APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Plis Jangan Ganggu!

Plis Jangan Ganggu!

Menumpang di rumah Mbak Rusmi membuatku harus kuat mental menghadapi cacian pedas dari kakak kandungku sendiri. Aku dan suamiku, Rian, terpaksa bertahan di sana karena keterbatasan ekonomi yang membuat kami belum mampu membeli hunian pribadi. Seluruh harta orang tuaku habis demi membayar utang. Sementara itu, rumah milik mertua sudah dipastikan jatuh ke tangan Dion, adik bungsu Rian yang akan segera melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat.
Bab
Bagikan

Bab 2

Tatapannya terlihat layu. Terlihat tidak ada semangat sama sekali.Sungguh tak tega aku melihat ekspresinya. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana rasa sakit hatinya. Aku buru buru menghapus air mata yang sudah membanjiri pipiku. Semoga saja Mas Rian tidak melihatnya. Namun sepertinya aku terlambat, tampaknya air mata ini tidak berhasil aku sembunyikan.

“Mbak, kalau memang mbak ngga rela kami tinggal di sini jangan pura pura menerima kami mbak. ”suaranya terdengar sangat kecewa. Aku hanya bisa mematung di tempat. Tanpa bergerak. Membayangkan rasa sakit hati suamiku seperti mengunci pergerakannku. Berat.

Netranya tampak seribu kekecewaan. Mbak Rusmi pun hanya diam seribu bahasa tanpa merespon. Raut wajahnya tampak tidak enak pada Mas Rian. Namun ia berusaha untuk cuek, untuk mengurangi rasa bersalahnya.

“Maaf mbak ngga maksud begitu.. mbak hanya malu di katain temen mbak ketika berkunjung ke rumah, mereka bukan hanya bilang sekarang mbak susah ekonomi keluarga tapi juga rumah mbak sudah berubah menjadi penampungan orang” Aku tidak tahu. Ia berbohong dan berpura pura atau mengatakan yang sebenarnya. Memang kemari teman teman mbak Rusmi berkunjung. Namun aku tidak mendengar obrolannya karena aku tidak ikut nimbrung. Hanya menemuinya sebentar.

“Tega kamu Mbak..Mbak sendiri yang memaksa kami untuk di sini. Fatimah adik mbak sendiri dianggap orang lain. Aku dan Fatimah akan pergi sekarang juga dari sini!” suara Mas Rian terdengar sangat kesal dan nada bicaranya sedikit meninggi.

“Aku cape kurang ekomomi Rian” suara Mbak Rusmi terdengar meninggi di tengah menahan air mata yang terus bercucuran.

“Mereka bukan orang lain Rusmi. Mereka keluarga kamu. Fatimah adik kandung kamu sendiri,” suara Mas Dandi tiba-tiba muncul. Kami semua terkejut dan meloleh ke arahnya.

“Bukannya seratus ribu tiap hari itu cukup Rus? Masih kurang itu??” kini suara Mas Dandi terlihat lebih kecewa.

“Mas tapikan aku ngga bisa hang out bareng temen-temen lagi mas, aku malu”

“Aku malu di bilang kere dan ngga bisa belanja seperti mereka lagi mas,” lanjut Mbak Rusmi seperti berharap uang hariannya anak bertambah.

“Apa ! kamu malu?? jadi selama ini kamu hanya memprioritaskan rasa malu kamu ke teman kamu dari pada menghargai jerih payah mas mencari Rezeki??”

‘PYARR’ suara Mas Dandi membanting Vas bunga di samping sisi dapur.

Mas Rian menarik tanganku dan membawa masuk ke kamar yang telatnya tidak jauh dari dapur tanpa memperdulikan Mbak Rusmi yang terus di cecar Mas Dandi. Sementara Mbak Rusmi tetap diam mematung. Raut wajahnya menggambarkan berbagai rasa yang sedang ia rasakan. Bingung sekaligus takut kepada Mas Dandi.

Mas Rian mengambil koper di bawah ranjang dan memasukan semua pakaiannya serta pakaianku. Sementara aku ikut membantunya sambil terus meneteskan air mata. Tak di sangka kakakku setega itu pada adiknya. Jika memang ia tak ingin aku tinggal di rumahnya ia seharusnya terus terang saja. Bukan malah berpura-pura tidak keberatan namun tiap harinya selalu menyiksa batinku dengan kata kata pedasnya.

Mas Dandi masuk ke kamarku. Ia menghampiri Mas Rian.

“Rian, tolong maafkan Mbak Rusmi atas semua sakit hati yang ia perbuat Rian.” Mas Dandi terlihat sangat tidak enak pada Mas Rian.

“Ngga Mas, aku yang salah. Mungkin aku sudah terlalu lama disini. Sudah saatnya aku pergi dari sini. Tidak seharusnya aku mengiyakan tawarannya kala itu”

“Rian rumah ini sangat luas, tak masalah kalau kamu tinggal di sini. Jangan dengarkan apa kata Mbak Rusmi”

“Terima kasih Mas untuk bantuan selama ini. Aku ngga mau jadi duri masalah rumah tangga kalian. Kami pergi saja Mas. Mbak Rusmi kurang nyaman aku dan istriku berada di sini”

“Mas aku juga minta maaf mas kalau selama di sini banyak salah sama mas dan Mbak Rusmi. Kami pamit mas” aku mengutarakan permintaan maafku pada Mas Dandi. Mas dandi yang kehabisan akal akal untuk berpikir hanya bisa mengangguk dengan berbagai rasa.

“Kami pamit ya mas, mas jaga Mbak Rusmi baik-baik” ucap Mas Rian kemudian sambil berpelukan dadan dengan Mas Dandi.

****

( POV Mbak Rusmi )

Aku menangis terisak isak di dalam kamar. Aku sangat kesal pada perlakuan Mas Dandi. Kini ia sepertinya tak cinta lagi kepadaku. Untuk memberikan uang harian pun kini sedikit. Tak seperti dulu yang sangat cukup untukku hang out dengan teman-teman, jalan-jalan dan belanja sesuka hati. Aku tersiksa.

Aku juga sangat kesal dengan perlakuannya. Bukannya ia membelaku malah memarahiku di depan mereka. Bukan aku yang salah. Tapi mereka, Fatimah dan Mas Rian suaminya. Bukannya meminta maaf padaku Mas Dandi malah meninggalkanku seorang diri dan masuk ke kamar mereka.

Tiba-tiba sebuah pikiran melintas di kepalaku. Aku terngiang-ngiang dengan ucapannya kemarin malam kala aku merengek meminta dibelikan tas branded terbaru.

Bukannya memberiku uang, justru Mas Dandi membandingkanku dengan Fatimah adikku yang penurut dan tampak tak pernah meminta apapun pada suaminya. Aku sangat kesal di buatnya. Atas kejadian itu aku yakin pasti Das Dandi menyimpan rasa pada Fatimah adikku.‘Awas saja kamu Fatimah’ hatiku menggerutu sambil melemparkan kebencian kepadanya.

Mas Dandi masuk kamar. Aku curi curi pandang kepadanya di bawah selimut. Ia tak melirik ke arahku sama sekali. Sepertinya ia masih kesal kepadaku. Hatiku semakin geram pada Fatimah. Pasti ini gara-gara dia. Semenjak ia tinggal di rumahku kelakuan Mas Dandi berbeda dari sebelumnya.

“Mas..” aku beranjak duduk sambil mengajak bicara suamiku.

Ia hanya menoleh ke arahku tanpa mengeluarkan suara apapun dari mulutnya. Aku beranikan untuk berbicara mengenai kecurigaanku.

“Mas suka sama Fatimah ya mas?” dengan ragu-ragu aku mengucapkan kata itu disertai rasa takut.

“Jangan sembarangan kamu kalau ngomong!”emosinya langsung meledak!. mas Dandi melotot sambil menunjuk ke arahku. Sebelumnya Mas Dandi tak pernah merespon dengan nada tinggi kepadaku. Bahkan sampai melotot tak pernah terbayang ia dapat melakukan ini. Bukannya hilang kecurigaanku justru makin bertambah.

“Sekarang mas berbeda, mas sudah mulai pelit dan kasar kepadaku. Mas sering bandingin aku dengan Fatimah. Aku yakin mas pasti ada rasa sama Fatimah. Apalagi ia juga lebih cantik dariku”

“Tutup mulutmu Rus! jangan asal bicara. Atas dasar apa kamu berpikiran seperti itu, mas ngga suka ngga cinta sama siapapun selain kamu Rus” mas Dandi berbicara dengan sedikit geram.

“Tapi sekarang mas beda kepadaku semenjak Fatimah tinggal disini..” mukaku layu. Aku masih menunutut pembenaran. Aku yakin, suamiku berbohong.

Mas Dandi melepas kasut dan dasinya. Kini ia berebahkan badannya di kasur.Mencoba menstabilkan emosinya dan membuang rasa lelahnya. Ada yang aneh dengan mau tubuh Mas Dandi. Aromanya seperti parfum perempuan. Sejak kapan pula ia berganti parfum.

“Mas.. ada yang aneh sama mas..”

“Ya Allah apalagi Rusmi,” suaranya tidak lagi meninggi. Sepertinya ia sangat kekelahan. Namun suaranya masih terdengar kesal.

“Kok bau tubuh Mas seperti parfum wanita. Mas habis jalan sama cewe lain?”

“Subhanallah Rusmi Rusmi, pikiran kamu itu terlalu kemana-mana. Inilah akibatnya kalau kamu terlalu sering nonton sinetron. Mana mungkin Rus aku menghianati kamu”

“Aku yakin ini mau parfum wanita mas, dan baunya seperti parfum Fatimah.. Mas ? mas tolong jelaskan yang terjadi mas” kecurigaanku mulai bertambah.

“Rusmi.. berhenti berpikiran macam-macam. Mas udah katakan, Mas tidak ada rasa ke siapapun selain kamu. Tolong Rusmi percayalah sama mas. Mas seharian kerja demi kamu. Demi keluarga kita. Sudah lah mas Cape mas mau mandi.”

Segera ia beranjak. Aku tidak yakin dengan apa yang Mas Dandi katakan. Ia juga menghindar Pasti ia baru ketemu perempuan. Tapi anehnya kenapa bau ini seperti parfum Fatimah??

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel AKU DIHAMILI SUAMIKU
8.0
Hidup Alexa Banderas hancur di hari kelulusan akibat pembunuhan orang tuanya oleh sang paman yang mengincar dokumen Taurus Corps. Di tengah duka, ia dipaksa menikah dengan Martin Snowden, pria kasar yang membencinya. Kini, Alexa harus memimpin perusahaan besar sekaligus melindungi sang suami dari kekasihnya yang licik demi mengamankan aset keluarga. Mampukah ia membalas dendam, mengelola bisnis, dan meluluhkan hati Martin yang begitu keras?
Sampul Novel Because That Night
8.0
Menyesali hidupnya, Ariel Anata nekat menyerahkan kesucian kepada Sean Rinadi di kelab malam. Meski berjanji berpisah selamanya, takdir justru mempertemukan mereka kembali saat Sean hadir sebagai calon tunangan Vania, kakak Ariel. Sean memanfaatkan situasi ini demi mengejar cinta Ariel. Sebaliknya, Ariel yang selalu dibanding-bandingkan dengan kakaknya memilih memanfaatkan Sean sebagai alat balas dendam kepada keluarganya sendiri.
Sampul Novel Bekas Pacar ( Indonesia )
7.9
Zetaya Diajeng Jayanti memilih mengunci rapat perasaannya akibat trauma masa lalu dari pengkhianatan cinta dan perceraian. Namun, takdir mempertemukannya lagi dengan Andaru Ansel Bratadikara, mantan pacarnya saat SMA yang kini juga seorang duda. Walau Zeta menolak keras kehadirannya, Daru tiada henti mendekat lewat kenangan indah dan rayuan yang gencar. Di antara rasa benci dan luka lama, sanggupkah Zeta bertahan atau justru kembali luluh oleh pesona sang mantan?
Sampul Novel Budak di atas Ranjang
8.3
Izabelle terpaksa menyerahkan kesuciannya kepada Jordan Heron demi melunasi utang judi sang ayah yang hampir membuat mereka kehilangan tempat tinggal. Bos mafia yang kejam itu telah menanti untuk merenggut kehormatan Belle lewat transaksi terlarang yang menyakitkan. Walau ada kenikmatan di tengah penderitaan, Belle justru menerima hinaan keji dari Jordan setelah malam intim mereka usai. Kini, dalam sekapan sang pria bajingan, sanggupkah Izabelle bertahan melewati masa depannya yang suram?
Sampul Novel Bukan yang Pertama
8.4
Zaina Rahayu kehilangan orang tuanya akibat kelalaian seorang sosialita, yang kemudian menjanjikannya menjadi menantu sebagai bentuk penebusan dosa. Namun, sikap dingin sang calon suami dan bayang-bayang masa lalunya yang belum selesai membuat Zaina memilih mundur dari perjodohan ini. Zaina mencoba menjauh, tetapi takdir terus mendekatkannya kembali dengan pria galak itu. Mampukah gadis polos ini bertahan saat benih cinta mulai tumbuh di tengah rumitnya masa lalu sang pria?
Sampul Novel Harga Diriku 10 Juta Per Malam
9.4
Demi melunasi utang miliaran dan membiayai kuliahnya, Arabella Alexandro, seorang mahasiswi yatim piatu, terpaksa bekerja ganda sebagai wanita penghibur di diskotek. Tanpa dukungan keluarga, ia harus berjuang bertahan hidup sendirian. Kehidupannya yang keras menemui babak baru saat ia bertemu dengan Arkan Stevanno Orlando, seorang CEO kaya raya yang menyewa jasanya. Akankah takdir ini menjadi jalan penyelamatnya atau justru menyeret Arabella ke dalam pusaran masalah yang jauh lebih rumit?