
Pernikahan yang Gagal
Bab 4
"Aku memang sudah naik jabatan, tapi kenaikan gaji baru berlaku bulan depan," ujarku.
Selesai berbicara, aku pun melirik Elina yang sedang menggendong Rizky serta koper yang sudah diletakkan di sebelah kakinya.
Aku pun sontak mengerti, inilah trik yang biasanya mereka gunakan.
Setiap kali kalau aku tidak setuju dengan hal yang mereka ajukan, Elina akan membawa anak kami pulang ke rumah orang tuanya.
Mereka sangat yakin bahwa aku tidak tega meninggalkan Elina dan Rizky, sehingga akan mengalah dan menjemput Elina pulang. Kemudian, aku juga akan menerima segala permintaan mereka yang tidak masuk akal.
Seperti dugaan, Janet menghina dan meremehkanku lagi.
"Soal uang itu, kamu cari solusi lain saja. Kalau kakak membantu adik, itu adalah hal yang sangat wajar! Uang yang sudah diberikan tidak bisa diambil kembali lagi, itu sangat memalukan kalau dibicarakan ke orang lain."
Setelah mematikan puntung rokoknya dengan ekspresi tidak senang, Daniel Pratya yang duduk di sebelah pun berkata, "Aku bawa Elina dan Rizky pulang dulu. Pikirlah dengan baik, baru datang menemui kami."
Janet langsung berdiri. Dia mengangkat koper Elina sambil berjalan menuju pintu.
"Ayolah! Rumah ini sangat kecil dan bobrok, bahkan sinar matahari pun tidak ada! Entah gimana Elina dan Rizky bisa betah tinggal di sini."
Mereka bahkan sudah lupa bagaimana mereka memuji rumah ini ketika ingin menjualnya kepadaku.
Elina menggendong Rizky sambil berjalan keluar tanpa menoleh ke belakang.
Melihat adegan itu, aku langsung menertawakan diri. Dulu, aku benar-benar sangat bodoh.
Bisa-bisanya aku tidak menyadari bahwa Elina hanya ingin memanfaatkanku, dia sama sekali tidak pernah mencintaiku dan bahkan semakin keterlaluan sekarang.
Dari kecil sampai besar, aku tidak pernah merasakan kehangatan keluarga. Sebab itu, setelah menikah dengan Elina, aku hanya ingin mempertahankan apa yang aku anggap sebagai keluarga sempurna ini.
Sebab itulah keluarga mereka semakin menindasku.
Kalau begitu, jangan salahkan aku kalau bersikap kasar.
Setelah Elina dan orang tuanya pergi, aku pun bangkit dan mulai memeriksa rumah dengan teliti.
Rizky masih terlalu kecil sehingga tidak bisa menemukan rambutnya.
Namun, aku menemukan potongan kuku yang dipotong oleh Elina dari tangan Rizky di dalam tong sampah.
Setelah menyimpan potongan kuku itu, aku pun menyimpan dot dan perlengkapan lainnya.
Keesokan paginya, aku membawa semuanya serta sampelku pergi ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan DNA.
Sesampainya di rumah, aku pun mengambil sertifikat kepemilikan rumah.
Aku pergi ke agen properti untuk menjual rumah ini.
Selesai menyerahkan kunci rumah ke agen properti, aku langsung mengajukan permohonan untuk tinggal di asrama karyawan perusahaan.
Setelah itu, aku mulai mengemasi barang-barangku.
Baru kemudian aku menyadari bahwa barangku benar-benar sangat sedikit meski sudah tinggal di rumah ini selama tiga tahun.
Ketika kami baru saja menikah, keuangan kami sangat mendesak. Sementara itu, Elina tidak ingin pergi bekerja setelah menikah. Tentu saja, aku menghormati semua pilihannya.
Aku menyerahkan semua gajiku kepada Elina, karena takut dia akan malu untuk berbicara karena kekurangan uang saat bertanggung jawab atas pengeluaran keluarga.
Saat itu, aku masih terharu dan berpikir bahwa diriku tidak boleh mengecewakannya karena dia bersedia untuk menjadi ibu rumah tangga untukku.
Beberapa tahun ini, selain dua kemeja formal untuk bekerja dan satu set pakaian rumah yang sering aku kenakan di rumah, aku tidak pernah membeli barang apa pun untuk diriku sendiri.
Selain beberapa dokumen kerja dan perlengkapan mandi, barang-barangku bahkan tidak cukup untuk memenuhi satu koper.
Setelah membawa koper ke asrama dan mengemasnya, aku hanya bisa menunggu hasil dari rumah sakit.
Tentu saja, tidak ada kejutan apa pun dalam masalah ini. Meskipun sudah melakukan persiapan mental, rasa sedih tetap saja menyelinap ke dalam hati.
Bagaimanapun, Rizky adalah anak yang aku besarkan sejak kecil. Aku mencurahkan seluruh kasih sayangku padanya, bahkan juga memberinya rasa cinta dari seorang ayah yang tak pernah kurasakan di masa kecil.
Anda Mungkin Juga Suka

![Sampul Novel ANGKASA [Perjodohan]](https://v.melolo.com/b1265344voduse1318177724/4a690b485001834806831278379/NXKVW2hACykA.webp!15491.webp)



