APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel PESONA AYAH TIRI

PESONA AYAH TIRI

Akibat pengaruh alkohol, Ariana melakukan kesalahan fatal dengan melewati malam bersama seorang lelaki asing. Di waktu yang sama, ia harus menghadapi kenyataan pahit bahwa ibunya, Bu Sarah, berencana untuk menikah lagi. Betapa terkejutnya Ariana saat mengetahui bahwa sosok misterius dari malam itu ternyata adalah calon ayah tirinya. Kini, ia dilingkupi kecemasan apakah rahasia kelam tersebut akan terbongkar dan mengancam pernikahan sang ibu.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Kau yang membangunkanku. Jadi, jangan harap kamu bisa lepas dariku dengan mudah," ucap sang pria besar sambil membuka bajunya, sehingga menampilkan enam otot perut yang berjejer rapi disana.

"Aku harap kau tidak menyesal,"

Pria itu langsung menyambar bibir ranum itu dengan kasar namun mematikan. Lidah saling membelit dan erangan demi erangan terdengar di ruangan itu. Ariana mengalungkan kedua tangannya ke leher kokoh pria itu dan memberikan ciuman terbaiknya untuk mengimbangi pria itu. Namun, saking kuat dan lihainya pria itu, ia sampai kualahan dan serasa kehabisan pasokan oksigen.

"Hah ... hah ... hah," Ariana mengambil nafas dalam-dalam dan membuangnya cepat.

"Kenapa sayang? Apa kau sudah lelah? Ini belum masuk dalam pemanasan. Ini baru awal permulaan," ucap pria itu dengan seringai tajam di bibirnya.

"Om terlihat kuat banget. Apa aku bisa mengimbanginya?" Lirih Ariana dengan manja.

"Tenang saja sayang! Aku akan bermain pelan. Jika bisa," ucap pria itu.

Pri itu memiliki perawakan yang tinggi gagah dengan kumis dan jambang halus di wajahnya. Tubuh atletis dengan cetakan otot perut yang sixpack dan otot bisep Trisep yang kuat dan meliuk-liuk gagah. Tangan Ariana saja terlihat mungil ketika disentuh pria itu. Sungguh bagaikan raksasa yang kuat dan sedang memainkan mainannya.

Pria itu bernama Evan. Sebenarnya ia adalah salah seorang pebisnis sukses di Indonesia. Ia memiliki beberapa perusahaan besar dan salah satunya adalah hotel ini. Ia hanya singgah untuk beristirahat malam ini di hotelnya. Namun, pucuk dicinta ulampun tiba. Ia mendapatkan rezeki durian runtuh, berupa gadis manis yang kesepian dan sedang mabuk.

Evan langsung menyambar leher putih dan jenjang milik Ariana. Ariana sangat menikmatinya hingga ia menggigit bibirnya dan menengadahkan kepalanya ke atas.

Evan terus memberikan rangsangan hingga sampai ke bukit kembar yang mengacung sempurna dengan puncak kemer4han.

"Ahhhhhh, nik-mat sekali-hh," Ariana menekan kepala pria itu untuk lebih dalam mempermainkan bukit kembarnya.

Puas bergerilya dengan buah dada besar. Evan terus turun memberikan rangsangan mengitari pusar. Lidahnya yang lihai, mampu membuat aliran listrik di sekujur tubuh Ariana.

"Mari kita lihat, bagaimana kamu dibawah sana." Evan menyentuh bagian bawah Ariana dan ternyata benar, itu sudah basah.

"Wow, basah sekali. Apakah kau sudah tidak sabar, hm?" Ucap Evan dengan smirk diwajahnya.

Evan memasukkan satu jarinya untuk melihat reaksi Ariana.

"Aaahhhhhh ...." Ariana menggelinjang hebat sambil terus memejamkan matanya.

"Wow, apakah aku mengenai titik spotmu hm?" Ucap Evan. Ia menambah kecepatan jarinya sambil memainkan biji kecil milik Ariana dengan lidahnya yang lihai.

"Aaahhhhh, t-tubuhku serasa terbakar." Racau Ariana.

Hingga Ariana memuntahkan cairan yang banyak, seperti air terjun.

"HN, hah-hah-hah. Aku lemas om," ucap Ariana.

"Hei, jangan lemas dulu! Inti dari permainan ini belum selesai baby." Evan membuka resleting celananya pelan. Kemudian melepas celananya dan bersiap memasukkannya.

"Pelan-pelan ya," Evan dengan pelan memasukkan kejantanannya dan perlahan tubuh mereka mulai menyatu.

"Aaahhh, s-sakit. Tubuhku serasa terbelah." Pekik Ariana.

"Sabar sayang! Sebentar lagi. Pasti sebentar lagi akan nikmat. Percayalah!" Ucap Evan sambil terus berusaha memasukkan miliknya dan memberikan rangsangan pada Ariana.

"Kenapa sempit sekali. Tapi, ini hebat. Milikku belum masuk semua saja, miliknya sudah sangat memijat milikku dengan nikmat. Aahhhh," racau Evan.

Setelah berhasil memasukkan semua, ia berhenti untuk memberi ruang Ariana untuk tenang.

"Apakah kamu sudah siap untukku bergerak baby?" Ucap Evan dengan senyum smirk di wajahnya.

Tanpa menunggu jawaban dari Ariana, Evan mulai memaju mundurkan pinggulnya dengan tempo pelan.

"Aaahh, s-sakit. Sakit banget," ucap Ariana dengan bulir air mata yang menetes di pipi mulusnya.

"Sabar sayang. Sebentar lagi pasti akan berubah nikmat." Balas Evan, kemudian menyerang leher Ariana lagi.

Benar kata Evan. Perlahan rasa sakit itu berubah menjadi nikmat. Ariana merasakan aneh pada tubuhnya, bahkan bergerak sendiri mengimbangi permainan Evan.

"Yes baby, begitu. Aahh fucking fuck. Siapapun kamu, tubuh kamu benar-benar nikmat," ucap Evan sambil merem melek menahan gejolak nikmat ditubuhnya.

Berbagai gaya sudah mereka coba. Mulai dari doggy style, misionaris, bahkan WOT. Sangat berani untuk kelas pertama.

"Aku pengen pipis om." Racau Ariana.

"Keluarkan saja sayang! Jangan ditahan!" Balas Evan.

Akhirnya benar. Kembali Ariana menyemburkan cairan nikmat yang banyak, sehingga membuat lantai basah.

"Wow. Sangat hebat. Tunggu aku sayang, aku akan sampai sebentar lagi." Ucap Evan dengan peluh yang semakin deras menetes.

"Ah, aku sudah lelah om. Kapan selesainya. Om kuat banget sih." Ucap Ariana..

"Sebentar lagi sayang. Yaaahh, ini dia ... Aaahhhhhh," Evan segera mencabut keperkasaannya dari milik Ariana dan menyemburkannya ke atas perut Ariana.

Cairan putih yang pekat dan banyak.

Deru nafas keduanya semakin memburu karena kelelahan. Sungguh pertempuran yang sengit, bahkan sprei yang rapi kini sudah kusut tak berbentuk.

Ariana terlihat sangat kelelahan. Ia langsung tertidur pulas dengan tubuh yang masih basah.

"Hemm, ternyata dia tetap anak-anak. Tapi, hebat juga dia bisa mengimbangi ku. Wanita dewasa saja bisa kualahan. Tapi dia hebat." Ucap Evan sambil tersenyum dan menggelengkan kepalanya lemah. Ia mengambil tisu untuk membersihkan cairan yang ia tumpahkan ke atas perut Ariana. Ia harus melakukan ini untuk mencegah kehamilan. Ia tidak ingin karena one night stand, ia menjadi ayah dari wanita yang tidak ia kenal sebelumnya.

"Hah, kamu pun juga menguras tenagaku. Kalau begitu, mari kita tidur." Evan menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka dan Evan mulai memejamkan matanya.

***

Pagi menjelang. Suara burung berkicau dan berterbangan kesana kemari. Sangat indah dengan nuansa pagi yang cerah untuk semangat pagi yang cerah juga, harusnya.

Evan sudah terbangun lebih dulu. Ia sudah membersihkan tubuhnya dan bersiap untuk pergi ke kantor. Namun, ia memilih untuk menunggu gadis one night standnya ini bangun dulu. Ya, minimal tahu namanya, agar terlihat tidak terlalu brengsek. Ia memeta setiap lekukan wajah dan tubuh gadis itu. Sangat manis, cantik dan sedap dipandang. Badannya juga bagus. Meskipun tubuhnya ramping, tapi ia memiliki postur tubuh ideal. Dada yang super dupper besar, juga bokong padat berisi. Jangan lupakan kulit putih, bibir merah, dan rambut panjang terurai yang berawana hitam sedikit kecoklatan. Namun, bukan hanya terpesona dengan paras ayu gadis itu, tapi sesuatu yang lain telah menarik perhatiannya.

"D-darah?" Mata Evan membulat penuh melihat kenyataan bahwa ternyata gadis ini, masih ... Perawan?

"Eeeuunngghhhh," lenguh Ariana sambil meregangkan otot-ototnya.

"Aahh, kenapa tubuhku sakit sekali." Ariana mencoba menggerakkan tubuhnya. Yang terasa kaku. Apalagi sangat nyeri dibawah sana. Ia membuka matanya perlahan dan mengerjakapkannya. Sampai ia melihat seorang pria yang tengah berdiri gagah didepannya.

"Aaaarrggghhhhh, siapa kamu?" Pekik Ariana.

"Hei, jangan teriak-teriak! Aku tidak tuli tahu," sarkas Evan.

"L-lagipula kau. Ngapain kamu di kamarku? Kamu mau macam-macam ya?" Tanya Ariana.

"A-apa? Hei, kau yang pergi kekamarku lebih dulu dan menggodaku. Kau tidak ingat semalam?" Balas evan.

"S-semalam?" Kemudian Ariana berusaha mengingat kejadian semalam. Ia teringat pertempuran sengit tadi malam secara samar-samar.

"Aaaarrgghhhhhh, apa yang sudah kau lakukan padaku, dasar brengsek!" Pekik Ariana.

"Apa? Berani sekali kau mengatakan. Kau yang masuk kekamarku dan mengajakku bercinta. Bahkan kau mendesah keenakan akibat ulahku, apa kau tidak mengingat itu, ha?" Goda Evan.

"Tidak. Ini pasti salah. Ini kamarku, 106. Kau pasti mengambil kesempatan dalam kesempitan karena aku sedang mabuk. Dan kau telah mengambil ... kesucianku." Lirih Ariana sambil menunduk

"Ini kamar 107. Kau salah masuk kamar, tahu tidak. Tapi tunggu! Jadi benar. Kau, masih ... perawan?" Tanya Evan lagi untuk memastikan.

Ariana hanya menu Duk dan tidak berani menatap Evan.

"Fuck," umpat Evan pelan.

Kemudian Ariana mulai beranjak dari tempat tidur. Ia perlahan bangun dan memungut pakaiannya yang berserakan dilantai satu persatu.

"Aku tidak tahu siapa kamu. Tapi, semoga saja tidak terjadi sesuatu diantara kita lagi. Tapi misalkan terjadi dan aku sampai hamil. Tenang saja, aku tidak akan mencarimu. Aku akan mengurusnya sendiri." Ucap Ariana sambil memakai pakaiannya satu-persatu.

Evan hanya berdiri terdiam. Ia merasa iba dengan gadis ini. Ia menjadi semakin brengsek karena menodai kesucian seorang gadis yang masih muda. Seandainya ia sadar dan tahu, dan dirinya bisa menahan nafsunya. Mungkin kejadiannya tidak akan terjadi sejauh ini." Batin Evan.

Ariana berjalan tertatih melewati Evan. Terlihat wajahnya yang sayu dengan bekas merah di sekujur leher dan tubuhnya. Itu semakin membuat Evan merasa bersalah.

Tiba-tiba Evan mencekal tangan Ariana dan seketika menghentikannya.

"Setidaknya, beritahu aku dimana rumahmu. Aku akan mengantarmu," ucap Evan.

"Tidak perlu." Ariana menepis tangan Evan untuk melepaskannya.

"Sudah ku bilang. Aku tidak akan mencarimu. Aku tidak akan mau tahu tentang kamu dan aku tidak ingin peduli lagi siapa kamu. Jadi, apa yang terjadi pada kita saat ini, anggap saja hanyalah kecelakaan." Kemudian Ariana berjalan meninggalkan Evan dan benar-benar pergi.

"D-dia ...."

Bersambung

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel ANITA ( Pernikahan atas penukaran jaminan)
9.4
Demi melunasi kerugian akibat ulah sang saudara, Anita Azaelia terpaksa menjalani pernikahan kilat tanpa landasan cinta. Beban hidupnya kian menumpuk saat mengetahui sang suami sama sekali tidak mencintainya. Setelah sebelumnya terluka oleh pengkhianatan masa lalu, kini Anita harus bertahan melewati kepedihan nasib yang menguji batas kemampuannya. Akankah ia berhasil meraih kebahagiaan sejati di tengah badai rumah tangga yang menempatkannya tak lebih dari sekadar jaminan utang?
Sampul Novel Cewek kutu buku itu tunanganku
8.8
Sevilla harus kehilangan sang ayah di usianya yang masih sangat muda. Tepat di hari ulangtahunnya, sang ayah meninggal saat perjalanan pulang ke rumahnya. Derita demi derita ia alami, kala perusahaan yang ayahnya rintis bangkrut, dengan sang paman sebagai penyebabnya. Ibunya mengalami gangguan jiwa akibat ini, dan semua aset keluarganya di sita bahkan di jual untuk menutupi kerugian. Kini hanya beberapa rupiah yang tersisa, Sevilla memilih untuk menyewa rumah kecil di pemukiman sempit. Di umurnya yang menginjak 14 tahun, Sevilla harus banting tulang untuk memenuhi kebutuhannya dan juga ibunya. Suatu hari Sevilla tak sengaja menabrak Verrel, Siswa populer yang terkenal jenius dan tampan. Keduanya bahkan sama-sama mengikuti lomba yang sama. Sejak saat itu keduanya dekat, bukan sebagai teman melainkan musuh. Yusha, mantan kekasih Verrel merasa cemburu pada Sevilla. Ia dan teman-temannya pun mengunci Sevilla di gudang sekolah sendirian, hingga Verrel datang menyelamatkannya. Di rumah sakit, Sevilla di rawat. Ayah dan ibu Verrel juga datang menjenguknya, mereka mengaku pernah menjalin persahabatan erat dengan almarhum ayahnya. Dan mereka ingin Sevilla dan ibunya tinggal bersama mereka. Ayah dan ibu Verrel juga mengatakan bahwa almarhum ayah Sevilla ingin menjodohkan Sevilla dengan Verrel. Semenjak kejadian itu, keduanya menjadi semakin akrab. Perasaan khusus mulai tumbuh di hati keduanya, hingga akhirnya keduanya berpacaran saat mereka duduk di bangku kelas satu SMA. Perjalanan cinta mereka yang mulus tiba-tiba saja terhalang dengan kehadiran Alona dan neneknya, Alona yang sangat membenci Sevilla itu, bekerjasama dengan Yusha untuk menculik nya. Mereka menjual Sevilla di situs penjualan wanita. beruntungnya bibi viona, adik ibunya itu mengetahui hal ini dan membeli Sevilla. Sejak hari itu, Verrel menjadi kesepian. Sampai akhirnya ia mendengar dari kakak sepupu Sevilla, bahwa Sevilla telah pergi ke Amsterdam tanpa sepengetahuannya. Johny dan teman-teman Verrel yang lain mengungkap alasan kepergian Sevilla ke Amsterdam, begitu terkejutnya mereka kala kak Lucas, kakak sepupu Sevilla mengungkapkan kalau Verrel dan Sevilla bersaudara tiri.
Sampul Novel Cinta Terlarang, Murka Sang Wali
9.3
Sepuluh tahun memendam rasa pada sang wali, Bima Wijaya, cintaku berujung pahit saat kuungkapkan di usia delapan belas. Bima murka, merobek lukisan berhargaku, dan membawa tunangannya, Clara, ke rumah. Sosok pelindungku kini menjadi pemberi luka terdalam. Demi mengobati hati yang hancur, aku memilih pergi ke Jakarta. Bersama Ayah, aku siap memulai lembaran hidup baru sebagai mahasiswi di Universitas Indonesia.
Sampul Novel Derai Kasih Syafana
9.1
Di usia 33 tahun, Syafana Azzahra harus menghadapi kenyataan pahit setelah dua kali gagal membina rumah tangga. Harapan barunya kini ada pada Arman Alatas, pria yang dikenalkan oleh sahabatnya. Sialnya, tiga hari sebelum pernikahan, Syafana memergoki Arman berselingkuh. Meski dikhianati dan terluka sangat dalam, ia memilih memaafkan dan tetap menikahinya. Akankah pernikahan yang dimulai dengan kebohongan ini bisa dipertahankan oleh Syafana?
Sampul Novel Dokter Cantik Spesialis Andrologi
9.3
Sebagai dokter spesialis andrologi, protagonis wanita dihadapkan pada situasi tidak terduga saat menangani seorang pasien pria. Pasien tersebut mengaku memiliki stamina yang terlalu besar dalam urusan intim dan menuntut sang dokter untuk memeriksa kondisinya secara langsung menggunakan tubuhnya sendiri. Permintaan provokatif ini seketika mengubah dinamika profesional mereka, membuat sang dokter kewalahan dan tidak berdaya menghadapi dominasi sang pasien dalam pertemuan medis yang tidak biasa ini.
Sampul Novel Gairah Liar Uncle Sam
9.6
Dalam keheningan malam yang menegangkan, Shila harus menahan rasa sakit dan gejolak gairah saat Sam menyentuhnya. Di tengah situasi berisiko tinggi ini, Sam memperingatkan Shila dengan bisikan lirih agar tetap diam. Mereka harus menyembunyikan hubungan terlarang ini dengan sangat hati-hati, sebab orang tua Shila berada sangat dekat dan bisa mendengar setiap suara di dalam rumah. Ketakutan akan ketahuan membuat hubungan rahasia mereka terasa kian mencekam.