APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pernikahan Rahasia: Ajay dan Fatimah

Pernikahan Rahasia: Ajay dan Fatimah

Kisah asmara modern Ajay dan Fatimah terikat dalam sebuah pernikahan rahasia yang penuh misteri. Hubungan tersembunyi ini menjadi pusat emosi dalam cerita, membawa pembaca menyelami dinamika janji suci yang harus dijaga ketat dari dunia luar. Setiap pilihan yang mereka ambil menghadirkan konsekuensi besar bagi masa depan bersama. Ini adalah sebuah perjalanan mendalam tentang komitmen, kepercayaan, dan perjuangan mempertahankan cinta di tengah kerasnya kehidupan masa kini.
Bab
Bagikan

Bab 3

Fatimah menghentikan langkahnya saat memasuki sebuah kamar. Gadis itu menatap punggung Ajay yang berada di hadapannya.

"Kamu tahu kan bahwa hubungan kita harus di sembunyikan selama sekolah?" ujar Fatimah membuat Ajay berbalik menatapnya. Pemuda itu tersenyum kepada istrinya itu, "Aku tahu, kamu nggak perlu khawatir."

"Hmm. Dan, apa perlu kita tidur se kamar?" tanya Fatimah.

Hening

Keduanya tenggelam dalam keheningan. Dapat di lihat wajah kedua pemuda pemudi itu nampak memerah merona.

"Mungkin, entahlah. Ku-kurasa aku harus menemui ayah dulu. Ka-kamu bisa membereskan barang-barangmu," ucap Ajay dengan tergagap dan dengan terburu-buru pemuda itu pergi keluar kamar.

Fatimah memegang wajahnya yang terasa panas. Gadis itu membuka lemari pakaian dan membereskan semua pakaian-pakaiannya di dalam sana. Jantungnya masih terus berdebar-debar. Jauh dalam lubuk hatinya gadis itu merasa menyesal menanyakan hal itu kepada Ajay.

Hari sudah menunjukkan pukul 18.10, adzan maghrib pun berkumandang. Fatimah beranjak dari duduknya dan pergi ke kamar mandi untuk mengambil wudhu. Setelah selesai berwudhu, Fatimah pun keluar dan mendapati Ajay yang telah mengenakan sarung dan kemejanya.

"Udah? Sholat barengan ajah yok," ajak Ajay dengan tersenyum manis. Pemuda itu membentangkan sajadahnya dan juga sajadah untuk gadis itu.

Fatimah tersenyum tipis dan mulai mengambil posisi untuk melaksanakan sholat.

"Allahu Akbar."

"Bismillahirrohmanirrohiim.. "

Hingga beberapa waktu berlalu, keduanya pun sudah melaksanakan sholat dengan kusyuk. Ajay pun memanjatkan do'a di ikuti Fatimah. Setelah selesai berdo'a Ajay pun berbalik dan mengulurkan tangannya pada gadis itu. Fatimah yang mengerti pun mencium tangan pemuda itu takzim meski jantungnya terus berdebar-debar saat dirinya menyentuh tangan pemuda itu.

"Aku mau bantuin ibu masak," izin Fatimah dan beranjak. Ajay menganggukkan kepalanya, "Aku mau ngaji dulu, kalo makan malam udah siap, nanti panggil aku aja."

Fatimah mengangguk mengerti dan keluar dari kamar. Kamar keduanya berada di lantai dua begitu juga kamar mertuanya. Fatimah menuruni tangga dengan perlahan dan mendapati Ibu mertuanya yang tengah mencuci sayuran.

"Bu," panggil Fatimah membuat ibu mertuanya menatapnya.

"Fatimah? Udah sholat maghrib?" tanya Ibu mertuanya kepada gadis itu. Fatimah mengangguk dan tersenyum ramah, "Udah bu, Fatimah boleh bantu masak bu?"

"Eh, nggak papa nih? Yaudah, kamu cuci aja dagingnya ya. Ibu mau blender bumbu dulu," pinta ibu mertuanya. Fatimah pun menuruti titah ibu mertuanya itu dan mulai mencuci daging.

"Fatimah," panggil ibu mertuanya lagi.

"Hmm? Kenapa bu?"

"Ibu harap kamu menerima semua kelebihan dan kekurangan Ajay ya," kata ibu mertuanya membuat Fatimah tersenyum kepada wanita itu.

"Baik bu, Fatimah juga yakin Ajay orangnya baik. Hanya saja, Fatimah masih terlalu terkejut sama kehidupan baru Fatimah ini, maafkan Fatimah bu kalo Fatimah nanti banyak melakukan kesalahan," kata Fatimah dengan lirih, Ibu mertuanya pun nampak merasa bersalah kepada gadis itu, "Maafin ibu juga ya, tapi jujur ibu senang karena kamu jadi menantu ibu."

"Makasih bu, Fatimah bakal berusaha. Oh ya bu, anuu..  Apa Fatimah harus tidur sekamar sama Ajay?" tanya Fatimah dengan ragu-ragu. Ibu mertuanya nampak terkekeh, "Mah, kamu tahu kan bahwa suami-istri harus tidur sekamar?"

"Te-terus, gi-gimana nanti kalo Fatimah emm.."

"Ibu ngerti maksud kamu," ujar Ibu mertuanya membuat wajah Fatimah sepenuhnya memerah.

"Ibu sih tidak masalah, tapi kalo kamu ingin menunda karena masih sekolah ibu juga bakal mendukung kamu," jelas Ibu mertuanya dengan lembut dan membuat Fatimah merasa nyaman kepada wanita itu.

"Makasih bu," ucap gadis itu dengan tulus. Ibu mertuanya pun mengangguk dan mengelus kepalanya perlahan.

~Keesokan Harinya~

Pada pagi harinya, di kamar dengan nuansa biru. Fatimah tengah merenung, gadis itu menatap ke sebelahnya dan mendapati Ajay yang masih terlelap di dalam tidurnya. Hari menunjukkan pukul 04.30 yang berarti sekitar 20 menit lagi adzan subuh akan berkumandang.

Gadis itu memutuskan untuk beranjak dari tidurnya. Ia menatap tubuhnya sendiri dan sedikit merasa beruntung karena malam pertamanya tidak terjadi apa pun.

"Aku tahu kok kamu belum siap, aku juga belum siap. Jadi, kita sama-sama belum siap. Lagian ya, aku nggak mau nyakitin kamu."

"Oh ya! Sekali lagi makasih karena kamu yang jadi istriku."

Mengingat perkataan pemuda itu kemarin membuat Fatimah diam-diam tersenyum. Gadis itu berjalan ke arah kamar mandi dan mulai membersihkan tubuhnya. Setelahnya, Fatimah pun mengenakan seragam sekolahnya.

Kret

Derit ranjang mengalihkan perhatian gadis itu. Ajay perlahan beranjak dari tidurnya sembari mengucek-ucek matanya. Rambutnya begitu berantakan namun tidak menghilangkan kesan yang tampan pada pemuda itu.

Ajay nampak terkejut melihat Fatimah yang berada di hadapannya, namun sejenak pemuda itu menghela napas lega, "Ya Allah, aku kaget. Baru ingat kalo kemarin baru nikah."

Fatimah yang sudah siap dengan seragamnya pun diam-diam menahan tawanya, "Ada-ada aja. Sana ambil wudhu, sholat berjamaah dulu."

Ajay mengangguk-angguk, "Ah ya, kamu tunggu aja ya, aku nggak lama kok."

Fatimah mengganggukkan kepalanya pelan meng-iyakan pemuda itu. Gadis itu menyiapkan sajadahnya dan mengenakan mukenanya. Tidak lama dari itu, Ajay pun datang dan telah siap. Pemuda itu berdiri di tempat yang seharusnya dan memulai memimpin sholat berjamaah.

Pukul 06.20 semua anggota keluarga nampak berkumpul di meja makan. Budaya yang mengharuskan tidak berbicara saat sedang makan masih menjadi kebiasaan keluarga tersebut. Ayah mertua Fatimah menggeser piringnya yang menandakan bahwa ia telah selesai makan.

"Ayah mau berangkat kerja dulu. Oh ya Ajay, Fatimah.. Kalian mau berangkat barengan?" tanya Ayah mertuanya.

"Aku pikir, mungkin kami berdua berangkat pisah aja yah. Takutnya kalo barengan, nanti ada orang yang lihat. Karena, selama sekolah kami nggak pernah dekat," jawab Fatimah menjelaskan. Ajay menatap gadis itu sejenak dan ikut berpikir.

"Gitu ya, yaudah. Nanti Fatmah bisa minta anterin Pak Suhardi. Kalo Ajay nanti bisa naik motor ajah," kata Ayah mertuanya, keduanya pun mengangguk mengerti.

Keduanya pun sudah siap dan hendak berangkat sekolah. Fatimah membawakan helm Ajay dan memberikannya pada pemuda itu, dan setelah itu Fatimah sedikit merapikan dasi Ajay sembari berkata, "Kamu nggak usah ngebut, santai aja. Aku tahu kalo kamu biasanya ngebut."

Ajay tersenyum tipis, "Makasih, tenang aja. Dari sekarang sampai ke depannya aku nggak akan ngebut lagi. Kalo gitu aku duluan yah!"

Fatimah melambaikan tangannya sembari menatap kepergian pemuda itu.

"Neng Fatimah, mau berangkat sekarang?" tanya Pak Suhardi, Fatimah mengangguk, "Ayo pak, nanti saya telat."

***

Fatimah meletakkan tasnya pada bangkunya. Beruntungnya bell masuk belum berbunyi. Setelah mengambil Al-Qur'an kecilnya, Fatimah pun berjalan menuju lapangan dan membariskan dirinya pada tempat yang sudah di tentukan. Lalu setelah semua siswa berkumpul ke lapangan, rutinitas pengajian pun di mulai dan pimpin oleh para Osis yang sudah di tunjuk.

Bersambung...

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Palsu, Fakta Tersembunyi
8.4
Setelah Charles membatalkan pernikahan mereka demi Chelsea di pemakaman ibunya, sang protagonis menerima lamaran tulus dari teman masa kecilnya, Sugi. Tiga tahun membina rumah tangga tanpa anak, Sugi selalu bersikap manis dan menerima keadaan. Namun, kebahagiaan itu hancur saat ia tidak sengaja mendengar percakapan Sugi dengan dokter tentang pil KB yang diam-diam diberikan kepadanya. Sugi rupanya hanya memanfaatkannya, sementara hatinya tetap milik Chelsea. Menolak menjadi korban penipuan, ia pun bertekad untuk pergi.
Sampul Novel Cinta Sang Lady Killer
9.8
Daniel Millard, CEO berkuasa dari Millard Corporation, dikenal sebagai penakluk wanita ulung. Namun, takdirnya berubah drastis setelah ia bertemu dengan Anya. Sosok Anya membangkitkan sisi lain diri Daniel yang selama ini tersembunyi, terutama saat ia menyadari bahwa perempuan itu terikat dengan masa lalunya yang kelam. Daniel pun bertekad untuk terus menggenggam Anya, sosok istimewa yang sangat berbeda dari wanita mana pun di hidupnya.
Sampul Novel Elegant Revenge
8.5
Dunia Aira runtuh akibat pengkhianatan suaminya, Awan, yang berselingkuh dengan cinta pertamanya, Amanda. Sempat didera rasa bersalah, Aira akhirnya tersadar bahwa dirinya adalah korban manipulasi berkat bantuan orang-orang terdekat. Didorong amarah yang terarah, ia menyusun rencana pembalasan yang cerdas dan anggun. Di tengah perjuangan menuntut keadilan, sosok Galang hadir menawarkan ketulusan. Kini, mampukah Galang menyembuhkan luka Aira dan menggantikan posisi Awan?
Sampul Novel JERAT CINTA TUAN MAFIA
8.8
Dikhianati oleh kekasihnya hingga hancur, Louisa terperosok ke dalam bahaya besar yang mengancam keselamatan jiwanya. Di tengah situasi kritis, sesosok pria misterius datang menolongnya. Terbawa emosi yang kacau, Louisa nekat menawarkan imbalan berani kepada penolongnya itu. Tindakan ceroboh ini justru menyeret Louisa masuk ke dalam lingkaran kehidupan sang pria yang penuh marabahaya, mengubah jalan hidupnya untuk selamanya.
Sampul Novel Kesayangan Paman Mark
8.4
Dalam sebuah pertemuan rahasia yang menegangkan, Mark memaksakan kehendaknya pada Selva hingga gadis itu merintih kesakitan. Di tengah pergulatan tersebut, Mark berbisik dengan nada tertahan, memperingatkan Selva agar tetap diam. Ia sangat cemas jika suara Selva akan membangunkan orang tuanya yang tengah tertidur lelap di rumah tersebut. Hubungan terlarang ini menuntut kesunyian total demi menjaga agar rahasia gelap mereka tidak terbongkar oleh keluarga sendiri.
Sampul Novel Pernah Sakit, Juga Melupakanmu
8.9
Khawatir dengan kondisi Ricky Mandos yang kritis akibat kecelakaan balap liar, Amanda Hilman rela mendonorkan 1000 cc darahnya di rumah sakit. Meski diminta pulang oleh saudara-saudaranya untuk beristirahat, rasa cemas membuat Amanda memutuskan kembali. Namun, langkahnya terhenti saat melihat perawat membuang seluruh kantong darah donornya ke tempat sampah. Kejutan pahit itu kian lengkap ketika terdengar suara tawa mengejek dari kamar sebelah yang merayakan keberhasilan mereka menipu Amanda kembali.