APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Petani Sukses

Petani Sukses

Dikhianati sang kekasih, Amanda Santika memilih pulang ke desa dan merintis bisnis pertanian sukses bermodal kalung berlian. Namun, kedamaiannya terusik saat putranya menemukan pria kaya raya yang berwajah sangat mirip dengannya. Pria tampan itu terkejut melihat kembaran kecilnya, sementara sang balita justru menyeretnya pulang. Amanda pun dibuat syok ketika anaknya dengan polos memperkenalkan pria asing tersebut sebagai calon suami baru untuk ibunya.
Bab
Bagikan

Bab 3

“Ah... Aku harus mengabaikan ketidaknyamanan di sekujur tubuhku,” gumam Amanda Santika segera meninggalkan kamar hotelnya.

Amanda Santika tahu bahwa kehidupan sulit menantinya di perusahaan.

Di kehidupan sebelumnya, pikirannya kosong ketika dia terbangun di hotel. Itu karena dia baru saja tidur dengan seorang pria yang merupakan jebakan dari dua orang brengsek itu. Dia tidak tahu bagaimana hal itu bisa terjadi, tapi dia sangat malu karena tindakannya itu.

Ketika Amanda Santika bangun dan melihat darah dan bintik-bintik merah lainnya di tempat tidur, dia diliputi rasa takut, ngeri, dan rasa bersalah yang besar terhadap pacarnya. Dia telah kehilangan kesuciannya, dan ini merupakan pengkhianatan serius terhadap pacarnya.

Amanda Santika pingsan di tempat tidur dan mulai menangis sampai teleponnya berdering. Ketika dia melihat nama di telepon, dia menangis semakin keras.

“Raiden,” kata Amanda Santika membaca identitas penelepon di ponselnya.

Amanda Santika tidak tahu sudah berapa lama berlalu sebelum dia akhirnya meraih telepon dengan tangan gemetar. Pada saat itu, dia rapuh dan membutuhkan kenyamanan. Dia yakin dia bisa mengetahuinya dari pacarnya.

Saat dia mengangkat telepon, suara seorang pria terdengar dari ujung sana. Suaranya dipenuhi kekhawatiran dan kecemasan.

Raiden bertanya dengan cemas mengkhawatirkan kondisi Amanda Santika, "Amanda, kenapa kamu tidak mengangkat teleponku tadi? Di mana kamu sekarang?"

Suara Amanda Santika menjadi sedikit serak basah karena dia menangis tersedu-sedu. Air matanya terus mengalir di matanya. Namun agar Raiden tidak mengkhawatirkan, dia berusaha menyeka air matanya dan memaksakan senyum di wajahnya lalu berkata, "Raiden, aku baik-baik saja!"

Tapi Raiden terus bertanya seolah-olah dia bisa merasakan ada sesuatu yang salah dan berkata, "Amanda, kenapa suaramu menjadi sedikit serak? Apakah kamu sedang menangis?"

Pertanyaan itu memecahkan bendungan tangisan dalam diri Amanda Santika. Dia menangis lagi sejadi-jadinya. Tidak peduli seberapa keras pacarnya menghiburnya, semua hal itu sekarang tidak ada gunanya.

Raiden tidak menutup teleponnya. Setelah beberapa waktu, Amanda Santika mendengar pria itu berkata, "Amanda, apa yang terjadi padamu? Apa pun yang terjadi, aku akan selalu berada di sisimu."

Raiden mencoba menghibur Amanda Santika dan Amanda Santika merasa sangat terhibur setelah mendengarnya. Setelah menutup telepon, dia memutuskan untuk putus dengan Raiden.

Raiden adalah pria yang terlalu baik, dan dia pantas mendapatkan seseorang yang lebih baik darinya. Raiden tidak boleh terikat dengan gadis yang hancur selama sisa hidupnya.

Setelah itu Amanda Santika berkemas, dia meninggalkan kamar hotel dan kembali ke perusahaan untuk bekerja. Dia berencana mengundurkan diri dari pekerjaannya dan kemudian putus dengan Raiden.

Lalu dia akan pergi. Namun, Amanda Santika, di kehidupan masa lalunya, mengalami masalah di perusahaan. Memikirkan kembali, Amanda Santika memiliki senyum dingin di wajahnya, tetapi cahaya gelap muncul di matanya yang seperti sangat putus asa.

Di kehidupan sebelumnya, dia dijebak. Tapi kali ini, dia telah kembali agar dia tidak melakukan kesalahan yang sama.

Saat dia memikirkan apa yang harus dilakukan, telepon Amanda Santika berdering lagi. Matanya berkilat jijik dan benci saat melihat identitas sang penelepon. Ternyata identitas penelepon adalah Raiden.

Amanda Santika memikirkannya lalu menjawab panggilan diteleponnya itu.

"Amanda, kamu dimana sekarang?" tanya Raiden dengan nada yang dipenuhi kekhawatiran.

"Aku sudah pergi ke departemen tempat kamu bekerja, tetapi karyawan lain bilang kamu belum datang. Apakah terjadi sesuatu?" ucap Raiden menambahkan dan sepertinya sedang menggali informasi tentang Amanda Santika.

Mendengar orang munafik itu, Amanda Santika merasakan rasa jijik dan benci kepada Raiden. Dia menahannya dan menarik napas dalam-dalam. Suaranya sangat tenang saat dia berkata, "Aku baik-baik saja, Raiden. Tadi aku bertemu dengan seekor anjing gila. Tapi aku sudah mengusirnya. Aku akan bergegas ke perusahaan sekarang!"

Amanda Santika menutup telepon tanpa menunggu jawaban.

Raiden memegang telepon dan mengerutkan kening. Dia merasa ada sesuatu yang tidak beres pada diri Amanda Santika.

Berdasarkan pemahamannya tentang Amanda Santika, dia tahu bahwa dia akan menangis putus asa setelah mengetahui apa yang terjadi padanya. Dia akan dipenuhi rasa bersalah terhadapnya. Namun setelah Raiden mendengar suara Amanda Santika tadi ditelepon, dari nada suaranya sepertinya dia baik-baik saja.

Dengan pemikiran itu, hati Raiden terbakar amarah. Dia mengertakkan gigi dan mengutuk pelan, "Amanda Santika, jadi kamu tidak pernah peduli padaku!"

Ini berarti Amanda Santika sedang berleha-leha. Itu akan menjelaskan mengapa dia tidak terpengaruh oleh jebakan yang mereka siapkan untuknya.

Wayan, yang duduk di sofa mendengarkan Raiden. Matanya bersinar, dan sudut mulutnya sedikit terangkat. Dia tampak sangat bangga dan sinis.

Dia tersenyum dan bertanya, "Lihat wajahmu yang muram. Apa yang terjadi? Apakah pelacur itu menutup teleponmu lagi?"

Raiden berkata dengan nada sedikit tinggi, "Bukan itu! Tapi dia bilang dia akan segera sampai di perusahaan."

Ketika Wayan mendengar itu, dia tampak bersemangat. Dia berkata sambil tersenyum, "Bagus, itu bagus sekali. Saat perempuan jalang itu sampai di perusahaan, dia akan tahu seperti apa kesalahannya yang telah dia perbuat. Aku perlu berada di sana untuk memastikan jebakan ini berhasil!"

Wayan tidak sabar untuk melihat Amanda Santika jatuh ke neraka yang dalam. Ini akan sangat menarik. Wayan mengangkat telepon mahal dan menelepon. Dia memerintahkan seseorang dengan dingin, "Bersiaplah!"

Saat dia mengatakan itu, ekspresi Raiden berubah. Tapi dengan cepat kembali normal, dan dia menatap Wayan dengan penuh kasih sayang lagi.

Amanda Santika datang ke pintu depan Grup Solusi Sinergi dan berhenti. Ekspresinya menghiraukan setiap yang memandangnya, tapi tatapan matanya sedingin es. Dia mengepalkan tangannya erat-erat dan melihat ke pintu masuk perusahaan.

Amanda Santika berkata, "Aku telah sampai di perusahaan brengsek ini. Sepasang brengsek itu mempermalukanku dan menghancurkan kehidupan masa laluku. Tapi kali ini, aku tidak bisa membiarkan mereka mencapai tujuan itu!"

Amanda Santika menghirup napas dalam-dalam untuk menenangkan diri. Saat dia hendak memasuki pintu, dia mengerutkan kening dan berbalik. Dia melihat seorang pria duduk di sebuah trotoar jalan.

Pria itu memiliki wajah tampan dan sosok berotot. Dia jauh lebih baik dari pacarnya sekarang, Raiden. Tapi terlihat pakaiannya sangat kotor.

Amanda Santika memikirkannya dan berjalan mendekat. Dia berkata kepada pria itu, "Mohon maaf, bisakah kamu membantu aku? Setelah semuanya selesai, aku akan memberikanmu sebuah imbalan!"

Amanda Santika membujuk pria itu dan berjanji kepadanya untuk memberikan imbalan jika dia berkenan untuk membantunya. Namun, dia akan memastikan uangnya dibelanjakan dengan baik.

Maulana memandang wanita yang berjalan mendekat. Dia bingung mendengar apa yang dia katakan. Dia melihat sekeliling dan kemudian menunjuk dirinya sendiri. Dia bertanya dengan bingung, "Nona cantik, Anda sedang berbicara dengan aku?"

Amanda Santika menghela napas panjang dengan berkata, "Hah...”

Lalu melanjutkan ucapannya, “apakah aku terlihat seperti sedang berbicara sendiri? Hanya kamu yang duduk di sini!"

Maulana merasa geli dan berkata di dalam hatinya, “Gadis ini memiliki kepribadian yang menarik. Bahkan saat dia meminta bantuan. Bahkan tidak ada satu pun wanita di Kota ini yang berani berbicara seperti itu kepadaku.”

Maulana mengangkat alisnya dan bertanya, "Apakah kamu tahu siapa aku?"

"Wajahmu itu sangat tampan dan sepertinya aku baru saja mengenalmu, jadi bagaimana aku bisa tahu siapa kamu!" ucap Amanda Santika berhenti lalu berkata, "Aku sangat terdesak sekarang. Ya atau tidak membantuku?"

Maulana sangat tercengang mendengar ucapan Amanda Santika. Dia mengangkat bahu dan bertanya, "Baiklah, tapi apa yang bisa aku bantu?"

“Anggaplah kamu baru saja melakukan cinta satu malam denganku!”

"Apa?" ucap Maulana secara terkejut mendengar ucapan Amanda Santika.

Bersambung...

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Air Force Skadron7
7.9
Yudi Juliansyah, pemuda Bandung berdarah Prancis, memilih mengejar cita-citanya menjadi tentara meski didepak dari rumah oleh orang tuanya yang menentang keras. Demi bertahan hidup dan membiayai studinya di AAU Yogyakarta, ia rela bertahan dengan berjualan gorengan. Perjuangan itu membawanya meraih predikat lulusan terbaik peraih Adi Makayasa. Kini Yudi kembali pulang demi membuktikan baktinya. Akankah restu dan pengakuan orang tua akhirnya ia dapatkan?
Sampul Novel Gairah Elián
8.7
Duka mendalam membuat Alpha lycanthrope abadi, Elián, mengasingkan diri di pulau Yunani. Namun, kasus pembunuhan berantai yang merenggut nyawa kawanannya memaksa sang pemimpin pergi ke Meksiko. Tak disangka, perjalanan itu mempertemukannya dengan belahan jiwa baru, seorang wanita biasa yang krisis kepercayaan diri. Elián kini harus mengungkap misteri pembunuhan, mengendalikan sisi buasnya, sekaligus menaklukkan hati sang wanita yang menolak kehadirannya.
Sampul Novel IPRIT
7.9
Di Kampung Keris yang kental akan dunia persilatan dan mistis, Wisaka bertekad mengungkap misteri kematian tragis para pengantin baru. Para suami tewas setelah malam pertama, sedangkan para istri diperkosa hingga bungkam. Demi mencari kebenaran, Wisaka pun mempelajari ilmu kanuragan. Namun, ia harus menghadapi hadangan bandit, makhluk halus, hingga siluman yang menyamar sebagai manusia. Mampukah ia menang, atau justru gugur di tangan iblis?
Sampul Novel Misteri Mata Air Kembar Yang Tak Pernah Kering
9.2
Mata air kembar di Kampung Serigi tak pernah kering dan menjadi penyelamat warga saat kemarau. Namun, di balik keajaiban pancuran bambu tersebut, tersimpan misteri kelam dan pantangan yang sangat ketat. Siapa pun yang berani melanggar aturan akan didatangi oleh entitas gaib penjaga tempat sakral itu. Kini, teror mistis terus membayangi penduduk lokal dan pendatang, mengubah ketenangan sumber air legendaris ini menjadi ancaman nyata yang mencekam.
Sampul Novel PENDEKAR Sabda JAGAD
8.4
Jalu Sajiwo, pemuda yatim piatu, memulai perjalanan panjang demi menuntut keadilan bagi keluarganya. Dahulu, Sekte Rajawali Emas sangat perkasa sebelum fitnah keji para rival menghancurkan mereka. Di bawah kepemimpinan Ki Respati, ayah Jalu, sekte ini terus dihina dan ditindas. Kini, Jalu harus berjuang di tengah intrik, pengkhianatan, dan duel maut untuk membersihkan nama baik sekte serta membawa Rajawali Emas kembali ke puncak tertinggi dunia persilatan.
Sampul Novel Pendewaan
8.8
Zen Luo, seorang pewaris bangsawan yang jatuh miskin, kini terhina sebagai budak samsak bagi sepupunya. Namun, sebuah insiden misterius mengubah tubuhnya menjadi senjata mistis yang tak tertandingi. Di tengah kekacauan konflik antar klan, Zen bangkit membawa dendam membara. Berbekal tubuh sekuat pusaka, ia menantang para petarung tangguh demi meraih keabadian. Mampukah ia mendominasi takdirnya dan menjadi legenda baru?