APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel PRESDIR LUMPUH & GADIS MISKIN

PRESDIR LUMPUH & GADIS MISKIN

Alex, seorang rektor sekaligus miliarder yang lumpuh akibat polio, memiliki sifat dingin karena enggan dikasihani. Hidupnya yang kaku berubah setelah mengenal Claire, mahasiswi miskin berlatar belakang kelam. Kehadiran Claire membawa kehangatan baru hingga Alex rela memberikan segalanya demi gadis itu. Namun, saat benih cinta tumbuh, Claire justru pergi demi mengejar impiannya dan membiarkan Alex menunggu dalam ketidakpastian. Akankah takdir menyatukan mereka kembali?
Bab
Bagikan

Bab 3

Baiklah, aku memang seorang penulis lepas yang terkadang menulis untuk surat kabar dan majalah. Tetapi, hingga saat ini belum pernah rasanya aku membuat penawaran untuk membuat buku biografi seseorang. Meski beberapa kali aku merasa tertantang untuk menawarkan jasa pembuatan buku biografi orang kaya atau politikus ternama, terutama saat keuanganku memburuk.

Pada kenyataannya, hingga detik ini buku yang pernah kutulis dan kirimkan pada penerbit belum juga pernah diterbitkan. Aku duduk sambil menatap jumlah nominal pada cek yang menurutku sebagai biaya pengerjaan dan akomodasi selama pembuatan buku.

Bagaimana mungkin seseorang dapat mempercayaiku untuk membuat sebuah buku biografi, dengan biaya yang dapat dikatakan tidak murah, berkisar satu tahun biaya hidupku dan kami tidak saling kenal?

Pada cek tunai yang ditujukan atas namaku, terlihat tanda tangan atas nama Michael Lee sebagai pemilik rekening. Mungkin, dialah klien yang menulis surat permintaan itu. Aku membolak-balikkan cek melihat tanda-tanda cek palsu. Belakangan ini, sudah terlalu banyak cara penipuan yang dilakukan oleh orang-orang tak bertanggung jawab. Termasuk beberapa temanku yang suka usil dan iseng. Berharap aku menjadi orang bodoh di dalam bank dan menertawaiku setelahnya.

Mungkin hanya orang bank yang tahu keaslian benda ini.

Satu jam berikutnya, aku kembali dari bank dengan perasaan tidak percaya dan rekening tabunganku yang sudah bertambah. Aku menatap pada kalender yang tergantung miring pada dinding rumah, dalam seminggu ke depan aku tidak memiliki acara atau janji apa pun juga. Jika hendak jujur, hingga setahun ke depan pun aku tak punya janji atau rencana apa pun. Aku hidup cukup terasing, seperti layaknya para penulis terkenal, atau penulis tak laku.

Mataku bergerak melirik pada tas ransel yang tergeletak keluar dari lemari pakaian. Benda malang yang dibeli dengan mimpi sebuah perjalanan panjang dan berakhir seumur hidup dalam lemari.

Mungkin ini waktu yang tepat untuk bepergian selama beberapa minggu menghindari badai Chrisna.

Seperti yang sudah aku katakan, aku bukanlah seorang storm chaser atau pengejar badai. Aku adalah seorang storm runner, seorang yang kabur secepat kilat saat melihat berita badai di televisi meski jaraknya masih sangat jauh. Aku mengambil tas, mengemas pakaian dan pergi begitu saja. Membiarkan rumahku tetap dalam keadaan kacau. Meski jika aku merapikannya, saat sang badai tidak menemukanku, dia akan memporak porandakan isi rumah lagi.

Melihatku membuatnya mengamuk, tidak melihatku membuatnya mengamuk juga. Dasar wanita...

***

Dua hari kemudian.

Aku berjalan di sebuah kota kecil yang tenang. Tempat yang berhawa dingin dan memiliki banyak pepohonan di sepanjang jalanan utamanya. Para penduduknya terlihat cukup ramah. Mengikuti alamat yang tertulis pada surat pengantar, aku tiba di sebuah klinik yang terlihat lebih mirip sebuah rumah pribadi bertingkat dua. Beberapa pasien terlihat sedang mengantre di dalamnya.

Singkat cerita, aku bertemu dengan pemilik klinik yang bernama Claire, nama lengkapnya Claire Putrie Puspita. Ia menerimaku dengan hangat di dalam kantornya yang berbau obat-obatan, tentunya setelah aku menjelaskan maksud dan tujuanku berkunjung.

“Siapa yang memintamu untuk membuat biografi Alex?” tanya wanita berumur pertengahan empat puluhan.

Matanya terlihat hitam dan bening. Perawakannya tidak terlalu kecil, juga tidak terlalu besar. Akan tetapi, sesuatu dalam diri dan sorot matanya membuatnya tampak kuat sekaligus lembut. Dari pengalamanku, hanya orang-orang yang sudah matang dan pernah melewati kerasnya ombak kehidupan yang memancarkan kekuatan semacam itu. Mereka memiliki ketegaran yang luar biasa dan memberikan perasaan menenangkan pada orang di sekitarnya.

“Aku tidak tahu,” kataku jujur sambil menyerahkan surat-surat yang ada padaku. “Aku mendapatkan surat-surat ini dan juga sudah menerima pembayaran penuh.”

Claire menerimanya dengan penasaran dan mulai membacanya. Entah perasaanku saja atau hal itu memang terjadi, matanya terlihat basah dan bibirnya bergetar setelah membacanya. Ia menarik napas dalam-dalam mencoba menenangkan diri.

“Ikuti aku,” katanya berdiri dan membawaku keluar dari ruangan kantor.

Kami menjalani sebuah lorong panjang menuju pada sederetan kamar beraroma obat-obatan. Mendadak, ia berhenti pada sebuah pintu kayu berwarna coklat yang terukir cantik. Ia berhenti cukup lama menatap pintu tersebut dan dengan gerakan perlahan membuka pintu dengan kunci khusus, lalu mengajakku memasuki sebuah ruang kerja pribadi beraroma khas. Aroma kayu cendana.

“Ini adalah tempat kerja Alex.”

Aku melihat deretan-deretan rak buku, sebuah meja tulis yang besar dari kayu, sofa yang terlihat empuk, sebuah kursi roda dan jendela menghadap taman kecil yang membiarkan cahaya mentari membanjiri ruangan.

“Ruang kerja yang sangat indah,” sahutku tanpa sadar.

“Kamu bisa memakai ruangan ini untuk menyelesaikan buku biografinya dan kurasa ia memiliki catatan hariannya di tempat ini,” bisik Claire.

“Catatan harian? Benarkah?” tanyaku senang. Itu akan memudahkan pekerjaanku dalam membuat buku biografinya.

“Entahlah, aku tidak pernah mencarinya.” Claire memandang seluruh ruangan dengan pandangan penuh arti. Mendadak sosoknya yang tegar terlihat rapuh dan kesepian. “Aku membiarkan ruangan ini tetap seperti dua puluh tahun yang lalu.”

Terlihat air mata mengalir perlahan pada pipinya.

“Maafkan aku.” Claire mengusap air matanya. “Terlalu banyak kenangan di tempat ini. Aku tidak pernah kuat terlalu lama berada di sini. Semua benda-benda ini selalu mengingatkanku padanya.”

Aku mengangguk dan Claire mengeluarkan sebuah kunci untuk diserahkan padaku, “Ambillah kunci ini, kamu bisa menggunakan ruangan ini kapan saja. Aku akan memberitahu perawat untuk mengizinkanmu masuk sesuka hatimu.”

Dia melihatku lekat-lekat sebelum menambahkan, “Terlalu banyak yang telah ia berikan padaku dan terlalu sedikit yang dapat kuberikan padanya. Datanglah kepadaku kapanpun jika kamu membutuhkan bantuan.”

Aku melihat kepergiannya dan mendadak dari belakang tubuhnya, ia terlihat sangat rapuh.

***

Arief Purnama Sudono dan Gede Bagoes Prama. Dua nama pengusaha besar yang membangun perusahaan raksasa berkelas internasional. Perusahaan mereka bergerak pada berbagai produk kimia seperti sabun mandi, cairan pembersih, makanan, minuman, kosmetik dan masih banyak lainnya. Perusahaan mereka pernah mencatatkan diri ke dalam peringkat 100 besar perusahaan raksasa manca negara.

Aku tidak menyangka, hanya dengan sebuah telepon untuk membuat janji, keduanya langsung bersedia menemuiku di kantor mereka. Tanpa antrian janji temu yang panjang dan bahkan tanpa perkenalan orang dalam. Arief dan Gede yang menemuiku, tampak sudah berumur enam puluhan dengan rambut mereka yang sudah memutih dan keduanya terlihat akrab. Mereka berdua bergantian membaca surat yang kuterima.

“Apakah anda tahu siapa yang menulis surat tanpa nama itu?” tanyaku berusaha sesopan mungkin dan merasa penasaran akan siapa penulisnya.

Aku sudah menemui Michael Lee, seorang kepala keuangan perusahaan Arief dan Gede. Pria itu tidak menjawab apa pun mengenai cek yang diberikan padaku kecuali, ‘perintah dari atasan.’ Alex sudah meninggal dunia, tidak mungkin ia yang menulis surat itu. Kecuali jika ternyata Alex tidak meninggal tetapi bersembunyi. Imajinasi liar seorang penulis. Kemungkinan terbesar adalah seseorang menginginkan buku biografi Alex.

Tapi, siapa?

Mereka hanya saling pandang dan kemudian tersenyum. Gede mengembalikan surat itu padaku. “Katakan saja pada kami apa yang kamu butuhkan. Kami siap membantumu membuat buku biografi Alex.” Gede mengelak memberikan jawaban langsung, tampaknya ia tahu siapa penulisnya. Sama seperti Claire.

Mereka jelas mengetahui siapa penulisnya, mungkin salah satu dari mereka.

“Hanya sedikit pertanyaan mengenai kehidupan Alex. Semoga aku tidak menghabiskan terlalu banyak waktu kalian,” ucapku merasa segan. Bagaimanapun juga, mereka adalah dua orang pengusaha besar internasional dan tentu saja kesibukan mereka cukup luar biasa.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Istrimu, Mas, Bukan Budakmu
8.8
Diceraikan suami kikir yang kerap menghina latar belakang pendidikannya, seorang wanita miskin terpaksa menuruti kehendak orang tua untuk menikahi duda kaya. Tanpa landasan cinta, pernikahan kedua ini membawa ketidakpastian baru. Mampukah ia bangkit dari trauma masa lalu akibat perlakuan buruk mantan mertua, lalu merajut kebahagiaan sejati bersama suami barunya? Ikuti perjuangan menyentuh hati dalam memulihkan luka batin di tengah biduk rumah tangga yang terpaksa.
Sampul Novel CEO lumpuh itu, suamiku
9.5
Demi melunasi utang keluarganya, Rachel Martinique terpaksa menikahi seorang CEO lumpuh yang asing baginya. Kehidupan dokter bedah ini berubah drastis saat memasuki pernikahan tanpa cinta tersebut. Alih-alih kebahagiaan, ia justru disambut kebencian mendalam dari sang suami baru. Di tengah ketegangan dan ketidakpastian rumah tangga, akankah benih cinta perlahan tumbuh di antara mereka, ataukah takdir buruk yang akan menyudahi hubungan ini?
Sampul Novel Dari Pengantin Tercampakkan Menjadi Istri Saingannya
9.2
Tiga tahun merajut kasih, Claudia justru ditinggalkan Antonius tepat di hari pernikahan mereka. Di tengah cibiran para rival yang menertawakan kemalangannya, Claudia membuat kejutan besar. Ia memamerkan akta pernikahan dengan Bennett Dreskin, musuh bebuyutan mantan kekasihnya. Pernikahan yang semula dikira sekadar formalitas itu berubah manis saat Bennett menyatakan cinta di depan media. Claudia pun sukses membalikkan nasib dari pengantin terbuang menjadi wanita paling bahagia.
Sampul Novel Hypersex Of CEO (Penjerat Cinta & Gairah)
8.6
Akibat permainan Truth or Dare, Thea terjerat dalam hubungan penuh gairah dengan Alvaro, seorang CEO dominan. Kecupan awal mereka berujung pada ikatan BDSM yang intens. Demi menyembunyikan obsesi Alvaro, Thea bersedia menjadi istri pura-puranya. Namun, di balik dominasi fisik dan status palsu tersebut, perasaan cinta yang sesungguhnya justru mulai tumbuh di antara mereka. Sanggupkah keduanya menghadapi ketulusan rasa yang hadir di tengah kepalsuan ini?
Sampul Novel I Love You
8.7
Dua puluh tahun lamanya seorang CEO tampan mencari cinta sejatinya. Penantian panjang sang miliarder akhirnya berujung manis saat takdir mempertemukannya dengan sosok yang dicari lewat sebuah kejadian tidak terduga. Di balik kehidupan mewahnya yang bergelimang harta, momen tak disangka-sangka ini hadir dan siap mengubah seluruh jalan cerita asmara serta masa depan hidupnya untuk selamanya.
Sampul Novel Jatuh Cinta dengan Paman Mantan Pacar
9.7
Brendan tega membatalkan pernikahan demi perempuan lain, mengira aku akan mengemis cintanya lagi. Namun, aku memilih pergi selamanya. Di saat semua orang mengira hidupku hancur, Edrence, pangeran sekaligus paman Brendan, mengejutkan publik dengan memamerkan bukti pernikahan kami. Brendan yang panik langsung mendatangi rumahku. Ia pun syok saat melihatku menyambutnya sambil bersandar manja pada Edrence, lalu bertanya dengan nada sinis, Ada perlu apa ke sini, Ponakan?