APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Perundungan Dibayar Kontan

Perundungan Dibayar Kontan

Teror misterius yang melanda kota selama berbulan-bulan sempat dianggap acak oleh polisi, hingga pola yang sama akhirnya terdeteksi. Melalui penyelidikan mendalam, semua tersangka ternyata terhubung pada satu orang: Eve. Dia adalah seorang psikiater sekaligus pacar dari detektif yang menangani kasus ini. Kini, pertanyaan besar pun muncul. Apakah Eve merupakan otak kriminal di balik semua aksi keji tersebut, atau dia hanyalah korban yang dijebak dalam rencana jahat orang lain?
Bab
Bagikan

Bab 2

Sementara itu, ketegangan juga dirasakan oleh keluarga Friska.

Di rumah sakit, Friska mendapatkan perawatan secara intensif di ruang unit gawat darurat. Tedy dan Monica menunggu dengan cemas hasil pemeriksaan Friska.

Tidak lama kemudian Cleo datang bersama pamannya, bernama David. Selama kuliah di Jakarta, Cleo tinggal bersama David, karena kedua orang tua Cleo tinggal di Singapura sejak ia lulus SMA.

Cleo berlari ke arah Tedy dan Monica. “Bagaimana keadaan Friska, Om?” tanya Cleo mengkhawatirkan sahabatnya tersebut.

“Belum sadarkan diri. Dokter masih menanganinya,” jawab Tedy sengan wajah sedih. “Cleo, terima kasih sudah menghubungi Om saat itu, kalau tidak ....” Tedy tidak sanggup melanjutkan ucapannya.

“Pak. Sudah, jangan membayangkan hal-hal yang tidak baik. Setidaknya kini Friska sudah dalam penanganan tim medis,” ujar David berusaha menenangkan Tedy dan Monica.

“Aku mendengar teriakan Friska saat aku masih terhubung dengan Friska. Lalu, bagaimana kondisi Friska saat di temukan, Om?” tanya Cleo.

“Friska saat itu sudah tidak sadarkan diri, mulut, kedua tangan dan kakinya terikat kain hitam. Saat itu di pelipisnya mengalir darah segar. Dan beberapa luka di kaki dan tangan, mungkin karena terkena pecahan lampu yang berserakan.” Tedy menjelaskan kondisi anaknya ketika di temukan olehnya.

Mendengar penjelasan dari Tedy membuat Cleo tertegun. “Apa? mulut, tangan dan kakinya diikat kain hitam? Ini seperti ... Ica,” ujar Cleo dalam hatinya.

Tubuh Cleo seketika lemas dan ia menjatuhkan tubuhnya di atas kursi tunggu rumah sakit tersebut.

Melihat Cleo terkejut setelah mendengar penjelasan dari Tedy, membuat David menanyakan sesuatu kepada keponakannya tersebut.

“Kenapa? Kamu tahu sesuatu mengenai siapa pelakunya?” tanya David.

“Siapa yang berani melakukan itu kepada anak kita? Friska anak yang baik, sangat penurut, ia tidak mungkin jahat kepada orang lain,” ujar Monica dengan air mata yang terus mengalir menangisi kondisi anaknya.

Mendengar ucapan Monica, Cleo menatapnya dengan tatapan kesedihan. “Maaf, Tante, Om,” ujar Cleo ikut menangis.

“Cleo ada apa? kenapa kamu menangis? Kamu tahu siapa pelakunya?” tanya Monica. Kini bukan hanya monica yang menatap ke arah Cleo, David dan Tedy juga menatap ke arahnya untuk menunggu jawaban darinya.

“Maaf, aku dan Friska ....” bibir Cleo bergetar ketika akan mengungkapkan hal yang sebenarnya.

“Cleo, jelaskan kepada kami apa yang sebenarnya terjadi?” tanya David menatap keponakannya dengan tatapan serius. Namun Cleo tetap terdiam.

Namun, belum juga menjawab pertanyaan dari David, dua orang polisi menghampiri mereka semua.

“Selamat malam, kami dari kepolisian. Saya Hanum dan rekan saya Akbar. Kami mendapatkan laporan jika ada korban penganiayaan dan korban sedang berada di rumah sakit ini,” ujar Hanum memperkenalkan diri dan menunjukkan identitas mereka sebagai anggota polisi.

“Oh, Bu polisi. Untunglah kalian datang tepat waktu. Kami sedang mencoba bertanya kepada Cleo mengenai pelaku yang melakukan kejahatan ini kepada Friska,” ujar Tedy.

Perhatian Hanum dan Akbar langsung tertuju kepada Cleo. “Ini yang bernama Cleo? Kamu yang terakhir menghubungi korban?” tanya Hanum dengan tegas. Seorang polisi berpakaian bebas yang memiliki tubuh tinggi dan berambut pendek tersebut.

“I ... iya, bu Polisi,” jawab Cleo ketakutan. Ia tidak menyangka akan melibatkan kepolisian. Karena jika polisi mengetahui perbuatannya dan Friska, polisi tentu akan menindaknya juga.

“Tidak perlu takut, kamu ceritakan yang kamu tahu mengenai terduga pelaku atau orang yang kira-kira melakukan semua ini,” ujar Hanum, ia berjongkok di hadapan Cleo mencoba mendekatinya dengan lembut.

Sedangkan Eve berdiri sambil menyilangkan kedua tangannya di dadanya. Tatapan tajamnya tertuju kepada Cleo yang terlihat ketakutan. Ia mengeraskan rahangnya, terlihat jelas kebencian sedang menguasainya.

Namun tidak ada yang menyadari tatapan kebencian Eve kepada Cleo. Perhatian semua orang tertuju kepada Cleo, termasuk Akbar yang sedang mencoba mengambil informasi sebanyak mungkin dari Cleo.

“A ... aku rasa yang melakukan semua ini adalah I ... Ica,” jawab Cleo, perlahan air matanya juga mengalir.

“Ica? Siapa Ica? Teman kampus kalian?” tanya Tedy dan Monica kompak. Cleo menoleh dan mengangguk pelan.

“Kenapa kamu bisa mengira jika Ica yang melakukannya?” tanya Hanum lagi.

Cleo menatap satu persatu orang yang berada di sana, dadanya terasa sesak untuk mengakui perbuatannya bersama Friska.

“Cleo, ceritakan! Paman akan di sini mendampingi kamu,” ujar David sambil memegang tangan Cleo.

“Lihatlah, semua orang akan melindungi kamu. Tidak perlu takut menceritakan tentang Ica.” Akbar mencoba menenangkan Cleo yang terus menangis.

“Karena aku dan Friska melakukan hal yang sama kepada Ica. Memukulinya dan mengikat kedua tangan dan kakinya menggunakan kain hitam,” jawab Cleo, lalu ia menangis menutupi wajah dengan kedua tangannya.

Mendengar jawaban dari Cleo tentu saja membuat semua orang terkejut, terutama Tedy dan Monica yang mengira jika Friska merupakan anak yang baik dan penurut.

David mendengar cerita dari keponakannya juga ikut terkejut. Ia tidak menyangka jika Cleo tega melakukan kekerasan kepada Ica.

“Bagaimana bisa kamu melakukan itu, Cleo?” tanya David tidak percaya. Namun, bukan jawaban yang David terima, hanya tangisan Cleo yang semakin kencang.

“Sebaiknya kita beri waktu untuk Cleo, kita tanyakan lebih lengkapnya beberapa saat lagi,” ujar Hanum kepada David. Mendengar saran dari Hanum, lelaki berparas tampan tersebut menganggukkan kepalanya sambil membelai rambut Cleo. Rasa sedih juga marah menjadi satu.

Mendengar penjelasan dari Cleo membuat senyuman tipis di bibirnya, “Ceritakan semuanya pecundang! Biar semua orang tahu perbuatan kejam yang telah kamu lakukan kepada Ica,” ujar Eve dalam hatinya.

Eve teringat kembali ketika pertama kali Ica datang kepadanya untuk menyembuhkan depresi yang dialaminya. Kedua orang tua Ica mempercayakan kepada Eve tanpa ada rasa curiga.

Ica menceritakan perundungan yang di dapatnya dari Friska dan Cleo. Hampir setiap hari Ica selalu di bawa secara paksa ke tempat sepi oleh Friska dan Cleo untuk di pukuli tanpa tahu kesalahan apa yang telah Ica lakukan.

Tidak hanya di pukuli, Ica juga di ikat lalu secara bergantian Friska dan Cleo memukulinya sambil tertawa dan merekam aksi biadab mereka.

Dengan mudah Eve bisa membuat Ica menceritakan semua permasalahan yang ia hadapi. Padahal selama ini ia tidak berani menceritakan perundungan yang ia alami kepada kedua orang tuanya.

Kedua orang tua Ica yang sering bertengkar selalu melibatkannya sebagai sasaran kemarahan Edward, ayah Ica. Ia sering mendapatkan kekerasan secara fisik atau verbal dari ayahnya. Ia juga melihat ibunya tersakiti secara fisik dan verbal oleh pria yang seharusnya menjaganya.

Setiap Ica berkonsultasi dengan Eve, kedua orang tua Ica tidak diperbolehkan masuk ke dalam ruangannya. Bukan hanya Ica yang datang kepadanya, ada tiga orang lagi yang merupakan korban dari Friska dan Cleo yang menjadi pasien Eve selama beberapa bulan ini.

Setelah mendapatkan keterangan dari Cleo, akhirnya Hanum dan Akbar memutuskan mendatangi rumah Ica. Cleo, David dan Tedy ikut serta mendatangi rumah Ica. Sedangkan Monica bertugas menunggu di rumah sakit hingga Friska tersadar.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Alpha Damon
9.5
Sejak kecil, Damon hidup dalam bayang-bayang kutukan misterius. Meski sang ayah mengisolasinya dari dunia luar, ia justru tumbuh menjadi pemburu yang sangat mematikan. Ketiadaan serigala batin membuatnya menjadi sosok brutal yang enggan memimpin kawanan. Namun, takdirnya berputar arah ketika seorang putri rupawan datang ke hidupnya. Demi keselamatan perempuan tersebut, Damon harus menerima takdir sebagai Alpha terkuat yang pernah ia benci demi melindunginya.
Sampul Novel Dangerous Girl
9.7
Pasca tragedi berdarah yang merenggut keluarganya demi harta, Aliya yang dahulunya lembut kini berubah menjadi sosok pembawa maut demi menuntut balas. Di tengah misteri sekolah yang pelik, ia bertekad menguak dalang kejahatan itu. Misi ini membawanya mencari Samudra, pemuda bermata biru yang kini asing padanya. Walau terus ditolak dan nyawanya terancam oleh badai rahasia besar, Aliya tak gentar. Baginya, utang darah atas keluarganya wajib dibayar tuntas.
Sampul Novel Devil Heart Angel
9.7
David Edward, pria kejam berjuluk malaikat berhati iblis, mendadak kehilangan kendali atas hidupnya yang tenang. Semua itu terjadi setelah takdir mempertemukannya dengan seorang wanita bernama Anesia Sabila. Kehadiran Anesia benar-benar menjungkirbalikkan dunia sang protagonis hingga menjadi kacau balau. Mengapa sosok wanita tersebut mampu mengusik kehidupan David? Temukan jawabannya dalam kisah penuh konflik dan romansa yang menguras emosi ini.
Sampul Novel Mystical Item User
8.6
Main, pemuda lemah yang rentan terhadap sinar matahari, harus kembali ke desanya demi memusnahkan mustika ular hijau yang mengancam. Misi berat ini membawanya ke dalam pertempuran sengit melawan para pengguna piranti mistik. Di sepanjang jalan, ia terjebak dalam konflik hebat dengan manusia serta makhluk gaib. Main pun harus berjuang keras mengumpulkan informasi penting demi mendeteksi letak mustika tersebut dan menyelesaikan tugasnya.
Sampul Novel Pandora
9.6
Aaron Elang Cyane kembali dari latihan tiga tahun demi melindungi sahabatnya, namun ia justru mendapati situasi kacau. Guinevere Abigail belum juga pulang, sementara Aurora Bernett diculik organisasi Twilight Fantasy yang mengincar daemon darah murni. Di tengah konflik ini, Elang harus menghadapi perasaan rumitnya pada Aleasha Brunella Aoi dan ancaman pengkhianatan. Takdirnya kini terikat rencana gelap bagai kotak Pandora, menuntut keputusan sulit demi masa depan.
Sampul Novel Pengantin Mafia: Terlahir Kembali dalam Penghinaan
9.2
Diana Dixson tewas tragis di tangan Sophia Visconti dalam kejamnya dunia mafia. Bukannya membela, Vincent Rossi, suamiku, malah merekayasa bukti dan menuduh Diana gila demi melindungi Sophia. Aku pun dipaksa menandatangani surat maaf yang menginjak-injak harga diriku hanya demi menjaga peninggalan terakhir kakakku. Di balik paksaan keji itu, dendam membara dalam sukmaku. Aku bersumpah akan membalas dendam atas kematian Diana yang telah direnggut paksa.