APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel PESONA AYAH TIRI

PESONA AYAH TIRI

Akibat pengaruh alkohol, Ariana melakukan kesalahan fatal dengan melewati malam bersama seorang lelaki asing. Di waktu yang sama, ia harus menghadapi kenyataan pahit bahwa ibunya, Bu Sarah, berencana untuk menikah lagi. Betapa terkejutnya Ariana saat mengetahui bahwa sosok misterius dari malam itu ternyata adalah calon ayah tirinya. Kini, ia dilingkupi kecemasan apakah rahasia kelam tersebut akan terbongkar dan mengancam pernikahan sang ibu.
Bab
Bagikan

Bab 1

"Mama, mau nikah lagi?" Pekik seorang gadis cantik bernama Ariana.

"Sayang? Kita sudah lama tidak ada figur sosok seorang ayah. Jadi, apa salahnya kalau mama nikah lagi?" jelas sang bunda.

"Ma? Lalu bagaimana dengan papa? Papa pasti sedih, mama tega banget sih?" Protes Ariana dengan wajah memerah.

"Ari? Papa sudah lama meninggalkan kita. Mama ingin ada sosok pria dirumah ini yang bisa menjaga kita." Terang sang bunda.

Ariana terdiam. Ia masih tidak sanggup percaya dengan permintaan sang bunda. Pasalnya ia sangat dekat dengan sang ayah. Memang sudah hampir 7 tahun sang ayah meninggalkan mereka karena kanker. Sang ayah tidak mampu bertahan dan akhirnya pergi meninggalkan mereka berdua. Ariana masih menganggap ayahnya masih hidup dan selalu melindunginya. Untuk itu, ia sangat terpukul dengan keputusan ibunya. Kalau ibunya nikah lagi, suasana akan menjadi canggung dan ia pun pasti tidak terima. Bukankah sulit menerima orang baru, apalagi harus memanggilnya ayah.

"Aku pergi sebentar ma!" Ariana pergi meninggalkan sang ibu yang masih termangu di sampingnya.

"Ari, ini sudah malam. Kamu mau kemana sayang?" Tanya sang bunda sambil mencekal tangan putri satu-satunya itu.

"Ari ada janji dengan teman-teman." Ariana melepas cekalan tangan ibunya dan pergi keluar.

"Ari, ARIAANNNAAA!!" pekik sang bunda, namun tidak digubris oleh sang putri.

Bu Sarah merasa frustasi. Ia terduduk lesu di sofa panjang dan menyenderkan punggungnya di sandaran sofa tersebut.

"Hah, aku tahu ini pasti akan terjadi. Aku tahu bahwa Ariana akan menentang keputusanku. Tapi mau bagaimana lagi. Aku pun juga ingin melanjutkan hidupku. Aku masih ingin merasakan bagaimana pergi dengan pasangan ke acara-acara penting. Agar aku tidak sendirian lagi. Aku tahu aku salah. Karena aku mengkhianati ayahnya. Tapi ...." Sarah mengusap wajahnya kasar.

Ia memejamkan matanya sejenak. Entah mengapa, wajah putrinya, juga wajah calon suaminya bergilir memenuhi pikirannya. Tiba-tiba wajah mendiang sang suami seakan menyapanya.

"Mas Robby ...." Lirihnya pelan. Kemudian ia membuka matanya dengan kepala yang masih menengadah keatas dengan bersandar pada sofa.

"Resti aku ya mas. Maafkan aku karena menikah lagi. Tapi, bukan maksudku untuk melupakan ataupun mengkhianati kamu mas. Aku hanya tidak ingin sendiri. Aku akan mengunjungi makammu untuk meminta restu sekaligus mendoakan kamu." Kemudian ia memejamkan lagi matanya dan menghela nafas panjang, untuk merilekskan pikirannya.

***

Ariana melajukan mobilnya menuju club' malam. Ia berbohong pada ibunya jika ada janji dengan teman. Padahal ia ingin pergi ke club' untuk menenangkan pikirannya.

Ia memarkirkan mobilnya kemudian masuk ke pintu utama club'.

"Berikan aku satu botol!," ucapnya tiba-tiba pada bartender yang sedang melayani pembeli.

"Nona? Anda yakin? Dengan siapa anda kemari? Bagaimana jika anda mabuk?" Tanya seorang bartender.

"Buatkan saja! Aku sedang frustasi," jawabnya sinis kemudian pergi mencari tempat duduk.

Sang bartender menggeleng pelan. Memang banyak gadis seusia dia yang datang sendirian. Namun setelah itu mereka mabuk, dan dibawa pria entah kemana.

"Hah, apakah dia akan berakhir seperti itu." Ucap bartender kemudian menyiapkan pesanannya.

"Sayang, mama akan menikah lagi,"

"Hah," Suara bundanya terus terngiang didalam benaknya. Antara mengizinkan atau tidak. Ia bingung. Salah satunya ia tidak ingin mengkhianati sang ayah, tapi juga kasihan melihat mamanya yang mengurus semuanya sendiri. Baik perusahaan dan bisnis yang ditinggalkan papanya.

"Sayang? Mama ingin ada yang membantu mama mengelola bisnis papa. Mama sudah izin sama papa untuk memberikan restunya. Kini, mama meminta restu itu darimu juga." Kembali kata-kata sang bunda terngiang-ngiang di pikirannya.

"Aahh, fuucckkk. Apa yang harus aku lakukan? Bagaimana bisa aku hidup dengan pria besar yang baru aku kenal, dan langsung memanggilnya papa. Ih, lagipula dia pasti jelek, perutnya bergelambir , hitam, dan berkacamata. Jika iya, mamaku masih cantik dan kencang, masa mau sama orang kaya gitu. Aaahhh, fucking shit." Umpatnya.

"Silahkan pesanan anda!" Ucap sang pelayan.

"Terimakasih." Ucapnya acuh. Kemudian ia langsung menenggak minuman itu tanpa menggunakan gelas.

Ariana Chelsea Wijaya. Adalah seorang gadis putri tunggal keluarga Wijaya, yang memiliki bisnis yang besar. Diantaranya bisnis tambang emas dan berlian, perusahaan dibidang teknologi dan juga makanan.

Ia memiliki wajah yang cantik dan manis. Ia kuliah jurusan bisnis di salah satu kampus ternama di Indonesia. Walaupun umurnya masih timur, tapi ia memiliki tubuh sintal yang sanggup membuat para lelaki melirik kearahnya. Dada super besar dan bokong super padat. Sehingga membuat para pria selalu menelan ludah ketika melihat dirinya.

Tanpa terasa satu botol minuman beralkohol itu sudah habis ia tenggak. Tubuhnya menjadi panas dingin dan ingin terus minum dan minum lagi.

"Ahhh, dasar. Ada-ada saja yang selalu membuatku pusing. Hmm, kenapa lampu diskonya berputar-putar? Orang-orangnya juga. Mereka melayang, apakah mereka hantu?" Racau Ariana yang sudah mabuk, namun ia masih bisa berjalan. Club' ini menyediakan hotel untuk menginap juga. Ariana tahu jika ia tidak mungkin pulang dan menyetir. Untuk itu, ia memutuskan untuk bermalam di hotel saja.

"Hmm. Nona, anda baik-baik saja?" Sapa sang bartender.

"Ricky. Itukah namamu? Hmm, manis sekali." Kemudian Ariana kembali berjalan tertatih menuju kamar hotelnya.

"Hah, astaga. Dasar gadis aneh," Ricky menggelengkan kepalanya dan menatap aneh pada Ariana.

Ariana menyusuri satu persatu kamar. Banyak dari mereka yang melakukan hubungan hanya di luar, walaupun tidak sampai intim.

"Menjijikkan. Apakah mereka tidak bisa menyewa kamar." Ariana terus berjalan dan memastikan setiap angka dan mencari angka kamarnya.

"Okay. 103, 104, 105, ah ini dia, 106, kamarku." Kemudian ia membuka kunci pintunya. Namun tidak bisa. Bahkan sudah berkali-kali mencoba, tetap pintu tidak terbuka.

"Haiisshh, kenapa pintunya tidak bisa dibuka dengan kunci? Masuk saja tidak, menyebalkan. Aahh kepalaku tambah pusing sekali." Ucap Ariana sambil memegangi kepalanya.

Namun tiba-tiba ia memegang daun pintu itu dan membukanya. Kemudian pintu itu berhasil terbuka.

"Loh, kenapa tidak dikunci? Apakah pintu ini ajaib, sampai-sampai tidak memerlukan kunci? Ah peduli setan." Kemudian dengan tertatih, Ariana masuk kedalam kamar. Kamarnya begitu gelap dan iapun segera mencari tombol lampu. Namun itu hanya lampu tidur yang baik remang.

"Aahh, kenapa tiba-tiba tubuhku panas? Apakah aku lagi pengen? Hahaha, menjijikkan. Aku kan belum pernah melakukannya. Aku aja belum tahu rasanya." Ucap Ariana.

Tiba-tiba datang seorang pria dengan perawakan tinggi dengan badan besar berotot.

"Hei, siapa kamu? Berani sekali memasuki kamarku?" Pekik pria itu.

"Apa? Ini kamarmu? Ck ck ck, tidak mungkin. Ini kamarku. Ini nomor 106, ini kamarku." Kekeh Ariana.

"Heh, kamarmu ada disebelah. Ini nomor 107," kekeh pria itu juga.

"Tidak mungkin." Ariana berjalan gontai menuju pria besar itu.

Pria yang sangat maskulin, dengan badan atletis dan dada bidang serta perut sixpack yang tercetak jelas di balik kaos tipis yang ia kenakan.

"Ow, apakah aku salah kamar? Tapi, kepalaku sudah sangat pusing. Tubuhku juga rasanya panas. Kalau begitu, aku nginep disini aja ya malam ini," ucap Ariana dengan mudahnya.

"Apa? Tidak bisa. Ya sudah, kalau begitu aku antar kamu ke kamar sebelah. Merepotkan saja," kemudian pria itu mendekati Ariana, bermaksud untuk mengantarkan Ariana ke kamarnya.

"Mau kemana? Aku tidak mau, aku mau tidur disini. Jangan!" Berontak Ariana.

"Apa? Kamu tidak bisa tidur disini. Ini kamarku!" Kekeh pria itu.

"Tidak mungkin. Ini pasti kamarku." Kemudian Ariana mendorong pria itu hingga terjerembab ke atas ranjang.

"Ehh, apa yang kau-"

"Om sangat tampan dan menggoda. Bolehkah aku memeluk om?" Ucap Ariana dengan mata sayu dan wajah yang merah.

Jujur saja, perlakuan ariana membuat bulu kuduk pria itu merinding. Wajah yang cantik dan ayu, dengan blush on natural di pipinya. Dada besar yang menggantung menggoda. Dengan rok pendek yang disibakkan kapan saja.

Tidak terasa, big junior pria itu mengeras. Tiba-tiba ia ingin menuntaskan hasratnya dan berpetualang panas malam ini.

"Om, kenapa diam saja? Apakah aku secantik dan sexy itu, hm?" Goda Ariana.

Tiba-tiba Ariana menyambar bibir tebal pria itu dan melumatnya rakus.

"Euunnghhh," pria itu berusaha keras melepaskan Ariana darinya. Namun Ariana adalah gadis yang kuat. Ia mampu bertahan dan terus melumat bibir tebal itu dengan bringas.

"Hei, hen-ti-kan!" Hardik Pria itu.

Puas menikmati bibir itu, Ariana langsung turun menuju leher sambil memilin puncak kembar sang pria asing itu. Nafas pria asing itu memburu. Tubuhnya berdesir dan merasa nikmat dengan semua perlakuan Ariana.

"Aaahhhh fuck, kenapa dia pintar sekali. I-ini ...." Racau sang pria asing.

Tiba-tiba, Ariana berhenti melakukan kegiatannya. Jujur itu membuat sang pria kecewa. Ia pikir, perlakuan gadis asing ini akan berhenti. Namun ia salah. Gadis ini dengan kasar melepas tasnya dan membuangnya sembarangan. Kemudian ia membuka kancing bajunya satu persatu, sehingga nampaklah gunung kembar yang super dupper besar.

"B-besar sekali?" Glup, sang pria menelan salivanya berat.

Terlihat bukit kembar itu menggantung sempurna dengN puncak pink kemerahan.

"Bagaimana om, apakah kita akan berhenti atau lanjut?' tanya Ariana dengan nada menggoda.

"Fucking shit." Pria itu kemudian meraih tubuh sintal itu dan membalikkan keadaan. Kini posisi Ariana berD dibawah Kungkungan sang pria besar.

"Kau yang membangunkanku. Jadi, jangan harap kamu bisa lepas dariku dengan mudah," ucap sang pria besar sambil membuka bajunya, sehingga menampilkan enam otot perut yang berjejer rapi disana.

"Aku harap kau tidak menyesal,"

Bersambung

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku dan Pacar Menikah Di Hari Yang Sama
9.7
Setelah video lamaran kekasihnya, Willy, dengan sang sekretaris viral di internet, Sarah mencari penjelasan. Namun, ia justru mendengar Willy meremehkan hubungan tujuh tahun mereka demi menyelamatkan sang sekretaris dari pernikahan paksa. Sadar kesetiaannya tidak dihargai, Sarah memutuskan untuk menikah dengan pria lain di hari yang sama dengan pernikahan Willy. Saat iring-iringan mobil pengantin mereka berpapasan di jalan, Willy sangat terpukul melihat Sarah mengenakan gaun pengantin bersama pria lain.
Sampul Novel Bukan Istri Bayaran
9.8
Demi keluar dari situasi pelik yang menjepit hidupnya, seorang wanita nekat menjalin kesepakatan dengan Alister Bagaskara. Pria dewasa tersebut menjadi satu-satunya sosok yang mampu menolongnya. Sebagai ganti atas bantuan itu, ia menawarkan diri untuk dinikahi. Pernikahan tanpa cinta ini pun terpaksa dijalani demi bertahan hidup. Kini, ia harus mengarungi bahtera rumah tangga dan berbagi hari bersama Alister, pria asing yang kini resmi menjadi suaminya.
Sampul Novel Gairah Istri Kelima Juragan
9.3
Suami Malini lenyap tanpa jejak, meninggalkan tumpukan utang yang menjeratnya. Di tengah keputusasaan, Juragan Chandrakanta yang bergelimang harta datang menawarkan jalan keluar dengan menjadikannya istri kelima. Sempat menolak dan memilih kerja kasar, Malini akhirnya tak kuasa membendung pesona sang juragan. Lewat daya pikat dan mantra rahasia, ia takluk dalam semalam. Akankah Malini sepenuhnya menyerah pada gairah dan masuk ke lingkaran keluarga Chandrakanta?
Sampul Novel Harta Tahta Kesayangan Duda
8.9
Hidupku yang unik mendadak berubah saat seorang duda tenang mulai mengejarku. Ingin rasanya aku menghindar, tetapi pesona anaknya yang sangat menggemaskan terus membuatku ragu. Walau ada rasa takut terlihat cepat tua jika mendampinginya, gelimang hartanya tentu sulit diabaikan. Begitu dia datang melamar, aku pun menuntut syarat untuk mempunyai bayi yang lucu. Di luar dugaan, respons santainya kini membawa masa depan kami pada sebuah keputusan yang tak disangka-sangka.
Sampul Novel Satu Malam Dengan Adik Ipar
8.2
Rencana Rani merayakan tiga tahun pernikahan hancur karena Arman tidak kunjung pulang. Saat terjaga, ia justru terkejut mendapati adik iparnya, Rafka, ada di sisinya. Ketegangan pun menyelimuti mereka, terlebih setelah Rani membongkar pengkhianatan suaminya yang berselingkuh. Di tengah luka hati yang mendalam, Rani kini terjebak dalam dilema besar. Ia bimbang antara mempertahankan komitmen lamanya atau menyambut ketertarikan tak terduga pada Rafka yang selalu hadir mendampinginya.
Sampul Novel The School Devil
9.4
Raka Samuel Jackson, remaja blasteran Amerika-Indonesia yang bergelimang harta, dikenal sebagai pemberontak dingin di sekolah internasionalnya yang penuh murid bermasalah. Di tengah kekacauan yang ia ciptakan untuk mencari jati diri, hidupnya mulai berubah sejak kehadiran Mayang Lestari. Guru bahasa Prancis berusia dua puluh tiga tahun yang baru lulus kuliah tersebut perlahan masuk ke dalam kehidupan Raka, membawa pengaruh dan perubahan besar bagi sang murid nakal.