APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pernikahan Yang Salah

Pernikahan Yang Salah

Sebuah penolakan tiba-tiba mengguncang hubungan asmara modern yang rumit ini. Ucapan emosional 'Jangan sentuh aku, Mas!' menjadi titik balik ketegangan yang menguji komitmen serta kesetiaan sepasang kekasih tersebut. Di balik benturan perasaan itu, terdapat konflik mendalam yang mengancam keutuhan hubungan mereka. Kini, mereka harus menghadapi pilihan sulit: sanggupkah pernikahan ini dipertahankan, ataukah luka yang terlanjur tertanam akan membawa mereka pada perpisahan selamanya?
Bab
Bagikan

Bab 3

Suhu di dalam mobil agak tinggi.

Bulan secara paksa ditempatkan di kursi mobil, dan rasa mabuk yang dia lupakan setelah ketakutan muncul lagi.

Pintu mobil ditutup, Angkasa memegang p1nggngnya dan mm*luknya.

Bulan, yang sudah mengantuk, secara naluriah mndrong d4d4nya.

Angkasa tidak peduli, dia hanya m3m3gng erat p1ngg4ngny4 dan mnc*bit dag*nya untuk melihatnya dengan cermat.

Dagu lancipnya yang kecil dan berwarna putih membuat orang mau tidak mau m3ngg*s*knya.

Dia mencibir, dan ada sedikit rasa sayang dalam suaranya yang tak berdaya:

"Setelah berlari begitu lama, kamu berakhir seperti ini?" Dia meletakkan tangannya yang bs4r di p1ngg4ng Bulan dan m*nggos*knya dengan keras sejenak.

Perasaan mati rasa dan gatal membuatnya berseru:

"Jangan s3nt*h aku ..." Angkasa tertawa pelan dan m3ng4s4pnya dengan suasana hati yang baik kepala, ada pengingat yang keras:

"Meskipun ada penyekat, sepertinya tidak kedap suara. Sebaiknya kecilkan suaramu."

Bulan membeku dan bahkan tidak berani bergerak. Ia mengalami Gelombang pusing lainnya.

Tiba-tiba ia dig3ndng dan didorong ke dalam mobil, ditambah lagi dengan panasnya mobil.

Saat ini, dia ingin mabuk pada detik berikutnya.

Tapi ada orang yang sangat berbahaya di depannya, jadi dia hanya bisa bersorak:

"Tuan Angkasa, mungkin ada kesalahpahaman di antara kita. Saya bisa minta maaf. Bisakah Anda melepaskan saya?"

Suaranya lembut dan menyedihkan.

Sepasang mata yang indah. Tapi itu sama sekali tidak membuat Angkasa terkesan.

Dia mengangkat tangannya untuk menutupi bagian belakang leher Bulan, m3n3k4nnya langsung ke d4dnya, dan berkata dengan suara hangat:

"Setelah kamu ditangkap olehku, aku tidak bisa melepaskannmu. Tidurlah. " suara serak dan berbahaya terdengar seperti Mampu menghipnotis Bulan tertidur.

Dalam cahaya redup, uj*ng jari Angkasa perlahan m3lintasi pangkal hidung lurusnya. Akhirnya m3nd4rat di b1b1r halusnya dan m3ng*sapnya berulang kali.

Baru setelah b1br pucat itu perlahan berubah menjadi merah muda dan berwarna darah, dia meny3rah dengan puas.

Dalam enam bulan sejak dia kehilangan ingatannya, dia memusatkan pikirannya pada kenyataan untuk pertama kalinya. ... Bulan terbangun dalam keadaan linglung sejenak.

Dia menemukan dirinya di dalam kamar.

Untuk sesaat, dia mengira dia telah kembali ke apartemen kecil yang dia sewa.

Tapi saya segera menyadari ada sesuatu yang salah.

Kasur di bawahnya sangat empuk dan jelas bernilai banyak uang.

Di depannya, berdiri seorang pria berjas hitam.

Pria itu perlahan melepas mantelnya dan membuangnya ke samping, lalu dasinya juga dilepas.

Jari-jarinya yang ramping dengan persendian yang jelas perlahan-lahan menutupi k4nc1ng di l3h3rnya dan m3mb*ka k4nc1ngnya satu per satu.

Bulan mengikuti ujung jarinya dengan matanya dan m3n3lan ludahnya tanpa bisa dijelaskan.

Dia tidak bisa melihat wajah pria itu dengan jelas dan lupa dimana dia berada.

Aku bahkan tidak tahu apakah itu mimpi.

Dia menggelengkan kepalanya kuat-kuat, tapi dia menjadi semakin pusing.

Saat dia membuka matanya lagi, pria itu sudah menutupi dirinya.

Dia mengambil rambut panjang Bulan yang berserakan di seprai dengan jari-jarinya, menempelkannya ke ujung hidungnya dan mengendus:

"Kamu semanis yang kubayangkan."

Dia terlihat sangat puas dan mulai melepaskan ikatan rambut Bulan perlahan.

Pakaian ekstra di t*buhn*a. Pita, mantel, dan jubah dlp4s satu per satu dan dib*ang ke samping tempat tidur.

Bulan merasa kedinginan, dan tanpa sadar naik ke orang di depannya, mencoba meny3rap keh4ngatan.

Pria itu tertawa pelan dan suaranya sangat lembut:

"Jadilah baik, itu saja."

Pria itu dengan lembut mmblai w4jahny4, dan akhirnya mencubit dagunya, membungkuk dan mnc*mny4.

Dia hanya ingin mm4tuk dan mnc1cip1ny dengan menahan diri, namun saat dia m*nyent*h bibir lembut itu, nafasnya menjadi tidak stabil dan rasa p4nas di d4d4nya mulai menyebar.

Benar-benar membakar kewarasannya.

Itulah rasanya. Wanita yang diimpikannya berkali-kali adalah dia.

Mata Angkasa semakin dalam dan dia m*ngh*sp lebih keras.

Bulan terpaksa mengangkat kepalanya, secara naluriah ingin menghindari ci*mn p4nas itu.

Tapi dagunya trj3pit begitu k3ras hingga dia tidak bisa melepaskan diri.

Nafas kuat pria itu terus menyapu pipinya, membuatnya sedikit kewalahan.

Dia perlahan membuka matanya dan tampak bingung sejenak.

Bulan hanya merasa pria di depan saya memiliki ciri-ciri yang sangat indah dan sangat tampan.

Mungkin karena gangguan alkohol, detak jantung Bulan sebenarnya sedikit meningkat.

Namun setelah berkedip, matanya menjadi lebih jernih.

Pria di depannya tiba-tiba berubah menjadi wajah yang familiar.

Angkasa Wijaya!

Bulan sadar dalam sekejap.

Kenangan dari masa lalu mulai muncul di benaknya.

Dia m3r*nta dalam kepanikan, tapi yang dia dapatkan adalah ci*m*n yang lebih ganas.

Seruan itu benar-benar tertelan. ...

Di r4njng besar yang penuh lipatan, gadis itu bersandar ke samping dan menutup matanya rapat-rapat, hampir bersandar di tepi ranjang.

Dia mengerutkan kening dan mengepalkan ujung selimut tipis di d4d*ny dengan ujung jarinya, seolah dia terjebak dalam mimpi buruk.

Dalam mimpinya, dia kembali ke masa kecilnya lagi.

Saat itu, Ibunya baru saja menikah dengan keluarga Nasmoko dan mengubah nama belakangnya menjadi Nasmoko.

Dia pikir dia akhirnya punya rumah.

Tapi yang tidak dia duga adalah itu akan menjadi mimpi buruk baginya.

Sang ibu hanya ingin menyenangkan ayah tirinya dan putrinya Matahari.

Oleh karena itu, perlakuan k4sar terhadap putri kandungnya menjadi bukti bahwa ibunya adalah ibu tiri yang baik.

Untuk mencegah orang lain bergosip, hidupnya lebih buruk daripada kehidupan seorang pelayan keluarga Nasmoko.

Dia tidak bisa makan cukup, dia hanya bisa mem4kai s1sa makanan Matahari, dan dia harus bekerja dengan para pelayan.

Para pelayan setidaknya bisa mendapatkan gaji, tapi dia tidak bisa mendapatkannya.

Dia juga harus menghadapi provokasi dan lelucon Matahari dari waktu ke waktu.

ia akan selalu dipersulit dan disalahkan oleh ibunya.

kesulitan di masa kanak-kanak berubah menjadi p1s4u t4j4m dan menyerangnya dalam mimpi.

Dia panik dan ingin bersembunyi, tetapi malah jatuh ke p3luk4n hangat.

Ketika dia dengan rakus mencoba m3nyrap keh4ngtan, pemilik pelukan itu mengungkapkan wajah aslinya.

Angkasa Wijaya! Wajah tampan itu memperlihatkan taring yang tajam dan menyeramkan, m3ngg*g1t langsung ke arahnya.

"Ah......"

Bulan tiba-tiba membuka matanya, d4d*ny naik-turun dan ter*ngah-*ngh.

Baru setelah dia pulih sedikit, d4d4 p4ns di depannya membuatnya langsung sadar akan situasinya.

Dia mengangkat kepalanya dengan kaku dan melihat wajah Angkasa yang membingungkan.

Bibirnya sedikit tersenyum, dan nadanya dengan malas dipenuhi kepuasan:

"Apakah kamu sudah bangun?" Segala sesuatu tentang tadi malam teringat kembali padanya.

Pergelangan kaki yang dipegangnya, tangan yang terkurung, dan c*mnnya yang kuat...

kenangan akan wajah memerah dan detak jantungnya yang berdebar-debar.

Wajah Bulan langsung menjadi panas, dan bahkan bahunya pun memerah.

Dia menahan diri dan berjuang untuk duduk. Tapi begitu dia bergerak, selimut t1pis itu mel*ncr ke bawah.

Bulan tiba-tiba menyadari s3perti apa dia di b4wah s3limut tipis itu, dan buru-buru meletakkan selimut tipis itu di depan d4d4ny lagi.

Setelah semua masalah itu, dia merasa malu dan marah.

Jadi ketika menghadapi Angkasa, yang juga telah duduk, dia tidak bisa menahan diri untuk tidak mengangkat tangannya dan menamparnya.

Suara ini sangat tajam.

Sedemikian rupa sehingga mereka berdua terdiam di saat yang sama dan mempertahankan gerakan mereka dalam waktu yang lama.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CEO yang Penyayang Ingin Go Public
9.6
Di mata publik, Elia tampak sopan dan tertutup. Padahal, ia adalah pria kejam yang mengikat Ashley dalam gairah rahasia yang melindunginya dari gangguan luar. Namun, rahasia ini terancam terbongkar saat Ashley mendadak mual di depan umum. Bukannya bersikap dingin seperti biasa, Elia justru berlutut dan mengusap perut Ashley dengan lembut. Sang CEO pun langsung meminta Ashley meresmikan hubungan mereka di hadapan semua orang, berjanji menyerahkan segalanya demi dia.
Sampul Novel Cinta Sedalam Doa
9.2
Penyesalan merayap setelah aku meninggalkan Naira demi Qirani, yang akhirnya malah mengkhianatiku setelah lulus. Demi menyembuhkan luka, aku memilih membangun karier di Pekanbaru, meski bayang Naira tak pernah hilang. Begitu tahu rencana pernikahan Naira batal, aku bertekad membenahi diri dan terus berdoa agar dimaafkan. Setahun berjuang dengan sabar, ketulusanku akhirnya melunakkan hati Naira. Kini, kami telah bersatu dalam pernikahan dan hidup bahagia bersama putri kecil kami.
Sampul Novel Cinta yang Jatuh Tanpa Gema
8.1
Rumi tak sengaja bertemu mantan iparnya saat periksa kehamilan. Di tengah tuntutan untuk kembali pada Aryan—miliarder yang dulu mengabaikan pernikahan mereka demi wanita lain hingga memicu kematian ibu Rumi—ia diingatkan akan perjuangan sang mantan suami mencarinya. Namun, luka masa lalu akibat pesan suara kejam Aryan tak bisa terhapus. Dengan tenang, Rumi menunjukkan cincin di jarinya, menegaskan bahwa ia telah memulai hidup baru yang sederhana dan meninggalkan masa lalu kelamnya di Kota Daro.
Sampul Novel Penyesalan Suami Setelah Kematianku
8.5
Napas terakhirku berembus di meja operasi setelah ginjal milikku diambil paksa untuk Chika, cinta pertama suamiku, Handi. Saat Handi merayakan kesembuhan Chika, kedok wanita itu terbongkar sebagai penipu yang mengincar asuransi. Penyesalan mendalam membuat Handi nekat menggali kuburanku dengan tangan kosong. Namun, berkat bantuan Feri, batu nisan itu kini berstatus sebagai istri pria lain. Meski Handi akhirnya bunuh diri demi menebus dosanya, semua sudah terlambat.
Sampul Novel Rahasia Sang Suami Muda
9.3
Keysa Andini tak berdaya ketika ibu tirinya memaksa dirinya menikahi Steven, seorang pemuda desa tanpa masa depan yang jelas. Awalnya Keysa berniat langsung bercerai, namun segalanya berubah saat mereka tinggal bersama. Kehadiran suami mudanya itu justru memberikan kenyamanan tak terduga. Perlahan, keyakinan Keysa goyah setelah melihat sisi menarik Steven. Ada rahasia besar yang tersembunyi, siap memberi kejutan yang akan mengubah takdir serta masa depannya.
Sampul Novel Saat Ibu Mertua Berkunjung
9.6
Kunjungan ibu mertua yang semula diharapkan membawa kehangatan justru berubah menjadi badai. Niat terselubungnya mulai terungkap saat ia sengaja memicu pertikaian dan menyebarkan fitnah kejam untuk menyudutkanku. Enggan membiarkan pernikahan dan kebahagiaanku hancur, aku memilih tidak tinggal diam. Demi mempertahankan harga diri, aku memutuskan untuk melawan balik. Ikuti perjuangan penuh ketegangan menghadapi intrik mertua ini hanya di Bakisah.