APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pernikahan Berlandaskan Kontrak

Pernikahan Berlandaskan Kontrak

Lima tahun membina rumah tangga dan melahirkan seorang putra untuk Adrian Pangestu, Rebecca Lusram mengira hidupnya telah mapan. Namun, kepulangan Irene Wiranto menghancurkan ilusi tersebut. Adrian berulang kali mengabaikan Rebecca demi Irene, bahkan putra kandung Rebecca lebih memilih dekat dengan wanita itu. Di tengah rasa tersisih, Rebecca bersyukur bahwa pernikahan ini hanyalah sebuah kesepakatan tertulis. Tersisa satu minggu lagi sebelum Rebecca terbebas sepenuhnya dari ikatan kontrak tersebut.
Bab
Bagikan

Bab 3

Keesokan harinya, Rebecca bangun pagi-pagi. Selama ini, dia dan Adrian tidur di kamar yang berbeda. Alasan pertama, karena Adrian belum sepenuhnya menerimanya. Alasan kedua, Adrian sangat mementingkan kebersihan. Dia tidak dapat menoleransi orang lain masuk ke kamarnya.

Setelah mandi, Rebecca pun pergi ke firma hukum temannya. Monica akhirnya mengetahui segalanya setelah berbincang dengan Rebecca.

“Jadi, kamu bersikap begitu baik terhadap Adrian cuma karena terikat kontrak?”

Rebecca mengangguk.

Setelah mendengarnya, Monica menghela napas lega. “Waktu baca berita belakangan ini, aku sangat khawatir padamu. Setelah tahu semua ini hanya dilandaskan kontrak, aku sudah jauh lebih tenang.”

Monica bertanya lagi, “Jadi, buat apa kamu cari aku hari ini? Kamu mau aku buatkan surat cerai untukmu?”

Rebecca menertawakan dirinya sendiri. “Aku dan Adrian nggak pernah daftarkan pernikahan kami. Kali ini, aku datang untuk suruh kamu buatkan surat perjanjian penyerahan hak asuh anak.”

Monica sangat terkejut setelah mendengarnya. “Siapa yang nggak tahu kamu sayang banget sama anakmu? Sekarang, kamu malah mau lepaskan hak asuh Aiden?”

Tebersit sedikit kesedihan di mata Rebecca. Dia mengangkat kepala dan menjawab, “Kamu cuma perlu buatkan surat itu.”

Setelah mendengar ucapan ini, Monica juga tidak enak hati untuk berbicara lebih lanjut. Dia pun menyiapkan surat itu dengan cepat, lalu menyerahkannya kepada Rebecca.

Rebecca menggenggam erat surat itu, lalu berjalan pergi. Melihat punggungnya, Monica merasa sangat sedih. Dia berseru, “Rebecca, kamu sudah habiskan lima tahun, tapi masih nggak mampu menangkan hatinya. Kelak, simpanlah semua kebaikan yang kamu berikan padanya untuk dirimu sendiri.”

Rebecca menghentikan langkahnya, lalu menoleh dan menjawab sambil tersenyum, “Oke. Aku akan berbuat begitu.”

...

Ketika Rebecca tiba di rumah, waktu telah menunjukkan pukul 10 pagi. Namun, ruang tamu masih kosong. Sarapan yang disiapkannya sebelum meninggalkan rumah juga masih terletak di meja makan dan sudah dingin.

Rebecca memanaskan sarapan itu sekali, lalu pergi ke lantai atas untuk membangunkan Aiden dan Adrian seperti biasa.

Adrian tidak suka orang lain masuk ke kamarnya secara asal. Dia pun menetapkan peraturan untuk mengetuk pintu sebelum masuk.

Baru saja Rebecca mengetuk pintu, pintunya sudah dibuka. Irene sedang meregangkan tubuhnya. Setelah melihat Rebecca, dia juga masih terlihat sangat santai.

“Aku masuk ke kamar Adrian untuk pinjam kamar mandi. Entah kenapa pagi ini pinggangku masih sakit.”

Wajah Rebecca pun memucat. Baru saja Irene hendak lanjut memprovokasi, Adrian yang mengenakan piama berjalan keluar.

“Irene, siapa yang ketuk pintu? Aiden?”

Rebecca mengalihkan pandangannya ke arah datangnya suara, lalu melihat leher Adrian yang dipenuhi dengan bekas ciuman. Dia pun menertawakan dirinya sendiri.

Selama lima tahun pernikahan, mereka nyaris tidak pernah melakukan kontak fisik. Rebecca mengira Adrian tidak tertarik pada hal seperti ini. Dinilai dari keadaan sekarang, Adrian sepertinya hanya tidak tertarik padanya.

Setelah melihat Rebecca, Adrian terlihat panik. Dia buru-buru menarik pakaiannya untuk menutupi lehernya, lalu menjelaskan pada Rebecca, “Irene cuma datang untuk pinjam power bank. Kamu jangan pikir kejauhan.”

Setelah mendengarnya, Rebecca pun tersenyum sinis. Sebelum berbohong, mereka bukannya terlebih dahulu menyamakan alibinya. Namun, dia juga tidak mengungkapkan kebohongan mereka. Dia hanya memberi tahu bahwa sarapannya telah siap dan langsung turun.

Pernikahan ini hanya sebatas kontrak. Rebecca tidak peduli Adrian ingin bermesraan dengan siapa saja. Yang perlu dilakukannya sekarang hanyalah menunggu. Lewat minggu ini, dia sudah bisa meninggalkan rumah ini.

Lima menit kemudian, Adrian, Aiden, dan Irene baru turun.

Melihat pangsit di meja, Aiden mengernyit. “Pangsit ini sudah dipanaskan, nggak segar lagi. Mama, Aiden mau makan cakwe buatanmu!”

Adrian menasihati dengan sabar, “Aiden, Mama sudah buat sarapannya. Kita nggak boleh menyia-nyiakan makanan. Besok, Mama baru buatkan cakwe. Oke?”

“Nggak! Aku mau makan sekarang juga!”

Adrian tidak pernah memanjakan anak. Baru saja dia hendak memarahi Aiden, Irene malah tiba-tiba menyela, “Rebecca, dengar-dengar, cakwe buatanmu sangat enak. Aku juga mau cicip.”

Mendengar Irene juga ingin makan, sikap Adrian langsung berubah. Dia memberi perintah pada Rebecca, “Berhubung semua orang mau makan, kamu buat saja.”

“Nggak bisa.” Rebecca lanjut memakan pangsitnya tanpa mendongak sekali pun.

“Kalau pengen makan, kalian masak saja sendiri. Aku yang bungkus pangsit ini tadi pagi. Kalau kalian nggak mau makan, dibuang saja.”

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel I'm The Queen
8.2
Kehidupan Ratu Elea di Istana Landbird hancur setelah Raja Flynn berpaling kepada Beatrice, selir licik yang tengah hamil. Difitnah kejam dan diceraikan, Elea berada di ambang kehancuran. Di masa sulit ini, Raja Alaric dari Kerajaan Veridion datang mengulurkan bantuan. Kini, Elea harus menghadapi konspirasi politik dan pengkhianatan besar, memaksanya memilih antara merebut kembali takhtanya atau melangkah ke jalan baru yang berbahaya.
Sampul Novel Maduku Putri Konglomerat
9.4
Demi keluar dari jerat kemiskinan, Hilman memilih mengkhianati janji sucinya. Ia diam-diam menikahi putri dari keluarga kaya raya demi meraih takhta materi dan kemewahan. Keputusan egois ini seketika menghancurkan hati sang istri pertama, meninggalkan luka batin yang teramat dalam akibat pengkhianatan pria yang sangat ia sayangi. Kini, ia harus berjuang menghadapi kenyataan pahit bahwa suaminya lebih memilih harta dibanding kesetiaan cinta mereka.
Sampul Novel MY LOVELY LITTLE WIFE
8.9
Yuki sangat geram setelah lamaran perjodohannya ditolak mentah-mentah. Alasan pria itu sungguh klasik, yaitu karena mereka belum saling mengenal. Sambil menggerutu dan mencap calon suaminya sebagai lelaki tua yang menjengkelkan, sebuah ide licik tiba-tiba muncul di benak Yuki. Senyum penuh arti pun tersungging di bibirnya. Ia kini menyusun sebuah rencana cerdik untuk memberi pelajaran berharga bagi pria sombong tersebut.
Sampul Novel Perpisahan Terakhir, Jejak Abadi
9.2
Setengah tahun aku menderita penyakit misterius demi menyokong Baskara, suamiku yang bekerja sebagai arsitek. Malang, ketulusanku dikhianati demi asistennya yang mengandung. Lebih perih lagi, ibu kandungku justru berpihak padanya dan menutup mata atas penderitaanku. Kini, vonis kanker otak stadium akhir memastikan ajalku kian dekat. Tanpa keluarga yang peduli, aku menolak terus tertindas. Sisa waktuku akan kuhabiskan untuk diri sendiri, membiarkan Baskara tenggelam dalam penyesalan selamanya.
Sampul Novel Sugar Daddy Dosenku
8.0
Kehidupan di kota besar membuat Nina, seorang mahasiswi penerima beasiswa, merasa terdesak secara finansial. Uang beasiswa yang ia terima ternyata tidak cukup untuk menutup biaya hidup sehari-hari sekaligus memuaskan keinginannya akan gaya hidup mewah. Didorong oleh tuntutan ekonomi dan hasrat memiliki barang-barang mahal, Nina akhirnya terjun ke dunia gelap penuh rahasia. Ia terperangkap dalam realitas kelam demi memenuhi ambisi pribadinya.
Sampul Novel Terjerat Belenggu Perselingkuhan
9.5
Mariana Zoya dikenal sebagai gadis desa berparas cantik dan berambut gelombang yang tampak sangat lugu. Namun, di balik kepolosan itu, ia menyimpan rahasia kelam. Keinginan Mariana yang tak pernah cukup pada satu pria membawanya masuk ke dalam konflik yang sangat rumit. Sekarang, ia terjerat dalam lingkaran asmara membingungkan bersama sejumlah pria yang terobsesi untuk menguasai dirinya secara utuh.