APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pernikahan yang Ketiga Puluh Tiga

Pernikahan yang Ketiga Puluh Tiga

Lima tahun bertunangan dan gagal menikah 32 kali karena kecelakaan, Chiara kembali kritis di upacara ke-33 akibat runtuhnya dinding gereja. Usai berjuang hidup di ICU, ia mendengar kenyataan pahit dari tunangannya yang merupakan bos mafia, Lorenzo Corsica. Lorenzo sengaja merekayasa semua musibah itu demi menghindari pernikahan karena ia mencintai Sophia, sementara Chiara hanya dianggap sebagai utang budi masa lalu. Menatap tubuhnya yang penuh luka, Chiara memutuskan untuk mengakhiri hubungan ini.
Bab
Bagikan

Bab 4

Begitu anak buahnya selesai berbicara, Lorenzo tiba-tiba berdiri.

Seluruh akal sehatnya lenyap tanpa jejak, menyisakan kepanikan di wajahnya.

"Chiara! Berani-beraninya kamu...!"

Dia menatapku dengan rahang mengeras.

Meskipun telah mengenalnya bertahun-tahun, ini pertama kalinya aku melihat Lorenzo kehilangan kendali seperti itu.

Tanpa memberiku kesempatan untuk menjelaskan apa pun, Lorenzo langsung memberi isyarat kepada para pengawal di belakangnya untuk menyeretku dengan kasar ke dalam mobil dan membawaku ke kediaman Sophia.

Di dalam vila begitu berantakan. Semua foto dirinya bersama Lorenzo pecah dan berserakan di lantai.

Sophia terbaring di atas ranjang dengan wajah pucat pasi, tanpa tanda-tanda kehidupan. Dada yang nyaris tidak bergerak menunjukkan betapa lemah napasnya.

Kedua kaki Lorenzo melemas. Dia hampir terjatuh saat berlari ke arah Sophia. Dengan tangan bergetar, dia menggenggam erat tangan Sophia yang dingin.

"Sophia! Lihat aku! Aku nggak akan menikah lagi! Bukalah matamu dan lihat aku!"

Di samping tangan Sophia tergeletak sebotol obat tidur yang telah dibuka, serta sepucuk surat wasiat yang berlumuran darah.

Dalam surat itu, penuh kata-kata yang menuduhku. Dia menimpakan seluruh kesalahan atas kematiannya padaku.

Pupil Lorenzo menyempit karena amarah yang meluap. Dia berbalik dan mencengkeram leherku dengan kuat.

Lorenzo sama sekali tidak menyadari bahwa lebih dari setengah isi botol obat tidur itu masih tersisa. Sophia sebenarnya hanya meminumnya sedikit.

Seperti binatang buas yang kehilangan kendali, Lorenzo menghardikku.

"Chiara! Kenapa kamu melakukan ini? Kamu ingin menikah denganku, aku sudah menyetujuinya! Mengapa kamu masih harus memaksanya sampai mati?"

"Apa salahnya?"

Tatapan penuh kebencian itu menembus jantungku seperti sebilah es yang tajam.

Lorenzo, dia tidak pernah percaya padaku.

"Aku nggak memaksanya bunuh diri. Aku juga nggak ingin menikah denganmu. Aku hanya ikut bersamamu untuk mengambil kembali cincin ayahku."

Kata-kata itu keluar dengan susah payah dari bibirku, sementara rasa sesak menyerangku.

Aku tahu, apa pun yang kukatakan, dia tidak akan percaya.

Detik berikutnya, Lorenzo melepaskanku.

Plak!

Pandanganku mendadak gelap. Rasa nyeri yang hebat menyergap.

Lorenzo menamparku sekuat tenaga.

Dengan mata memerah, dia menarik cincin di jarinya dengan kasar.

Lalu, menjatuhkannya di depanku.

Cincin itu menghantam lantai dan pecah berkeping-keping.

Barang terakhir peninggalan ayahku di dunia ini, kini telah hancur berkeping-keping.

Aku menatap kosong pada pecahan cincin di kakiku, bibirku bergetar tanpa bisa dikendalikan.

"Kalau kamu menginginkannya, aku akan mengembalikannya padamu."

"Kamu pikir aku berterima kasih karena orang tuamu menyelamatkanku sepuluh tahun lalu? Kalau aku tahu aku harus membayarnya dengan pernikahan dan kebebasanku, aku lebih rela mati di malam penyerangan itu!"

"Kematian orang tuamu adalah pilihan mereka sendiri! Mengapa aku harus menanggung belenggu ini seumur hidup?

Nada suara Lorenzo dipenuhi kebencian dan dendam yang terpendam selama sepuluh tahun. Bunuh diri Sophia sepenuhnya menghancurkan kewarasannya.

Tatapan matanya padaku makin dingin.

Dia memungut botol obat tidur yang tergeletak di lantai.

Atas isyaratnya, pengawal di sampingnya memukul bagian belakang lututku dengan keras hingga aku tidak berdaya dan jatuh berlutut di lantai.

"Lorenzo! Kamu sudah gila?"

Lorenzo mencengkeram daguku, lalu dengan kasar memaksa semua obat tidur yang tersisa dalam botol masuk ke tenggorokanku!

Pil-pil obat itu menggores tenggorokanku, menimbulkan rasa perih yang menusuk dan sesak yang mencekik.

"Ketika Sophia menelan obat itu, pasti jauh lebih menyakitkan dari ini. Sekarang, kamu rasakan sendiri bagaimana rasanya!"

Aku berusaha memuntahkan obat itu, tapi pengawalnya menutup mulutku rapat-rapat dan mencengkeram leherku agar aku menelannya.

Rasa sesak yang hebat menyerang, kesadaranku mulai memudar.

Sebelum semuanya benar-benar gelap, Lorenzo menunduk dan memandangku dari atas, tatapannya hanya menyisakan keteguhan yang dingin tanpa sedikit pun belas kasih.

"Chiara, aku akan meminta ibuku membatalkan pertunangan kita. Aku salah. Seharusnya sejak awal aku memilih Sophia."

Air mata mengalir dari sudut mataku.

Mereka pergi tanpa menghiraukanku, membiarkanku tergeletak di atas karpet. Tubuhku menggeliat kesakitan, sementara kesadaranku perlahan tenggelam ke dalam kegelapan yang tidak berujung.

Lorenzo menyesali keputusannya yang terpaksa menepati janji pernikahan itu.

Namun, untungnya, aku sudah lebih dulu membuat pilihan untuknya...

...

Di sisi Lorenzo.

"Tanda-tanda vital pasien stabil. Dosis yang diminum tidak cukup untuk menyebabkan kematian, dia akan segera sadar."

Mendengar konfirmasi dari dokter pribadinya, Lorenzo perlahan menghembuskan napas lega.

Kepalanya masih berdengung karena ketakutan dan amarah yang tadi meledak.

Semuanya terjadi terlalu cepat. Saat melihat Sophia terbaring tanpa tanda-tanda kehidupan di atas ranjang, rasa takut benar-benar membuatnya kalut.

Setelah tenang sejenak, napas Lorenzo tiba-tiba tertahan.

Dia tiba-tiba teringat pada Chiara yang juga dipaksa menelan obat tidur dalam jumlah besar. Penyesalan yang kuat langsung menyergapnya.

Tadi seluruh pikirannya hanya tertuju pada Sophia, hingga dia benar-benar melupakan Chiara!

Dia segera menoleh dan menatap anak buahnya di belakang. "Di mana Chiara? Kalian sudah membawanya ke rumah sakit, 'kan? Cepat panggil dokter untuk mencuci lambungnya! Masalah ini ... cukup sampai di sini!"

Beberapa anak buah saling berpandangan, lalu menjawab dengan ragu.

"Ketua ... Anda tidak memerintahkan kami untuk membawa Nona Chiara ke rumah sakit... Kami ... kami hanya mengikuti perintah Anda, membiarkannya tetap di sana..."

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Cari "B27293" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Goodnovel untuk melanjutkan membaca.
B27293
Salin

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel BOS JUTEK JATUH CINTA
9.4
Srikandi, seorang gadis pemberontak, kini terjebak dalam dilema asmara yang rumit. Ia berada di antara dua pria yang sangat bertolak belakang: Bisma yang penuh kebijaksanaan dan Arjuna, bos tampan yang kerap bertindak semena-mena. Hubungan mereka berkembang menjadi cinta segi lima yang melibatkan tiga pria dan dua wanita. Kisah komedi romantis ini menyajikan konflik pelik menuju pernikahan dengan akhir yang tak terduga, membawa pembaca penasaran pada keputusan hati Srikandi.
Sampul Novel DANGEROUS LOVE
8.3
Kehidupan Jenar, gadis lugu yang pendiam, berubah drastis setelah mendatangi sebuah pesta di klub malam. Di bawah pengaruh alkohol, ia melewati malam penuh gairah bersama Remo, seorang aktor terkenal. Kejadian tak terduga ini seketika mengacaukan hidup Jenar, apalagi ia sudah mempunyai kekasih. Namun, Remo yang terkenal posesif dan playboy justru siap bertanggung jawab. Akankah Jenar tetap setia pada pacarnya, atau malah terpikat oleh pesona Remo?
Sampul Novel Dikejar Mantan Suami
8.1
Pasca-bercerai dari Haris Prayoga, Ningsih Widyastuti menutup rapat hatinya dan bekerja sebagai pelayan di rumah makan Faiz Wibisono. Walau awalnya sama-sama enggan terlibat asmara, kedekatan membuat perasaan cinta tumbuh di antara Ningsih dan Faiz. Sayang, hubungan mereka terhalang oleh obsesi Haris. Diliputi penyesalan mendalam, sang mantan suami terus mengejar Ningsih dan memicu berbagai kekacauan demi mendapatkan kembali cinta lamanya.
Sampul Novel FAMILIAR PLACES
9.7
Pertemuan emosional di bawah rintik hujan menyatukan kembali Byan dan Gemi setelah lima belas tahun berpisah. Didorong kerinduan mendalam, Byan berusaha memberikan kenyamanan terbaik untuk Gemi tanpa menyadari sebuah rahasia pahit. Ternyata, perempuan yang teramat dicintainya itu kini telah berstatus sebagai istri orang lain. Hubungan rahasia pun terjalin di antara mereka, menjadi pelampiasan atas rasa rindu yang terlarang.
Sampul Novel Hasrat Luar Nona Muda
8.4
Akibat patah hati dikhianati sang pacar, Floretta Shopia Copper yang mabuk nekat menyerahkan kesuciannya kepada sang pengawal pribadi, Jeff Nickolas Edmund. Meski Nick sudah memperingatkan konsekuensi dari tindakan tersebut, sang nona muda tetap bersikeras demi merasakan pengalaman pertama yang berkesan. Namun, di balik kepatuhan sang bodyguard, ada rahasia besar. Nick ternyata menyimpan rencana terselubung yang mengincar Shopia serta orang tuanya tanpa pernah disadari wanita itu.
Sampul Novel Selamat Jalan Adit
8.8
Kisah ini menyajikan realitas hidup apa adanya tanpa bumbu fiksi yang manis. Kejujuran menjadi fondasi utama, meski harus melewati kepedihan dan duka yang mendalam. Penulis menegaskan bahwa rasa cinta yang pernah tumbuh kini telah sepenuhnya padam tanpa menyisakan harapan sedikit pun. Masa lalu biarlah menjadi bagian dari sejarah yang tidak lagi memiliki kekuatan di masa sekarang. Sebuah ungkapan tulus tentang cara melepaskan sesuatu yang memang telah usai.