APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel PlayGirl Kelas Teri

PlayGirl Kelas Teri

Suci Nabila, seorang siswi SMP, gemar mempermainkan hati para lelaki. Bersama sahabatnya, Regina, mereka memanfaatkan kecantikan untuk menjerat pria demi keuntungan pribadi. Walau suka menggoda, keduanya memegang prinsip kuat untuk menolak segala bentuk sentuhan fisik. Bagi mereka, kaum adam hanyalah mainan yang mudah dikendalikan. Namun, akankah mereka sanggup selamanya lolos dari jeratan karma yang mengintai akibat perbuatan tersebut?
Bab
Bagikan

Bab 3

Aku duduk sebangku dengan anak yang cukup diam tapi pintar,namanya Raya.

Bukan aku yang memilih duduk disebelahnya, tapi wali kelas yang menyuruhku.

Katanya biar aku bisa mencontoh perilaku Raya yang tidak lasak sepertiku.

Ada ada saja wali kelasku itu!

"Ray, kau tau Bobi gak?" tanyaku di sela guru menjelaskan.

"Syutt, jangan bicara saat guru sedang menjelaskan,Ci!" jawab Raya berbisik.

Memang tidak enak duduk bersebelahan dengan Raya. Seperti tak ada kehidupan.

Sangat senyap.

Pelajaran yang di jelaskan pun sama sekali tak masuk di kepala ku, yang ada membuat aku menjadi ngantuk. Di tambah tak ada kawan yang bisa ku ajak bicara.

"Ray?" panggilku, mencoba mengajak bicara sekali lagi.

"Jangan berisik,Uci!" sentak Raya dengan mata sedikit melotot tanda tak suka.

"Dasar kuper" ucapku dalam hati.

Karena ngantuk yang tak bisa ku tahan, aku pun memutuskan untuk ke toilet mencuci muka. Dari pada aku yang ketiduran, bisa kenak buku terbang nanti.

"Pak, saya permisi sebentar ya?" ucapku saat guru sedang menjelaskan.

"Mau kemana? Baru juga setengah jam yang lalu istirahat, masak udah permisi lagi." tanya pak guru penuh selidik.

"Kebelet pak!" ucapku berbohong.

"Yasudah lima menit ya. Kamu ini cantik cantik kok kebelet!"

"Lah namanya manusia pak, yaelah si bapak malah ngelawak!"

Aku segera berlalu dari kelas dan langsung menuju toilet.

Suasana sekolah yang sepi karena sedang jam pelajaran. Hanya ada beberapa murid yang berkeliaran seperti ku, pasti alasan mereke kebelet juga.

"Ah segar!" ucapku setelah mencuci muka di wastafel yang terletak di depan kamar mandi.

"Suci,ya?" Panggil seseorang mengagetkan ku.

Aku menoleh ke arah suara "Bang Ardan?"

Tak menyangka dan merasa beruntung sekali aku bisa berjumpa dengan abang kelas, salah satu geng Cogan Alumni sekolahku.

Hanya berbeda satu tingkatan.

Saat ini bang Ardan baru masuk SMA.

Wajahnya tak berubah sedikitpun, tetap ganteng dan memukau.

Gayanya yang selalu cool membuat semua wanita pasti menyukainya tak terkecuali aku.

Bedanya dulu aku tak berani mendekatinya, karena geng bang Ardan selalu di kelilingi dengan gengnya cewek cewek cakep tapi judes.

Aku juga tak menyangka kalau bang Ardan tau namaku, harus ku pertanyakan itu.

"Kok Abang di sini?" tanyaku heran. Mataku tak bisa lepas dari ketampanannya, apalagi dengan seragam putih abu abu menambah sensasi yang berbeda. Asik!

"Iya, lagi rindu aja sama guru guru disini, makanya Abang main kesini!"

"Ohh, kirain rindu sama aku!" ucapku berbisik.

"Sama kamu juga!"

"Eh kok denger?" tanyaku salah tingkah karena tak ku sangka bang Ardan mendengarnya.

"Ya denger lah kan abang punya telinga,"

"Eh?"

Melihat wajahku yang mungkin aneh, bang Ardan malah tertawa memperlihatkan lesung pipitnya, aku yang melihatnya serasa ingin pingsan.

"Haha, kenapa kok bingung?"

"Enggak kok,"

"Oh ya, bukan nya lagi jam pelajaran ya? Kok kamu gak di kelas?" tanyanya lagi.

"Tadi izin ke toilet sebentar, ni mau balik ke kelas!" Padahal tadinya aku berniat ingin duduk sini lebih lama, tapi karena ada bang Ardan, mau tak mau aku harus kembali ke kelas. Aku tak ingin bang Ardan tau kemalasan ku.

"Yasudah, belajar yang rajin ya." Bang Ardan memberi ku semangat.

"Iya!" Jawabku. Aku pun melangkahkan kaki ku dengan berat hati.

"Suci?" Bang Ardan memanggilku kembali.

"Iya?" tanyaku heran.

"Boleh minta nomer Hp kamu?"

"Apa?" ucapku kaget.

Aku tak menyangka seorang bang Ardan meminta nomerku. Aku merasa seperti sedang bermimpi, bagaimana tidak, Bang Ardan adalah cowok terpopuler di sekolahku di tambah lagi dengan jabatannya sebagai ketua OSIS.

"Kenapa kaget?"

"Eh enggak kaget kok." jawabku gugup. Lagi lagi aku jadi salah tingkah di buatnya.

"Terus boleh gak abang mintak nomer Suci?" tanya nya lagi.

"Boleh bang boleh. Tapi apa nanti kak Meysa gak marah Abang nyimpan nomer Suci?" tanyaku memastikan.

Kak Meysa adalah salah satu yang ada di geng cewek cewek cantik tapi judes. Kabar terakhir yang kudengar mereka telah resmi berpacaran.

Aku hanya tak ingin saja berurusan dengan mereka.

Bukannya takut, tapi lebih tepatnya tidak berani.

"Kenapa dia harus marah?" Bang Ardan malah balik bertanya.

"Loh bukannya kalian pacaran ya?"

"Oh udah gak lagi. Jadi boleh gak nih?"

Bang Ardan menyodorkan Hpnya.

Dengan cepat aku menuliskan nomer Hp ku. Lumayan dapat cowok ganteng dan tajir, manatau berguna. Eh canda!!

"Uci?" panggil seseorang dari kejauhan yang membuat kaget.

"Bobi?" Lirihku heran. Kok Bobi bisa ada di sini bukannya sedang jam pelajaran? Apa dia kebelet juga?

Aku tidak boleh membiarkan bang Ardan bertanya tanya tentang Bobi, bisa di coret dari hatinya nanti. Duh, apa yang harus aku lalukan.

Dengan sigap aku menarik tangan bang Ardan untuk lebih menjauh dari Bobi, kulihat kebelakang sepertinya Bobi tak mengejar.

Ku hembuskan nafas kasar, hampir saja!

"Dia siapa?" tanya bang Ardan membuat jantungku serasa ingin copot.

"Gak tau, tapi dari kelakuannya kayaknya sih dia ngefans sama Suci. Buktinya dia saja tau nama Suci, padahal kami gak kenal loh" jawabku bohong dengan kepedean tingkat dewa.

"Oh, yasudah hati hati saja dengan model cowok yang begitu!" Dari ucapan bang Ardan sepertinya dia percaya dengan ucapanku.

"Uci?" Panggil lagi seseorang dari belakang yang membuat jantungku benar benar ingin lepas dari tempatnya.

Kenapa banyak sekali orang mengagetkanku.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Budak Seksi Tuan Cedric
8.2
Kehidupan Falisha Marbella hancur seketika saat kekasihnya, Ben Andrigo, tewas di dekatnya. Tragedi mahasiswi 19 tahun ini berbuntut panjang ketika ayah Ben, Cedric Andrigo, menuduhnya sebagai penyebab kematian sang putra. Sebagai miliarder kejam yang memimpin bisnis ilegal, Cedric bersumpah membuat hidup Falisha menderita. Didorong dendam, pria arogan itu memaksa Falisha menjadi budak pemuas nafsunya. Akankah Falisha sanggup membebaskan diri dari belenggu kekejaman Cedric?
Sampul Novel Dikejar Oleh Sang Miliarder
9.6
Setelah tewas mengenaskan akibat dikhianati suami dan mertuanya, Kayla Herdian terlahir kembali ke masa lalu. Bertekad membalas dendam, ia bangkit untuk menghancurkan para musuhnya sekaligus membawa bisnis keluarganya menuju puncak kejayaan. Namun, di tengah perjuangannya, seorang miliarder dingin yang dahulu tak tergapai tiba-tiba mendekat. Pria kaya tersebut kini gencar merayu Kayla dan memohon agar diberi kesempatan menjadi pendamping di pernikahan keduanya.
Sampul Novel Luka Batin Istriku
9.0
Seorang suami terkejut saat mendapati Tari menyuguhkan minuman mencurigakan kepada bayi mereka, Adel. Ketakutan menyergap Tari hingga ia hanya bisa menangis membisu tanpa sanggup membela diri. Kemarahan sang suami kian memuncak begitu tahu stok susu anak mereka telah habis. Ia pun nekat membanting botol susu yang tersisa setengah demi memaksa sang istri bicara jujur. Di balik tangisan histeris yang pecah, sebuah rahasia yang menyayat hati akhirnya mulai terkuak.
Sampul Novel Pria Dingin Itu Suamiku
9.4
Kehidupan Nadia, sang putri tunggal kaya, runtuh seketika saat ayahnya meninggal karena serangan jantung dan meninggalkan tumpukan utang. Demi bertahan hidup dan menghormati wasiat terakhir sang ayah, ia terpaksa mencari putra rekan bisnis ayahnya untuk dinikahi sebagai balas budi. Meski sempat menolak, impitan ekonomi membuatnya harus menerima takdir baru. Kini, Nadia harus menjalani hidup bersama pria dingin yang merupakan pewaris takhta perusahaan ternama.
Sampul Novel Psikopat & Gadis Desa
8.9
Christian Kim, pewaris kaya yang kejam, mengancam Moon agar tunduk padanya. Kematian sang nenek memicu amarah Moon, gadis desa yang akhirnya nekat menusuk Christian demi membalas dendam. Meski begitu, perjuangan keras sang tuan muda demi mendapatkan cintanya perlahan meluluhkan hati Moon. Di tengah keraguan, sebuah rahasia terkuak bahwa Moon terhubung dengan keluarga Kim. Apakah kenyataan ini akan merusak hubungan mereka atau justru mempersatukannya?
Sampul Novel Skandal Pengasuh Tua dan Putraku
8.4
Setelah memergoki Bi Tati membawa keluarganya makan kerang dan lobster secara diam-diam, sang majikan luluh oleh permohonan ampun serta bujukan kakak iparnya. Demi kekerabatan, ia hanya memberi sanksi potong gaji. Namun, keputusan itu berujung petaka. Baru dua hari ia pergi ke luar negeri, putranya yang baru lulus kuliah menelepon sambil menangis di tengah pesta perayaan rumahnya, mengaku telah tidur dengan pengasuh tua tersebut.