APKDock Logo
Sampul Novel Air Force Skadron7

Air Force Skadron7

7.9 / 10.0
Yudi Juliansyah, pemuda Bandung berdarah Prancis, memilih mengejar cita-citanya menjadi tentara meski didepak dari rumah oleh orang tuanya yang menentang keras. Demi bertahan hidup dan membiayai studinya di AAU Yogyakarta, ia rela bertahan dengan berjualan gorengan. Perjuangan itu membawanya meraih predikat lulusan terbaik peraih Adi Makayasa. Kini Yudi kembali pulang demi membuktikan baktinya. Akankah restu dan pengakuan orang tua akhirnya ia dapatkan?

Air Force Skadron7 Bab 1

Kisah ini mengisahkan tentang pemuda tampan bernama Yudi Juliansyah, Yudi adalah kelahiran Kota Kembang Bandung. Ayahnya adalah seorang dokter ternama di kota kembang, sedangkan Ibunya awalnya adalah seorang model cantik berkebangsaan Prancis. Yang tinggal di Indonesia karena menikah dengan pemuda asal Bandung.

Hari ini Yudi sudah kelas tiga SMP, dia pulang sekolah membantu Mamanya memasak dan membuat kue.

"Yudi putraku sayang, tolong bantu Mama dulu nak!" pinta Mama Yudi dengan tersenyum.

"Iya Mama, aku bantu apa?" tanya Yudi dengan penuh keramahan.

"Nak kamu bantu Mama memasak dan membuat kue," jawab Mama Yudi dengan tersenyum.

"Iya Mama, aku bantu Memangnya Grandma dan Grandpa jadi datang dari Prancis?" tanya Yudi dengan sangat antusia sekali.

"Jadi sayang, mereka jadi datang. Yudi kamu kalau ada mereka berbahasa Prancis saja. Karena Grandma dan Grandpa kamu kurang pasih berbahasa Indonesia,"ucap Mama Yudi dengan tersenyum.

"Baik Mama, saya akan berbahasa Prancis. Tetapi kenapa Grandma dan Grandpa tidak belajar bahasa Indonesia? Sedangkan aku saja harus belajar bahasa Prancis dan Jerman," tanyaku dengan sangat kritis.

"Mereka sudah terlalu tua nak, tetapi sekalipun mereka tak bisa bahasa Indonesia. Mereka hanya paham sedikit kata," jawab Mama dengan tersenyum.

"Ok Mama," ucap Yudi dengan tersenyum.

Ketika Yudi, ke tempat kerja Papanya dia yang melihat Tentara sangat gagah sekali, niatnya yang menjadi Tentara akhirnya tumbuh dan semakin tumbuh ketika dia sudah masuk Sma.

Yudi akhirnya harus bertengkar oleh Ayah dan ibunya. karena dia di paksa untuk masuk ke universitas kedokteran setelah lolos ke universitas kedokteran.

"Kamu pokoknya harus masuk ke universitas kedokteran seperti papa, Papa nggak mau tau anak aku. Kamu harus menjadi dokter. Jadi akmu lebih memilih menjadi Tentara. Kamu segeralah angkat kaki dari rumah ini," ucap Papa dengaj penuh murka dan amarah.

"Kamu itu adalah calon dokter hebat nak, Mama nggak mau jika kamu menjadi Tentara. Mama sangat takut kamu mati dan tertembak. Apalagi kamu m,au jadi Air Force yang ada kamu mati dan tewas ketika terjun payung," ungkap Mama dengan menitikan air mata.

"Mama dan Papa, aku sangat ingin sekali menjadi Angkatan Udara. Tolong hargai dan dukung kemauan anak kamu, jika memang nyawa aku harus tewas dengan cara seperti itu. Aku sungguh bangga karena gugur menjadi pahlawan bangsa. Yang mengharumkan bangsanya, aku sungguh ingin dan tekad aku sangat kuat.

Tetapi mau nggak mau, Yudi harus mengabulkan permintaan orang tuanya untuk ikut tes di Malang. Mengikuti ujian masuk kedokteran di Malang, jika lolos dia akan kuliah di Jakarta. Tetapi Yudi menjawabnya dengan jawaban asal-asalan.

Sehingga membuat Papa dan Mamanya sangat marah dan murka kepadanya.

"Kamu ini kan pintar nak, masa jawab pertanyaan yang sangat mudah kamu nggak mampu, kamu ini sengaja kan menjawab asal-asalan Kamu sungguh nggak berguna," maki Papa dengan memelototi Yudi.

"Padahal Mama sudah membanggakan kamu sama kawan-kawan Mama. Tetapi kamu sungguh mengecewakan Mama nak," ucap Mama dengan ekpresi penuh kesedihan.

"Maafkan Yudi jika mengecewakan, Yudi sungguh meminta maaf dengan sepenuh hati. Mama dan Papa Yudi harap kalian mengerti aku," ucap Yudi dengan memohon kepada orang tuanya.

"Papa kasih kamu kesempatan sekali lagi nak, kamu pergi ke Kabupaten segera kamu daftarkan sekolah di universitas kedokteran. Jika kamu ingin mendapatkan maaf dari aku," ucap Papa dengan memolototi Yudi.

"Maaf Papa, aku nggak bisa. Aku maunya menjadi Tentara, aku mohon Papa paham dan menbgerti aku. Aku mohon Papa," ucap Yudi dengan memohon.

"Ok baiklah nak, kamu segeralah angkat kaki dari rumah ini. Jika kamu hanya membantah. Mama sungguh sangat menyesal memiliki anak seperti kamu. kamu nggak bisa Mama andalkan," ucap mama dengan nada sangat sinis danm kejam sekali.

"Iya kamu segeralah pergi nak, dari rumah ini. Papa sudah males melihat kamu lagi. Mulai sekarang kamu bukan tanggung jawsab kami lagi!" ucap Papa dengan nada sangat sinis sekali.

Ya ampun Yudi sampai menitikan air mata, ketika dia mendengarkan ucapan Mama dan Papanya seperti itu.

Yudi akhirnya mengerpak semua tasnya, membawa uang tabungannya. Tetapi Papanya melarang Yudi membvawa motor dan kartu kreditnya.

"Karena kamu anak yang pembakang dan susah di atur, kamu tak perlu membawa motor dan kartu kredit. Kamu jangan harap kami akan memberikan fasilitas ini," ucap Papa dengan nada meninggi.

"Baik Papa dan Mama, maafkan saya. Saya pergi dulu. Maaf jika saya mengecewakan mama dan papa," ucap Yudi dengan mengecup kaki kedua orang tuanya sebelum dia pergi dari rumahnya.

Yudi akhirnya menghubungi kawannya, dia segera menyamper kawannya. Mereka berdua akhirny pergi ke Jogjakarta.

"Halo brother!" sapa Yudi dengan menyapa sahabatnya Jeremy.

"Halo Yudi, kamu ke rumah aku saja!" sapa Jeremy dengan sangat ramahnya.

"Kita jadi kan brother, kita jadi akn segera ke Jogjakarta. Kita kan mau mendaftar Angkatan Udara," ucap Yudi dengan tersenyum.

"Jadi dong, kamu datang saja ke rumah aku. Kita berangkat naik kereta!" titah Jeremy denganh tersenyum.

SetIbanya di Jogjakarta, mereka akhirnya berjuang mengikuti seleksi. Mereka mendaftar untuk calon siswa Taruna di AAU. Dengan kekuatan doa dan kerja keras mereka akhirnya mereka berdoa lolos dan kini mereka sudah menjadi siswa.

Jeremy sangat heran sekali, kenapa sahabatnya Yudi murung. Dia akhirnya membuyarkan lamunanya.

"Kamu kenapa Yudi? Kenapa kamu melamun Yudi? Nanti kamu kesurupan tau!" ucap dan tanya Jeremy dengan memperingatkan.

Wajar jika Yudi melamun, karena dia memikirkan ungnya yang tinggal menipis, apalagi uang tabungannya tinggal dua juta rupiah.

"Aku hanya bingung brother, uang aku tinggal dua juta. Seenjak aku terusir dari rumah kedua orang tua aku kan sudah tak mau membiayai aku. Merek sangat marah dan murka brother. Uang saku aku tinggal dua juta," jawab Yudi dengan ekpresi wajah sedih.

"Ya ampun brother, keahlihan kamu apa? kamu segera jualan atau apa untuk menyambung hidup kamu. Kamu pasti hidup dan bertahan," ucap Jeremy dengan memberikan usul.

"Aku jualan gorengan saja iya, gorengan pasti laku. Apalagi tidak terlalu mahal. Semoga saja gorengan yang aku jula laku iya, aku mau lakukan apa pun demi aku bisa lulus denngan nilai terbaik," ucap Yudi dengan tersenyum termanis.

"Ok brother, kamu harus tetap semangat iya. Nanti sore kan kita tidak ada kelas penervbangan. Gimana jika kita belikan bahan-bahannya," ucap Yudi dengan mengusulkan.

"Boleh brother, aku juga akan menjual pakaian semoga saja ada hasilnya iya. Aku mau lulus dengan nilai terbaik. Setelah aku menjadi prajurit yang sukses, aku akan segera pulang dan membuktikan kepada orang tuaku jika aku bisa sukses tanpa slalu mengadalkan mereka!" ucap Yudi dengan semangat berapi-apai.

Bersambung.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Air Force Skadron7

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Derita Menantu Jelita
9.5
Kehidupan rumah tangga dalam novel modern "Derita Menantu Jelita" berubah drastis setelah sang suami mengalami kelumpuhan akibat kecelakaan tragis. Situasi kian rumit ketika ayah mertua memutuskan tinggal bersama mereka. Demi menjaga kelangsungan garis keturunan, sang suami nekat melakukan aksi ekstrem dengan diam-diam membius istri dan ayahnya sendiri. Keputusan tersebut memicu rangkaian peristiwa misteri yang tak terkendali dan mengubah nasib mereka selamanya.
Sampul Novel Direndahkan Oleh Keluarga Suami
8.9
Jasmine Bintang, yang memiliki keterbatasan fisik sejak lahir, kerap mengecewakan sang ibu. Harapan indahnya untuk bahagia bersama Ardan Mahendra, suaminya yang sukses, sirna ketika keluarga Ardan terus merendahkannya. Kehadiran Anindya, mantan kekasih Ardan yang membongkar kepalsuan pernikahan mereka, kian memperparah penderitaan Jasmine. Saat Jasmine memilih bercerai demi harga dirinya, Ardan justru menolak keras dan mengancam tidak akan melepaskannya.
Sampul Novel IPARKU, CANDU SUAMIKU
9.8
Nadia Antika rela bersabar atas perlakuan buruk ibu mertuanya demi membina rumah tangga bersama Askara Brahma selama dua tahun. Namun, kehangatan Askara mendadak hilang dan ia berubah menjadi sangat dingin. Perubahan drastis ini memicu kecurigaan Nadia akan adanya rahasia kelam. Akankah ia sanggup menghadapi kenyataan pahit saat mengetahui suaminya berselingkuh dengan adik iparnya sendiri di dalam rumah mereka?
Sampul Novel Istri Untuk Suamiku
8.6
Divonis kanker rahim stadium lanjut membuat Fatma harus mengubur mimpinya memiliki keturunan. Demi kebahagiaan sang suami, Satria, ia rela memintanya untuk beristri lagi. Namun, di balik keputusannya, terungkap fakta menyakitkan bahwa Satria sebenarnya tidak pernah mencintai Fatma. Walau Satria sempat menolak demi menjaga perasaannya, Fatma tetap memohon sambil menangis agar keinginan terakhirnya dikabulkan sebagai bukti ketulusan cintanya.
Sampul Novel Jangan bermain-main dengan saya
8.9
Nasib malang menimpa seorang gadis setelah dikhianati dan dijual oleh ayah kandungnya sendiri. Begitu beranjak dewasa, ia dipaksa menghadapi kenyataan pahit demi menjalani takdir kelam yang tak terhindarkan. Tanpa ada pilihan lain, ia harus bersedia menjadi istri dari seorang gembong narkoba yang sangat ditakuti. Kini, kehidupannya sepenuhnya terperangkap dalam pusaran dunia hitam mafia yang sarat akan intrik berbahaya serta ancaman maut yang terus mengintai.
Sampul Novel Menjadi Orang Ketiga Dipernikahan
7.9
Pernikahan hasil perjodohan Mira Aditya dengan Rafiq Jaya berujung pilu. Di balik ikatan tersebut, Rafiq rupanya telah menikahi Elena Faris, cinta masa lalunya, secara diam-diam. Terasing di rumah sendiri dan terus didera kepedihan mendalam membuat Mira berada di titik nadir. Di tengah kekecewaan serta hampa yang kian menyiksa, ia pun kini harus menentukan pilihan sulit: tetap bertahan dalam kepalsuan atau melangkah pergi demi meraih kebebasannya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan