APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pernikahan Kedua (Cinta Sejati)

Pernikahan Kedua (Cinta Sejati)

Hanya sembilan hari setelah menikah, Gadis diceraikan oleh Devano demi sepupunya sendiri. Demi menyembuhkan luka akibat pengkhianatan kejam itu, ia memutuskan kuliah di Jepang demi menata masa depan. Tak disangka, di sana Gadis menemukan cinta baru dan menikah dengan dosennya yang bernama Yamazaki Kento. Namun, saat mereka mulai membangun kebahagiaan, sesosok wanita dari masa lalu Kento hadir menguji komitmen mereka. Mampukah pernikahan kedua ini bertahan menjadi pelabuhan terakhir bagi Gadis?
Bab
Bagikan

Bab 2

***

Aku ingin bertemu denganmu di cafe milik Intan. Aku tunggu besok jam 11 siang, jangan ngajak siapapun. Aku hanya ingin bicara berdua dengan kamu.

Pesan yang Gadis baca adalah pesan pertama yang dikirim oleh Devano. Ia menatap ragu apa yang ia baca ratusan kali itu, pesan yang ia baca dari semalam. Apa benar Devano ingin bertemu dengannya? Apa Devano ingin menjelaskan semuanya? Apa lelaki itu mau meluruskan semua masalah yang mereka hadapi? Apa benar kalau Dhea saat ini mengandung buah cinta dari suaminya?

Gadis menghela napas pendek, ia lantas mematut diri di depan cermin, ia poles bibirnya dengan lipstik warna merah dan ia pulas wajahnya dengan bedak. Hari ini ia harus tampil cantik di depan suaminya itu, ia ingin Devano menyesal karena tanpa sebab telah menalaknya.

Gadis melihat Devano duduk di pojok cafe milik Intan. Intan adalah teman akrab dari Devano sejak dulu, mereka memang sudah saling mengenal sejak kecil.

Gadis duduk dan Devano menatapnya dengan datar.

"Apa kamu sudah menandatangani berkas perceraian kita?" tanya Devano tanpa perasaan.

Gadis tercengang, ia baru datang dan duduk. Lelaki itu mengatakannya tanpa basa-basi. "Kenapa kamu tidak sabaran? Kalian takut enggak bisa menikah karena perut perempuan gatal itu membesar, kan? Kamu takut kalau anak itu disebut anak haram?" sindirnya, menatap tajam Devano.

Devano terkejut, ia tak tahu kenapa Gadis bisa tahu rahasianya. "Kamu tahu dari dulu kalau Dhea hamil? Jadi, kamu sengaja mengulur perceraian kita untuk mempermalukan Dhea? Kamu itu benar-benar enggak punya hati!" 

Gadis tertawa. "Aku tak punya hati? Kalau aku yang dikhianati dan kalian sakiti tak punya hati. Lantas kamu dan Dhea disebut apa? Iblis berwajah manusia, kah?"

"Aku bertemu denganmu hanya ingin meluruskan agar kita cepat bercerai! Jangan banyak drama yang kamu mainkan. Drama yang kamu buat kemarin di mal itu sukses membuatku malu dan kamu tahu saat ini Dhea hanya bisa menangis dan dia tak berani ke luar rumah karena ulah kamu!"

"Bukan ulahku! Kamu itu bodoh ya! Sanksi sosial belum cukup pantas  untuk kalian dapatkan! Kamu dan dia itu sampah! Kalian menodai ikrar suci pernikahan. Kamu kenapa melakukan ini semua padaku? Kalau kamu memang tidak mau menikah denganku, harusnya dari awal kamu membatalkan pernikahan kita! Kamu malah tega memberiku label janda!" teriak Gadis.

"Aku hanya kasihan denganmu dan keluargamu karena berharap aku menjadi bagian dari keluargamu. Aku baru sadar setelah menikah bahwa kita ternyata tidak cocok bersama. Kamu lebih mementingkan study-mu dan sibuk mengejar S2-mu. Aku hanya ingin seorang istri yang mempunyai waktu banyak hanya untukku saja! Dan kamu harus tahu, aku tersiksa berpacaran denganmu, setahun terakhir ini kamu membuat aku kehilangan jati diriku sendiri! Kamu disentuh denganku pun tak mau, kenapa? Apa kamu mau jadi sok alim!"

Gadis tercengang mendengar penuturan dari Devano, beberapa detik kemudian ia tertawa. "Bukankah dari awal kita sudah berkomitmen kalau kamu mengizinkan aku untuk melanjutkan magister? Bahkan kamu sangat mendukungku! Kamu tersiksa berpacaran denganku? Apa aku itu seorang monster yang suka minum darah manusia?" Gadis meghela napas pendek. "Masalah aku tak mau disentuh denganmu karena kita belum sah jadi suami istri. Bukan aku yang sok alim, tapi aku ingat pesan ayahku! Jadilah wanita kuat, berprinsip dan menjunjung kehormatannya. Aku hanya ingin menyerahkan segala yang kupunya, yang berharga hanya untuk suami. Kamu selingkuh hanya karena alasan bodoh itu?"

"Kamu selalu tak pernah mau mengalah kalau kita berbeda pendapat! Beruntung, aku dan kamu tak hidup lama dalam bahtera rumah tangga," ujar Devano. "Aku hanya ingin kita cepat bercerai secara hukum dan jangan ganggu hidupku dan Dhea lagi. Aku harap kita bahagia dengan jalannya masing-masing."

Gadis tersenyum, ia beranjak dari kursinya dan detik itu pula ia menyiram kepala Devano dengan segelas air putih yang ada di atas meja. "Selamat berbahagia di atas luka seseorang, semoga bahagiamu saat ini tak menuai duka yang panjang."

***

Setelah beberapa hari kemarin terakhir bertemu dengan Devano. Hari ini ia resmi bercerai dengan lelaki itu. Seperti yang ia duga, lelaki itu tak datang menghadiri sidang perceraian  mereka di pengadilan. Gadis hanya tersenyum saat orang-orang menatap iba padanya. Menatap dirinya yang hanya merasakan manis pernikahan dalam hitungan hari. Mereka menatap iba padanya karena ditalak tiga dan diselingkuhi.

Gadis masuk ke kamarnya, ia merebahkan diri di atas kasur dan air matanya yang ia tahan dari sidang dimulai akhirnya pecah juga.

"Kamu jahat, Devano! Bukankah kita berjanji akan pergi ke Jepang bersama. Bukankah mimpi kita dari dulu untuk pergi ke sana berdua?" lirihnya terluka.

Gadis kembali mengingat kenangan manis saat bersama Devano, dua hari sebelum lelaki itu memintanya menjadi istri.

"Kita sudah pacaran lama ya, Dev. Padahal teman-teman kita sudah beberapa kali ganti pasangan. Kita awet sekali," ucap Gadis.

"Iya. Mereka iri karena kita setia satu sama lainnya," jawab Devano.

"Kamu bosan enggak denganku?" tanya Gadis.

"Memikirkan namamu saja aku enggak bosan. Menatapmu itu membuatku candu," balas Devano.

Gadis tertawa bahagia. "Kamu dari dulu kenapa sih pintar banget ngegombalnya."

"Hanya ke kamu saja kok. Kamu yang pantas mendapatkan ucapan manis dariku," balas Devano terkekeh.

"Masa? Masa enggak ada gadis lain yang bisa buat kamu tertarik. Banyak lho gadis yang cantik di kampus kita."

Devano tertawa. "Yang cantik memang banyak, tapi yang pintar dan menyenangkan hanya kamu saja."

Gadis tersipu malu dibuatnya, Devano memang paling pintar membuat wajahnya bersemu merah.

"Kalian! Bisa enggak jangan sok romantis gitu! Bikin iri yang lihat saja!" timpal Dhea menghampiri keduanya yang sedang saling menatap.

"Iri saja, kamu kaum jomlo!" balas Gadis.

"Iyalah iri! Kalian itu bucin banget dan terkenal sebagai pasangan teromantis di kampus," ucap Dhea. "Awas lho, nanti pacarmu itu bisa direbut sama perempuan lain."

"Enggak! Devano mana mau sama perempuan lain," timpal Gadis. "Iya, kan, Dev?" tanyanya minta persetujuan dari lelaki itu.

"Iya, sayang. Hatiku sudah dikunci sama kamu. Kalau kamu takut kalau hubungan kita ada yang ganggu, gimana kalau habis wisuda, kita nikah?" tanya Devano dengan tersenyum.

"Apa??" Pekik Gadis dan Dhea berbarengan.

Devano tersenyum, ia langsung menggenggam tangan Gadis. "Dhea, kamu jadi saksinya ya! Kalau aku hanya ingin menikah dengan Gadis!" pintanya pada Dhea.

Dhea tersenyum, senyum yang akhirnya membuat hubungan anak manusia harus berakhir.

'Cih, tidak akan! Aku yang akan jadi istrimu, Devano,' batin Dea dalam hati.

***

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Adegan Panas Malam Pertama
8.7
Malam pengantin yang semestinya menjadi momen sakral bersama suami justru berakhir mengejutkan. Aku malah menghabiskan malam penuh gairah yang begitu intim dengan sosok pria perkasa lain yang misterius. Begitu pagi menjelang, kekacauan hidup yang rumit mulai menerpa diriku. Pengalaman tak terduga yang memabukkan itu seketika menjungkirbalikkan duniaku, membawa konsekuensi besar yang akan mengubah seluruh alur takdir masa depanku selamanya.
Sampul Novel Luna Baru Alfa-ku: Hidup yang Dirampas, Pasangan yang Ditelantarkan
9.6
Terbangun dari tidur terkutuk selama lima tahun, aku mendapati Kaelan, Alpha-ku, telah menggantikanku dengan seorang Omega. Keluargaku sendiri menyatakan aku mati secara hukum demi melantik Luna baru. Bahkan anakku lebih memilih wanita itu dan mengharapkan kematianku. Saat aku sekarat setelah dicelakai, Kaelan justru menguras darahku demi menyelamatkan kekasihnya. Melihat pengkhianatan mereka, aku sadar keberadaanku hanyalah beban bagi kebahagiaan mereka.
Sampul Novel Bittersweet Passion
8.5
Sejak lama, hati Joice hanya terkunci untuk Marcel De Luca. Walau berulang kali menerima penolakan pahit, ia tetap tak mampu melupakan cinta pertamanya itu. Namun, tepat ketika Joice mulai lelah dan berniat untuk mundur, sebuah peristiwa satu malam mengubah jalannya takdir. Mereka kini terjebak dalam ikatan rumit yang sangat sulit dilepaskan. Akankah Joice memilih bertahan di tengah badai emosi ini, atau justru melangkah pergi untuk selamanya?
Sampul Novel Cinta Pertama Sumber Penderitaanku
8.9
Setelah tewas mengenaskan akibat persalinan macet di kehidupan lalu, aku menyadari pengkhianatan kejam Fred. Anak yang kukandung rupanya hasil hubungan Fred dengan mahasiswi simpanannya yang dikandung berkat obat ciptaanku. Kini, setelah terlahir kembali, aku menolak menikahi Fred dan memilih kakak tirinya, Zico. Aku membiarkan Fred bersanding dengan kekasihnya tanpa bantuanku demi melihat kehancuran mereka. Namun, Fred justru menjadi gila saat melihat cincin Zico melingkar di jariku.
Sampul Novel MENIKAHI CALON ISTRI SAHABAT
7.9
Rayyen dihadapkan pada pilihan sulit ketika Albar, sahabat lamanya yang kini sakit keras, datang memohon agar ia menikahi tunangannya, Aliffa. Permintaan terakhir mantan casanova ini membuat Rayyen bimbang. Di satu sisi, ia ingin menjaga amanah sang sahabat. Di sisi lain, ia harus menjaga komitmen pertunangannya dengan Zeanna, model ternama yang direstui ibunya. Sanggupkah Rayyen mengorbankan hubungannya demi menikahi Aliffa, wanita yang asing baginya?
Sampul Novel Scarred Hearts
9.7
Aryadi dan Alyasha terjebak dalam kepalsuan rumah tangga yang harmonis. Kebohongan mereka runtuh ketika perselingkuhan masing-masing terbongkar secara senyap. Walau saling mengkhianati, keduanya tetap bersandiwara demi mempertahankan status sosial. Namun, kepura-puraan ini mulai menemui batasnya. Saat ego menguasai diri, kehancuran hubungan mereka tak lagi bisa dicegah. Di tengah badai konflik ini, Arion dan Annanda menjadi korban tidak bersalah atas ego orang tua mereka.