APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pernikahan Wasiat

Pernikahan Wasiat

Alayna Liora Setiawan, gadis 21 tahun yang biasa hidup bergelimang harta, kini menghadapi pilihan sulit. Surat wasiat mendiang ayahnya menuntut ia menikah dengan sang kakak angkat, Zariel Vian Karyan. Jika menolak pria berumur 28 tahun itu, Alayna harus merelakan seluruh warisannya. Karena enggan jatuh miskin dan kehilangan harta keluarga, ia pun terpaksa menyetujui pernikahan tanpa cinta tersebut demi mempertahankan haknya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Pernikahan itu baru saja dimulai, tetapi rasanya seperti sebuah hukuman. Alayna duduk di ruang makan besar rumah barunya, mata menatap kosong ke pemandangan kota yang terbentang di luar jendela. Di luar sana, kehidupan berlanjut dengan kebebasan, sementara ia terperangkap dalam permainan yang tidak ia pilih.

Tangan kanannya terlipat di meja, dan meskipun ada sejumput makanan yang tersaji di depannya, ia tidak merasa lapar. Semua itu terasa tidak lebih dari sekadar formalitas. Semua yang terjadi, sejak dari saat ia menandatangani surat itu di hadapan pengacara, hingga hari ini, terasa seperti sebuah film yang tidak bisa ia hentikan.

"Alayna," suara Zariel memecah kesunyian, menariknya kembali ke kenyataan.

Ia menoleh, menemukan pria itu berdiri di ambang pintu, mengenakan jas gelap yang semakin mempertegas aura serius yang selalu ia miliki. Zariel bukan pria yang mudah dibaca, dan itu yang membuatnya semakin membingungkan bagi Alayna. Meskipun mereka sudah menikah, ada jarak yang sangat besar antara mereka-sebuah jurang yang sulit untuk disebrangi.

"Kau tidak makan?" Zariel bertanya tanpa emosi, meskipun ada kesan bahwa ia mengamati setiap gerak-geriknya.

Alayna menyandarkan punggungnya pada kursi, menatapnya dengan tatapan yang tidak bisa disembunyikan. "Aku tidak lapar."

Zariel mendekat, matanya yang tajam menatap piring di meja yang tidak tersentuh. "Jangan biarkan dirimu terperosok dalam kebiasaan buruk, Alayna. Kau tidak akan bisa bertahan lama jika seperti ini."

"Tidak ada yang peduli dengan apa yang aku inginkan, kan?" balasnya, suaranya lebih tajam daripada yang ia maksudkan.

Zariel diam sejenak, kemudian mengangkat alisnya, menyelidiki ekspresinya. "Itu memang benar. Tapi, hidupmu sekarang tidak hanya tentang keinginanmu. Ini tentang bertahan."

Alayna meringis mendengar kata-kata itu. Bertahan. Itulah yang ia rasakan selama ini-seperti harus terus bertahan dalam dunia yang keras, penuh aturan yang tidak ia pilih. Tidak ada ruang untuk impian atau kebahagiaan pribadi. Semua itu kini tergantikan oleh kenyataan pahit yang harus ia terima.

Zariel menarik kursi dan duduk di seberangnya. "Jangan beranggapan bahwa aku akan membiarkanmu terpuruk. Ini pernikahan yang terpaksa, tapi kita masih harus menjalani ini dengan kepala tegak."

Perkataan Zariel menambah kesedihan di hati Alayna. Apa yang ia harapkan dari pria ini? Sebuah hubungan yang hangat? Cinta yang akan tumbuh seiring waktu? Semua itu tampaknya jauh dari kenyataan. Zariel bahkan tidak pernah menganggapnya sebagai seorang istri yang seharusnya dihormati dan dicintai. Bagi Zariel, mereka hanya dua orang yang terikat dalam sebuah perjanjian.

Alayna menunduk, berusaha menenangkan emosinya. "Kau benar. Aku harus bertahan." Suaranya terdengar lebih lirih, hampir seperti sebuah pengakuan.

Zariel tetap diam, namun ada sesuatu dalam tatapannya yang Alayna tidak bisa mengartikannya. Mungkin dia tidak peduli, atau mungkin dia hanya terlalu terluka untuk memberikan sedikit perhatian. Namun yang pasti, saat ini, mereka berdua berada di dalam perangkap yang sama.

-

Malam pertama mereka sebagai suami istri datang lebih cepat dari yang ia kira. Alayna berdiri di depan pintu kamar tidur mereka yang besar, nafasnya terasa sesak. Segala hal terasa begitu tidak nyata, seperti dunia yang berputar di sekelilingnya sementara ia tetap terhenti di tempat yang sama. Apakah ini benar-benar hidupnya sekarang?

Ia membuka pintu perlahan, dan Zariel sudah ada di dalam, berdiri dekat dengan meja samping tempat tidur. Ia mengenakan pakaian santai, namun aura ketegasan yang biasa dia tunjukkan tetap terpancar kuat. Alayna tidak tahu harus berkata apa. Dia merasa terjebak dalam ruang hampa-sebuah ruang yang menekan jiwa.

"Kau sudah siap?" tanya Zariel, suaranya tanpa ekspresi.

Alayna mengangguk, meskipun dalam hatinya, ada banyak pertanyaan yang mengganjal. Apa yang diinginkan Zariel darinya? Apakah ini akan menjadi pernikahan tanpa sentuhan? Tanpa gairah? Tanpa apa-apa yang lebih dari sekadar formalitas?

Zariel berbalik, menatapnya dengan tatapan yang sulit ditebak. Ia melangkah ke arahnya, mengambil tangan Alayna dengan gerakan yang begitu terkendali, namun tidak terasa hangat. "Kita harus menjalani ini," katanya datar, "terlepas dari apa yang kita rasakan."

Alayna merasa hatinya tercabik-cabik mendengar kata-kata itu. Ada yang sangat salah di sini, dan ia merasa dirinya begitu kecil di hadapan pria ini. Dia bahkan tidak tahu apakah ia bisa melanjutkan kehidupan ini tanpa rasa sakit yang terus menggerogoti.

Zariel melepaskan tangan Alayna dan duduk di ujung tempat tidur, memberi ruang antara mereka. "Aku tidak akan memaksamu untuk apa pun, Alayna. Tetapi, ingat satu hal-ini adalah hidup kita sekarang. Kita harus menghormati perjanjian ini."

Alayna merasakan dinding emosinya runtuh. Meskipun ia tahu pernikahan ini adalah hasil dari sebuah manipulasi keluarga yang kejam, ia tak bisa menghindar dari kenyataan bahwa ia sekarang terjebak dalam kehidupan yang telah dipilihkan untuknya.

Namun, yang lebih menyakitkan adalah kenyataan bahwa ia tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Apa yang harus dilakukan dalam pernikahan yang tidak memiliki landasan kepercayaan atau kasih sayang? Bagaimana ia bisa melanjutkan jika hatinya sudah terlanjur kosong?

"Bagaimana kita melanjutkan ini, Zariel?" tanyanya akhirnya, suaranya terdengar rapuh. "Apa yang harus aku lakukan sekarang?"

Zariel menatapnya sejenak, dan dalam tatapan itu, ada kesunyian yang lebih dalam daripada kata-kata apapun yang bisa ia ucapkan. Ia menarik napas panjang, seperti mencoba mengumpulkan kata-kata yang tepat, namun akhirnya dia berkata dengan lembut, "Kita akan bertahan, Alayna. Itu yang kita bisa lakukan."

Alayna tidak tahu apakah itu sebuah harapan atau sebuah peringatan. Namun satu hal yang pasti-pernikahan ini, meskipun sudah dimulai, baru saja mengungkapkan betapa dalamnya lubang yang harus mereka hadapi. Dan di dalam lubang itu, mereka harus memilih untuk bertahan, meskipun tak ada jalan keluar yang jelas.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel After You
9.8
Kiren terjebak dalam dilema batin akibat hubungan rahasianya dengan Fabian, pacar sahabatnya, Aurel. Alih-alih sembuh dari trauma masa lalu, Kiren justru kian terpuruk dalam kepedihan baru. Ia terpaksa menyembunyikan perselingkuhan ini karena sadar posisinya hanya sebagai wanita simpanan. Di sisi lain, Fabian cuma memanfaatkan Kiren demi memuaskan hasrat yang tak diperolehnya dari Aurel, tanpa memedulikan perasaan Kiren yang hancur.
Sampul Novel Disgraced Wife
7.9
Demi takhta Nagara Group, El Barack Gunadhya Nagara menikahi Bellina Devanka Ammari yang dibelinya dari sang bibi. Pernikahan singkat ini menyiksa batin Bellina, memaksanya berpisah dari Kevin Sanjaya dan menjadi sekadar alat pencetak pewaris. Namun, saat El mulai memperlakukannya dengan istimewa, segalanya berubah. Akankah Bellina memilih pergi, atau justru jatuh cinta pada pria yang telah menyelamatkan hidupnya itu?
Sampul Novel Tidak Pernah Melihat Kembali: Hati Menginginkan Apa yang Diinginkannya
8.0
Lorenzo tega mendonorkan jantung putri mereka demi wanita lain, membuat Gracie sangat kecewa. Ia pun menuntut cerai dan bekerja sama dengan Waylon, paman Lorenzo, untuk menuntut balas. Rencana mereka berhasil menghancurkan hidup Lorenzo hingga pria itu memohon ampun. Namun, setelah dendamnya terbalaskan, Gracie justru tidak bisa pergi begitu saja. Waylon menolak melepaskannya, membuat Gracie kini terjebak dalam jerat dominasi sang paman mantan suaminya.
Sampul Novel RAHASIA DI BALIK KEBAHAGIAAN
9.3
Rumah tangga yang tampak sempurna ini seketika runtuh saat perselingkuhan sang suami dengan rekan kerjanya mulai terendus. Didorong rasa curiga, sang istri memutuskan untuk menyelidiki sendiri kebenaran tersebut. Namun, pencarian bukti itu justru membawanya pada penemuan konspirasi kelam yang jauh lebih mengerikan hingga mengancam keselamatan jiwanya. Kini, ia harus bertahan dan menghadapi kenyataan pahit di balik topeng kebahagiaan semu pernikahan mereka.
Sampul Novel Tawanan Cinta Tuan Jackson
9.2
Michelle Wilson, gadis 22 tahun, menolak lamaran Jackson Lee, miliarder tampan berputasi buruk. Bagi Michelle, kekayaan melimpah Jack tak mampu menutupi sifatnya yang gemar bergonta-ganti pasangan. Menikahi pria hidung belang seperti Jack adalah hal menjijikkan yang sangat ia hindari. Penolakan tegas ini tentu menjadi tamparan keras bagi sang miliarder. Bagaimana reaksi Jack saat pesona pemikatnya dipatahkan begitu saja oleh Michelle?
Sampul Novel UNCONDITIONALLY
8.1
Bagi Aurora, Angkasa adalah takdir dan belahan jiwanya. Namun bagi Angkasa, pertunangan paksa itu adalah kutukan yang merenggut kebebasannya. Ia sangat membenci kehadiran Aurora yang terus membuntutinya bagai bayangan. Angkasa mendambakan ketenangan dan hak untuk mencintai perempuan pilihannya sendiri. Meski Aurora berjanji akan terus bertahan dengan cinta tulus tanpa syarat, Angkasa justru kian bertekad untuk menunjukkan kebenciannya secara terang-terangan.