APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel PESONA AYAH TIRI

PESONA AYAH TIRI

Akibat pengaruh alkohol, Ariana melakukan kesalahan fatal dengan melewati malam bersama seorang lelaki asing. Di waktu yang sama, ia harus menghadapi kenyataan pahit bahwa ibunya, Bu Sarah, berencana untuk menikah lagi. Betapa terkejutnya Ariana saat mengetahui bahwa sosok misterius dari malam itu ternyata adalah calon ayah tirinya. Kini, ia dilingkupi kecemasan apakah rahasia kelam tersebut akan terbongkar dan mengancam pernikahan sang ibu.
Bab
Bagikan

Bab 3

Ariana berjalan tertatih menuju pintu utama rumahnya. Rasanya ia tidak percaya dengan apa yang sudah terjadi terhadapnya. Mabuk dan tidur dengan pria asing semalam, sehingga ia kehilangan kesuciannya. Kesuciannya berakhir ditangan pria tidak dikenal. Mengerikan.

Ceklek ....

Pintu utama terbuka. Ia melihat sang bunda tengah terduduk di sofa ruang tamu sambil membaca majalah mingguan.

Namun Ariana hanya diam. Ia seakan tidak menghiraukan bundanya yang duduk di sana.

"Ari, Ariana!" Panggil Bu Sarah.

Ariana tetap terdiam dan berjalan menuju kamarnya.

Bu Sarah bangun dari duduknya dan menghampiri Ariana.

"Dari mana saja kamu? Kenapa pagi begini baru pulang?" Tanya Bu Sarah dengan nada sedikit tegas.

"Kenapa ma? Mama kan mau nikah sama pria lain. Untuk apa mama masih peduliin aku?"

"ARIII!!!" Hardik Bu Sarah.

"Sudahlah! Ariana capek. Mau kekamar." Tanpa menghiraukan sang ibu, Ariana langsung pergi begitu saja meninggalkan sang ibu.

"Tunggu dulu! Kamu belum jawab pertanyaan mama. Apa yang kamu lakukan semalam, dan dimana kamu menginap semalam? Apa jangan-jangan kamu bergaul dengan orang gak bener ya? Mau jadi apa kamu, kalau kamu sudah gak mau dengerin kata-kata mama,ha?" Hardik sang mama seakan hilang kesabaran.

"Itu sudah bukan urusan mama. Urus saja calon suami mama," jawab Ariana.

"ARIII!" Pekik Bu Sarah dengan posisi tangan yang terangkat untuk menampar Ariana namun ia urungkan.

"Kenapa ma? Kenapa tidak jadi? Tampar aja ma, tampar!! Apa gunanya Ari sekarang, buat mama? Sudah gak ada kan. Ari sekarang sudah seperti sampah, Yang suatu saat akan dibuang." Lirih Ariana.

"Ari, kenapa kamu jadi seperti ini? Mama menikah lagi, Karena mama butuh pendamping. Kamu tahu sendiri kan, perusahaan peninggalan papa banyak. mama tidak kuat kalau harus mengurus semuanya sendiri sayang, mama mohon mengertilah!" Iba Bu Sarah.

"Cih, mama yang ingin bantuan atau mama yang rindu dibelai seorang pria?"

"Ariana, jaga mulutmu! Mama tidak pernah mengajarimu berkata tidak sopan seperti itu," bentak Bu Sarah.

"Yayaya, bulshit. Aku lelah, mau pergi kekamar." Ariana seakan tidak memperdulikan sang ibu. Ia berjalan menuju kamar.

"Ya Tuhan, berikan aku kesabaran!" Batin Bu Sarah.

Kemudian Bu Sarah mengeluarkan ponselnya dan menelepon seseorang.

***

Sementara itu di kantor megah. Pria berbadan besar tengah duduk di kursi kebesarannya. Ia adalah tuan Evan Pradipta Wijaya. Seorang pria yang memiliki banyak perusahaan di berbagai cabang. Ia masih mengingat kejadian semalam. Dimana ia menghabiskan malam yang panas dengan gadis yang tidak ia kenal. Bahkan namanya saja ia tidak tahu.

"Fuck. Kenapa aku kepikiran gadis itu terus. Apakah benar, kita tidak akan bertemu lagi." Batin Evan. Ia memejamkan matanya dan menyandarkan kepalanya pada kursi kebesarannya.

Namun dalam pikirannya, tiba-tiba terlintas gadis itu lagi. Bagaimana bentuk tubuhnya, desahannya, dan juga servisnya dalam memuaskannya.

"Fuck, " umpat Evan dalam diam.

Tok-tok-tok, suara pintu diketuk dari luar.

"Masuk!"

"Selamat siang pak. Ada tamu untuk anda." Ucap Larisa, sekretaris Evan.

"Hmm, siapa?" Tanya Evan.

"Pak Adam." Jawab Larisa.

"Untuk apa lapor, biasanya dia akan langsung nyelonong masuk." Sarkas Evan.

"Katanya ingin sesuai protap pak." Kikik Larisa.

"Hah, bulshit. Suruh masuk saja! Ada apa dia mengganggu waktuku yang berharga, dasar tidak berguna." Ucap Evan.

"Baik pak," kemudian Larisa pergi dari ruangan Evan.

Tidak membutuhkan waktu lama. Adam datang dengan tawanya yang khas.

"Hahaha, hallo my brother. Bagaimana harimu ha?" Sapa Adam.

"Ngapain kesini njing, buang-buang waktuku aja." Hardik Evan.

"Wowowo, santai aja bro. Aku kesini mau ngasih tahu kamu sesuatu yang sangat penting." Jawab Adam. Sebenarnya mereka adalah sahabat baik dari kecil. Saking baiknya, sudah tidak ada jarak antara mereka lagi. Bahkan berkata kasar satu sama lain pun sudah tidak akan ada yang sakit hati.

"Aku sibuk. Cepet mau ngomong apa?" Sarkas Evan.

"Santai dulu napa. Nih!" Balas Adam dengan menyodorkan sesuatu.

"Apaan nih?" Evan menerima sebuah benda kecil dari sahabatnya itu.

"Buka aja! Bentar lagi kan kamu mau nikah. Itu buat kamu," ucap Adam.

"Tapi ini, leontin permata biru?" Ucap Evan mengerutkan dahinya.

"Yap. Hanya beberapa buah di dunia. Dan itu peninggalan nenekmu, yang dititipkan pada ayahku. Maaf, aku lupa memberikannya padamu saat kau menikah dengan Laura dulu." Terang Adam.

Laura Andini, adalah istri pertama Evan. Mereka bercerai karena perbedaan tujuan. Disamping itu, Laura pergi meninggalkannya karena lebih memilih bersama pria lain. Karena ketidakcocokan ini, mereka memutuskan untuk berpisah. Dan kini Evan sudah mendapat penggantinya.

"Tidak masalah. Aku akan memberikannya pada calon istriku." Balas Evan.

"Aku harap ini pernikahanmu yang terakhir my big brother. Ya, meskipun aku selalu berlaku keras padamu, aku juga peduli terhadapmu. Dan juga, aku selalu mendoakan untuk kebahagiaanmu." Terang Adam.

Evan tersenyum. Memang diantara mereka selalu bertengkar. Tapi mereka adalah sahabat sejati yang selalu saling mendukung dan saling memecahkan masalah bersama.

"Thanks." Ucap Evan singkat.

"Oke. Kalau begitu aku pergi dulu." Pamit Adam.

"Mau kemana?"

"Aku ada janji dengan Natasha." Balas Adam cepat.

"Siapa lagi itu, kenapa kau selalu bermain-main dengan gadis-gadis. Kenapa kau tidak serius dengan salah satu saja. Kau juga belum menikah sampai sekarang." Protes Evan.

"Aku belum ingin. Lagipula, petualanganku dengan gadis-gadis masih harus berlanjut." Kikik Adam.

"Dasar, kau tidak pernah berubah. Usia kita sudah tidak lagi muda. Sudah hampir menginjak 45 tahunan. Kau belum menikah. Mau sampai kapan?" Tanya Evan.

"Nanti lah aku pikirkan. Sudah ya, Natasha sudah menunggu. Sampai nanti," Adam pergi begitu saja dari ruangan Evan.

Evan hanya menggeleng lemah, melihat kelakuan sahabatnya itu.

Kemudian ia melihat kembali liontin permata biru yang indah itu.

"Leontin ini sangat indah nenek. Nenek ingin aku memberikannya pada istriku ya. Akan kuberikan. Tapi apakah ini semua takdir? Seandainya aku memberikannya pada Laura pun, kita tidak bertahan lama. Seolah dunia tahu bahwa kita tidak berjodoh bukan?" Lirih Evan.

Kemudian, ia mendapat pesan.

Ting

"_Jangan lupa nanti kerumah ya, aku akan perkenalkan dengan anakku."_ Isi pesan tersebut ternyata dari calon istri Evan.

Evan tersenyum, dan langsung membalas pesan tersebut.

"_Baiklah sayang. Aku akan kerumah setelah pulang dari kantor."_

Kemudian ia menyandarkan kembali tubuhnya pada kursi.

"Ahh, sebentar lagi aku akan menikah. Aku hanya berharap semua ini lancar. Semoga ini juga yang terakhir." Tiba-tiba ia teringat kembali dengan gadis malam itu.

"Fuck. Kenapa aku selalu teringat gadis itu." Gumam Evan.

Namun, ketika ia tiba-tiba mengingat gadis itu, tubuhnya berdesir dan big juniornya terbangun dengan otomatis.

"Shit. Lama-lama dia membuatku gila karena penasaran.

***

Jam kantor telah usai. Evan memutuskan untuk segera pulang dari kantor dan menuju rumah kekasihnya, atau lebih tepatnya calon istrinya.

Calon istrinya juga seorang janda anak satu. Bedanya Evan belum dikaruniai anak, jadi ia harus belajar menjadi seorang ayah sambung yang baik, tentunya.

***

Kita tinggalkan Evan. Kita lihat dikediaman Sarah.

"Sayang ayolah!" Ucap Sarah pada Ariana.

"Apa sih ma, aku gak mau. Mama sendiri saja yang ketemu." Sarkas Ariana.

"Ari please! Kenapa kamu tidak mau, ini penting sekali buat mama."

"Penting buat mama, tapi tidak penting buatku." Sarkas Ariana lagi.

Sarah terdiam. Ia sangat sedih karena anak perempuan satu-satunya sangat menentangnya. Ya wajar saja, mungkin Ariana masih kecewa dengannya karena keputusan ini.

"Ari, ini sangat penting buat mama. Ini kebahagiaan mama juga, apa kamu sudah tidak peduli dengan kebahagiaan mama? Mama minta maaf, tapi mam juga wanita biasa yang butuh pendamping. Kenapa kamu tidak mengerti?" Lirih Sarah.

Deg

Ariana kembali tersambar. Ia pun sedikit merasa bersalah karena menentang keputusan mamanya. Ia pun harus mengerti dengan keputusan mamanya. Bu sarahpun masih muda, masih pantas untuk melanglang buana mencari calon suami. Dan ini sudah diputuskan, maka Ariana harus menghormati keputusan tersebut.

"Baiklah-baiklah, aku akan bersiap." Kemudian Ariana beranjak dari tempat tidurnya dan bersiap menyambut tamu ibunya.

Sarah tersenyum, dan menghela nafas lega. Memang Ariana sangat keras kepala, tapi masih ada sisi lembut di hatinya.

Kemudian Sarah pergi keluar untuk mempersiapkan menu hidangan nanti.

***

Sarah dan Ariana sudah siap. Mereka menunggu di ruang tamu.

"Mana ma? Kenapa lama sekali?" Tanya Ariana sedikit kesal.

"Sabar, sebentar lagi juga datang." Jawab Sarah.

"Hah, pasti jelek. Tidak setampan papa." Sarkas Ariana.

"Ya begitu juga boleh. Tapi om ini juga sangat keren. Ia memiliki banyak cabang perusahaan juga. Kita saling mengenal Karena perusahaan kita bekerjasama waktu itu. Itulah kenapa kita sampai di detik ini." Jelas Sarah.

Ariana memutar bola matanya malas.

"Dan om ini juga tampan. Tinggi gagah, badannya atletis karena dia sering nge gym." Jelas Sarah lagi.

"Berarti sudah pernah lihat, mama sudah macam-macam ya?" Tanya Ariana mengintimidasi.

"Tidak. Mama pantang melakukan itu sebelum sah. Mama bukan wanita seperti itu tahu." Ucap Sarah membela diri.

Ting-tong

Suara bel pintu berbunyi.

"Wah, itu pasti dia. Mama buka dulu ya." Sarah beranjak ke arah pintu untuk membukanya.

Ceklek

"Hai,"

"Hai juga, yuk masuk!" Ajak Sarah dengan senyuman yang tidak pudar dari wajah cantiknya.

Mereka berdua memasuki rumah dan bertemu Ariana.

"Ari, kenalin ini om Evan. Dan Evan, kenalin ini Ariana putriku," jelas Sarah.

Namun keduanya membeku. Mereka saling menatap dalam dengan mulut menganga lebar.

"K-kamu?" Ucap mereka berdua bersamaan.

Bersambung

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku dan Pacar Menikah Di Hari Yang Sama
9.7
Setelah video lamaran kekasihnya, Willy, dengan sang sekretaris viral di internet, Sarah mencari penjelasan. Namun, ia justru mendengar Willy meremehkan hubungan tujuh tahun mereka demi menyelamatkan sang sekretaris dari pernikahan paksa. Sadar kesetiaannya tidak dihargai, Sarah memutuskan untuk menikah dengan pria lain di hari yang sama dengan pernikahan Willy. Saat iring-iringan mobil pengantin mereka berpapasan di jalan, Willy sangat terpukul melihat Sarah mengenakan gaun pengantin bersama pria lain.
Sampul Novel Bukan Istri Bayaran
9.8
Demi keluar dari situasi pelik yang menjepit hidupnya, seorang wanita nekat menjalin kesepakatan dengan Alister Bagaskara. Pria dewasa tersebut menjadi satu-satunya sosok yang mampu menolongnya. Sebagai ganti atas bantuan itu, ia menawarkan diri untuk dinikahi. Pernikahan tanpa cinta ini pun terpaksa dijalani demi bertahan hidup. Kini, ia harus mengarungi bahtera rumah tangga dan berbagi hari bersama Alister, pria asing yang kini resmi menjadi suaminya.
Sampul Novel Gairah Istri Kelima Juragan
9.3
Suami Malini lenyap tanpa jejak, meninggalkan tumpukan utang yang menjeratnya. Di tengah keputusasaan, Juragan Chandrakanta yang bergelimang harta datang menawarkan jalan keluar dengan menjadikannya istri kelima. Sempat menolak dan memilih kerja kasar, Malini akhirnya tak kuasa membendung pesona sang juragan. Lewat daya pikat dan mantra rahasia, ia takluk dalam semalam. Akankah Malini sepenuhnya menyerah pada gairah dan masuk ke lingkaran keluarga Chandrakanta?
Sampul Novel Harta Tahta Kesayangan Duda
8.9
Hidupku yang unik mendadak berubah saat seorang duda tenang mulai mengejarku. Ingin rasanya aku menghindar, tetapi pesona anaknya yang sangat menggemaskan terus membuatku ragu. Walau ada rasa takut terlihat cepat tua jika mendampinginya, gelimang hartanya tentu sulit diabaikan. Begitu dia datang melamar, aku pun menuntut syarat untuk mempunyai bayi yang lucu. Di luar dugaan, respons santainya kini membawa masa depan kami pada sebuah keputusan yang tak disangka-sangka.
Sampul Novel Satu Malam Dengan Adik Ipar
8.2
Rencana Rani merayakan tiga tahun pernikahan hancur karena Arman tidak kunjung pulang. Saat terjaga, ia justru terkejut mendapati adik iparnya, Rafka, ada di sisinya. Ketegangan pun menyelimuti mereka, terlebih setelah Rani membongkar pengkhianatan suaminya yang berselingkuh. Di tengah luka hati yang mendalam, Rani kini terjebak dalam dilema besar. Ia bimbang antara mempertahankan komitmen lamanya atau menyambut ketertarikan tak terduga pada Rafka yang selalu hadir mendampinginya.
Sampul Novel The School Devil
9.4
Raka Samuel Jackson, remaja blasteran Amerika-Indonesia yang bergelimang harta, dikenal sebagai pemberontak dingin di sekolah internasionalnya yang penuh murid bermasalah. Di tengah kekacauan yang ia ciptakan untuk mencari jati diri, hidupnya mulai berubah sejak kehadiran Mayang Lestari. Guru bahasa Prancis berusia dua puluh tiga tahun yang baru lulus kuliah tersebut perlahan masuk ke dalam kehidupan Raka, membawa pengaruh dan perubahan besar bagi sang murid nakal.