APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pernikahan Dadakan dengan CEO

Pernikahan Dadakan dengan CEO

Pernikahan kini berubah menjadi perhitungan bisnis yang kaku. Sang suami menuntut agar seluruh pengeluaran rumah tangga, mulai dari biaya hidup sehari-hari, cicilan KPR, hingga cicilan mobil, dibagi rata secara adil. Ketegangan semakin memuncak ketika keberadaan adik ipar yang menumpang tinggal mulai dipermasalahkan. Uang bulanan sebesar empat juta rupiah dianggap tidak lagi cukup, dan ia dipaksa membayar setengah dari total biaya sewa demi menghindari tuduhan menumpang secara gratis.
Bab
Bagikan

Bab 8

Stefan sangat peduli dengan tubuhnya. Dia tidak akan membiarkan dirinya menjadi gemuk karena makan sembarangan, karena akan sangat sulit untuk menurunkan badan.

Olivia tertawa, “Pak Stefan badannya bagus, kok.”

“Kalau begitu, aku kembali ke kamarku dulu, ya?”

Stefan mengiyakan.

“Selamat malam.” Olivia mengucapkan selamat malam pada pria itu dan berbalik badan, hendak pergi.

“Tunggu. Eh, Olivia.” Stefan menghentikannya.

Olivia berhenti, menoleh, dan bertanya pada pria itu, “Apa ada yang lain?”

Stefan memandangnya dan berkata, “Mulai sekarang, jangan keluar kamar memakai piyama.”

Olivia tidak mengenakan pakaian dalam di balik piyamanya. Stefan memiliki mata yang tajam, jadi dia bisa melihat segala sesuatu yang tidak seharusnya dia lihat.

Mereka adalah suami istri, jadi tidak apa-apa kalau dia melihatnya. Namun, bagaimana dengan orang lain?

Dia tidak ingin tubuh istrinya dilihat oleh pria lain.

Olivia tersipu, bergegas kembali ke kamarnya, dan menutup pintu dengan keras.

Stevan, “....”

Dia saja tidak merasa canggung, tapi wanita itu malah canggung.

Setelah duduk sebentar, Stefan masuk ke kamar utama. Rumah ini dia beli tanpa rencana, dan unit yang dia beli sudah didekorasi dengan lengkap sebelumnya, sehingga dia hanya perlu membawa koper dan sudah bisa tinggal.

Namun, karena dia terlalu sibuk, dia juga belum merapikan kamarnya.

Yang membuatnya cukup puas adalah Olivia masih tahu diri dan tidak mencoba untuk tidur sekamar dengannya.

Selain itu, wanita itu juga tidak memintanya untuk menunaikan tanggung jawabnya sebagai seorang suami.

Malam itu, pasangan suami istri baru itu pun pun tidur dengan damai.

Keesokan harinya, Olivia bangun jam enam pagi seperti biasa.

Dulu, setelah bangun tidur, dia akan menyiapkan sarapan terlebih dahulu, kemudian membersihkan rumah. Selain itu, kalau dia punya cukup waktu, dia akan membantu kakaknya menjemur pakaian.

Bisa dibilang, dia telah melakukan pekerjaan pembantu selama bertahun-tahun selama hidup bersama kakaknya. Namun, dia melakukan itu karena tidak ingin kakaknya kelelahan, karena semua yang mereka lakukan itu dianggap wajar oleh kakak iparnya. Kakak iparnya juga memerintah kakaknya layaknya seorang pembantu.

Ketika Olivia bangun tidur hari ini, dia memandangi kamar yang masih tidak familier di matanya itu dengan bingung. Ketika ingatan kembali ke otaknya, dia bergumam, “Aku tidur sampai linglung. Aku masih mengira ini rumah kakakku. Padahal ini rumahku sendiri. Aku bisa tidur lebih lama.”

Dia pun menjatuhkan dirinya kembali ke tempat tidur dan ingin lanjut tidur.

Sayang sekali, rutinitas setiap hari terlalu teratur. Dia tidak bisa tidur lagi meskipun dia mau.

Perutnya juga lapar, jadi dia pun memutuskan untuk bangun.

Setelah mandi dan berganti pakaian, dia keluar dari kamar dan melihat ke kamar Stefan. Pintunya masih tertutup, jadi pria itu pasti belum bangun.

Iya juga, sih. Pria itu pulang semalam itu kemarin. Mana bisa bangun di jam segini.

Olivia pun berjalan ke dapur. Melihat dapur yang kosong, dia terdiam sesaat, lalu berbalik badan dan keluar.

Dia sudah memesan banyak peralatan dapur kemarin, tetapi barang-barang itu belum sampai.

Tahu begini, dia tidak akan memesan secara online. Dia seharusnya langsung pergi ke supermarket besar saja, akan lebih cepat.

Ketika dia pindah ke sini kemarin, dia ingat ada melihat sebuah restoran yang menjual menu sarapan di dekat kompleks.

Olivia memutuskan untuk keluar dan membeli dua porsi sarapan.

Namun, dia tidak tahu Stefan suka makan apa.

Dia tidak mungkin membangunkan pria itu sekarang untuk menanyakan hal ini, jadi dia terpaksa membeli beberapa jenis makanan.

Dia membeli nasi gulung, pangsit kukus, Cahkwe, susu kedelai dan bubur telur asin. Semua ini adalah menu sarapan yang sering dimakan orang-orang di Mambera.

Stefan larut malam tetapi tidak bangun terlambat. Ketika Olivia pergi keluar untuk membeli sarapan, dia terbangun.

Dia tidak terbiasa memiliki istri, jadi dia melupakan keberadaan Olivia lagi. Dia keluar tanpa memakai baju dan ingin menuang segelas air.

Pada saat ini, Olivia membuka pintu dan masuk ke rumah.

Pasangan suami istri baru itu pun bertemu.

Detik berikutnya, Stefan menutupi dadanya dengan kedua tangan, berbalik badan dan berlari ke kamar. Tingkahnya sangat mirip dengan Olivia tadi malam.

Olivia tertegun sesaat, lalu tertawa.

Dia berkata dalam hati, “Apa yang mau dilihat dari tubuh bagian atas pria? Paling-paling otot di perut. Masak pria itu menutupi dadanya. Hahaha, lucu sekali!”

Setelah beberapa saat, Stefan muncul kembali di hadapan Olivia. Pria itu sudah memakai jas dan bersepatu kulit. Ekspresi di wajahnya sangat masam, tetapi dia juga tidak bisa menegur Olivia.

Siapa suruh dia lupa kalau ada wanita asing tinggal di rumahnya sekarang? Wanita asing ini bahkan adalah istri sahnya.

Dia biasanya tinggal di vila besarnya sendiri. Ketika bangun di pagi hari, dia hanya sendirian di lantai dua. Selama dia tidak turun, para pelayan di rumah juga tidak akan berani naik ke atas. Dia terkadang keluar kamar tanpa memakai baju.

Hari ini juga sama. Namun, wanita licik itu jadi melihat tubuh bagian atasnya.

“Pak Stefan, aku ada membeli sarapan untukmu. Ayo makan sarapannya.”

Setelah tertawa sampai perutnya sakit, Olivia tidak lupa untuk makan. Dia meletakkan semua makanan yang dia beli di atas meja di ruang makan, lalu memanggil pria yang kelihatan trauma karena dilihat tubuhnya itu untuk datang makan bersama.

Stefan terdiam sesaat, lalu berjalan mendekat. Dia melirik sarapan yang dibeli Olivia dan bertanya dengan dingin, “Kamu nggak bisa masak?”

“Bisa, dong. Masakanku enak.”

“Sarapan yang dibeli di luar, apalagi yang dibeli di restoran kecil di pinggir jalan biasanya nggak terlalu higienis. Lain kali kurangi memakannya. Kalau kamu bisa masak sendiri, masak sendiri saja di rumah. Lebih higienis dana man.”

Sebagai kepala keluarga Adhitama, Stefan belum pernah makan sarapan seperti yang sering disantap oleh orang-orang Mambera pada umumnya.

Olivia bertanya balik, “Apa kamu pernah melihat siri dapurmu sendiri? Di sana lebih bersih dari wajahmu. Nggak ada apa-apa. Kalaupun aku seorang koki di hotel bintang lima, aku tetap nggak akan bisa masak apa-apa di sana. Nggak ada peralatan masak, nggak ada bahan masak.”

Stefan terdiam sesaat.

“Kamu mau makan, nggak?” Olivia bertanya padanya.

Stefan juga sudah lapar, tapi supaya tidak ketahuan bahwa dia juga mau memakannya, dia duduk dan berkata dengan nada datar, “Kamu sudah beli, jadi sayang kalau nggak dimakan. Makan sekali dua kali juga nggak akan bahaya, kok.”

DIa mencoba menarik balik perkataannya sendiri.

Olivia membagi setengah dari setiap porsi makanan yang dia beli pada pria itu.

Kemudian, dia duduk dan berkata kepada pria itu sambil makan setengah porsi lainnya, “Aku sudah menyadari hal ini kemarin ketika baru pindah ke sini. Jadi, aku memesan banyak peralatan secara online. Kalau nggak, aku juga nggak akan membiarkanmu makan makanan pinggiran.”

Stefan bekerja di perusahaan besar, jadi dia mungkin memiliki jabatan yang cukup tinggi di kantor. Pria ini adalah pria kantoran, jadi makanannya harus diperhatikan.

Olivia terbiasa memasak sendiri atau memesan makanan take-away ketika berada di toko. Kalau Stefan memang begitu memperhatikan makanan, maka dia akan mengikuti keinginan pria itu.

“Kita masih kekurangan banyak barang di rumah. Boleh nggak aku yang urus semuanya?”

Stefan menatap istrinya yang duduk di seberang dan terus memakan sarapannya. Sarapannya enak.

“Kita sudah mengurus buku nikah. Itu artinya kita suami istri. Terserah kamu mau bagaimana mengurusnya, asal jangan menyentuhku kamarku.”

Wanita itu bisa melakukan apa pun yang dia mau di tempat lain.

“Oke.”

Setelah mendapatkan izin dari Stefan, Olivia memutuskan untuk melakukan apa yang diinginkannya.

Dia ingin memelihara beberapa tanaman di balkon, membeli kursi ayun dan menaruhnya di sana. Dia jadi bisa membaca buku sambil melihat tanaman-tamannya ketika sedang bersantai.

“Ngomong-ngomong, kemarin Nenek menyuruhku untuk pulang ke rumahmu dengan kamu di akhir pekan nanti, untuk bertemu dengan orang tuamu.”

Stefan berkata dengan acuh tak acuh, “Kita bicarakan lagi nanti di akhir pekan. Aku harus lihat dulu aku punya waktu atau nggak. Kalau nggak ada waktu, aku akan meminta Nenek untuk membawamu bertemu dengan orang tuaku. Kalian makan bersama saja.”

Olivia tidak membantah.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel A Lover (Alec & Alea)
8.6
Pesona Azalea Mahendra memikat hati Alec Cage. Kesempatan emas tiba ketika kakak Alea, Arsen, rela menyerahkan sang adik demi meraih takhta CEO. Terjebak situasi, Alea terpaksa menikah secara formal dengan Alec, walau cintanya hanya untuk Arza, sang kakak angkat. Konflik memuncak saat Alec membongkar rahasia masa lalu mereka. Sebagai sosok pencemburu yang antipati pada pengkhianatan, Alec siap menghukum Alea dengan penderitaan yang lebih kejam daripada maut.
Sampul Novel Belenggu Mantan
9.6
Nasib Diandra berbalik total setelah dipaksa menikah dengan Dave Airlangga, pewaris tunggal Aerles Corporation. Sayangnya, prahara akibat salah paham fatal merusak pernikahan mereka hingga berujung perceraian. Di antara luka ego dan bayang-bayang masa lalu yang belum usai, mampukah mereka berdua mengatasi keretakan yang ada? Ikuti kisah emosional perjuangan mereka dalam menyatukan kembali puing-puing rumah tangga yang sempat hancur.
Sampul Novel Gairah Pewaris Hanya Untuk Pengantin Penggantinya
8.2
Demi melunasi biaya medis sang tante, Selena Hart bersedia menjadi pengantin pengganti untuk Damian Jorch dengan imbalan satu juta dolar. Wajah Selena yang sangat serupa dengan Elsie Sonata, tunangan Damian yang hilang, membuat rencana ini tampak mudah. Selena hanya perlu berpura-pura di altar pernikahan. Namun, segalanya berubah rumit saat Damian kehilangan kendali dalam kondisi mabuk dan menyentuhnya. Kesepakatan bisnis mereka kini berubah menjadi hubungan penuh gairah yang tak terduga.
Sampul Novel Kasih Sayang Terselubung: Istri Sang CEO Adalah Aku
8.9
Demi kesembuhan sang ibu, Evelyn rela menjalin hubungan rahasia dengan atasannya, Brian. Meski awalnya meremehkan, Brian mulai jatuh hati tanpa menyadari bahwa asistennya itu adalah istri sah yang ia lupakan. Saat Evelyn memutuskan pergi dan meminta perceraian, kebenaran masa lalu akhirnya terungkap. Kini, Evelyn telah bangkit menjadi CEO sukses. Brian yang penuh penyesalan harus berjuang keras memenangkan kembali hati sang istri dengan segala cara.
Sampul Novel Kesempatan Kedua dengan Kekasih yang Dicemooh
9.1
Demi menyelamatkan keluarganya dari kehancuran finansial, Johanna terpaksa menjadi wanita simpanan Carson. Sempat dimanjakan, ia sangat terluka setelah menyadari dirinya cuma alat dalam rencana licik pria itu. Johanna akhirnya pergi untuk membangun kehidupan baru yang mandiri. Saat mereka kembali dipertemukan, Johanna telah menjelma menjadi sosok tangguh yang didekati banyak pria. Carson yang dirundung penyesalan memohon kesempatan kedua, tetapi Johanna menolaknya dengan dingin karena mengaku telah menikah.
Sampul Novel Ketika Cinta Telah Mati dan Harapan Pupus
8.7
Saat hipotermia dan penyakit jantungnya kambuh di puncak gunung, Chloe Winata diabaikan oleh dua teman masa kecilnya yang lebih memilih menyelamatkan Lucia. Setelah berhasil bertahan hidup dari maut tanpa kepedulian mereka yang malah asyik berpesta, Chloe menyadari persahabatan belasan tahun mereka telah sia-sia. Kecewa dan kehilangan harapan, Chloe akhirnya memutuskan untuk menyerah pada hubungan masa lalu tersebut. Ia pun menghubungi ayahnya dan menyatakan kesediaannya untuk menerima perjodohan dengan putra dari Keluarga Januar.