APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Persekutuan Gaib

Persekutuan Gaib

Saras, wanita menawan yang menyimpan rahasia besar, memiliki ramuan misterius dengan kekuatan luar biasa. Cairan ajaib tersebut mampu membuat Fadlan, pria yang awalnya bersikap sangat dingin dan acuh tak acuh, kini tunduk sepenuhnya di bawah kendali Saras. Rahasia apa yang sebenarnya tersembunyi di balik ramuan pemikat hati Fadlan ini? Ikuti kisah cinta penuh magis dan misteri persekutuan gaib mereka yang mendalam.
Bab
Bagikan

Bab 2

Bismillah

"DARAH PELAKOR"

#part_2

#by: Ratna Dewi Lestari.

18

Prameswari's pov

"Sayang, jangan lupa sore ini di hotel xx, aku sudah menunggu lama seharian ini. Untuk pertama kalinya aku ingin menikmati waktu kita berdua," seru Mas Fadlan begitu berpapasan denganku. Tangannya menggelitik manja di bahuku.

"Jangan macam-macam, Mas. Nanti ada yang lihat," ucapku seraya melihat sekeliling. Banyak mata yang sepertinya mengawasi gerak-gerik kami.

"Kamu ingat, temen istrimu ada di sini! bisa gawat jika dia tau!" aku mencoba memperingati lelaki itu agar perselingkuhan kami tak terendus teman-teman sekantor. Bisa berabe.

"Iya Sayang. Don't forget ya nanti sore, aku sudah tak sabar," ia menatapku dengan wajah mesum.

Aku mendengus kesal. Lelaki di hadapanku ini sungguh sangat perhitungan. Tak mau rugi. Untung saja dia tampan. Kalau tidak...

"Mas duluan, Sayang. Da-da my honey, muachhh," ucapnya genit. Aku terkekeh geli melihat tingkahnya yang seperti anak kecil.

"Ah, andai dia belum beristri. Aku pasti mendapatkan dia seutuhnya," batinku melihat ia berlalu pergi. Hatiku seperti ditusuk sembilu . Perih.

"Hm, untung saja ibuku dulu memberikan resep menggaet lelaki beristri seperti Mas Fadlan. Resep jitu yang akhirnya membuat ia tertunduk dan menuruti semua pintaku," batinku dengan senyum tersungging jahat di wajahku.

Aku berbalik. Sekilas sepasang mata seperti memperhatikanku. Aku menatap balik mata itu tajam. Sial. Ternyata Nania , sahabat Widya memperhatikanku sejak tadi. Aku rasa ia mulai curiga.

Sontak Nania gelagapan melihat tatapan tajam dariku. Ia kemudian berbalik dan berlalu pergi.

"Awas saja kau Nania. Jika kau kembali memata-mataiku, kau akan berada dalam kekuasaanku !" geramku.

Aku pun melangkahkan kaki menuju ruangan kerjaku. Kembali ku tatap mata Nania dengan tajam. Ia segera menunduk begitu mata kami beradu pandang. "Huh, dasar pengecut," desisku.

Dengan angkuh ku naikkan sebelah kakiku menopang pada kaki yang lain begitu aku duduk. Sengaja untuk memperlihatkan pahaku yang mulus. Tak ayal beberapa pasang mata lelaki mesum melihatku. Begitu juga tatapan benci wanita yang tak sengaja melihat aksiku. Cih! aku tak perduli.

***

Sore hari ketika waktu kerjaku usai, seorang diri aku melangkah menuju kafe seperti permintaan Mas Fadlan. Reki, teman sekerjaku menjajari langkahku.

"Pulang bareng, yok Mes," tawarnya lembut.

"Tak perlu. Seseorang telah menungguku," jawabku menolak tawaran nya. Sedikit kasar, sih. Tapi, tak apalah. Aku tak ingin memberi harapan pada pemuda kere sepertinya. Naik motor bukan levelku. "Apalagi motor butut, hih," aku bergidik. Jijik membayangkan naik motor. Panas dan debu yang menempel di wajah cantikku.

"Seseorang? tapi aku tak melihat siapapun menunggumu, Mes,"cecarnya seolah tak percaya.

"Kok kamu kepo sekali, sih?" tanpa menunggu ucapannya aku segera mempercepat langkahku.

"Mes!"

Tak kupedulikan suara itu. "Mengesalkan. Dasar pemuda kere ga sadar diri!" umpatku geram.

[ Mas, jemput aku di gang sebelah kafe, aku tak ingin berlama-lama!]

Sebuah pesan ku kirimkan melalui ponsel baruku. Hadiah ulang tahun dari Mas Fadlan .

Kling!

Ponselku bergetar. Sebuah notif balasan terpampang di layar.

[ Siap my honey]

Aku tersenyum lebar. Selangkah lagi lelaki ini akan berada dalam pelukanku untuk selamanya.

***

Tak perlu menunggu lama, Mas Fadlan segera menjemputku. Matanya berbinar begitu melihatku. Aku seperti sudah tau isi otak nya saat itu. Apalagi kalau bukan ingin menjamah tubuh seksiku.

Sedari tadi ia terus memainkan tangan nakalnya menjalari setiap lekuk tubuh ku. Tak ayal perbuatan nya menimbulkan protes dariku. Bisa-bisanya ia berbuat seperti itu dalam keadaan jalanan padat merayap seperti ini.

Mobil akhirnya berhenti di parkiran hotel berkelas. Dengan sigap Mas Fadlan menarik tanganku. Ia seperti anak kecil yang minta di beli kan mainan, ga sabaran. Aku menyunggingkan senyum melihat tingkahnya .

Setelah memesan kamar di hotel. Lagi-lagi Mas Fadlan menarik tanganku kencang. Aku sempat hampir tersungkur akibat ulahnya. Ia hanya tersenyum genit melihatku manyun karena ulahnya.

Krietttt!

Clakkk!

Ia menghidupkan lampu ketika memasuki kamar hotel. Ruangan hotel cukup luas dan nyaman.

" Mas mandi duluan, atau kau mau mandi bersamaku?" ucapnya menggodaku .

"Mas mandi duluan saja, aku ada urusan sebentar ," tolakku . Aku tak ingin ia tahu jika aku akan melakukan ritual untuk membuatnya lebih bertekuk lutut di hadapanku .

"Oke, Sayang. Aku mandi tak akan lama," lirihnya dengan tatapan nakal. Aku hanya tersenyum simpul menatapnya.

Setelah kurasa keadaan aman. Aku berjalan menuju dispenser yang berada tak jauh dari tempatku berdiri. Ku tekan tombol air panas dan menyodorkan cangkir putih yang ada dihadapanku .

Srettttt!

Perlahan kubuka tas dan mencari suatu benda yang sedari pagi sudah kusimpan di sana. Benda putih dengan bercak darah yang sudah mengering. Benda itu kucelupkan bersamaan dengan teh melati dan gula satu sendok.

Kurapalkan mantra dan senyum tersungging begitu lebar di wajahku. Tak lama Mas Fadlan keluar kamar mandi dan menatapku mesum.

Ia berlari mendekatiku dan hendak mencium bibirku . Tanganku menyentuh bibirnya dan menolaknya secara halus .

"Aku mandi dulu , Mas. Sembari menungguku selesai mandi, minumlah teh spesial buatanku. Harus kau habiskan. Jika tidak aku tak akan bercinta denganmu!" ancamku .

"Baik, Sayang," ucapnya dan ia segera menyeruput teh buatanku .

Slurrrpp!

" Nikmatilah teh beserta darah haidku, Sayang. Agar kau semakin tergila-gila padaku, he-he-he," batinku . Aku puas ia akan segera menjadi milikku . "Widya, kau akan segera menjadi janda!"bisikku.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel TABIB CANTIK DARI MASA DEPAN KESAYANGAN PANGERAN DARI MASA LALU
8.4
Ahli bedah plastik masa depan, Virgolin Asteria, diculik ke dimensi lain oleh sosok misterius. Di bawah ancaman maut, ia dipaksa menggunakan keahlian medisnya demi menyelamatkan sang Ratu. Namun, saat gerbang untuk pulang akhirnya terbuka, Virgolin justru dihadapkan pada dilema batin yang berat. Benih cinta telah tumbuh di hatinya untuk sang penculik, Pangeran Pisceso Helios. Kini, ia harus memilih antara kembali ke keluarganya atau menetap di dunia asing itu demi sang pujaan hati.
Sampul Novel Calista Kaz : Penyihir Naga Arkhataya
8.9
Ayahnya tewas di tangan Rufus Black, memicu Calista Kaz menyadari kekuatan psikokinesis serta darah penyihir miliknya. Demi mewujudkan ramalan pembangkit naga, ia pergi ke Lembah Crystal bersama Darren, Ness, dan Brisa. Sayang, kegagalannya memicu serangan Zorca yang menghancurkan lembah itu. Kini, di bawah perlindungan Elf Amorilla, Calista harus membangkitkan roh Arkhataya untuk laga final, sembari menyelesaikan romatikanya.
Sampul Novel Cinta di Ranjang Jenderal
8.7
Demi kesembuhan sang ayah, Navila rela mengorbankan kesuciannya kepada seorang prajurit Erdan. Transaksi satu malam itu rupanya berbuntut panjang saat sang Jenderal justru terpikat dan menginginkannya lebih jauh. Sayang, romansa mereka terbentur konflik berdarah antara dua kerajaan yang berseteru. Di tengah sempitnya waktu dan kecamuk perang besar yang melanda kedua kubu, mampukah ketulusan cinta mereka bertahan dan tersampaikan?
Sampul Novel Cinta Terlarang Sang Raja Alfa, Dendam Diamku
9.5
Tiga tahun mendampingi Alpha Kaelan, aku hanya dianggap sebagai pengganti bibiku, Lyra. Saat ayahku tiada, Kaelan justru pergi ke Paris demi wanita itu. Di ruang rahasianya, aku menemukan fakta bahwa seluruh hubungan kami hanyalah rekayasa. Dalam kondisi mengandung anaknya, aku memutuskan membalas dendam. Menggunakan sihir untuk menyembunyikan kehamilan serta surat penolakan resmi, aku pergi selamanya ke benua baru.
Sampul Novel Feng Na Na
9.4
Terbangun dengan pakaian kuno, aku merasakan nyeri hebat akibat guncangan di dalam kotak kayu. Padahal, memori terakhirku adalah mati mengenaskan akibat pengkhianatan tunanganku sendiri. Rasa sakit ini menegaskan bahwa aku tidak bermimpi. Ketika mencoba bangkit, aku terkejut mendapati diriku berada di dalam sebuah peti mati. Bagaimana mungkin aku bisa kembali bernapas setelah pembunuhan itu? Misteri apa yang sebenarnya sedang terjadi pada hidupku sekarang?
Sampul Novel Gairah Ana Dalam Perjalanan Waktu
9.3
Usai bersusah payah merampungkan skripsinya, Nuna justru terlempar ke masa lampau dan terlahir kembali sebagai bayi di dimensi gaib yang misterius. Di dunia baru ini, ia tidak hanya harus berhadapan dengan sosok raja iblis yang menakutkan, tetapi juga dikelilingi deretan pria rupawan yang memikat. Nuna kini dihadapkan pada pilihan sulit: menjalani takdir penuh cinta dan petualangan mendebarkan, atau mencari cara kembali ke tempat asalnya.