatun Nisa, gadis berparas jelita, terpaksa menikahi Salman Alfarizki. Pernikahan ini menempatkannya sebagai istri kedua dari putra selir keluarga konglomerat tersebut. Di tengah badai rumah tangga poligami yang penuh tekanan, mampukah cinta tulus tumbuh di hati mereka? Simak perjuangan emosional Aisyah dalam menghadapi takdir rumit dan konflik perasaan yang menguji keteguhan jiwanya.
Sampul Novel Janji untuk Berpisah
8.1
Niat Vivian menemui Darren di kantor untuk urusan tanda tangan kontrak penting berujung pilu. Meski terbiasa santai, ia sempat bimbang mengetuk pintu ruang kerja kekasihnya itu. Begitu masuk, hatinya hancur seketika saat menyaksikan keintiman Darren dan Khloe. Di bawah kehangatan sinar matahari, Khloe tampak mesra merapikan dasi pria itu. Kehadiran Vivian yang tiba-tiba membuat suasana langsung membeku, meninggalkan dirinya terpaku tanpa mampu berucap sepatah kata pun.
Sampul Novel Niat Jahat Majikanku
9.4
Niat bekerja sebagai pengasuh bayi justru membawa perempuan ini ke dalam situasi tak terduga bersama majikannya, Pak Jeff. Demi menguji kelayakan sang pengasuh, miliarder yang mengidap gangguan emosi tersebut menuntut pelayanan khusus berupa pasokan susu segar setiap hari untuk dirinya dan sang anak. Meski merasa malu, ia berusaha tetap profesional demi mempertahankan pekerjaannya yang berharga. Namun, rahasia hubungan intim ini akhirnya terendus oleh ayah Pak Jeff, yang kemudian memanggilnya ke ruang kerja secara mendadak pada suatu malam.
Sampul Novel PESONA CINTA CEO
9.2
Hanum kehilangan pekerjaan setelah dipecat oleh Tibra, sang pemilik hotel. Saat menenangkan diri di lounge, ia justru menyelamatkan Tibra yang sedang berkelahi dengan bantuan Jo. Tibra sempat menawarinya kembali bekerja, tetapi Hanum menolak demi menjaga hubungan kasihnya dengan Jo. Tak disangka, pengkhianatan Jo dan sahabatnya menghancurkan hati Hanum. Di tengah keterpurukan itu, Tibra hadir mendampinginya hingga ke New York, tempat benih cinta sejati mulai tumbuh di antara mereka.