
Pernikahan yang Gagal
Bab 3
Aku takut akan menunjukkan tanda-tanda kecurigaan, jadi segera masuk ke kamar.
Di tengah malam, Elina dan Rizky sudah tertidur, sementara aku masih berbaring di ranjang dan tidak bisa tidur.
Mengingat semua kenangan yang telah aku lalui bersama Elina selama bertahun-tahun, aku tidak berani percaya bahwa semua ini hanyalah tindakan palsu.
Setelah hidup bersama begitu lama, Elina tidak pernah mengeluh soal aku pulang sangat malam karena lembur atau pun marah akibat banyaknya acara bisnis yang harus aku hadiri.
Di saat merasa lelah, aku selalu berpikir bahwa diriku memiliki seorang istri yang sangat perhatian. Jadi, aku harus bekerja lebih keras agar tidak mengecewakannya.
Ternyata semua itu karena Elina tidak pernah mencintaiku.
Dia tidak pernah mencintaiku sehingga tidak peduli apakah aku sudah pulang dan dengan siapa aku berbisnis.
Dia tidak mencintaiku sehingga sengaja mengabaikan bau alkohol yang menyengat saat aku pulang tengah malam, bahkan juga tidak peduli penampilanku yang lemas akibat muntah darah.
Memikirkan beberapa hal itu, aku pun sontak berdiri dengan marah.
Aku diam-diam mengambil ponsel Elina dan mencari nomor cadangannya, kemudian menyalin seluruh riwayat obrolan dengan "suami yang tercinta" itu.
Setelah itu, aku pun membuka akun pria itu dan memeriksanya dengan teliti.
Pria ini juga menggunakan akun palsu.
Foto profilnya berwarna hitam dengan inisial "ZQ". Tidak ada informasi penting lainnya selain foto Rizky di halaman profilnya.
Setelah menutup aplikasi Whatsapp, aku pun memeriksa lebih lanjut. Aku menemukan bahwa setiap bulan ada transaksi yang besar dari ZQ ke rekening bank Elina yang senilai 60 hingga 100 juta.
Melihat saldo rekening yang mencapai lebih dari 56 miliar, aku memarahi diriku sangat bodoh.
Wah ... ternyata Elina begitu kaya! Betapa sulit baginya untuk menikah dengan pria yang hanya berpenghasilan ratusan juta per tahun seperti aku.
Aku menahan kesedihan di dalam hati sambil memotret semua riwayat transaksi tersebut.
Keesokan paginya, setelah aku bangun, aku masih menyiapkan sarapan untuk mereka berdua seperti biasanya.
Sebelum berangkat kerja, aku tiba-tiba berbalik dan melihat Elina sambil berbicara, "Elina, utang adikmu sudah bisa dilunasi belum? Aku ketemu teman sekelasku di SMA dua hari yang lalu. Dia punya proyek yang sangat bagus, aku tertarik untuk berinvestasi."
"Kalau masih agak mendesak, suruh aja transfer 1 miliar dulu."
Selesai berkata, ekspresi Elina langsung memuram.
Sebelum Elina berbicara, aku langsung berkata, "Aku sudah akan terlambat, jangan lupa bilang ke adikmu ya. Aku berangkat dulu."
Setelah berjalan keluar, aku pun menghela napas lega.
Adik Elina adalah orang yang tidak bisa diandalkan. Beberapa tahun ini, aku selalu membantunya menyelesaikan masalah. Jadi, sungguh mustahil untuk memintanya mengembalikan uang.
Aku hanya merasa penasaran. Kalau aku benar-benar ingin mengambil uang itu, apakah Elina akan rela mengorbankan tabungannya atau justru adiknya yang dia cintai?
Mungkinkah dia akan merendahkan diri lagi untuk memanggilku "suami" dengan suara manis agar aku bisa mencari solusi lain?
Setelah aku pulang kerja dan masuk ke rumah, aku melihat orang tuanya Elina duduk di sofa ruang tamu.
Mereka bahkan tidak menghiraukanku meski sudah melihatku pulang kerja.
Aku langsung berjalan menghampiri mereka.
"Ayah, Ibu, kalian datang ke sini ya."
Setelah melihatku dengan tatapan menghina, Janet Kusuma langsung berkata, "Kudengar kamu sudah naik jabatan, gajimu tidak naik ya?"
"Usiamu sudah tiga puluhan tahun, tapi tidak punya tabungan sama sekali. Begitu menemui masalah, kamu malah harus minta uang dari adik iparmu. Sungguh tidak berguna!"
"Orang bodoh tidak akan bisa melampaui orang pintar. Sok-sokan mau investasi segala, mimpimu terlalu tinggi. Dulu, aku sudah tidak setuju kalau Elina menikah dengan pria tak berguna seperti kamu."
Janet selalu menyindirku dan tidak pernah menunjukkan belas kasihan. Demi memberi muka kepada Elina, aku bahkan sering menahan beberapa perkataan yang lebih menyakitkan dari perkataan ini.
Namun, hal yang membuatku lebih terkejut adalah bagaimana Janet bisa tahu urusanku di kantor.
Anda Mungkin Juga Suka

![Sampul Novel ANGKASA [Perjodohan]](https://v.melolo.com/b1265344voduse1318177724/4a690b485001834806831278379/NXKVW2hACykA.webp!15491.webp)



